CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
40. Dokter atau Cenayang


__ADS_3

"Baru aku selesai berbicara dengan Gala, mereka sudah membuat masalah." Gumam Bara.


Bara segera kembali ke Kediaman Jimmy.


"Ada apa Mom, Dad?" ujar Bara.


"Lihat itu adik-adikmu!" ujar Ria menunjuk kamar Deya.


Bara pun segera pergi ke kamar Deya, betapa terkejutnya Bara melihat kedua adiknya sudah bintul-bintul seluruh tubuh.


"Ya Tuhan, ada apa dengan kalian?" Tanya Bara antara mau tertawa juga kasihan.


"Abang kami di sengat lebah di tempat latihan, huaaaaaaaa ..." Ujar Deya mengadu pada abangnya.


"Padahal Mommy dan Daddy sudah peringatkan jangan main di hutan belakang sembarangan karena banyak sarang lebah akhir - akhir ini, mereka tidak mendengar, entah apa yang mereka lakukan di sana, mommy sudah berikan pertolongan pertama, kau bawa mereka segera ke dokter kulit agar mendapatkan penanganan yang tepat, mereka sangat mengerikan." ujar Ria.


"Hadeh, ... Lily Pamanmu sedang tidak enak hati kenapa kau juga membuat masalah?" ujar Bara.


"Kenapa Paman sedang tidak enak hati?" tanya Lily.


"Sudahlah, ayo kita ke dokter dulu, lihat muka kalian sangat mengerikan!" Bara segera membawa keduanya ke spesialis kulit.


Mereka pun mendapatkan penangan yang terbaik untuk luka mereka karena sengatan lebah. Tapi semua efek tergantung dari masing-masing tubuh.


" Kalian ingatkan kata dokter bagaimana merawatnya, dan pemulihan juga tentu berbeda, jangan sampai lupa meminum obet dan mengolesnya, kalian ini ada-ada saja." Bara menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Keduanya memang tidak bisa disatukan, jika di satukan sudah pasti akan ada masalah yang terjadi.


"Lily aku kembalikan kau pada Pamanmu ya!" ujar Bara.


Bara mengantar Deya kembali terlebih dahulu baru membawa Lily ke tempat kerjanya.


"Lily cepat sembuh ya, nanti kita main lagi!" ujar Deya melambaikan tangan pada Lily.


" Iya Onty, Onty juga ya." Lily pun juga melambaikan tangan pada Deya.


Bara segera membawa Lily ke tempat kerjanya untuk dikembalikan pada Gala.


"Om, kemana kita pergi?" tanya Lily pada Bara.


Bara meminta Lily untuk duduk yang baik dan tenang dan mereka akan segera sampai.


Akhirnya mereka pun sampai, Bara menggandeng Lily masuk ke ruang kerjanya.


"Kau jangan bangunkan Pamanmu, dia kelelahan kau bermainlah di sini, tapi jangan menyetuh barang di sana, Lily main di sini saja, Om ada urusan." ujar Bara.


Bara pun segera meninggalkan Lily d tempat kerjanya.


Lily mendekati Gala yang terlihat tidur terlelap, Pamannya memang terlihat sangat kelelahan.

__ADS_1


Lily pun berjalan - jalan di ruangan itu karena luas, Lily tidak mendekati tempat yang di larang oleh Bara.


Lily malah tertarik pada rak buku yang tertata rapi.


"Banyak sekali, apa Om Bara membaca semua buku di sini?" Gumam Lily meraba tatanan buku yang sangat rapi.


Lily melihat ada buku yang menarik, berjudul metropolitan, tapi sayangnya itu sangat tinggi Lily melompat - lompat untuk meraihnya.


Lily terus berusaha meraihnya, sampai dapat, namun saat Lily berbalik rak buku perlahan ambruk ke arah Lily tanpa di sadarinya.


"Aghhhhh ... " Lily memejamkan mata pasrah karena sudah tidak sempat lagi untuk lari.


Lily perlahan membuka mata, kenapa dia merasa tidak sakit sama sekali,


"Pa-- Paman." ternyata pamannya Gala menahan rak itu untuknya.


"Cepat berdiri Lily." pinta Gala.


Lily pun segera berdiri, namun saat berdiri wajah Lily tertetes cairan merah.


"Ah, apa ini?" Lily meraba wajahnya ternyata itu darah, Gala segera mendorong Lily segera menjauh dari rak itu.


Gala segera menyingkir dan melepaskan rak itu, Gala merasa sangat lega, jika terlambat sedikit saja entah apa yang akan terjadi pada Lily, Gala tidak bisa membayangkannya.


"Paman, kenapa Paman bisa berdarah?" Lily mencari bagian mana yang terluka dari Gala.


Tapi Gala malah sibuk memeriksa tubuh Lily.


Melihat tangan dan leher Lily bentul-bentul.


"Lily di sengat lebah Paman." jawab Lily.


"Astaga, ayo ke dokter!" Gala menarik tangan Lily.


" Paman Lily sudah di bawa ke dokter oleh Om Bara." ujar Lily.


" Ini pasti karena Deya lagi." Gala sudah pasti bisa menebaknya.


"Onty juga tersengat lebah Paman, semua karena Lily, bukan Onty." Ujar Lily yang tidak ingin Lily dimarahi lagi oleh Gala.


Gala menghela nafas panjang, memang dia tidak akan bisa tenang dalam sehari, tetap saja Lily akan membuat ulah, tiada hari tanpa masalah.


"Paman, Paman terluka kenapa masih mengkhawatirkan Lily?" Lily tidak mengerti kenapa pamannya itu tidak pernah memikirkan dirinya sendiri tapi malah justru mengkhawatirkannya, padahal Gala sudah terluka begitu.


Gala meraba belakang kepalanya, kepalanya berdarah karena piala milik Bara jatuh menimpa kepala Gala.


"Hanya luka kecil." ujar Gala tak terlihat merasa sakit sama sekali.


"Di mana kotak obatnya Paman?" tanya Lily.

__ADS_1


"Tenang saja, Paman memiliki dokter sendiri kok." Gala segera menghubungi dokternya.


Tak lama Dokter itu pun datang.


"Hallo Tuan, long time no see ... " Siapa lagi kalau bukan Barnes anak Doney.


Barnes adalah dokter pribadi Gala sementara Bryna sebagai dokter pribadi Bara.


"Lily apa kau mengingatnya?" tanya Gala.


"Tidak Paman." ujar Lily.


" Tentu saja tidak ingat Tuan, saat itu Nona Emely masih bayi." ujar Barnes dengan wajah datarnya.


Barnes dengan cepat dan cekatan segera mengobati Gala dengan sangat cepat.


"Anda sudah lama tidak terluka, 5 bulan lalu anda terakhir menghubungi saya." ujar Barnes.


"Apa kau berharap aku terus terluka?" ujar Gala.


"Tentu tidak Tuan, ..." Barnes merenges , kini wajah Barnes tampak tidak begitu membosankan di pandang.


"Nona, apa anda baru saja di sengat lebah?" tanya Barnes pada Lily.


" Iya Dok, kok tahu Dok?" ujar Lily.


" Apa yang tidak saya tahu, anda akan merasakan demam nanti malam, makan ini, tidak masalah bersama dengan obat yang diberikan dokter spesialis." Barnes memberikan kapsul pada Lily.


"Om ini dokter atau cenayang?" Lily heran bagaimana dia tahu nanti Lily akan demam.


Tapi Lily menerima kapsul pemberian Barnes.


" Makasih Om." ujar Lily berterima kasih.


"Sama-sama, Tuan muda saya meninggalkan vitamin untuk anda, anda terlihat kelelahan." Barnes juga memberikan vitamin untuk Gala.


" Terimakasih." ujar Gala, Barnes memang bisa diandalkan, biasanya dokter akan bertanya - tanya semua keluhan pasien untuk memberikan resep, tapi Barnes dan Bryna itu berbeda dia akan memberikan resep obat dan mengatakan hal-hal yang akan terjadi pada pasiennya, jadi agar pasien tahu apa yang harus di lakukan saat itu.


Barnes sudah selesai, lalu dia pun segera pamit.


"Hanya begitu saja Paman?" Lily sangat terkejut.


"Mau di rawat di rumah sakit kah?" tanya Gala balik.


"Dia dokter atau cenayang Paman?" Lily masih tidak percaya jika dia dokter biasa.


"Dokter kami tentu seperti cenayang, kau ingatlah apa yang dikatakannya tadi." ujar Gala mengingatkan.


"Baik Paman." Lily pun patuh.

__ADS_1


Sebenarnya Lily ini sangat patuh jika dengan Gala hanya saja tindakannya ada-ada saja.


__ADS_2