CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
35. Beban berat


__ADS_3

"Lihatlah ini kamar mandimu, kau tidak perlu mengantri." Gala memperlihatkan kamar mandi Lily.


Lily tidak tahu bagaimana cara menggunakan kamar mandi di kota.


"Paman ini apa?" tanya Lily pada Gala.


"Ini, namanya bathub, kau bisa berendam di sini, ini untuk air panas, ini air biasa, kau bisa mengolahnya sesuai suhu yang kau butuhkan." ujar Gala.


"Wah hebat." Lily benar - benar sangat senang.


"Baiklah, kau bisa mencobanya sendiri, aku ambilkan pakaian dan handuk kau mandi dan segera istirahat." Gala pun mengambilkan pakaian yang sudah disiapkannya.


Semua keperluan Lily semua disiapkan.


"Ahh ... " Mendengar Lily berteriak Gala segera


berlari ke kamar mandi.


"Ada apa?" Gala sudah melihat Lily basah kuyup karena air shower.


"Paman kenapa ada air terjun?, membuat kaget Lily saja." Lily malah tampak senang karena air shower yang mengguyur dirinya.


Tapi Gala malah gagal fokus karena baju Lily terlihat transparan saat terkena air dan menampakkan sisi indah tubuh gadis itu.


Astaga itu cukup lumayan.


_Dalam hati Gala_


Gala sampai menelan ludahnya, melihat tubuh Lily sudah tidak sepolos dulu lagi.


"Lily jangan tekan yang merah ya, mandilah dengan tenang, pakaianmu dan handuk Paman letakkan di sini, di sana ada perlengkapan mandi, kau bisa memakainya." Gala segera keluar menutup pintu.


"Sangat merepotkan menjaga Lily." Gala memegangi dadanya yang berdegup begitu kencangnya.


Gala menunggu Lily di depan pintu takut anak itu melakukan hal ceroboh jadi Gala benar harus siap siaga.


Setelah satu jam lamanya, entah apa yang di lakukan Lily di dalam mandi selama itu. Lily memanggil Gala.


"Paman, ... " panggil Lily.


" Ya, Paman di depan pintu." jawab Gala.


Lily membuka pintu dan keluar dengan handuk saja yang melilit ditubuhnya.


"Hey, kenapa hanya memakai handuk?" Gala sangat terkejut.


"Paman, tapi ****** ***** dan bra Lily basah, Paman tidak membelikan Lily dalaman?" Tanya Lily dengan polosnya.


Gala benar - benar diuji imannya oleh Lily yang sangat polos itu.


"Tapi paman tidak tahu ukuranmu Lily." ujar Gala.


"Paman ukuran celana Lily itu M, terus kalau bar Lily itu 32 kayaknya." ujar Lily dengan santai.


"Lily kau menonton tv dulu, barang seperti ini juga bukan hal yang baru yang kau lihatkan?" Gala menyalakan televisi di kamar Lily.

__ADS_1


Setelah itu Gala pergi ke toko pakaian dalam wanita.


" Mbak, tolong dong carikan CD dan Bra untuk anak usia 17 tahunan." Pinta Gala pada salah satu pelayan toko.


" Tapi pak ukuranya kan relatif." ujar pelayan itu.


" Tadi bilangnya untuk Cd nya ukuran M dan branya 32." jawab Gala.


Gala tidak peduli orang - orang sedang membicarakannya, yang jelas dia membayar dan tidak mencuri.


"Tuan, ini model yang kekinian, mau yang mana?" tanya Pelayan itu memberikan banyak model dan motif juga pilihan warna.


"Sudah Mbak, angkut semua ya yang penting variasi ukuran sama semua." pinta Gala.


Setelah di pack, ternyata cukup banyak ada 2 dus besar.


Gala segera membayarnya dan kembali.


Banyak wanita yang berharap mendapatkan pria seperti Gala itu, cukup gentle man dan sangat manis.


"Lily, Paman belikan banyak untukmu." Gala segera membawa masuk ke kamar Lily.


Tapi rupanya Lily tertidur pulas.


Gala segera menyelimuti Lily yang terlihat sangat sexy hanya dengan balutan handuk itu.


Gala segera kembali ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan juga istirahat.


Bukan capek perjalanan tapi capek mengurus Lily yang cukup membuat pening kepalanya.


Lily bangun pagi buta seperti biasa.


"Oh apa itu?" Lily membuka box yang ada di kamarnya..


"Paman, apa mau jualan, membelikan Lily banyak pakaian dalam, ini bentuknya kenapa macam-macam?" Lily mengambil acak dan segera pergi mandi dan memakainya.


Setelah itu Lily segera masuk ke dalam kamar Gala.


Rupanya Lily hanya pindah tempat tidur saja.


"Lily?" Gala terbangun karena merasa ranjangnya ada yang menaiki.


"Paman, kenapa tidur terpisah dengan Lily?" Lily langsung masuk ke dalam selimut Gala.


Astaga, anak ini benar - benar cobaan terberat dalam hidupku.


_Dalam hati Gala_


"Paman, jangan tidur terpisah dengan Lily, Lily masih tidak terbiasa dengan ruangan besar itu, kamar Lily terlalu besar Paman." ujar Lily.


Lily memeluk Gala dengan erat.


"Ya, nanti malam Paman tidur dengan Lily." Mana mungkin Gala menolak permintaan Lily.


"Paman yang terbaik, Lily mau lanjut tidur lagi Paman." ujar Lily senang.

__ADS_1


Kau bisa lanjut tidur, sedangkan Pamanmu ini mana sanggup lanjut tidur jika kau begini?


Gala terus menggerutu dalam hati.


Gala tidak akan mungkin tahan jika Lily seperti ini, bisa-bisa terjadi hal yang tidak diinginkan sebelum waktunya.


"Lily, bukankah kau sudah tahu antara laki-laki dan wanita bagaimana, batasannya?" ujar Gala bertanya.


"Iya, tapi Paman bukan orang lain untuk Lily." jawab Lily dengan polosnya.


"Bagaimana jika meminta Deya tinggal di sini?" tanya Gala pada Lily.


" Oh Aunty Deya, boleh Paman." tentu saja Lily senang ada temannya.


"Oke, nanti Paman akan bicara pada Deya, sekarang kau bisa melanjutkan tidurmu." ujar Gala.


Siang harinya Gala memanggil Deya untuk datang ke kediamannya.


"Lily ... " Deya sangat senang melihat Lily sudah sampai di kota.


"Onty, Lily tidak bisa bernafas." Ujar Lily yang dipeluk Deya dengan sangat erat.


Gala langsung menarik Deya dan melemparnya ke sofa.


"Abang jahat, aku kan kangen Lily." protes Deya.


"Kau hampir membunuhnya." tegas Gala.


"Huh, menyebalkan, eh dimana Oddie Bang?" tanya Deya yang tidak melihat Oddie.


"Astaga, Oddie masih di Jeep, masih di kandang." Gala benar - benar melupakan Oddie.


"Abang teganya." Deya dan Lily segera ke garasi.


Deya segera membuka kandang Oddie , Oddie segera melompat girang ke Deya.


"Oddie, kasihan sekali kau pasti lapar." ujar Deya mengusap manja Oddie.


"Oddie maaf ya, kami lupa karena terlalu capek kemari heheh." ujar Lily.


Mereka pun segera membawa Oddie masuk, rupanya Gala sudah menyiapkan daging segar untuk Oddie.


Oddie pun makan dengan begitu lahapnya.


Gala pun meminta Deya untuk tinggal bersama mereka untuk menemani Lily sampai Lily terbiasa tinggal di kediaman itu.


"Ya udah nanti aku minta Abang Bara bawakan pakaianku dan pindah ke sini sementara." Deya tentu saja sangat senang tinggal satu atap dengan Gala dan Lily.


"Ya sudah kalau begitu, tolong jaga Lily untukku sebentar aku akan keluar selama 2 jam, jangan aneh-aneh dan jangan meninggalkan rumah!" tegas Gala.


" Siap Abang." Deya langsung bersemangat.


"Aku akan menghukummu jika sampai Lily lecet sedikit!" Gala segera memakai jaket dan mengambil kunci mobil dan pergi.


"Lihatlah Lily, Pamanmu sangat galak, jika itu berhubungan denganmu." Keluh Deya.

__ADS_1


"Iya Paman Galak sekali ternyata." Lily baru tahu jika Gala juga bisa begitu menakutkan.


__ADS_2