CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
58. Apakah jodoh orang


__ADS_3

" Tuan di mana anjingmu?" tanya Kirana.


" Dia akan menjaga ayahmu dengan rekanku!" jawab Gala.


" Tuan, makanlah ini ." Kirana memberikan sebuah kue pada Gala.


Gala menerimanya lalu mengantongi kue pemberian Kirana, Kirana sangat senang karena Gala tidak pernah menolaknya.


"Sekarang kan kau 24 jam menjagaku, apa kita boleh mengobrol santai?" tanya Kirana.


" Tidak!" jawab Gala.


" Baik ... " Kirana pun bersiap untuk pergi les tambahan.


Tentu saja Gala akan menemani tapi Gala tidak masuk ke mobil yang sama dengan Kirana, Gala menjaga jarak dan mengendarai motor miliknya, Gala menyusul dari belakang tanpa sepengetahuan Kirana dan Zidan.


Kirana pun sampai, Zidan mengikuti Kirana masuk ke dalam. Sedangkan Gala mengawasi dari sebrang tempat les.


Gala melihat ada beberapa pergerakan dari orang - orang mencurigakan.


Gala sebelumnya sudah berpesan pada Zidan untuk tidak lengah sedikit pun. Kirana terlihat berjalan keluar sendiri tanpa Zidan.


Gala segera menyalakan motornya langsung tancap gas menghampiri Kirana. Namun Kirana tidak tahu jika itu Gala, Kirana malah mundur ke belakang dan membuat peluang untuk lawan mengangkut Kirana masuk ke dalam mobil.


" Brengsek!" Gala segera mengikuti mobil itu dengan kecepatan tinggi.


Dan terjadilah kejar-kejaran antara mobil dan motor Gala. Pihak musuh segera menembak ke arah Gala dan tepat mengenai ban motor Gala.


Kirana sudah berteriak minta tolong, Gala sudah tertinggal jauh dan kehilangan jejak Kirana.


" Tes, Deya awasi kamera cctv di jalan ranjunan, mobil plat AG XXX00 Z " pinta Gala.


Deya pun mengawasi, mobil itu sampai ke titik terakhir bisa terpantau Cctv, sebelum mobil itu sampai ke titik pengawasan, Deya sudah mengerahkan pasukan Gala yang ada di dekat titik itu untuk mengawasi mobil itu secara sembunyi-sembunyi. Agar Gala bisa menyusul ke lokasi mereka pergi.


" Aman Bang." ujar Deya.


Gala menunggu seseorang mengantarkan motor lagi untuknya, setelah tiba Gala segera menyusul mengikuti titik koordinat pasukan yang diperintahkan Deya tadi.


Jalan yang ditempuh Gala semakin sepi.


" Deya, coba kau kerahkan orang untuk mencari keberadaan Zidan!" pinta Gala.


" Dia ini seorang BIN kenapa bisa sangat ceroboh!" Ujar Deya heran.


" Ayo cepat cari dia!" pinta Gala lagi.


Deya pun segera melaksanakan perintah Gala.


Titik koordinat itu semakin dekat dan sampailah Gala di tempat anak buahnya berhenti.

__ADS_1


" Bos, di sana ada sebuah kampung kecil, mereka masuk ke sana!" ujar orang Gala.


Gala mengangguk, dia segera mematikan motornya, lalu Gala mencari pohon paling tinggi, Gala menggunakan teropongnya untuk mengawasi kampung kecil itu.


Gala agak terkejut, rupanya ada kampung kecil di tempat yang terpencil, dan di sana banyak orang beraktivitas seperti di kampung - kampung pada umumnya.


"Bagaimana ini caranya menyusup?" Gumam Gala.


Gala terus mengawasi aktivitas mereka sampai menemukan cara untuk masuk dan berbaur pada mereka.


Jalan satu-satunya adalah dihancurkan saja tempat itu.


Gala meminta Deya mengerahakan 300 orang dengan segera dengan membawa beberapa senjata biologis dan senjata api.


Setelah siap Gala meminta mereka menyebarkan Gas asap untuk membuat semua orang panik, lalu membuat tembakkan ke atas untuk membuat semua orang kocar-kacir menyelamatkan diri.


Gala segera mencari keberadaan Kirana, yang di sana hanya terdapat 7 bangunan besar dan beberapa bangunan kecil.


Gala meminta semua berpencar mencari Kirana sampai ketemu, jika tidak ada hancurkan tempat itu sampai habis.


Semua hampir bangunan kecil dan besar rata, kini hanya tinggal 4 bangunan.


Setelah mencari sampai bangunan akhir, akhirnya Gala menemukan Kirana yang sudah tak sadarkan diri, Gala memerintahkan menangkap semua orang yang masih tertinggal dan membawanya ke markas untuk diinterogasi.


Kirana sudah berganti dengan pakaian sexy seperti baju pelacur, sepertinya mereka ingin menghancurkan nama Kenan melalui citra buruk dari putrinya.


Gala segera melepas pakaiannya dan memakainnya pada Kirana.


" Tuan Muda, mobilnya sudah ada di depan." ujar orangnya.


Gala segera menggendong Kirana dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Tubuh Kirana demam tinggi, beberapa kali Kirana mengigau meminta untuk dilepaskan, Kirana juga menangis terisak-isak.


" Tuan muda, kemana kita pergi?" Tanya anak buahnya.


" Markas terdekat." Gala yakin pasti sekarang di kota sudah banyak berita tentang penculikan Kirana.


Tidak mungkin membawa Kirana pulang dalam wujud seperti ini.


" Panggil Barnes!" tegas Gala.


Setelah sampai di markas Gala membawa Kirana ke ruang istirahatnya, dan Barnes pun sudah berada di sana.


" Cepat kau buat dia normal kembali, dia di beri obat! " tegas Gala.


Gala meninggalkan Kirana pada Barnes, mibat Kirana seperti itu Gala malah teringat Lily.


Gala menghubungkan komunikasi dengan Jack dan Dex untuk menanyakan kabar Lily.

__ADS_1


Tentu saja semua mendengarkan pertanyaan Gala itu.


" Gal, kau sedang menjalankan misi bisakah tidak mengingat Lily sementara." pesan suara Bara masuk.


" Diam kau!" jawab Gala.


" Lily baik, tenanglah ada kami, jangankan pria, nyamuk pun kami bunuh!" ujar Jack.


Gala pun hilang dari radar setelah mendengar kabar Emily nya.


"Kenapa dia tidak mengantongi Lily ke dalam sakunya!" Ujar Bara tak habis pikir.


Situasi Gala sedang genting, bagaimana bisa teringat Lily nya.


Gala meminta anak buahnya mengambil beberapa kamera yang ada di tempat itu, lalu mencari rekaman cctv, karena di sana juga ada cctv takutnya ada gambar yang terambil tidak pantas tersebar.


Hal itu serahkan anak buah Gala pada Deya.


Melihat ada gambar kurang baik, Deya langsung masuk ke situs tidak resmi karena biasanya para hacker akan mengggunakan situs ilegal, satu detik terlambat Deya masuk, video Kirana yang di cekoki minuman sudah pasti tersebar, Deya segera memblokir dan menghapus permanen semua video itu.


" Hampir saja, jika tidak anak itu akan mengalami guncangan mental yang buruk!" gumam Deya.


Barnes yang sudah selesai menangani Kirana pun segera melapor pada Gala, jika semuanya sudah terkendali.


" Sudah baik dan sudah sadar, tapi dia terus menangis." ujar Barnes.


Gala pun segera masuk ke ruangannya.


" Apakah ada yang sakit Nona?" tanya Gala.


Kirana langsung berdiri dan memeluk Gala, Kirana menangis seakan mengadu pada Gala, jika dia sangat ketakutan.


" Huk huk ..." Kirana terlihat sangat takut, terpaksa Gala membalas pelukan Kirana agar tenang.


" Tuan, hiks hiks mereka jahat ... Hiks hiks, padahal Kirana tidak kenal, kirana juga tidak menyinggung siapa pun Hiks hiks..." Kirana mengadukan semua pada Gala.


" Semuanya sudah aku hancurkan, tidak ada yang menyakitimu lagi!" ujar Gala menenangkan.


Kirana pun mulai tenang, Gala pun segera melepaskan pelukannya karena teringat Lily.


" Maaf Nona, Zidan sudah ketemu dia akan datang menjemput anda!" ujar Gala segera menjaga jarak pada Kirana.


Tak lama Zidan datang membawa pakaian ganti, Zidan meminta maaf pada Kirana karena lalai.


Kirana tentu memaafkan, Kirana segera berganti pakaian dan ikut Zidan kembali lebih dulu.


" Zidan, jika dia memang jodoh orang lain dan bukan untukku, kenapa dia yang selalu datang, saat aku dalam bahaya?, ini sudah ketiga kalinya." ujar Kirana.


Zidan terkejut dengan pernyataan Nonanya.

__ADS_1


__ADS_2