CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
66. Di kirim Ke Jerman


__ADS_3

" Ini Mbah uangnya 50 juta." ujar Kirana memberikan lembaran cek tentunya.


" Apa ini asli?" tanya Mbah dukun itu.


"Asli loe Mbah ... bisa tanya sama setannya Mbah kalau nggak percaya." ujar Kirana.


"Baik-baik sekarang ikut saya masuk ke ruangan sana!" ujar Mbah dukun itu.


Kirana mengikuti Mbah dukun itu, Zidan langsung memegangi tangan Kirana karena khawatir jika dukunnya punya rencana aneh-aneh pada nonannya.


Dukun itu meminta Kirana untuk menyuruh Zidan menunggu di luar.


" Zidan keluar dulu." pinta Kirana.


" Tapi Nona?" Zidan mana bisa meninggalkan nonannya pada Mbah dukun itu.


" Nanti kalau ada apa-apa aku teriak!" bisik Kirana.


Dengan terpaksa Zidan menunggu di luar, Zidan sangat kesal untuk mendapatkan Gala, nonannya sampai mengambil resiko seperti ini.


Zidan sudah mondar mandir di depan gubuk itu, bisa hilang nyawa kalau sampai terjadi apa- apa dengan Nonanya.


Zidan pun mengendap-endap masuk ke dalam dan mencari celah untuk mengintip ke dalam namun Zidan tidak menemuka. celah untuk mengintip.


Namun tiba-tiba ada suara langkah gerudukkan dari luar, membuat Zidan terkejut ada apa di luar.


Apakah bala setan datang menyerbu untuk mengambil tugas.


Baru akan melangkah keluar, gubuk reyot itu ditendang dari luar sampai roboh. Zidan terkejut rupanya itu pasukan putih milik Gala yang mengepung kediaman dukun.


" Tu--tuan Gala." Zidan terbata-bata melihat Gala segera menerobos masuk dan menendang pintu ruangan yang tersisa.


" Siapa kalian?" Dukun itu terkejut bukan main.


" Tangkap Dukun palsu ini, bereskan!" tegas Gala.


Gala segera menarik Kirana dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Kirana juga terkejut bagaimana bisa Gala menemukannya.


" Nona anda ini sangat ceroboh, berpikir dengan baik sebelum melakukan sesuatu!" Gala terlihat sangat marah.


" Apa urusannya denganmu?, kau hanya pengawalku tidak usah ikut campur!" Kirana tentu saja malu, sangking malunya dia lebih marah dari Gala.


" Ya, maafkan pengawal ini yang hanya menjalankan sebuah tugas!, tentu saya yang hanya pengawal harus ikut campur!, Zidan masuk!" tegas Gala.


Zidan pun segera masuk ke dalam mobil dengan ragu-ragu.


" Kau ini tidak bisa menjaga Nona dengan baik, kau harus menghadap Tuan Kenan setelah sampai di kediaman Gruvy." ujar Gala.


" Semua ini tidak ada urusanya dengan Zidan." sahut Kirana.


Gala hanya diam, dia segera menambah kecepatan lajunya, sampai Kirana berpegangan erat karena sangat takut, Gala benar sangat mengerikan ketika marah.


Sesampainya di kediaman Gruvy Gala membawa Kirana dan juga Zidan menghadap Kenan.


Tanpa ada pertanyaan dan ucapan sepatah kata pun, Kenan langsung menampar putrinya itu dengan sangat keras.


"Tuan, maafkanlah Nona." Zidan langsung pasang badan untuk Kirana.


Zidan dengan terpaksa segera menyingkir ke samping. Kenan menampar lagi Kirana tanpa berbicara. Zidan tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong nonanya dia hanya bisa mengepalkan tangannya karena kesal tidak bisa mencegah nonanya sehingga nonanya haru di pukul oleh tuannya.


Kirana juga hanya diam sambil memegangi pipinya yang ditampar oleh Kenan.


" Sebagai seorang putri dari keluarga Gruvy, kau malah merendahkan dirimu pada manusia terkutuk seperti itu, apa kau ini sudah tidak waras?, jika dia sakti dia sudah menguasai dunia ini, jika dia pintar dia pasti sudah tidak perlu lagi menjadi dukun!" ujar Ke nan.


Kenan sangat kecewa pada putrinya itu.


" Hari ini juga Ayah akan mengirim mu ke Jerman, kau harus hidup dengan identitas baru di sana, aku tidak mau kau menjadi gila karena terlalu lama di sini!" tegas Kenan.


" Tidak Ayah, aku tidak mau ke luar negeri Ayah, aku mau di sini!" ujar Kirana menolak.


" Tidak ada negosiasi, Zidan kau segera kemasi barangmu dan temani putriku ke Jerman, ini kesempatan terakhimu Zidan!" tegas Kenan.


Kirana meminta maaf pada ayahnya, dan memohon pada Ayahnya agar tidak di kirim ke Jerman, karena Kirana tidak mau ke Jerman.Tapi Kenan sudah tidak bisa mentolerir perbuatan putrinya itu, Kenan tidak mau tahu lagi itu juga untuk kebaikan putrinya karena saat ini masa kritis menuju pemilu.

__ADS_1


" Tuan Gala, tolong bicara pada Ayahku, aku tidak mau ke Jerman, aku ingin tetap tinggal!" Kirana meminta tolong pada Gala.


Namun Gala tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk membantu Kirana.


Kirana benar-benar kecewa pada Gala, bagaimana ada pria begitu dingin dan tak berperasaan seperti Gala, bagaimana bisa dia tidak memiliki rasa iba sedikit pun pada seseorang yang menyukainya, semua itu dilakukan untuk Gala.


Kirana detik itu juga di seret di bawa paksa pergi meninggalkan negaranya. Sepanjang perjalanan Kirana menangis.


" Nona maafkan saya." ujar Zidan merasa bersalah.


" Zidan, bagaimana bisa Tuan Gala, tidak berperasaan sama sekali, apa dia tidak memiliki hati?, aku melakukannya demi dia." ujar Kirana.


" Tapi memang Tuan Gala tidak punya hati untuk anda Nona, anda harus segera sadar dan berhenti mulai sekarang, jangan melakukan hal yang sia-sia, bukankah kau ingin membuktika jika kau bisa menjadi wanita yang hebat?" ujar Zidan mengingat kan.


Kirana terus menangis, dia sangat tidak terima dengan apa yang dia dapatkan.


" Aku akan membalasnya Zidan, aku tidak terima, aku tidak terima!" ujar Kirana begitu tidak terima dengan balasan Gala.


Padahal Gala tidak salah, justru Gala tidak tahu jika Kirana mendatangi Dukun untuk mengguna-gunannya, Gala mengira jika Kirana tidak percaya diri dengan hasil ujian. Gala menyelamatkan dirinya dari penipuan sang dukun juga.


" Tuan Gala, maafkan Kirana, sekarang anda bisa tenang saja juga." ujar Kenan pada Gala.


" Saya tidak terganggu, anak seusia Kirana memang memiliki semangat yang tinggi, namun itu sudah keputusan anda, pasti itu yang terbaik untuk Kirana!" ujar Gala.


" Saya sangat tidak enak hati, melihat kelakuan putri saya yang selalu mengganggu anda Tuan, saya benar- benar sangat malu, bagaimana bisa dia mau mengguna-guna Anda." ujar Kenan yang baru tahu setelah mendapat informasi dari bawahannya yang mengurus si dukun di kantor polisi.


" Apa?" Gala sangat terkejut dengan ucapan Kenan.


" Anda juga belum tahu?" ujar Kenan.


" Saya kira karena takut tidak lulus." ujar Gala.


Tapi Gala memang tidak percaya dukun, jadi memang lebih baik Kirana di luar negeri saja kalau sudah berniat menggunakan segala cara untuk mendapatkannya.


" Maaf, maaf saya minta maaf Tuan!" Kenan sangat malu dengan kelakuan anaknya, untung hal itu bisa ditekan agar tidak tersebar luas oleh Kenan dengan segera.


" Ya sudah karena sudah berlalu saya maafkan, sebaiknya anda fokus pada pilpres karena sudah dekat waktunya, saya harus menemui Panglima!" ujar Gala segera pergi.

__ADS_1


Meskipun Kenan bekerjasama dengan Panglima dan juga Gala, tapi Kenan masih tidak tahu jika keduanya terkadang saling bertukar peran, hanya Zidan dan Kiranalah yang tahu tentang itu sebagai orang luar.


__ADS_2