CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
46. Terkejut


__ADS_3

Gala pun segera kembali ke kediamannya bersama Bara.


"Lily, Paman kembali ... " Gala memanggil Lily.


Karena tidak ada sahutan, Bara segera masuk ke kamar milik Lily.


"Haaaaaa!" Bara sangat terkejut melihat 3 orang mengebakan masker hitam dan rambut mereka di kuncir ke atas semua.


"Om ini Lily." ujar Lily.


Gala langsung menarik Bara mundur dan segera menarik Lily dan memeluknya.


"Aih, bucin!" ujar Bara.


" Sudah diam, mana ada seorang Panglima terkejut karena penampilan seperti ini, memalukan!" ledek Gala.


"Terserah!" Bara pun menunggu di ruang tamu.


Lily tampak senang karena pamannya benar - benar menepati janjinya.


"Kalian sedang apa?" tanya Gala.


" Paman, kami sedang perawatan loe, ayo Paman dan Om Bara ikut perawatan sekalian." Lily menarik tangan Gala menyusul barang yang duduk di ruang tamu.


"Paman duduk dan senderkan kepala paman di sini, om juga!" pinta Lily.


Bara tidak mau, tapi Gala memaksa Bara ibu mengikuti perintah Lily, mau tidak mau Bara pun melakukan hal yang sama seperti Gala.


Lily segera mengambil maskernya, Lily meminta Bara dan dan Gala memejamkan mata dan tidak bergerak.


Lily segera membalurkan masker ke wajah mereka secara bergantian, lalu menempelkan kedua timun di kedua mata Gala dan juga Bara.


"Gala, aku ingin mencubit ginjal Lily!" ujar Bara agak geram.


"Jika berani lakukan saja!" ancam Gala.


"Ssssst, kalian jangan bicara selama 15 menit, nanti pecah maskernya, kalian tampak gosong, jadi aku berbaik hati merawat kulit kalian!" ujar Lily.


Itu untuk pertama dalam seumur hidup mereka memakai masker wajah, berkat Lily.


Kedua teman Lily hanya berani mengintip dari pintu kamar saja.


Lily kembali pada kedua temannya.


"Lily, bukankah yang di samping Pamanmu itu adalah Panglima?, fotonya terpajang di suluruh jalan kota." ujar Keinara.


"Oh iya dia om Lily, kenapa?" tanya Lily.


"Apa?, luar biasa kau benar-benar dari keluarga hebat, kenapa kau masih mau berteman dengan kami rakyat jelantah?" ujar Kristin.


" Rakyat Jelantah apa sih?, lagian yang hebat juga Om dan pamanku, aku hanya menumpang hidup pada mereka, apanya yang hebat?" ujar Lily.


"Benar juga ya?, kau saja tidak bisa membedakan panci dan wajan." sahut Kristin.


"Hahahaha ... " Ketiganya tertawa karena mengingat Lily yang tidak tahu mana panci dan wajan saat praktek memasak.

__ADS_1


"Hussst, jangan sampai pamanku tahu!" Lily tidak mau di tertawakan oleh pamannya.


Gala dan Bara sampai tertidur karena tidak boleh bergerak sama sekali oleh Lily.


Setelah sudah 15 menit berlalu Lily segera membersihkan wajah keduanya, nampaknya keduanya sangat kelelahan wajah dibersihkan pun juga tidak bangun.


Lily meminta keduanya memasak banyak untuk menyambut kedatangan paman dan omnya.


Lily juga membantu mereka memasak, meskipun hanya bisa memasak telur dadar yang belajarnya hampir menghabiskan 5 kilo telur sampai tidak gosong, karena masih takut dengan percikan minyak saat itu, tapi sekarang Lily sudah tidak takut dan meski masih baru bisa telur dadar dan ceplok saja, tapi telur buatannya itu sangat luar biasa enak sekali.


1 jam kemudian sudah tersaji, tumis sayur, ayam panggang, telur dadar buatan Lily, lalu ada sup kambing dan persambalan.


Bara dan Gala langsung bangun mencium bau sedap.


" Nah sudah bangun, ayo makan Om, Paman!" ajak Lily keduanya semangat menuju meja makan.


Keduanya tampak sudah tidak sabar untuk menyantap hidangan yang ada.


" Mana masakan Lily?" tanya Gala.


"Hehehe, Lily baru bisa membuat telur dadar Paman!" ujar Lily merenges.


Gala langsung mengambil satu piring telur dadar buatan Lily itu. Dia tidak ingin membagi dengan siapapun.


"Paman apa yang kau lakukan?" tanya Lily.


" Ini milik Paman, kalian makan yang lain saja!" pinta Gala.


"Paman tidak boleh serakah, ayo bagi dengan yang lain!" ujar Lily.


Kedua temannya tampak takut melihat Bara, mereka tidak berani mengambil makanan.


"Kalian, kenapa diam seperti patung?" tanya Bara dengan suara yang cukup lantang.


"Bar, pelankan suaramu, kau bukan sedang berbicara dengan pasukanmu!" ujar Gala.


Bara pun memelankan suaranya, sehingga Kristin dan Keinara pun ambil makan tapi tetap masih takut, mereka tidak terlihat leluasa dengan adanya Bara, jika dengan Gala mereka sudah terbiasa karena Gala tidak garang pada keduanya.


"Oh enak ... " Gala memuji telur dadar buatan Lily dan menghabiskan semuanya sendirian.


"Ya, cukup enak untuk masakan anak seusia kalian!" puji Bara.


Bara sudah menghabiskan makanannya lalu berdiri dan melakukan beberapa gerakan kecil sambil berjalan untuk membuat pencernaannya lancar.


Bara pun mendapatkan panggilan dari Jimmy, untuk mengatakan pada Gala, bahwa misi kedua di tunda sampai di perbatasan selesai pembangunan total.


Dan lagi waktunya masih panjang.


Gala tampak senang mendengar hal itu, dia langsung menyuruh Bara pulang, dan memulangkan kedua teman Lily.


"Sialan Gala, mentang - mentang ada Lily dia berani mengusirku!" Bara kembali dengan sangat kesal.


Saat tiba di depan gerbang, Bara terkejut karena tiba-tiba ada wanita menghadang mobilnya dan hampir saja ditabrak.


"Damn!" Hampir saja Bara menabrak.

__ADS_1


Rupanya itu Kirana yang mengaku pernah di tolong olehnya di tebing.


"Apa kau gila?" teriak salah seorang penjaga.


Semua penjaga langsung mengepung Kirana, bagaimana bisa wanita itu tiba-tiba muncul tanpa di sadari oleh mereka.


Wanita itu meringkuk ketakutan.


"Kalian mundurlah!" pinta Bara.


Mereka segera mundur namun tetap waspada.


Melihat Bara datang Kirana langsung memeluk Bara. Semua segera menodongkan pistol pada Kirana.


"Apa kau ini sakit jiwa?" tanya Bara.


"Aku sudah mencarimu berbulan-bulan, aku tidak akan menyerah padamu!" ujar Kirana.


Kirana mendongakkan wajahnya ke atas untuk melihat Bara sambil memegang lebih erat lagi pinggang Bara.


Bara pun juga menunduk melihat wajah Kirana.


Wajah itu sangat cantik tapi kelakuannya dan otaknya sangat minuse.


"Lepaskan dan bicara dengan benar!" tegas Bara.


"Tidak!" Kirana malah semakin mengeratkan pelukannya.


Bara sudah kesal oleh Gala, ini datang satu orang lagi yang mengganggunya.


" Lepas!" Bara mengulangi lagi.


" Tidak!" Kirana sangat keras kepala.


Wanita yang ribet dan susah diatur ini bukan selera Bara.


Selera Bara adalah wanita yang lembut, patuh dan mudah diatur seperti mendiang Ibu Saga.


"Ayah ..." Terdengar suara anak kecil.


Rupanya itu Saga, dia datang dengan Ria.


"Ayah, ... !" Saga memeluk kaki Bara.


"A--ayah?" Kirana terkejut karena anak kecil itu memanggil Bara Ayah.


Kirana segera melepaskan pelukannya karena terkejutnya.


Bukankah dia belum menikah?, aku sudah mencari tahunya.


Apa itu anak di luar nikahnya?.


Dalam hati Kirana.


Kirana cukup terkejut.

__ADS_1


"


__ADS_2