
" Nona, Tuan Gala kan memang menjaga anda, itu bukan kebetulan sekarang." ujar Zidan.
Kirana menepuk jidatnya, berpikir apa dia ini sebenarnya, sudah jelas Gala memberikan batasan di awal saat membawa Emily padanya.
" Iya, ... tapi, gadis yang di bawa Tuan Gala itu juga sepertinya biasa-biasa saja, memang sangat cantik sekali, dia pasti juga masih sekolah sepertiku kan?" Kirana mulai membandingkan dirinya dengan Lily.
" Saya sudah bantu cari tahu, tapi saya tidak menemukan riwayat pendidikannya, hanya tentang keluarganya saja, Nona Emily adalah putri dari orang kepercayaan Panglima sebelumnya, ibunya sudah tiada, dia di bawa oleh Tuan ke kota, dia mengikuti kursus tata boga saat ini." Zidan memberitahu hal yang diketahuinya.
" Aku juga bisa memasak kan?" tanya Kirana.
" Nona bukankah sekarang anda ingin fokus belajar?" Zidan mengingatkan lagi.
" Tapi dia di sekitarku, bagaimana bisa aku fokus?" tanya Kirana.
" Apa mau di ganti?" tanya Zidan.
" Jangan." tegas Kirana.
Tentu ini sebenarnya kesempatan untuk Kirana mengenal Gala lebih dalam, karena sebelumnya Kirana salah mengenali Bara sebagai Gala.
" Nona, jangan berharap lebih nanti anda terluka!" Zidan tidak ingin nonanya terpuruk.
" Iya terimakasih Zidan." Kirana hanya ingin dekat dengan Gala saja selebihnya biar Tuhan yang mengatur jalannya, nyatanya kini Kirana dan Gala berdekatan.
Itu pemikiran Kirana sepihak saja.
Gala pun menemui Kenan dan membicarakan perihal rencana musuh yang berhasil di gagalkan oleh Gala.
" Untunglah ada Anda, jika tidak putriku akan hancur, aku tidak masalah dengan reputasiku, tapi aku tidak bisa diam jika itu menyangkut putriku Tuan." ujar Kenan.
Dengan adanya Gala di samping putrinya tentu Kenan merasa sangat tenang.
" Apakah putriku merepotkan Anda Tuan?" tanya Kenan.
" Tidak, ..." Jawab Gala singkat.
" Jika merepotkan, tolong jangan sungkan menolaknya!" ujar Kenan.
" Tentu, aku hanya mengerjakan sebatas pekerjaanku, selebihnya tidak perlu aku lakukan Tuan." Jawan Gala.
Gala mengatakan pada Kenan juga untuk tenang dan tidak mudah terprovokasi jika mungkin lawan mencoba memprovokasinya.
"Namun bagaimana dengan kabar yang tersiar jika putriku di culik?" tanya Kenan.
__ADS_1
"Mengikuti perkembangan dulu saja Tuan, bagaimana respon semua orang." Jawab Gala .
Karena hal yang dibicarakan pun sudah selesai, maka Gala pun segera undur diri dan kembali ke markas sebentar untuk melihat adakah informasi baru.
Namun saat Gala baru duduk di kursinya datanglah bawahan melapor.
" Tuan, sepertinya ada yang menargetkan anda, ini foto anda saat menggedong putri Tuan Kenan tersebar!" Anak buahnya menunjukkan foto Gala yang memakai masker.
Gala kira wajahnya terekspos, Gala merasa lega.
" Apakah ada yang lain?" tanya Gala.
Anak buah Gala memberikan catatan dari Deya.
" Jika tak ada yang lain kau bisa pergi!" Pinta Gala.
Gala pun membaca semua laporan dari Deya, sehingga dia mulai membuat rencana baru.
Tentu para lawan sudah tahu jika Kenan adalah pesaing yang berat karena kandidat dari Jimmy.
Padahal Jimmy sudah meminta Jack dan Dex standby untuk berjaga-jaga jika Jimmy harus muncul pada waktu yang di perlukan.
Tapi malah Jack dan Dex terlalu bosan karena tidak ada kerjaan yang menarik, dan akhirnya menjadi mengasuh Lily dan kawan-kawannya.
Lily sedang libur hari itu, dia bersantai sambil menonton tv sambil memakan cemilan bersama kedua sahabatnya.
Dia melihat berita tentang Kirana, tentu saja Lily mengenali Kirana dan laki-laki yang menggendong Kirana dengan mesra itu meskipun memakai masker.
" Paman Gala. "Gumam Lily terkajut.
Keinara dan Kristin terkejut, dia mencari di mana Paman Galannya Lily, apakah sudah kembali, mereka tidak menyadari di layar tv itu adalah gambar Gala.
Lily langsung mematikan tv nya dan segera masuk ke kamarnya dan Gala mengunci pintu.
Dada Lily rasanya sangat nyeri, itu bukan seperti sakit yang harus di sembuhkan oleh Pamannya Gala, kali ini dadanya sangat nyeri sampai membuat Lily menangis terisak-isak, tapi kali ini Lily menahannya sendiri, tidaj heboh seperti biasanya.
Keinara melihat Lily sangat aneh, mereka langsung menghampiri Jack dan Dex, Keinara mengatakan keanehan Lily setelah melihat berita penculikan anak calon presiden.
Jack langsung membuka ponselnya, dan melihat pose Gala yang begitu protek pada anak Kenan itu.
" Kenapa Jack?" tanya Dex, Jack memperlihatkan ponselnya ada Dex.
" Wah, ini perang internal untuk Gala." ujar Dex.
__ADS_1
" Kalian coba, hibur Lily dulu dong, tanyakan apa yang terjadi." Ujar Jack.
Keinara dan Kristin pun segera pergi mencoba untuk menghibur Lily.
Namun tidak ada sahutan dari dalam, Kei dan Kristin tampak bingung.
" Apa yang sebenarnya terjadi pada Lily?" ujar Kristin.
"Bagaimana jika kita minta paman- paman itu mendobrak pintu?" ujar Keinara.
Mereka pun segera meminta Jack dan Dex mendobrak pintu kamar.
Dengan segera Jack mendobrak pintu kamar Gala, Dan mendapati Lily sedang menangis di pojokan terisak-isak.
" Lily?" Dex segera meraih Lily dan mendudukkan di ranjang.
" Kenapa Lily?" Keinara dan Kristin tampak khawatir.
" Di sini nyeri sekali, aku tidak tahu kenapa?, hiks hiks hiks." Ujar Lily yang baru mengeluarkan suaranya setelah menahanny begitu lama di dalam tadi.
Jack mendorong 2 sahabat Lily untuk memeluk Lily agar tenang, karena kedua paman itu tidak tahu cara menghibur seorang wanita.
" Panggil Bryna Jack!" pinta Dex.
Dengan segera Jack memanggil Bryna untuk datang memeriksa Lily, Dex dan Jack tahu mungkin Lily sedang sedih karena Gala memeluk wanita lain selain dirinya, tapi Lily mengeluh nyeri di dada, takutnya juga mungkin ada sakit yang lain.
Tak lama Bryna datang dengan cepat. Jack menjelaskan kronologinya pada Bryna, Bryna tentu tahu hal-hal yang mengganggu Lily ini.
Karena secara fisik Lily sangat sehat, Bryna pun berbicara berdua dengan Lily di kamar menjelaskan dengan baik, bahwa pekerjaan Paman Lily saat ini menjaga putri dari calon presiden agar aman sampai menjabat resmi menjadi presiden.
Bryna mengatakan jika Paman Gala itu sampai kapan pun hanya milik Lily seorang.
" Tapi Paman kenapa begitu dekat?" tanya Lily.
Bryna cukup pening menjelaskan pada anak ABG, yang masih sangat polos memahami percintaan apalagi mereka berbeda usia.
" Itu namanya penyakit cemburu!, apa kau tahu cemburu?" tanya Bryna.
Lily menggeleng kepalanya.
" Ya sudahlah, pokoknya jangan kau pikirkan, nanti penyakitmu menjadi parah loe, kan Paman sedang bekerja tidak bisa ambil libur mendadak untuk mengobatimu, pokoknya obat sementara adalah bermain dan bersenang-senanglah dengan temanmu!" Ujar Bryna menyarankan pada Lily.
Lily pun mengangguk mengerti, karena Lily sudah mengerti Bryna pun juga meminta kedua teman Lily mengajaknya bersenang-senang agar tidak teringat Paman Galanya yang sedang bertugas.
__ADS_1