CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
69. Salah mengira


__ADS_3

Jimmy meminta Leon memanggil istrinya untuk berbincang dengannya.


Jimmy ingin tahu solusi apa yang bisa dibantu oleh istri Leon itu.


" Kakak ipar, kenapa kulitmu jadi eksotis?" ujar Jimmy bertanya.


" Sedang bosan dengan kulit asli!" jawab Tantan sinis.


" Leon apa kau juga menyukai tampilan istrimu yang seperti ini?" tanya Jimmy penasaran.


" Cintaku itu tidak bernilai lewat fisik, bagaimana pun keadaannya aku akan selalu menyukainya!" jawab Leon.


"Hais, maka kita tidak bisa menyalahkan Gala jika dia terlalu bucin dengan anak Zero!" gumam Jimmy.


" Sudah, kalian bicarakan saja, ... aku tidak mau ikut campur!" Leon pun segera keluar, hal yang menyangkut perempuan itu biarkan istrinya yang mengurusi.


Jimmy pun berbincang dengan Tantan, mereka mendiskusikan apa yang ingin mereka rencanakan untuk mengatasi masalah keluarga Kennan dan juga putrinya itu.


" Baiklah, aku serahkan padamu untuk urusan anak Kennan itu, sebentar lagi mereka akan sampai." ujar Jimmy.


Jimmy sangat yakin dengan kemampuan Tantan, jadi Jimmy menyerahkan semuanya pada Tantan.


" Kalau sudah sampai kirim ke kediaman kami yang di pinggiran kota, aku dan Leon akan mengurusnya di sana, jika di kota kau tahu, jika Ayah dan Ibu mertua sudah tidak muda lagi, nanti membuat mereka tidak nyaman." ujar Tantan.


" Siap Kakak ipar!" jawab Jimmy


Tantan dan Leon Luna segera ke kediaman mereka di perbatasan.


"Kau istirahat dulu Sayang, aku akan menunggu mereka di teras, nanti aku panggil jika sudah tiba!" ujar Leon.


" Ok, aku mau merebahkan tubuh sebentar kalau begitu." Tantan pun segera masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya. Dia sudah tidak muda lagi, perjalanan jauh membuat pinggangnya nyeri-nyeri.


Saat mudah Tantan terlalu banyak action, dan banyak luka berat, sekarang diuasianya yang sudah tidak muda lagi membuat tubuhnya gampang nyeri-nyeri.


Meskipun begitu setiap hari dia selalu berpergian.


Leon menunggu di depan teras sambil menikmati secangkir kopinya.


Terlihat mobil anak buah Jimmy tiba.


" Tidak lepaskan kalian siapa?" terlihat seorang gadis meronta-ronta ingin melepaskan diri dan seorang pria muda yang tetap tenang di samping wanita itu.

__ADS_1


Mereka digiring menghadap Leon. Namun Kirana malah langsung berlari dengan tangan terikat langsung menabrakan diri pada Leon.


" Tuan Gala selamat kan saya!" pinta Kirana sambil menangis.


Zidan terkejut melihat Leon karena sangat mirip dengan Gala, tapi Zidan tahu itu bukanlah Gala, tapi memang nonanya itu memang sering salah orang, tapi siapa pria itu kenapa sangat mirip sekali.


" Nona, saya bukan Gala, jika saya Gala maka kau sudah habis!" terdengar suara begitu berkarismatik dari Leon.


Jelas itu bukan suara Gala, Kirana langsung mundur dan melihat lebih jelas lagi, tapi kenapa wajah mereka sama.


"Si--si--apa Anda?" tanya Kirana dengan wajah terkejutnya.


" Saya adalah Leon Zang." jawab Leon.


" A--a--anda, anda Mantan Panglima perang." ujar Zidan.


" Oh, anak muda, kau cukup menarik ..." Leon mendekati Zidan yang membuatnya tertarik.


" Oh, sayang sekali ... kau ini cukup hebat, tapi kau terlibat masalah besar, aku ingin merekrutmu jika nanti kau mendapatkan pengampunan." ujar Leon.


" Panglima?, apa kau ayah Panglima Barata?" tanya Kirana.


" Pfftttt ..." Leon menahan tawa, padahal dia tadi sudah mengira jika dirinya Gala sekarang malah bertanya apakah dirinya ini ayah Barata.


" Tapi kenapa kau mirip Gala Tuan." ujar Kirana bingung.


" Nona, Dia ayah kandung Tuan Manggala Dickson Zang." jawab Zidan.


" Pantas mirip sekali, Tuan aku sangat menyukai putramu, tapi dia tidak menyukaiku!" Kirana langsung protes pada Leon tanpa rasa takut.


" Wah, keberanianmu mengingatkan pada istriku diwaktu muda, sayang sekali kau ini tidak pintar, andaikan saja kau pintar sedikit, mungkin kau bisa memenangkan hati putraku, tapi kau sudah melakukan kesalahan besar, dia tidak akan melirik mu lagi." ujar Leon.


Sayang sekali keberaniannya ternodai oleh otak bodohnya, jadi tidak masuk kriteria sama sekali untuk selera Gala.


Leon menyuruh anak buah Jimmy membawa mereka menghadap Tantan.


" Ya, masih sangat jauh dari Lily, Lily ini hanya masih polos, kalau sudah hilang polosnya mungkin dia akan seperti ibu Gala." Gumam Leon.


Keduanya pun di bawa masuk, Leon pun juga mengikuti masuk dan memanggil istrinya untuk keluar karena target sudah datang.


" Istriku, mereka sudah tiba!" ujar Leon.

__ADS_1


Mendengar suara Leon Tantan segera keluar kamar dan segera menemui mereka.


Gila ini Ibu Tuan Gala, sangat cantik dan begitu sangat berkarismatik. pantas saja Tuan Gala begitu luar biasa, tidak hanya Ayahnya tapi Ibunya juga luar biasa.


Dlam hati Zidan.


Tantan membawa beberapa informasi tentang Zidan dan Kirana.


" Zidan, kau ini salah mengikuti orang, jangan sia-siakan bakatmu!" ujar Tantan.


" Saya tidak berbakat nyonya." ujar Zidan.


" Kalau aku bilang berbakat ya berbakat, hanya saja kau ini sangat polos, kau terlalu penurut, membuat logikamu selalu kalah!" tegas Tantan.


Zidan terdiam, apanya yang berbakat, jika dia berbakat mungkin tidak sampai di tangkap di sini.


" Kau berpikir jika kau berbakat kau tidak mungkin tertangkap kan? tentu saja kau salah lawan, jangan melawan kami, meskipun kau bersembunyi di lubang semut, kama dalam hitungan menit juga akan menemukanmu." ujar Tantan.


" Hah, bagaimana anda bisa mengetahui apa yang saya pikirkan?" Zidan sangat terkejut.


"Kau tidak perlu bertanya pada orang yang jam terbangnya sangat tinggi Nak." sahut Tantan.


" Nyonya, apa kau tidak menganggapku?" tanya Kirana karena merasa di abaikan.


" Aku tidak suayk pengkhianat!" Jawab Tantan bodo amat.


Kirana langsung terdiam, rupanya keras kepalanya Gala sama dengan ibunya.


" Putramu menolakku!, padahal aku sudah berjuang sangat keras tapi dia tidak menghargai ku!" ujar Kirana.


" Bagus, wanita sepertimu meskipun putraku menyukaimu, kami juga tidak akan memberikan restu, siapapun orang tuamu, latar belakangmu, seberapa kaya keluargamu, kami tidak akan terpengaruh, lagian Gala sudah punya seseorang yang dicintainya." ujar Tantan.


"Apa yang anda maksud itu Emily?" tanya Kirana.


" Benar, Gala itu sudah jatuh cinta sejak pertama dia melihat Emily, sejak Emily lahir di dunia ini, sudah tidak ada tempat lagi untuk wanita lain di hati putraku itu." Tantan menjawabnya penuh semangat, sangat jelas Tantan membanggakan Emily itu.


" Jodoh tidak ada yang tahu nyonya, bisa saja Tuan Gala berubah, manusia tidak bisa mengendalikan hati manusia!" ujar Kirana terlihat sangat kesal, kenapa Emily itu begitu di terima oleh Ibu Gala ini, padahal dirinya juga tidak kalah cantik dari Emily.


" Nak, kami tidak melihat dari rupa, kalau rupa baik tapi hati sangat busuk untuk apa?" ujar Tantan kesal.


" Anda tahu apa yang saya pikirkan?" ujar Kirana, bagaimana bisa Ibu Gala membaca pikiran.

__ADS_1


" Tanya lagi, kurung mereka di ruang bawah tanah secara terpisah, berikan keamanan berlapis tingkat C untuk anak muda ini, Zidan!" pinta Tantan.


Keduanya pun langsung di kirim ke ruang bawah tanah untuk di kurung, setelah berbicara keduanya Tantan bisa membaca situasinya, dia pun segera membuat rencana.


__ADS_2