CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
27. Misi Di puncak tujuan


__ADS_3

Setelah beberapa bulan mereka pun mendapatkan misi ke perbatasan, Gala membawa serta Deya untuk menjalankan misi besar ini yang dapat membuat langkah Bara segera mencapai finish.


"Kenapa kau harus membawa Deya?" protes Bara.


"Deya tangan kananku sekarang!" tegas Gala.


"Menyusahkan saja, aku tidak mau membantu jika dia membuat masalah." Bara tidak mau ambil resiko.


" Bagaimana bisa kau memimpin pasukanmu, jika kau slalu seperti ini, ini tugas team, jika kau tidak bisa menyelamatkan temanmu meskipun kau berhasil tetap saja kau gagal!" tegas Gala.


"Ya, maafkan aku." Bara langsung meminta maaf.


Karena yang dikatakan Gala benar adanya.


Melihat abangnya tak berkutik membuat Deya terkekeh lirih. Merek segera mengenakan pakaian sesuai rencana mereka, lalu memasang beberapa atribut dan senjata dengan baik di tubuh mereka.


Mereka bertiga memiliki keahlian masing-masing, jadi mereka di bagi dalam 3 jalur masing-masing.


Deya akan berada dijalur darat, sedangkan Bara akan dijalur laut, dan Gala akan melalui jalur udara.


mereka memasang alat komunikasi dan juga mengecek ulang semua perlengkapan mereka dengan teliti.


"Jangan sampai terputus komunikasi, terjadi sesuatu dan terputus komunikasi segera gunakan signal darurat, agar Daddy bisa mengirim bantuan." ujar Gala mengingatkan.


Setelah selesai memberi arahan mereka pun menempuh jalur mereka masing-masing. Bara sebenarnya sangat khawatir untuk adiknya, karena ini pertama kalinya Deya ikut misi, dan misinya bukan misi-misi untuk pemula.


Mereka berada di markas yang mereka dirikan secara darurat, di perbatasan dimana mereka akan menjalankan rencana mereka.


"Deya mengambil mobil jeep, sementara Bara dan Gala mengenakan motor trail, tugas Deya adalah menggiring para target dari kota ke titik yang sudah mereka tentukan, sementara Bara menuju dermaga untuk menyerang jalur laut, sementara Bara akan menghadang dari tebing yang tinggi semua sudah diperkirakan alurnya oleh Bara dan Gala yang mematangkan strategi.


"Deya, kau tidak boleh terluka!" ujar Bara.


"Beres!" Deya langsung tancap gas dengan sangat ugal-ugalan menuju kota.


Bara dan Gala langsung mengelus dada mereka.


" Bagaimana dia bisa mendapatkan SIM mengemudi di luar negeri jika dia begitu sembrono." Gumam Bara, dia mau heran tapi itu Deya.

__ADS_1


Bara dan Gala pun juga segera menuju tempat mereka menjalankan misi masing - masing.


Deya menuju tempat yang sudah ditargetkan, karena sebelumnya Deya sudah membuat para target, terjebak dan masuk ke dalam rencananya.


"Hai kakak-kakak tampan, apa Delina terlambat?" Deya menyamarkan namanya menjadi Delina pada para targetnya.


"Selalu ada toleransi untuk wanita cantik, tidak masalah terlambat besok juga dimaafkan." Ujar seorang bernama Boni.


Boni adalah ketua yang memimpin dalam perakitan bom, dan mereka adalah orang berbakat dalam membuat senjata yang menjual Bom buatan mereka secara ilegal. Pada beberapa kelompok.


Tidak hanya senjata peledak tapi mereka juga dapat mencuci otak orang - orang untuk di perbudak.


Mereka adalah target yang akan dihadapi dengan 2 cara, yaitu ditakhlukan untuk menjadi bawahan Manggala atau di lenyapkan jika mereka tidak mau patuh.


Mereka pun segera masuk ke dalam mobil Jeep Deya. Deya segera membawa mereka ke dermaga.


"Kak, apa tidak bahaya kita bertransaksi lewat jalur laut, apalagi di perbatasan?" tanya Deya.


Semua pembicaraan Deya juga ter dengar oleh Bara dan Gala, jadi mereka bisa mengerti di mana mereka harus menunggu.


"Tidak, semua orang dermaga di perbatasan itu adalah kenalanku, yang memiliki beberapa backingan kuat, nyatanya selama ini kan aku masih bertransaksi." ujar Boni.


"Kau membutuhkan beberapa rakitan itu untuk apa?, apa kau mau memberontak?" tanya Boni.


"Hahah bukanlah, kan sudah Delina bilang, itu pesanan teman. Mereka adalah orang luar, tapi tenang saja, mereka sangat pandai menyelundupkan barang keluar."


ujar Deya.


" Oh itu hal biasa kami juga ada langganan orang luar, jadi kami tidak transaksi secar terang-terangan tapi kami meninggalkan barang dan mereka yang mencari dengan beberapa clue dari kami." ujar Boni.


Akhirnya mereka pun sampai di dermaga.


"Di mana kapal kakak?, apa tidak apa-apa aku mengambil barangnya langsung kak?" tanya Deya.


" Tenang saja, khusus Delina tidak ada masalah." ujar Boni.


Deya terus bertanya di mana letak senjata mereka dan yang mana kapal yang akan mereka tumpangi, Boni tanpa ragu membeberkan semua letak dan juga ciri-ciri kapal miliknya. Bara segera beraksi, Bara menyusup ke dalam kapal dan menyamar sebagai awak kapal dengan menyekap satu orang awak kapal dan segera bertukar pakaian.

__ADS_1


Sementara Gala meneropong dari atas tebing, mencari kapal yang sesuai penjabaran si Boni.


Saat mereka sudah menemukannya mereka akan memberitahu Deya.


Boni dan rekannya mengajak Deya menaiki kapal mereka yang terlihat sangat kumuh dari luat namun di dalamnya cukup elite dan banyak sekali rakitan peledak.


"Gila, apakah tidak bahaya menumpuk semua peledak di satu kapal begitu penuh?" tanya Deya.


" Ini rakitan palsu, kita akan menuju tempat di mana kita menyimpan dan membuat bom." ujar Boni.


Mendengar itu, ternyata rencana awal mereka tidak bisa digunakan akhirnya mereka mengubah rencana mereka dengan rencana kedua.


"Deya teruslah bertanya ke arah mana mereka akan pergi." ujar Gala.


Sementara Bara sudah berada di dalam kapal yang sama dengan Deya. Namun mereka belum bertemu, karena kapal itu lumayan besar.


"Deya posisimu di mana?" tanya Bara.


Deya memperlambat jalannya sambil bersenandung.


"Aku berjalan di sisi kanan kapal, dududududu ... lihat aku terus berjalan menuju ekor kapal lalalalala ... " Deya bersenandung dengan riang sambil berlarian kecil seperti anak-anak yang sangat senang melihat keindahan yang ada.


"Delina kau sangat suka dengan pemandangan laut?" tanya Boni.


Apalagi Deya terlihat sangat cantik, saat rambutnya tertiup angin laut.


"Ehmm, aku tinggal di luar negeri dari umur 9 tahun, dan aku tidak boleh pergi melihat pantai atau ke laut oleh kakekku, heheh setelah aku kembali ke negaraku aku baru pertama melihatnya." Deya mengatakan hal yang sejujurnya dan membuat Boni agak kasihan.


Tidak hanya Boni, Bara dan Gala pun merasakan hal yang sama. Mereka berdua tahu Deya tidak berbohong soal yang barusan di katakannya.


"Kalau begitu aku akan mengajakmu ke pulau keluargaku di Amerika." ujar Boni.


"Hah?" Deya malah terkejut.


"Ehm, aku tidak punya pacar, bagaimana jika kau biarkan aku mengejarmu?, kalau kau mau jadi kekasihku aku akan membawamu pada orang tuaku!" ujar Boni.


"Bajingan ini, beraninya dia menggoda Deya." Gala benar - benar marah mendengarnya.

__ADS_1


"Biarku lihat rupa bajingan itu!" Sahut Bara segera mempercepat jalannya menuju arak belakang kapal.


Deya terkekeh mendengar 2 abangnya itu emosi, padahal Deya lebih berpengalaman soal cinta dari pada kedua abangnya itu.


__ADS_2