CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
43. Memberikan Yang Terbaik


__ADS_3

Setelah mendapatkan informasi keduanya Gala pun tenang karena kedua anak itu ternyata dari keluarga sederhana dan dalam lingkungan rumahnya dikenal dengan orang baik dan tidak macam-macam.


Gala pun bisa tenang karena Lily mendapatkan teman baik.


Keesokan harinya Lily sudah mulai masuk kursus.


Lily sebagai anak baru pun diminta untuk memperkenalkan dirinya pada teman-temannya, Lily memperkenalkan dirinya dengan baik sesuai pengajaran Gala.


"Oh ya, selain ada teman baru hari ini juga ada guru baru ..." ujar guru pembimbing di tempat itu.


Semua berbisik - bisik karena penasaran seperti apalagi guru barunya, paling - paling juga sudah tua. Namun ternyata guru itu terlihat masih muda dan dia sangat tampan.


Dia guru paling muda dan tampan di tempat itu.


Semua sangat bersemangat melihat guru barunya begitu tampan dan nyentrik, kekinian sekali.


"Hallo semua, perkenalkan namaku Gandi, kalian bisa memanggilku Kak Gan, senang berkenalan dengan semua, mohon kerja samanya." Guru itu rupanya bernama Gandi.


"Wah pak Gan, pak Ganteng." sahut seorang murid.


semuanya tertawa, tapi hanya Lily yang tidak tertawa, Lily malah sibuk menghitung kancing bajunya.


Gandi tersenyum melihat Lily yang berbeda dari anak yang lain.


"Lily, Kak Gandi melihat ke arahmu lo!" ujar Kristin berbisik.


"Siapa itu?" Lily malah tidak sadar jika ada guru baru karena dia sangat mengukai manik kancing bajunya berbentuk bunga Lily.


"Hei, itu di depanmu pas ada pria tampan kau sungguh tidak melihat?" Keinara mengarahkan kepala Lily ke arah Gandi yang dihadapannya.


" Oh ... " Respon Lily yang sangat biasa, karena Lily hanya menganggap Pamannya Gala lah yang paling ganteng tiada tandingan.


Dan pelajaran memasak pun di mulai, Gandi memberikan beberapa pemahaman dasar telebih dahulu seperti alat tempur di dapur dan kegunaannya.


Meminta anak-anak mencatat dan menghafalkannya dan besok maju ke depan untuk menilai seberapa paham mereka dengan apa yang di sampaikan olehnya.


Jam kursus pun selesai, ketiganya seperti biasa menunggu Gala menjemput, karena Kristin dan Keinara sudah terbiasa nebeng pulang.


"Lily, bagi resep dong biar kami juga di lirik-lirik cowok, semua cowok-cowok sangat menyukaimu." ujar Kristin.


"Apa kalian mau memasak mereka?, kenapa meminta resep?" ujar Lily polos yang membuat kedua temannya tertawa lepas.


"Sudahlah jangan bicara dengan Lily, Lily hanya memiliki dunia dengan Pamannya, yang lain tidak tampak dimata Lily!" sahut Keinara.

__ADS_1


Keinara ini yang dipilih Gala untuk mengawasi semua orang yang dekat dengan Lily dan jangan sampai ada pria lain mendekati Lily dengan niat tertentu.


"Lihat yang kau bicarakan datang." ujar Kristin menunjuk mobil Gala.


Lily langsung berlari menghampiri mobil Gala dan masuk, Kristin dan Keinara pun ikut masuk.


Seperti biasa Gala akan mengajak mereka makan lebih dulu baru mengantar pulang.


"Sudah nyaman?" tanya Gala.


"Sudah Paman, tapi sedikit membosankan pelajarannya." Lily memberitahu Gala pelajarannya hari ini yang hanya di suruh menghafalkan peralatan dapur dan besok maju untuk penilaian.


Gala pun membantu Lily untuk menghafalkannya dengan menanyai fungsi beberapa alat dapur.


"Hanya seperti itu saja, kenapa harus kursus!" ujar Lily.


"Bagaimana jika kamu sekolah, jika kursus membuatmu bosan, kau harus belajar matematika, bahasa, dan juga beberapa pelajaran hitung lainnya!" Gala memberikan pilihan lain.


"Tidak Paman terimakasih." ujar Lily meringis.


Lily benar - benar tidak suka belajar berhitung dan bahasa otaknya tidak bisa kelelahan.


"Oh ya Lily, Paman ada tugas mendadak kali ini mengurusi urusan diperbatasan sampai selesai, setelah itu Paman akan lanjut ke tugas selanjutnya, Paman tidak bisa menemani Lily dan mengantar jemput Lily." ujar Gala.


" Paman?" Lily langsung terlihat murung mendengar Pamannya akan pergi, karena setiap pamannya pergi sudah pasti lama seperti biasanya.


"Iya, tapi Paman akan segera kembali, tidak akan lama." Ujar Gala mengusap air mata Lily.


Lily baru merasa senang kini harus sedih karena Pamannya harus pergi menyelesaikan tugasnya, Lily paham pekerjaan pamannya itu sama seperti ayahnya.


"Paman ... " Lily memeluk Gala dengan manja berharap Pamannya tidak pergi.


" Paman, bisakah Paman mencari pekerjaan lain?" tanya Lily.


"Tidak bisa Sayang, Paman adalah pemimpin pasukan khusus dibelakang kemiliteran, Paman harus membantu Om Bara dalam keamanan secara tersembunyi." Gala menjelaskan agar Lily mengerti.


"Paman, Paman jangan sampai terluka." pinta Lily pada pamannya.


Lily sangat senang karena Lily mengkhawatirkannya, Gala mencium pipi Lily dengan gemas dan lama seperti mencium anak kecil karena gemas.


"Sudah jangan menangis, Paman akan kembali dalam waktu satu minggu, sehari untuk menemani Lily, baru lanjut misi yang lain." ujar Gala.


"Iya ... " rasanya sangat tidak rela ditinggal lagi oleh pamannya takut bertahun-tahun baru kembali lagi.

__ADS_1


Rasanya ingin ikut tapi, Lily takut akan membuat kekacauan lagi dan membuat orang lain terluka karenanya, Lily pun mau tidak mau ya harus mau.


"Paman, bolehkah Kristin dan Keinara tinggal di sini selama Paman pergi?" tanya Lily.


"Boleh, mulai besok Paman mengatur supir baru untuk Lily dan juga penjaga untuk menjaga Lily." Gal setuju jika dua anak itu ada di sisi Lily.


"Paman, Lily sangat suka paman, suka sekali." Lily memeluk Gala sangat erat.


"Oh itu harus, Lily hanya boleh menyukai Paman tidak yang lain." Gala pun mengeratkan pelukannya.


Sebelum Gala pergi Gala menyiapkan semua keperluan Lily dengan lengkap, masalah makan juga sudah ada orang yang akan mengirimkannya makan nanti, uang jajan juga ditambah 3 kali lipat karena menanggung 2 orang lagi di kediaman itu.


" Lily Paman pergi ya?" Gala berpamitan pada Lily yang masih terlelap.


Lily menarik baju Pamannya.


"Paman ... " Lily langsung berdiri mencium bibir Gala ringan.


Gala langsung gas, karena gadis nakalnya sudah memancingnya.


"Paman aku belum gosok gigi loh." ujar Lily menutupi mulutnya.


"Lumayan rasa iler, makanya jangan iseng Lily, Paman akan menanti kemajuanmu memahami hubungan yang ingin Paman jalin denganmu." Gala segera memakai tasnya dan memberikan kecupan pada kening Lily dan segera pergi.


Jantung Lily langsung berdebar kencang,


"Oh tidak Paman ... " Lily mengejar Gala dengan cepat dan memeluknya dari belakang.


"Paman, jantung Lily berdebar kencang lagi." ujar Lily.


"Pfffttt ..." Gala berbalik dan memeluk Lily.


"Oh ya?, sini biar Paman obati ... tapi Lily masih bau iler!" Goda Gala.


"Ah, Lily tidak dapat obat karena bau iler?" ujar Lily.


Tapi Gala langsung mencium bibir Lily, masih pagi sudah begitu sangat menggemaskan, membuat Gala bergairah saja di pagi hari.


"Paman, bagaimana jika saat Paman tidak ada penyakit Lily kambuh?" tanya Lily.


"Tenang saja, seminggu lagi Paman akan beri obatnya lagi." Ujar Gala tersenyum.


"Ok Paman." Lily mengangguk patuh.

__ADS_1


"Oke Sayang, Paman pergi dulu jangan nakal!"


Gala segera masuk mobil dan pergi.


__ADS_2