CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
53. Si Bucin


__ADS_3

 " Paman, tadi siapa?, cantik sekali ya?" tanya Lily pada Gala.


"Dia orang yang pernah aku tolong saat hampir jatuh ke tebing, rupanya dia mencariku selama ini, tapi dia salah mengira aku adalah Bara." Gala mengatakan yang sebenarnya.


"Wah, jelas-jelas tampan Paman loh!" Lily keheranan.


" Oh ya, bagaimana jika wanita tadi menyukai Paman?" tanya Gala pada Lily.


"Tidak apa-apa, Paman kan memang pantas disukai." Lily menjawab dengan santai.


Namun jawaban itu bukan yang diinginkan oleh Gala, ya mau bagaimana lagi, Lily masih belum mengerti jika Kirana itu hampir menjadi saingannya.


Keesokan harinya.


Gala mengantar Lily ke tempat kursusnya.


" Belajar yang benar Lily, Paman menunggu masakan terlezat Lily!" ujar Gala.


" Ya Paman, aku masuk dulu!" Lily pun segera berjalan memasuki halaman tempat kursusnya.


Terlihat ada seorang pria mendekati Lily dan mengajak Lily mengobrol dengan sangat akrab.


Hati Gala langsung bergemuruh, rasanya ingin menghajar pria itu sampai menjadi angka sembilan.


Gala segera menghubungi Keinara untuk mengatasi pria tidak tahu diri itu.


Terlihat Keinara begitu gercep langsung datang dan menarik Lily pergi menjauh dari pria tadi.


Gala pun merasa lega dan dia bisa pergi dengan tenang.


Gala menemui Baratha, dan melihat keadaan Deya.


Rupanya Deya masih menerima hukuman dari Bara, memang tidak ada yang bisa merubah keputusan panglima perang yang satu ini.


" Apa yang membuatmu keras kepala Bara, Deya sudah tahu salah tapi kau tetap menghukumnya!" ujar Gala.


"Tidak ada pengecualian, meskipun dia adikku!" jawab Bara.

__ADS_1


"Kontribusinya cukup besar dalam membantumu, bagaimana bisa kau tidak mempertimbangkan beberapa kontribusi besarnya dengan satu kesalahan." Gala terus berbicara untu Deya.


"Satu kesalahan, yang dibuatnya itu sangat fatal, dapat menghapus semua kerja keras semua orang!" Bara masih tidak mau melepaskan Deya.


"Aku harus adil, karena orang yang terlibat di bawah perintahnya mendapatkan penurunan tingkat dan aku kirim ke afrika, dia dikurung selama satu minggu saja itu ringan, tanpa cambukan seperti yang lain!" tegas Bara.


Gala tidak bisa bicara lagi, karena memang sahabatnya ini memang sangat disiplin ketat.


" Ya sudahlah, kau bayar hutangmu dulu 2 digit!" Gala langsung menagih hutang Baratha karena kesal tidak bisa merubah pikrian Bara.


" Cih, kau ini ... uangku sudah habis untuk membantu pangan di daerah perbatasan, kau yang kaya malah tidak mau mengeluarkan uang!" ujar Bara kesal, karena saldo rekeningnya minus masih ditagih hutang.


Hanya dia satu-satunya Panglima miskin di dunia.


Karena memang tidak begitu suka dengan uang, karena bagi Bara uang itu hanya datang dan pergi begitu saja.


Berbeda dengan Gala yang begitu jeli pada pengaturan uang dan harta.


" Aku bahkan mempertaruhkan nyawaku, bagaimana bisa diganti dengan uang jika nyawaku melayang?" protes Gala.


" Ya sudah maafkan aku, aku akan kirim nanti malam, 2 digit berarti hutangku masih kurang berapa?" tanya Bara.


" Wah kau terlambat berapa jam kalau kau kirim nanti malam?, kalau begitu aku hitung bunganya dulu!" Gala segera mengeluarkan buku catatannya, ingatanya tak sebaik Bara jadi dia harus mencatatnya dengan baik beserta bunga tambahannya.


" Hutangku kan tinggal 5 digit kalau aku bayar 2 digit, apa harus kau tambahkan bunga lagi, hanya karena terlambat beberapa jam?, kapan lunasnya?, aku kirim sekarang!" ujar Bara kesal.


Gala ini sangat mengerikan dari rentenir.


Bara pun menghubungi Jimmy meminta Jimmy untuk membayarkan dulu 2 digit pada Gala nanti malam digantinya.


Dalam hitungan menit pun langsung masuk ke rekening Gala.


Gala sangat senang, karena tambah lagi saldonya.


" Sudah jangan kau tambah bunga lagi, kau benar-benar melebihi rentenir, kau akan sulit mati jika terus mencekik orang dengan bunga!" ujar Bara.


" Hahahahah, Kau menyumpahiku?" Gala tertawa cukup keras melihat ekspresi Bara.

__ADS_1


"Sudah, kita bahas lagi urusan kita Bar, jadi ada berapa penyusup dalam pasukan rahasiamu?" tanya Gala.


" Ada sekitar 215 orang Gal, aku selalu menyeleksi setiap anak didik baru sendiri untuk masuk ke pasukan rahasiaku, tapi ada beberapa orang asing yang menyusup, mereka menyamar menjadi orang-orang ku dan dikemanakan orang - orangku?" Bara memiliki 1217 pasukan yang terbagi menjadi 3 golongan dan hebatnya Bara menghafal semua wajah-wajah orangnya.


Sungguh musuh kali ini sangat tidak beruntung karena berurusan dengan Baratha.


"Kalau begitu kau tandai orang - orangnya, Grey akan sampai di kota dengan pasukan ayahku, biarkan Grey yang membereskannya." ujar Gala.


" Ok, 3 Bulan lagi sudah mulai pemilihan presiden, rupanya Kenan adalah kandidat yang diajukan Daddy pantas saja dia memintamu melindungi keluarganya!" ujar Bara.


" Siapa wakilnya?" tanya Gala.


" Orang pilihan Tuan Kenan sendiri!, pantas dia bisa mendapatkan pengawal kusus untuk putrinya, mulai sekarang kita harus berpihak pada Tuan Kenan." ujar Bara.


"Oh, ya ..." tentu saja itu akan sangat menguntungkan kehidupan Gala ke depannya, karena memang Kenan ini sangat jujur dan lagi dia sudah sangat kaya raya, semua uangnya sangat bersih dia juga sangat tertib dalam urusan pajak.


" Gala, jangan kau kira aku tidak tahu isi kepalamu itu!" ujar Bara yang jelas tahu isi kepala sahabatnya itu.


Gala hanya terkekeh, memang dia tidak bisa menyembunyikan apapun dari Baratha.


" Dan setelah Tuan Kenan duduk dengan selamat di kursi Pemimpin, urusan di negara ini langsung menjadi tanggung jawab di pundak kita sepenuhnya, semua organisasi di bawah tangan Daddy, akan resmi di bawah tanganmu, dan Grey juga akan bergabung di bawah tanganmu, karena semua milik ayahmu tetap harus di limpahkan padamu!" Bara memberitahu semua rencana Jimmy pada Gala.


Gala ini sangat malas berkumpul untuk membahas semua dia hanya suka semua tinggal jadi dia hanya akan berurusan dengan strategi dan senjata juga peperangan.


"Yah aku terlalu banyak, kenapa tidak kau ambil alih saja pasukan Grey?" tanya Gala.


" Mereka hanya mengakui Tuan yang mengaliri darah Panglima sebelumnya, mereka tidak akan tunduk padaku!" ujar Bara.


" Tapi aku bukan panglima." ujar Gala


" Tapi kau anak Paman Leon, semua orang Grey, termasuk Grey hanya akan mendengarmu, bukan aku mereka tentu tahu siapa yang harus mereka pilih menjadi panutannya, untuk mendapatkan gelar ini aku harus merepotkanmu bukan?" Bara sangat tahu diri, dan memang dia tidak serakah.


" Sejujurnya aku tidak suka repot Bara, ini juga kalau bukan kau, aku lebih baik menikmati hidupku seumur hidup di rumah dengan Emily!" ujar Gala.


"Di otakmu hanya ada Lily, Lily , Lily, benar-benar kau bucinmu sudah tidak tertolong Gala!" Bara sampai gemas dengan Gala.


Tapi seberapa bucinnya Gala, dia tahu dengan tugasnya. Bara hanya berharap Lily tidak jatuh cinta pada orang lain, jika itu terjadi Baratha sudah bisa menebak seberap besarnya Gala menggila.

__ADS_1


__ADS_2