
"Kalau begitu bantu Deya bicara pada Kak Boni." pinta Deya pada Abangnya.
" Hmmm. " Bara mau tak mau juga harus mengikuti permintaan adik satu-satunya itu.
Meskipun sebenarnya Bara sangat ingin mencabik-cabik Boni.
Panglima Bara, cie Panglima bara.
Panglima segera menemui Boni, yang masih sangat sibuk dengan pekerjaannya yang semakin meningkat itu pesat itu.
Semua orang langsung menghentikan pekerjaannya dan memberi hormat pada Panglima tidak terkecuali Boni.
"Panglima, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Boni menunduk. Boni tidak berani memandang wajah yang sangat mendominasi itu.
"Ikut aku!" Bara pun mengajak Boni keluar dari tempat itu.
Bara mengajak Boni ke tempat yang sepi untuk berbicara 4 mata dengan Boni.
"Sekarang di sini aku berbicara sebagai abangnya Deya, sebagai sesama pria, aku mengerti denganmu, kau menyukai princessku." ujar Bara dengan nada rendah.
Boni masih menunggu Bara benar - benar selesai bicara.
"Deya sangat menyukaimu, tapi dia hanya menyukaimu ingat bukan cinta!" tegas Bara pada Boni.
"Lalu saya harus bagaimana Tuan?" tanya Boni.
"Deya sangat sedih kau menjauhinya, aku hanya ingin kau tetap berteman dengan Deya, jangan menumbuhkan perasaanmu dengan Deya, aku tidak setuju, jika itu masih lingkup pertemanan aku akan menghargaimu!" ujar Bara.
Bagaimana bisa Boni tidak mengembangkan perasaannya, sedangkan Deya begitu cantik dan luar biasa.
"Biasa saja, jangan menghindari Deya, kau menyakiti hatinya dan aku tidak akan bisa menoleransimu jika sampai membuat Deya bersedih." tegas Bara.
Sungguh sial menjadi Boni, jatuh cinta salah membuat Deya sedih juga salah, benar - benar membuat pening kepala.
"Baik Panglima." Hanya itu yang terucap dari bibir Boni.
" Bagus, kau bisa kembali bekerja!" ujar Bara.
Boni pun segera pergi begitu juga dengan Bara, Bara memberitahu Deya jika Bara sudah membantu Deya berbicara pada Bonito itu.
3 hari kemudian.
Gala sampai di Basecamp Zero.
Dia segera memasuki Basecamp dan mencari keberadaan Lily.
"Tuan Muda." Zero terkejut karena kemunculan Gala yang tiba-tiba.
__ADS_1
"Om, di mana Lily?" tanya Gala.
" Dia sekarang mau bersekolah, Lily masih sekolah tentunya." ujar Zero.
" Di Unit berapa Lily bersekolah?" tanya Gala.
"Yang paling buruk akreditasinya di sini, karena hanya unit itu yang cocok untuknya." ujar Zero.
"Om, aku akan menjemput Lily. " Gala terlihat bersemangat.
"Tapi Tuan, -- " Belum selesai bicara Gala sudah hilang begitu saja.
Gala pun menuju unit K, di situ adalah sekolah dengan akreditasi paling buruk. Gala menyayangkan jika Lily harus bersekolah di sekolah itu.
Gala menunggu Lily di depan gerbang, sekolah di sana hanya untuk belajar saja hanya ada bangunan 3 lantai untuk tingkatan kelasnya. Dan Lily duduk di kelas 3 SMA sekarang.
Akhirnya terdengar bel panjang yang menandakan pelajaran telah usai. Satu- persatu anak-anak mulai keluar dari gerbang. Gala sudah mencari-cari di mana gadisnya itu.
Semua orang melihat Gala dengan kagum, karena Gala terlihat berbeda dari pemuda- pemuda di sana.
Akhirnya mata Gala tertuju pada seekor anjing yang baru saja keluar. Gala bersiul memanggil Oddie. Mendengar siulan Gala, Oddie sangat gembira berlari sambil memutar kegirangan melihat Gala.
"Oddie, di mana Lily?" tanya Gala.
Oddie langsung melihat ke arah barat, Gala sangat terkejut melihat Lily di gendong seorang laki-laki. Hati Gala sangat terbakar dan panas. Tapi Gala mencoba menenangkan diri.
" Lily. " panggil Gala.
"Paman?" Lily sangat terkejut melihat Gala, antara senang tapi juga masih dongkol pada pamannya itu.
"Paman, Lily jatuh dari tangga, jadi Helmi membantu Lily untuk pulang, apa Paman menjemput Lily?" Ujar Helmi bertanya.
" Ya." Gala dengan sangat entengnya mengambil alih Lily dari punggung Helmi.
" Paman, turunkan aku, aku mau jalan sendiri!" tegas Lily terlihat marah pada Gala.
" Terimakasih!" Gala segera membawa Lily segera kembali ke paviliunnya.
Gala segera mengobati kaki Lily yang terluka.
" Apa ada yang terkilir?" Tanya Gala dengan lembut.
Lily hanya menggeleng kepala, dia tidak menyangka pamannya akan kembali lagi, kali ini Lily sudah mengerti rasa suka dan nyaman.
"Paman, sudah tidak apa-apa, hanya luka kecil." ujar Lily.
"Lily, apa kau masih marah pada Paman?" tanya Gala.
__ADS_1
"Tidak, Paman istirahat saja aku akan kembali ke rumahku!" ujar Lily.
Gala langsung memeluk Lily dengan erat, karena Gapa sangat merindukan gadis nakalnya itu.
"Paman tidak bermaksud ingkar janji, tolong jangan marah, Paman merasa sedih saat kau begini Lily." Gala mengutarakan isi hatinya.
Lily hanya diam, Lily tidak tahu harus bagaimana dengan pamannya, kecewanya sangat besar pada Gala.
"Tenang saja Paman, Lily sekarang sudah dewasa, Lily tidak akan mengikuti Paman terus, Lily tidak akan menyusahkan Paman." ujar Lily.
Mendengar ucapan Lily, hati Gala merasa sangat sakit.
"Kau akan ikut Paman ke kota besok, Paman akan mencarikan sekolah yang lebih baik lagi dari sekolahmu di unit K itu!" ujar Gala.
Lily menggeleng kepala, karena dia sudah bertekad untuk tidak terus bergantung pada pamannya.
" Lily mau tetap di sini, Lily tidak akan ke kota." ujar Lily.
"Paman kan sudah meminta maaf, hal seperti ini tidak akan terulang lagi, Paman janji akan menjagamu seumur hidup Paman Lily." Gala sangat bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Buktinya Paman meninggalkan Lily begitu saja!" ujar Lily.
" Itu karena sangat darurat Lily, maaf ya." Gala masih membujuk.
Lily sudah tidak sesederhana sebelumnya, sekarang Lily punya pemikiran sendiri.
"Paman akan membawamu ke kota besok, kau bisa bersiap mulai dari sekarang!" tegas Gala.
Gala tidak mau tahu lagi dengan alasan Lily, karena kini saatnya Gala memberikan Lily kebahagiaan dan merawatnya dengan baik di bawah tangannya.
Lily hanya diam, dia berjalan perlahan kembali ke kediamannya.
"Ada apa Lily?" tanya Grey.
" Tidak Abang, itu Paman Gala datang, apa Abang tidak tahu?" tanya Lily.
"Tadi Ayah sudah memberitahu Abang dan Ibu, besok kau berangkat ke kota bersama dengan Tuan Muda." ujar Grey.
"Aku mau di sini saja dengan Abang dan Ayah Ibu." Lily sudah mulai berubah pikiran.
"Kau harus ikut ke kota Lily." tegas Grey.
"Apa kalian akan memberantas beberapa kelompok baru yang memasuki hutan luar kita?, mereka kelompok apa?" Tanya Lily, karena hutan luar mereka terdapat kelompok yang terlihat seperti sedang melakukan ajaran-ajaran sesat yang tidak sesuai dengan norma dan agama di negera kita.
Grey dan kedua orang tuan Lily sedang memantau kelompok - kelompok itu yang semakin hari semakin bertambah setiap harinya.
Jika tidak di atasi sekarang akan sulit untuk mengatasinya nanti.
__ADS_1