CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
21. Ingkar Janji


__ADS_3

Setelah berganti pakaian Mala langsung memeluk Bara lagi. Mala sangat senang karena Bara tidak akan meninggalkannya.


"Namaku adalah Baratha, bukan Brahma. " ujar Bara memberitahu.


"Iya, ... " Mala tidak peduli siapapun namanya yang penting orangnya sama.


"Bar- ... " Ria menghentikan langkahnya, dia melihat Mala sangat menempel pada Bara dan terlihat Bara memang memperlakukan Mala dengan baik.


"Bara, ayo ajak Mala makan." Ria berteriak di samping pintu, agar tidak terlihat oleh keduanya.


"Iya Mom. " Bara menggandeng tangan Mala keluar dan mengajaknya untuk makan bersama Mommynya.


"Bara kau tidur di kamar Gala dulu, biar Mala tidur di kamarmu, dan setelah makan temui Mommy di lantai atas, Mala setelah makan langsung istirahat saja ya." pinta Ria lembut.


"Iya Nyonya. " jawab Mala.


Setelah selesai makan, Mala segera masuk ke kamar Bara dan istirahat karena tubuhnya masih sangat sakit karena dicekik dan dilempar oleh Jimmy.


Sedangkan Bara menemui Ria di lantai atas.


"Mom ada apa?" tanya Bara.


"Duduk dulu Nak, Mommy ingin bertanya." ujar Ria


Bara pun duduk di samping Ria. Ria segera menepuk punggung Bara dengan lembut.


"Apa kau menyukai Mala? " tanya Ria.


"Suka?, yang bagaimana Mom?, Bara menganggapnya seperti adik Bara sendiri, dia seumuran Deya bukan? " ujar Bara.


"Jadi perhatianmu pada Mala hanya sebagai adik?, bukan pria dan wanita?" tanya Ria.


"Ya, kenapa Mom?" Bara tidak mengerti kenapa Ria menanyakan hal itu padanya.


"Tapi Mala menganggap perhatianmu itu ke arah lain, kau harus menjelaskan dengan jelas maksud hatimu Bara, dia jatuh cinta padamu." ujar Ria.


Mendengar ucapan Ria, Bara cukup terkejut.


"Mala anak yang baik, tapi dia kurang beruntung, jika pun kau jatuh cinta padanya, orang tuamu tidak akan setuju karena masalalunya." ujar Ria.


"Nanti Bara akan jelaskan pada Mala Mom, maaf membuat Mommy khawatir dan maaf untuk kejadian hari ini." ujar Bara.


"Jika Mommy tidak sakit hati itu sangat pembohong, tapi Mommy sudah memaafkan, kita rawat anak itu dan ibunya dengan baik, agar dia memiliki masa depan yang baik nanti. " ujar Ria.


"Mommy sangat baik hati, Daddy sangat terpukul dengan kejadian ini, Daddy pasti merasa sangat bersalah pada Mommy. "


Bara pun juga merasa bersalah.

__ADS_1


Ria mengatakan pada Bara, jika semuanya harus dilupakan dan tidak ada yang perlu merasa bersalah lagi, semua dianggap tidak terjadi apapun.


Bara merasa sangat lega dengan Mommy nya yang sangat berlapang dada. Bara memeluk Ria dan mengatakan jika Bara akan menjaganya dan selalu menyayanginya seperti ibu kandungnya sendiri. Tentu saja Ria sangat bahagia mendengarnya.


...****************...


Di Paviliun Gala.


Pukul 12 malam, Lily perlahan-lahan masuk ke kamar Gala. Dia tidak mau jauh-jauh dari pamannya.


Lily berpura-pura tidur sambil berjalan dan naik lalu menempel pada Gala.


"Lily, apa kau tidak mematuhi aturan yang sudah Paman buat? " ujar Gala.


Lily masih berpura-pura tidur, hanya mengecap- ngecap saja.


Gala bangun dan menarik Lily duduk.


"Jika kau terus berpura-pura, aku akan melemparmu keluar! " tegas Gala.


"Hiks hiks hiks, Paman jahat aku tidak mau tidur di ruangan lain, aku ingin bersama Paman, hiks hiks hiks ... " Lily merengek terus menerus, dia cukup keras kepala dan sulit diatur.


Dan lagi Gala sangat sulit tegas jika Lily sudah menangis. Gala menarik Lily ke dalam pelukannya.


"Sudah, jangan menangis malam ini saja aku akan membiarkanmu tidur dengan Paman. " Gala sangat tidak tega dengan Lily.


"Apa kau tahu apa yang kau ucapkan? " tanya Gala.


"Ayah dan Ibu sering mengucapakan itu pada Lily." Jawab Lily dengan polosnya.


Memang seharusnya aku tidak berpikir bocah ini mengerti apa yang dikatakannya, dia benar-benar masih kecil.


-Dalam hati Gala-


"Kau tidak boleh mengucapkan itu pada orang lain, kau tahu hanya pada Paman dan keluargamu saja Lily." tegas Gala.


"Oke, siap." jawab Lily.


Gala segera melepaskan pelukannya dan meminta Lily untuk segera tidur dengan jarak, tapi Lily terus menempel padanya tak terpisahkan.


Sungguh anak ini, tidak mengerti kesusahan orang dewasa.


-Dalam hati Gala-


Tak lama Lily pun tertidur pulas, Gala perlahan melepaskan dirinya, Gala segera keluar dan berlatih di malam hari untuk mengalihkan pikiran buruknya.


"Menunggu dia cukup umur masih 2 tahun lagi. " Gala berencana untuk mengikat Lily diusia 17 tahun.

__ADS_1


Tapi jika dipikir lagi, apakah Lily masih memiliki pemikiran yang sama atau jangan - jangan anak itu sudah berubah pikiran. Memikirkannya sangat membuat Gala sakit kepala.


2 minggu kemudian, Gala berlatih dengan Oddie juga Grey. Sedangkan Lily mainan masak-masakkan di samping mereka latihan.


"Paman, aku jualan makanan ayo di beli." teriak Lily.


"Lily, kau sudah 15 tahun sudah bukan waktunya bermain seperti ini." ujar Grey.


"Tapi Lily suka Abang." ujar Lily.


"Sudahlah, pelan-pelan saja. Lily Paman beli satu ya." Gala pun meladeni Lily dalam bermain.


"Paman memang yang terbaik, week. " Lily mengejek abangnya.


Gala menghentikan latihannya dan menemani Lily bermain. Grey pun segera pamit undur diri bersama Oddie untuk lanjut berburu mengasah keterampilan Oddie.


Gala mengingatkan Lily jika sebentar lagi mereka akan kembali ke kota. Lily sangat senang karena dia akan tinggal di kota bersama pamannya.


Tiba-tiba Zero tiba dengan membawa pesan dari Jimmy. Jika Gala harus kembali ke kota sekarang juga. Tapi tidak boleh mengajak Lily karena ada tugas dadakan yang harus dia selesaikan dan takut jika membawa Lily tidak ada yang bisa menjaganya kecuali Gala. Karena Jimmy tahu Lily cukup pembuat onar.


"Lily, Paman harus pergi karena ada tugas mendadak, tunggu Paman menjemput Lily ya?" ujar Gala pada Lily.


Lily tidak mau jika Gala tidak membawanya, Lily terus memaksa Gala untuk membawanya, tapi Gala tidak mengabulkan permintaan Lily, karena sepertinya memang ada masalah serius di kota.


Lily sangat kecewa dengan Gala, Lily berlari mengadu pada ibunya. Dia sangat marah dengan pamannya.


Tidak ada waktu bagi Gala, dia segera mengemas dan kembali ke kota. Rasanya berat meninggalkan Lily seperti itu, tapi Gala belum tahu situasi di kota bagaimana. Gala tidak ingin membuat resiko jika sampai Lily terluka nanti.


Gala pun di antar menggunakan kendaraan tercepat milik Zero sampai perbatasan hutan dalam dan luar, Gala masih harus melanjutkan perjalanannya dengan menaiki beberapa tebing tinggi untuk mempercepat dia kembali ke kota, Gala juga sudah mengenakan seragam yang sama dengan Bara. Karena setiap kali memasuki kota dia harus berganti identitas.


Saat mencapai puncak dan berjalan Gala berpapasan dengan beberapa anak muda yang sedang bercamping.


Dan melihat beberapa gadis - gadis sangat bergembira membahayakan dirinya di tepi tebing untuk mendapatkan view yang cantik.


Tapi tempat itu memang biasa untuk wisata para pecinta alam.


"Ah, tidak ... ada yang terjatuh." semua orang para wanita itu berteriak histeris dan meminta tolong.


Para pemuda di tempat itu kebingungan untuk menyelamatkan.


"Merepotkan." Gala segera memasang safetynya kembali dan segera beraksi dengan begitu kerennya seperti Spiderman difilm hero.


Gadis itu masih beruntung karena bajunya tersangkut batang pohon yang lumayan kuat.


Gala melihat tubuh dari gadis itu terekspos, karena sobek, tapi mau bagaimana lagi, Gala segera mengikat sabuk pada tubuh gadis itu dan memeluknya dengan erat lalu segera membawanya naik.


Gadis itu berhasil diselamatkan meski banyak luka gores ditubuhnya.

__ADS_1


Setelah menyelamatkan gadis itu Gala segera pergi menunju rumah kepresidenan dengan jarak 4 jam dari tempat itu.


__ADS_2