CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
51. Hanya satu


__ADS_3

Sementara dikediaman Panglima.


Baratha memanggil semua penjaga dan pasukan bayangan yang bertugas dikediaman itu, mereka diintrogasi oleh Bara untuk mencari siapa yang sudah berkhianat padanya.


Namun semua pasukan dan penjaganya tidak ada yang mengaku meskipun sudah dipukuli begitu kerasnya.


Akhirnya Panglima menyudahinya karena berarti bukanlah mereka.


Mereka pun segera di obati dan diberhentikan sementara dalam bertugas selama 3 bulan.


Barata sangat kesal setengah mati, karena tidak menemukan dalangnya.


Tiba-tiba Deya pulang membawa beberapa barang branded begitu banyak.


Langsunglah Bara bisa menebak jika pengkhianatnya adalah adiknya sendiri.


" Deya!" Bentak Bara.


Karna Deya membawa tumbukan banyak barang dia tidak melihat jika Bara sedang duduk di ruang tamu.


Bentakkan Bara membuat Deya terkejut dan menjatuhkan semua barang mahalnya.


"A--abang." Deya tahu jika raut wajah abangnya ini sudah mengetahui sesuatu.


"Bagus, kau menjual informasi tentang abangmu ini untuk mendapatkan semua ini!" Bara berjalan mendekati Deya lalu menginjak - injak semua barang branded yang di bawa oleh Deya dengan hati - hati itu, karena takut lecet.


" Agh ... Tidak!" Deya menangisi barang-barangnya yang hancur diinjak-injak oleh Baratha.


"Apa kau sudah hilang akal, kau tahu gadis itu dan pengawalnya hampir mati di serang bandit karena mengikuti kami!" tegas Bara.


Bara sangat marah sekali.


"Huaaaaaaaaaaaa ... Abang maafkan Deya, Deya khilaf karena Deya ingin semua barang limited ini, huhuhuhuhu." Deya langsung memegangi kaki abangnya agar mengampuninya.


Tapi Baratha tidak mungkin mengampuni anak pembawa masalah ini.


Barata menggendong Deya lalu mengunci Deya di gudang dan meminta penjaga menjaga agar Deya tidak kabur.


Lalu Baratha meminta bawahannya mencari siapa saja yang membantu Deya dalam menutupi masalah Zidan dan Kirana.


Dan meminta orang - orang itu di disiplinkan dan di kirim ke pelosok.


Sungguh kepala Bara sedang mendidih, hatinya sangat marah, malah adiknya sendiri mudah di suap oleh orang lain.


Bara pun memberitahu Gala jika semua itu ulah adiknya.


Gala pun segera pergi menghampiri sahabatnya itu, sambil membawa koper batang emas.


Saat Gala masuk ruang tamu Bara sudah seperti kapal pecah, Bara melimpahkan semua pada benda-benda di rumahnya.


"Hei, hilangkan kebiasaan burukmu ini, ada tahan di ruang bawa tanah, kenapa tidak melampiaskannya di sana?" ujar Gala.


Bara hanya diam mencoba mengontrol lagi emosinya.

__ADS_1


Bara meminta para penjaga membersihkan tempat itu, Gala mengajak Bara berjalan - jalan ke taman, Gala menenteng terus kopernya itu seakan tidak ingin kehilangan koper itu.


Mereka dudu di taman depan kediaman Panglima.


Bara melihat ke arah Gala, yang duduk sambil memeluk kopernya.


"Apa sebenarnya isi koper itu?" tanya Bara penasaran.


" Apa ya?, rahasia!" jawab Gala.


"Cih, paling-paling juga kalau tidak uang, emas juga sertifikat!" tebak Bara.


Jelas Bara tahu hal yang tidak akan lepas dari sahabatnya itu.


Gala tertawa.


" Memang salah satu dari itu, aku kadang-kadang juga harus berhati-hati dengan orang terdekat!" Ujar Gala masih tertawa.


"Aku tidak suka hal seperti itu!" sahut Bara.


"Baguslah, makanya kau memang pantas menjadi Panglima!" puji Gala.


Mereka membicarakan tentang Deya, memang benar menurut Gala, Deya sangat fatal kali ini, sebenarnya juga sah-sah saja untuk menukar informasi dengan sebuah keuntungan, tapi masalahnya Deya hampir merusak rencana mereka.


Jika sampai Kirana dan Zidan mati di sana, semuanya akan menjadi rumit.


"Deya masih harus di bimbing lagi dengan baik, agar dia bisa memilah-milah mana yang bisa dia ambil untung dan mana yang harus dia jaga!" ujar Gala.


" Kalau salah ya benarkan, jangan langsung di buang, jika begitu dia tidak akan berubah!"


ujar Gala.


"Deya dari kecil sudah sembrono, aku harus bagaimana lagi untuk menghadapinya?" Bara sudah tidak tahu lagi.


Gala juga tidak mungkin membawanya tinggal seatap dengannya dan Deya, bisa-bisa 2 anak ini menjungkir balikkan dunia.


"Begini saja, aku akan pergi bicara pada Deya sekarang!" ujar Gala.


"Hem, Deya di gudang!" ujar Bara memberitahu.


Gala pun segera menghampiri Deya yang sedang dikurung di kamar, tentu kopernya terus dibawa oleh Gala, yang membuat Bara menggeleng kepala.


" Deya, ... " Gala masuk ke dalam gudang.


Deya langsung memeluk Gala dengan erat.


"Abang!" Deya meminta pertolongan Gala, tapi Gala malah gagal fokus pada kopernya yang terhimpit oleh Deya.


"Deya, tunggu - tunggu, awas nanti mereka baret!" ujar Gala.


"Itu apa Bang?" Tanya Deya penasaran dengan isi koper yang di bawa oleh Gala.


Gala membuka kopernya untuk melihat kondisi emas batangnya, apakah lecet atau tidak.

__ADS_1


" Wah, Abang kok banyak sekali emas batangnya?" Mata Deya langsung berkemas-kemas.


Dua orang ini sama - sama suka kekayaan.


"Syukurlah mereka baik-baik saja!" Gala langsung menutup kembali kopernya.


" Abang ke sini cuma pamer?" tanya Deya.


" Pamer kepalamu, Abang justru akan membantumu!" tegas Gala.


Deya senang karena Gala mau berpihak padanya.


Gala menasehati Deya, dan memberitahu Deya beberapa hal yang harus dan tidak harus dilakukan oleh Deya untuk ke depannya.


Deya pun menurut, Deya juga tidak menyangka jika hal itu akan terjadi, Deya merasa bersalah atas hal yang terjadi, dia tidak berpikir panjang, Deya kali ini tahu dalah dan menerima hukumannya di kurung selama satu minggu di gudang.


Karena Deya sudah tahu salah dan menerima hukuman di kurung satu minggu ke depan, maka Gala pun segera kembali.


Keesokan harinya Gala benar menepati janjinya untuk menemui Kirana di tempat yang sudah di sepakati.


Kirana terkejut karena Gala menggandeng seorang gadis seumuran dengannya. Dan gadis itu sangat cantik sekali menurut Kirana.


" Hallo Nona apa saya terlambat?" sapa Gala.


" Tidak, saya juga baru tiba!" jawab Kirana.


" Nona, maaf saya tidak memberitahu jika saya membawa kekasih saya!" Ujar Gala terlihat menggenggam tangan gadis yang dibawanya dengan erat.


Kirana terkejut, rupanya Gala sudah punya kekasih.


" Tidak masalah, Zidan mana kakungnya?" pinta Kirana.


Zidan pun memberikan kotak perhiasan itu pada Kirana, kirana langsung menyodorkan kalung itu pada Gala.


" Apa kalung ini untuk kekasih anda?" tanya Kirana.


Gala mengangguk, sambil membuka kotak perhiasan itu, Gala sangat puas dengan kalung itu.


" Wah, kalungnya cantik sekali." ujar Lily yang terlihat menyukai kalung itu.


" Terimakasih Nona, tolong sampaikan terimakasih saya pada Tuan Kenan!" ujar Gala.


" Kau suka Lily?" tanya Gala.


" Apa ini untukku?" tanya Lily.


" Benar, kalung ini hanya ada satu, kalung ini seperti kau Lily hanya ada satu di dunia ini." ujar Gala.


Wajah Lily tampak tersipu malu, saat Gala mengatakan hal itu, Lily tampaknya sudah tahu malu-malu sekarang, apalagi Gala memujinya tanpa ragu di depan wanita lain.


Dasar pria tidak bermodal


Dalam hati Zidan.

__ADS_1


__ADS_2