
Besoknya Gala menepati janjinya pada Lily untuk mengajaknya jalan-jalan di kota.
"Kita ke mall dulu, di sana kita akan berbelanja, ingat jika Lily ingin sesuatu Lily harus membayar." ujar Gala.
Gala memberikan tas yang sudah di isikan dompet yang sudah di isi mastercard oleh Gala, uang cash 2 juta dan identitas Lily.
"Paman memberimu uang 2 juta, kau tahu nominal uang kan Lily?" tanya Gala.
"Kalau uang jangan ditanya Paman, Lily belajar dari abang Grey." jawab Lily.
"Okey, kita jalan ya." Gala segera membawa Lily ke mall.
Betapa takjubnya Lily saat masu melihat tangga berjalan alias eskalator.
Banyak hal baru yang belum pernah Lily lihat, sebenarnya di basecamp ayahnya itu, juga tidak kalah canggih, hanya saja Lily tidak pernah memasuki tempat berlatih. Hanya suka bermain dengan Oddie dan menangkap ikan di sungai dan tidur di atas pohon.
"Paman itu tangganya kok berjalan?" tanya Lily.
Gala menarik Lily untuk menaiki eskalator itu, Lily benar - benar terlihat senang dan heboh sendiri. Setelah sampai di atas dia langsung ke eskalator yang turun.
Lily bolak - balik naik turu eskalator sangking senangnya. Gala membiarkan gadis itu bermain sepuasnya, tanpa memperdulikan pandangan orang lain terhadap mereka.
Yang terpenting Lily bahagia, tidak ada katak malu, pendapat orang lain urusan belakangan, jika ada yang protes, dia akan membeli semua seisi mall itu, dan menyuruh semua orang pergi agar gadisnya tidak terganggu dengan kebahagiaannya.
"Sudah belum?" tanya Gala.
"Wah sudah Paman, nanti lagi saja." ujar Lily yang sudah puas bermain eskalator.
Gala mengajaknya ke tempat bermain.
Lily langsung berlari ke sanak kemari melihat banyaknya permainan yang luar biasa.
" Paman, itu kandan bola ya, bolehkah Lily masuk?" tanya Lily.
Gala mengangguk dan meminta Lily untuk menunggu sebentar karena Gala harus membeli kartu dan mengisi saldonya agar Lily bisa bermain sepuasnya.
Setelah sudah mengisi saldonya, Lily pun bergabung dengan anak - anak mandi bola.
Gala mengambil gambar Lily yang tampak bahagia.
"Tuan, apa adik anda baru pertama kali mandi bola?" tanya petugas yang berjaga.
"Benar, maaf ya Brother dia mungkin akan lama." jawab Gala dengan sopan, karena petugas itu juga sopan.
"Tidak masalah, kan bermain sepuasnya, dia sangat lugu ya Tuan." ujar petugas itu.
"Iya benar."Gala mengangguk, karena setuju dengan ucapan petugas itu.
"Paman, Lily sudah selesai." Ujar Lily, setelah puas bermain selama 2 jam.
"Mau main apa lagi Lily?" tanya Gala.
__ADS_1
Gala benar - benar sabar menghadapi Lily yang sangat kekanak-kanakan itu.
Semua permainan dicoba Lily, tidak ada yang terlewati sama sekali, termasuk mainan mobil-mobilan anak-anak.
Dan sampailah pukul jam 10 malam, Lily baru selesai mencoba semua permainan, sampai Gala harus sambil menyuapinya makanan sambil bermain, benar - benar seperti sedang mengasuh anak balita.
Akhirnya Gala mengajak Lily duduk di taman pinggir jalan untuk istirahat.
"Tunggu di sini, ingat jangan bicara pada siapapun yang tidak kau kenal, Paman mau belikan Lily es cream di seberang." ujar Gala.
" Ok." Lily pun menyandarkan punggungnya di penyangga bangku karena sangat capek bermain seharian.
Lily mendengar suara gemericik angin dari arah belakang yang tertutup oleh pohon. Lily melihat ke belakang pohon besar. Ternyata ada air mancur di taman itu.
Lily segera mendekati air mancur yang ada di taman itu.
"Banyak sekali ikannya. " Lily langsung meletakan tasnya sembarangan dan melompat masuk ke dalam kolam air mancur yang berisi banyak ikan hias.
Lily sangat senang, mendapat banyak ikan dan melemparnya keluar dari kolam. Tiba-tiba ada sorot cahaya menyorot ke wajah Lily dan suara sempritan keras.
Ada 2 orang security segera menghampiri Lily.
"Nona apa yang anda lakukan?" tanya salah satu security.
"Menangkap ikan Pak." jawab Lily.
"Nona, ikan ini tidak boleh ditangkap, tolong segera keluar dari sana." pinta security.
"Tidak, ini juga tidak dijual Nona, tolong keluarlah dari sana, ini juga sudah malam, tolong jangan mengambil ikan - ikan di sini." Security itu berbicara dengan baik pada Lily.
Karena memang Lily sangat terlihat polos.
Gala yang tiba sangat terkejut tidak mendapati Lily di bangku itu, Gala segera mengambil ponselnya dan menelpon Lily.
Suara dering ponsel Lily terdengar, Gala segera memasuki taman itu dan melihat Lily sedang di bujuk oleh 2 security untuk keluar dari kola air mancur itu.
Gala menepuk jidatnya melihat kelakuan Lily.
"Lily, apa yang kau lakukan?" panggil Gala.
"Paman, Lily sedang menangkap ikan tapi dilarang oleh bapak 2 ini Paman." Lily langsung mengadu pada Pamannya.
"Tuan, apa ini keponakan anda, tolong minta dia segera keluar dari sana." pinta Security itu.
Gala segera menarik Lily yang sudah basah kuyub itu keluar dari kolam.
" Ikan di sini jangan diambil Lily, ini untuk hiasan di sini." ujar Gala lembut, Gala menurunkan Lily.
"Pak maaf ya Pak, ini nomor saya semisal ada ikan yang mati hubungi saya, saya akan ganti." Gala memberikan kartu namanya.
"Baik Tuan, terimakasih karena sudah ada etikat baiknya." Security itu segera meninggalkan mereka.
__ADS_1
Gala segera merangkapkan jaketnya ke tubuh Lily.
Dan membawa Lily pulang.
"Cepat mandi Lily, pakai air hangat saja, Paman siapkan makan ya." ujar Gala pada Lily.
"Paman tidak marah?" tanya Lily.
Gala mengusap kepala Lily dengan lembut.
"Paman mana tega marah pada Lily, tapi lain kali jangan diulangi ya." Gala memang tidak akan bisa marah pada Lily.
"Paman, Lily sayang Paman." Lily langsung memeluk Gala dengan manja.
"Kau sengaja membuat Paman ikut basah?" Ujar Gala, tapi Gala membalas pelukkan Lily.
Lily pun segera mandi dengan air hangat berganti pakaian dan segera menyusul Gala di dapur.
" Paman Lily bau ubi bakar." ujar Lily.
" Itu ubi oven." Gala segera mengeluarkan ubi yang sudah matang itu keluar dari oven.
"Wah, kotak ajaib, dari mana itu apinya?, apa pakai arang?, atau kayu bakar?" Lily sangat penasaran.
"Tidak semuanya, itu pakai listrik." Gala membelah ubi itu dan menaburkan madu, keju dan juga coklat di atasnya, lalu memberikan sendok pada Lily.
" Makanlah!" pinta Gala.
Dengan semangat empat lima Lily segera menyendok ubi buatan Gala.
"Ehmmmm ... Paman ini sangat enak Paman." Ujar Lily sambil menggoyangkan kepalanya karena rasanya sangat enak.
"Habiskan lalu jalan-jalan sebentar dan tidur." ujar Gala.
"Tidur dengan Paman kan?" tanya Lily.
" Iya, Paman sudah membeli satu ranjang lagu untukmu di kamar Paman." ujar Gala memberitahu.
"Padahal ranjang Paman sangat besar, kenapa harus beli ranjang lagi, Lily juga tidak banyak bergerak saat tidur." protes Lily.
"Lily sudah besar, beda kalau kita ini suami istri, kau bisa tidur di ranjang Paman sesuka hatimu." Ujar Gala.
"Berarti harus jadi suami istri dulu kalau mau tidur seranjang?, oh gitu." Lily mengangguk - angguk.
Gala hanya tersenyum, butuh kesabaran yang luar biasa untuk membuat gadis itu memahami banyak hal yang dia belum mengerti.
Setelah berjalan-jalan sebentar, Lily dan Gala pun segera masuk ke kamar, mereka tidur di ranjang terpisah.
Tapi tiba-tiba Oddie datang dan tidur bersama Gala. Lily segera turun dari ranjang dan menarik Oddie turun dari ranjang Gala.
"Oddie kau tidak boleh tidur di ranjang yang sama dengan Paman, jika kau mau tidur seranjang dengan Paman, kau harus menjadi suami istri dulu dengan Paman." Ujar Lily pada Oddie.
__ADS_1
Gala hanya meringis sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal, harus bagaimana lagi untuk menjelaskan semua agar Lily memahaminya dengan benar.