
Tak terasa sudah 1 bulan lebih berlalu, Lily sudah mulai paham dan beradaptasi dengan baik di kota.
"Lily apa kau mau sekolah?" tanya Gala.
"Tidak Paman, Lily sangat malas berpikir, Lily hanya suka bermain-main saja." ujar Lily.
"Kalau begitu ikut kursus saja ya?, kegiatan apa yang paling kau suka Lily?" tanya Gala sambil menyisir dan mengikat rambut Lily.
"Makan." Jawab Lily santai.
Gala tersenyum mendengar jawaban Lily, yang cukup sederhana.
"Kalau begitu Lily kursus memasak saja ya?, di sana nanti banyak teman-teman, Lily tidak akan bosan." ujar Gala.
Gala tidak ingin mengurung Lily di dalam rumah terus, Gala ingin Lily pandai bersosialisasi dan memiliki banyak teman agar tidak bosan.
"Boleh Paman, kalau begitu kapan Lily kursus?" tanya Lily.
"Nanti aku carikan tempat kursus yang terbaik dan nyaman." Gala selesai mengikat rambut Lily, Gala benar - benar memerankan banyak peran dalam merawat Lily.
"Sudah selesai ayo kita jalan - jalan!" ajak Gala.
Keduanya pun segera pergi untuk jalan, Lily sudah tidak seheboh dulu, dia sudah mulai terbiasa dengan hal-hal baru, tapi Lily masih suka ingin membeli sesuatu yang aneh-aneh.
"Paman, apa uang Paman tidak habis?" tanya Lily.
"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu?" Gala heran dengan pertanyaan Lily.
"Aku lihat Paman tidak bekerja, pekerjaan Paman apa?, sering di rumah tapi kenapa tidak pernah kehabisan uang?" ujar Lily.
"Selama aku tidak di sisimu aku sedang bekerja keras mengumpulkan uang, tentu saja untuk menghidupimu, bukankah kau dulu merengek ingin selalu bersamaku?, makanya aku bekerja keras untukmu, saat ini aku ambil cuti panjang, tapi sebentar lagi Paman juga akan sibuk lagi, apalagi jika nanti Daddy Paman sudah habis masa jabatan, mungkin Paman tidak bisa menemani Lily terus, makanya Paman menawarkan dirimu sekolah atau kursus, kau tetap ada kegiatan saat Paman tidak di sisimu." ujar Gala.
"Apa Paman akan pergi lama?, bertahun-tahun seperti sebelumnya?" Lily tampak sedih mendengarnya.
"Iya mungkin paling lama 6 bulan, tapi Paman bisa sesekali melihat Lily." ujar Gala.
"Paman Lily ikut boleh?" Lily menarik tangan Gala, berharap Gala membawanya.
"Itu masih 2 bulan lagi Sayang, Jika itu untuk bersenang - senang Paman akan membawamu, belajarlah dari pengalaman sebelumnya, kau mengerti maksud Paman bukan?" Gala memeluk Lily yang sudah berkaca-kaca.
"Apa itu berbahaya?, kalau berbahaya jangan pergi Paman." pinta Lily khawatir jika Gala sampai terluka.
__ADS_1
"Itu masih 2 bulan lagi, sekarang kita keluar untuk bersenang-senang, mulai besok Paman akan melatih fisikmu, agar kau bisa menjaga dirimu dengan baik saat Paman tidak di sisimu!"
"Malas Paman, Lily hanya ingin hidup santai dan bersenang-senang." ujarnya.
Gala mencubit pipi gembul seperti ikan buntal itu dengan sangat gemas.
"Lily, kau harus ingat ya, kau tidak boleh dekat dengan pria lain, selain Paman dan juga Om Bara." ujar Gala mengingatkan.
"Kenapa Paman?, apa tidak boleh berteman dengan yang lain?" tanya Lily.
"Boleh tapi harus perempuan, laki-laki di sini semua tidak baik, nanti kau akan di tipu oleh mereka." Gala mana rela ada pria yang mendekati Lily nya.
"Oh ya. " Lily mengangguk mengerti.
Setiap jalan keluar Lily pasti akan meminta cake coklat, sekarang cake coklat adalah makanan favorit Lily.
Setelah mereka makan dan membeli Cake mereka pun segera pulang.
"Lily, coba kau cek di M-banking mu masih ada sisa berapa uang jajanmu?" tanya Gala.
"Masih 5 digit Paman, masih banyak ... tenang saja." ujar Lily sambil melahap cake kesukaannya.
Baru beberapa bulan tinggal bersama Gala berat badan Lily langsung naik drastis, yang sebelumnya sangat kerempeng sekarang sudah mulai berisi dan semakin enak dilihat.
Setelah itu Gala meminta Lily untuk berjalan - jalan di halaman sebentar baru pergi tidur.
Keesokan harinya Gala mencarikan tempat kursus terbaik untuk Lily.
"Di sini kau bisa belajar memasak apapun yang kau inginkan, apa kau suka tempat ini?" tanya Gala pada Lily.
"Lumayan Paman, Lily suka ternyata banyak orang seumuran Lily ya?" Lily sangat senang karena banyak teman wanita sebayanya.
"Kau berkenalan dulu sana, Paman akan mengurus semua administrasi untukmu!" ujar Gala.
Gala pun segera pergi untuk mengurus segala administrasi untuk Lily selama Lily akan belajar di tempat itu.
Lily mendekati segerombolan anak-anak sebayanya yang sedang menunggu guru kursus mereka datang.
"Hallo semua, aku Emily bolehkah aku mengenal kalian?" Lily mencoba membaur dengan orang - orang baru.
Mereka pun menyambut Lily dengan sangat baik, Lily langsung mendapatkan 2 teman baik yang satu frekuensi, untuk yang lain hanya berkenalan biasa saja.
__ADS_1
Lily mendapatkan teman bernama Keinara dan juga Kristin, mereka langsung akrab dengan Lily.
"Lily, siapa tadi yang mengantarmu, semua orang sangat terpesona dengan seseorang yang datang bersamamu." ujar Kristin.
"Oh ya, dia Paman Lily memang Paman sangat tampan, kalian tidak boleh menyukai Pamanku loh." ujar Lily.
"Kenapa?, Pamanmu sudah punya anak dan istri ya?" tanya Keinara.
"Anak dan istri?" Lily bingung juga dengan pertanyaan temannya.
"Iya, kalau tidak boleh disukai bisa jadi sudah berkeluarga atau punya pacar!" ujar Kristin.
"Tapi Pamanku tidak punya keduanya, tapi kalian tetap tidak boleh menyukainya ya." Lily memperingatkan temannya.
" Pamanmu terlalu sulit digapai Lily, kamu cukup sadar diri hahahaha." sahut Kerinara.
"Lily, ... Paman sudah selesai, ini seragam kursusmu, mulao besok jika kau mau kau bisa langsung masuk!" ujar Gala memberikan bag paper berisi seragam milik Lily.
"Wah, bagus ...". Lily menerima seragamnya dengan senang hati.
"Lily, besok kau langsung masuk saja biar kita bisa bertemu!" ujar Keinara.
"Iya benar, besok masuk ya!" sahut Kristin.
"Ya oke, Paman mereka bernama Kristin dan Keinara, mereka sangat baik." ujar Lily terlihat sangat senang.
"Oh, Hallo ... Salam kenal, tolong jaga Lily untukku yah." pinta Gala.
" Tenang saja Paman, kami akan menjaga Lily " ujar Keinara.
"Kalian sudah pulang atau belum?" tanya Gala .
" Sudah Paman, kami sudah pulang." jawab Kristin.
" Kalau begitu aku antar kalian, sekalian makan siang dengan Lily mau?" tanya Gala.
Keduanya langsung menyetujuinya, siapa yang tidak mau diajak makan Paman tampan.
Mereka pergi makan berempat, Lily terlihat sangat senang memiliki teman sebaya dan sefrekuensi mereka bertiga langsung akrab begitu saja.
sebelum mengantarkan pulang Gala memberikan oleh-oleh untuk di bawa pulang oleh keduanya.
__ADS_1
Jadi Gala tahu di mana mereka tinggal, dan Gala bisa mencari informasi tentang kedua teman Lily itu, baik atau tidak untuk dijadikan teman oleh Lily.
Agar Gala merasa tenang.