
Selama tiga hari Gala full menemani Lily 24 jam nonstop.
Karena misi kali ini cukup lama.
" Paman pergi lagi?" tanya Lily.
" Iya, tapi tenang saja, Paman akan segera kembali denganmu, setelah semua selesai kita akan bersama lagi." ujar Gala.
" Iya Lily menunggu Paman ya." ujar Lily.
" Nah, sesuai permintaanmu, Paman membelikan apartemen di dekat tempat kursusmu, kau bisa mengajak 2 temanmu tinggal bersamamu, tapi ingat tidak boleh membawa pria masuk ke apartemen!" tegas Gala.
" Oh siap Paman." Lily sangat menurut.
Gala pun mengantarkan Lily ke apartemen dekat tempat kursusnya.
" Kau suka Lily?" tanya Gala.
" Suka suka suka, Paman terimakasih!" ujar Lily sambil memeluk pamannya.
"Aku menyiapkan penjaga sekalian sopir untukmu, kau bisa memintanya mengantarmu kemana saja, oke?" ujar Gala.
Lily mengacungkan jempolnya.
" Paman harus pergi sekarang!" Gala langsung mencium bibir Lily dan mengecup kening Lily.
" I Love you Emily, Bye ... " Gala segera pergi menuju ibu kota.
Karena tugas Gala adalah menjaga keluarga Gruvy, kini Gala bertugas bersama Oddie.
Pukul 12 malam Gala sampai di kediaman Gruvy dengan Oddie dan beberapa pasukannya.
Zidan yang melihay kedatangan Gala segera melapor pada Kenan.
Kenan dengan segera menyambut Gala dengan baik.
" Tuan Gala, kenapa anda sendiri yang datang?" tanya Kenan.
" Saya harus memastikan anda selalu dalam keadaan aman." ujar Gala.
" Anda istirahat saja dulu Tuan karena sudah malam, saya akan minta pelayan menyiapkan ruangan untuk anda." ujar Kenan.
" Tuan, abaikan saya. Saya saat ini bertugas menjaga anda dan kediaman anda, tidak perlu sungkan!" tegas Gala.
Kenan sangat terkejut, bagaimana bisa diabaikan, dia adalah pemimpin pasukan putih, jika itu anak buahnya mungkin tidak masalah, tapi ini pimpinannya langsung, mana mungkin Kenan begitu tidak tahu diri.
" Tuan, saya malah canggung lo." ujar Kenan.
" Tuan, anda bisa kembali istirahat, tolong jangan membuat saya tidak nyaman, karena diistimewakan." tegas Gala.
" Baik, baik, baik." Kenan pun segera kembali ke kamarnya.
Rasanya sangat tidak enak hati dengan Gala, Tapi Kenan sangat kagum dengan Manggala ini, dia sangat profesional, dia tidak menggunakan kedudukannya untuk mencari kenyamanan dalam bertugas, kalau pemimpinnya saja seperti ini Kenan tidak akan meragukan lagi kualitas pasukannya.
Keesokan paginya.
__ADS_1
Kirana bangun pagi dan segera turun untuk sarapan, namun dia terkejut karena Manggal ada di kediamannya dengan seekor anjing.
" Tuan ... " Kirana tampak terkejut.
" Siap Nona." Jawab Gala tanpa memandang ke arah Kirana.
" Ada apa ini?" Kirana bingung.
" Nona, tugas Tuan Gala adalah melindungi keluarga Gruvy." sahut Zidan memberitahu.
Kirana mengangguk mengerti,
" Kalai begitu, ayo sarapan dengan kami Tuan." ajak Kirana.
" Terimakasih, tolong abaikan saja keberadaan saya." tegas Gala.
Zidan pun menjelaskan semuanya pada Kirana, jika Gala sedang menjalankan tugas, tidak bisa diajak bicara santai.
Kirana pun menunggu Gala, kapan Gala bersantai sudah 12 jam sejak dia datang Gala masih berdiri tegak tanpa makan dan minum di depan pintu rumahnya.
Sampai pukul 6 sore, anak buah Gala datang mengganti posisi Gala dengan membawa anjing lain juga.
Gala pun segera pergi keluar dengan Oddie.
Kirana berlari mengejar Gala.
" Tuan, ini makanan untukmu, dan ini untuk anjingmu!" ujar Kirana.
Kirana sudah menyiapkan bekal untuk Gala dan membelikan makanan untuk anjingnya juga.
" Saya tidak punya maksud apapun, saya berterima kasih karena anda berjasa dalam mengamankan keluarga saya." ujar Kirana.
" Kemana dia pergi Zidan?" tanya Kirana.
" Biasanya kembali ke markasnya!" jawab Zidan.
"Dia seorang pemimpin, kenapa harus melakukan tugas seperti ini?" Kirana agak heran.
" Dia sangat ditakuti di semua organisasi rahasia yang ada, dia pemimpin yang bijaksana." ujar Zidan.
"Baiklah, kita kembali!" Kirana pun kembali masuk.
" Apa kau mengganggu Tuan Gala?" tanya Kenan.
" Tidak Ayah, aku hanya memberikan bekal saja." ujar Kirana.
Kenan hanya mengangguk saja.
Sementara di distrik militer.
Dengan sekejab saja Grey sudah membersihkan para penyusup dan menggantinya dengan orang - orangnya.
" Panglima, semua sudah beres!" ujar Grey melapor.
" Bagus, terimakasih ... Kita tinggal menunggu kabar dari orangmu!" ujar Barata.
__ADS_1
Grey pun segera kembali setelah melapor.
Di Paris.
Jimmy dan keluarganya tiba.
Zero menjemput mereka dan membawanya ke kediaman Zang.
" Ria ... " Tantan berlari memeluk Ria karena sudah sangat rindu.
" Aduh, kakak iparku ... Kenapa kau tidak berubah, masih sama seperti dulu." Puji Ria pada Tantan, yang memang tidak berubah.
" Hidupnya sangat damai, bagaimana ada keriput, tidak seperti kita yang berpikir sepanjang hari, sekarang baru kita bisa bersantai." ujar Jimmy.
" Sudah masuk jangan banyak bicara!" tegas Leon.
Maya yang melihay keponakannya pun sangat senang, tapi Maya sekarang sudah sangat rentan karena sudah menjadi seorang nenek tua.
" Bibi, aku sangat rindu Bibi paman." ujar Ria.
" Tentu saja, harus rindu ...kau semakin kurus apa Jimmy selalu menindasmu?" tanya Maya.
" Bibi, kau tidak boleh memfitnah orang baik dan bertanggung jawan sepertiku ini!" sahut Jimmy tidak terima.
" Bahahahha ... Kau ini jika berani menindas keponakanku akan ku kebiri!" ujar Maya.
" Bibi jika aku kau kebiri, maka Ria yang akan menderita." ujar Jimmy.
Semua orang tertawa mendengar ucapan Jimmy yang tidak tahu malu itu.
" Ria masih cantik Jimmy, kau sudah beruban dan Tua, buka sesuatu yang mustahil mencari penggantimu!" sahut Leon.
" Mulutmu Leon, ini semua karena kau aku menjadi seperti ini, jika bukan karena ingin menang darimu aku juga tidak akan menjadi presiden!" Jimmy mulai emosi.
" Itu pilihanmu sendiri, kenapa kau menyalahkanku?, bahkan setelah kau duduk di kursi pemimpin, kau juga tidak bisa melebihiku, kau hanya memenangkan hati anak-anak." ujar Leon.
" Kalian sudah sama - sama beruban, apa yang kalian unggulkan, sangat tidak jelas!" ujar Tantan.
" Aduh Saga, kau sangat tampan sekali, benar - benar anak yang menggemaskan, meskipun Ayahmu itu tidak pantas mempunyai putra setampan dirimu, tapi sudah terlanjur tidak apa-apa." Ujar Tantan.
" Pfffft..." Leon tak kuasa menahan tawa.
" Kalian semua sangat aneh dalam mencandai seorang bayi, Saga kau harus ingat kata Ayah tadi apa?, kau harus merepotkan bibi dan pamanmu!" ujar Jimmy.
" Mana ada Ayah gila sepertimu, mengajari anak tidak baik, untuk aku memutuskan pensiun dini, jika tidak aku bisa ikut gila seperti kau Jimmy." Leon menggeleng kepala.
" Hais kalian ini ribut saja, Jimmy bagaimana kabar Gala kami?" tanya Huan Zang.
" Paman, dia sama bucinnya seperti ayahnya, sebelum melakukan misi dia minta cuti 3 har untuk bersama Lily." jawab Jimmy.
" Anak itu cukup sabar rupannya, seperti kakeknya." Ujar Huan Zang sangat bangga pada cucunya.
" Rupanya, memang turun- temurun dari Paman, kalau begitu sulit di sembuhkan kalau sudah dari akarnya." Jimmy menggeleng kepala.
Ria memukul lengan Jimmy karena kurang ajar pada pamannya.
__ADS_1
" Becanda Sayang, iya iya maafkan aku Paman, aku tidak bisa melawan istriku." ujar Jimmy.
Tantan dan Maya menertawakan Jimmy, karena sangat penakut dengan Ria.