CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
75. Di tolak


__ADS_3

" Bagaimana keadaanmu, ayo makanlah ..." Tantan yang datang membawa nampan makanan untuk Zidan atau sekarang dia benar-benar di panggil Heiden.


" Ibu, terimakasih." ujar Heiden atau Zidan.


" Anak pintar, suamiku sangat gercep dalam merekrut orang, bagaimana keadaanmu?" tanya Tantan.


Zidan ini sangat patuh dan setia, Leon bilang menyukai Zidan pada Tantan, dan ingin mengangkatnya sebagai anak angkat.


" Ibu, aku ini apakah akan dijadikan senjata?" tanya Heiden.


" Aku tidak tahu rencana suamiku tentangmu, tapi dia mengatakan menyukai anak sepertimu!, jadi apa yang harus kau lakukan saat seseorang menyelamatkanmu memberikanmu kehidupan dan mendudukkanmu di posisi dimana itu adalah bagian dari dirinya!" ujar Tantan.


"Saya sangat terkejut Ibu, saya ini hanya prajurit kecil saja, yang berusaha menjalankan tugas sebaik mungkin, nyawa saya sudah diujung tanduk, tapi keluarga Tuan Gala malah memberikan saya posisi yang membuat saya canggung dan merasa sangat tidak pantas." ujar Heiden.


" Heiden, kau sekarang adalah saudara Gala, dia sudah tahu ayahnya akan menjadikanmu saudara, dia tidak menolaknya." ujar Tantan.


Heiden tentu sangat terkejut dengan semuanya, karena rasanya sangat tak nyata.


Tiba-tiba menjadi anak dari mantan Panglima perang, dan saudara dari pemimpin pasukan putih.


"Sementara ini beradaptasilah dengan keluarga ini, nikmati waktumu sampai kau pulih dan nyaman, terutama kau harus menghormati kedua mertuaku, mereka sangat bawel tapi penyayang, kau anak baik pasti mereka akan menyukaimu, dan juga kami masih punya uncle bernama Seon, dia jarang pulang, dia adalah adik angkat ayahmu!" ujar Tantan memberitahu semua keluarganya.


" Ibu, ... Bolehkah aku memeluk Ibu?" tanya Heiden.


Tantan langsung memeluk Heiden atau Zidan itu dengan penuh kehangatan.


" Okey, sekarang ibu masih ada urusan, kau bisa jalan-jalan atau melakukan apapun yang ingin kau lakukan dengan catatan kau harus menjaga diri dengan baik." ujar Tantan.


" Baik Ibu!" ujar Heiden menurut.


Tantan pun segera pergi, urusannya sudah jelas adalah jalan-jalan dengan Ria dan juga Saga.


Heiden pun keluar kamarnya, dia berjalan-jalan ke taman untuk menghirup udara segar.


Terlihat Maya sedang merajut baju di taman, Heiden pun menghampiri Maya.


" Hallo Omma, ..." sapa Hieden.


" Oh, kau Heiden?, duduk sebelah Omma, kau sekarang adalah keluarga kami Nak, jangan sungkan jika kau ingin makan sesuatu minta pada Omma!" ujar Maya sangat ramah.


Heiden tidak menyangka semua keluarga Leon yang terkenal dengan kekejamannya pada masanya itu sangat baik sekali.

__ADS_1


" Jangan takut, putraku itu meskipun wajahnya bengis tapi hatinya baik, dia sudah semakin berumur semakin mengerti bagaimana untu menghadapi persoalan hidup, kau kenal dengan Gala kan, dulu Leon seperti Gala itu, sangat dingin tidak berperasaan, kejam dan tidak suka mendengar pendapat orang lain kecuali orang yang disukainya!" Maya menceritakan semua tentang keluarga Zang.


Dari Leon lahir sampai Gala lahir dan tumbuh menjadi Gala yang sekarang.


" Nak, kau adalah anak yang beruntung, banyak sekali anak seusiamu tidak mendapatkan pengampunan cucuku itu!, aku sering mendengar dia. Membunuh tanpa berekspresi dari bawahan- bawahan putraku yang bercerita." ujar Maya.


" Omma, Tuan Gala itu sangat baik, beberapa kali selalu memeringati Heiden untuk melakukan tindakan." ujar Heiden.


Maya tersenyum, karena mendengar sisi lain yang baik dari cucunya.


" Rupanya cucuku memiliki nilai plus, lihat Nak, Omma baru selesai membuat baju rajut, maukah kau memakainya, sebentar lagi musim dingi tiba, kau harus kenakan yang hangat!" Maya memberikan baju rajut buatannya pada Heiden.


Heiden langsung menerima baju itu dengan sangat bahagia, sudah lama dia tidak merasakan kehangatan keluarganya.


" Terimakasih Omma." mata Heiden berkaca-kaca.


" Simpan ya, gunakan saat musim dingin tiba." ujar Maya.


" Iya Omma." ujar Heiden.


Maya berdiri perlahan, dan mengajak Heiden masuk ke dalam, Heiden menuntun Maya masuk dengan perlahan.


" Terimakasih, Omma mau istirahat dulu Heiden." Maya pun segera masuk ke kamarnya.


Di kediaman Gala.


Lily sudah sangat rindu pada pamannya itu.


" Lily, kenapa kau akhir - akhir ini melamun terus?" tanya Keinara.


" Iya, kau tidak semangat sama sekali!" ujar Kristin.


" Aku rindu Pamanku lah!" sahut Lily.


" Pamanmu orang sibuk, jadi kau harus bersabar dia kan sedang bekerja keras untuk masa depanmu!" Keinara menenangkan Lily.


" Ayo berangkat, kita sudah terlambat!" Keinara menarik tangan Lily dan membawanya masuk ke dalam mobil sementara Kristin membawakan tas Lily.


Mereka berangkat ke tempat kursus, namun saat Lily turun dari mobil, guru kursus yang selama ini mengincar Lily, tiba-tiba berdiri dihadapan Lily dengan membawa bunga.


Kei dan Kristin langsung menghadang.

__ADS_1


" Guru ada apa?" ujar Keinara.


" Aku ada urusan dengan temanmu." ujar guru kursus itu.


" Ada apa guru?" tanya Lily.


" Lily mau kah kau menjadi kekasihku, aku sudah bersabar lama, sekarang aku memberanikan diri menembakmu!" ujar Guru kursus Lily.


Panggil saja Tora.


" Guru Lily tidak suka pada guru, karena guru kalah tampan dari paman Lily!" Ujar Lily sangat jujur dengan polosnya.


" Pfftttt ... " Kristin dan Keinara menahan tawanya mendengar ucapan sahabatnya itu.


" Kau tidak boleh menilai orang dari fisik, mungkin aku kalah, tapi aku sangat tulus padamu Lily!" Tora masih berusaha mendapatkan hati Lily yang sudah dia amati selama berbulan-bulan.


Semua orang bersorak-sorak, meminta Lily untuk menerima cinta guru kursusnya.


Tora sangat senang karena mendapatkan dukungan dari murid-murid kursusnya.


" Lily, ingat paman Galamu loe!" ujar Keinara.


" Maaf Guru aku tidak suka anda!" Lily langsung pergi melewati Tora begitu saja.


Semua orang tampaknya kecewa dengan penolakan Lily, mereka menyoraki Lily sok cantik dan sok jual mahal.


" Lily jangan kau dengarkan ucapan mereka ya!" Keinara menutup kedua telinga Lily agar tidak mendengar hujatan para murid-murid bodoh itu.


" Mereka ini menyebalkan!" ujar Kristin kesal.


"Apa salahnya jika Lily menolak, itu kan hak asasi Lily, kenapa Lily di salahkan jika menolak perasaan guru kursusnya" Kristin sudah kesal setengah mati.


" Kita pulang saja ya, aku sudah malas sekali!" ujar Lily berbalik arah.


Saat Lily berbalik Tora mengira jika Lily berubah pikiran, namun rupanya Lily melewatinya begitu saja, sambil berkata.


" Guru, aku tidak ikut kelas lagi mulai hari ini!" tegas Lily.


Tora terkejut dengan ucapan Lily, kini selain di tolak dia juga kehilangan murid dengan bayaran tertinggi di kelasnya.


" Lily, tunggu ..." Tora mencoba untuk meminta maaf tapi Lily sudah masuk mobil dan pergi dengan kedua temannya.

__ADS_1


Tora membuang bunganya dan segera kembali ke ruangannya.


Hal itu tentu segera dilaporkan oleh Keinara pada Gala lewat alat canggih yang di berikan Gala untuk Keinara melaporkan semua kejadian tentang Lily padanya secara langsung.


__ADS_2