
Mala tertidur di pelukan Bara karena sangking nyamannya.
"Dasar keras kepala, jika lelah jangan memaksakan menunggu. " Bara menidurkan Mala dan menyelimutinya.
Bara pun melabuhkan kecupan di kening Mala.
"Tunggu dan bersabarlah." ujar Bara.
Bara pun segera keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar Gala.
Sebenarnya pikiran dan hatinya sangat rumit, tapi Bara sudah memutuskan untuk tetap fokus pada karirnya lebih dulu, untuk masalah hati Bara mencoba mengesampingkannya.
Tiga hari kemudahan.
"Tuan Bong, aku sudah membakar semua buktinya tapi kenapa kau mengingkari janjimu? Keno menagih janji pada Bong.
Keno adalah polisi yang bekerja sama dengan Bong untuk menghancurkan bukti - bukti.
"Kau kira aku bodoh, jika kau sudah membakarnya aku juga tidak mungkin masih berada di penjara." ujar Bong.
"Tuan, aku sudah membakar habis semuanya." Keno memang benar sudah membakar semuanya tak tersisa.
" Aku juga masih di sini, kau tenanglah anak buahku akan segera datang melaporkan jika semuanya sudah beres, lalu aku akan membayarmu, tapi sampai sekarang mereka tidak muncul, lalu aku harus bagaimana?" ujar Bong juga kesal.
Sudah lebih dari 5 hari dia di penjara, tapi kali ini sudah lewat hari terlamanya.
Keno tidak tahu harus berbuat apa, seharusnya dia tidak benar-benar membakar bukti itu, jika Bong membohonginya dia masih bisa membalasnya, tapi jika Keno tetap melanjutkan kasus ini, pasti Bong akan menyeretnya. Dan karirnya akan hancur.
Keno sudah salah jalan dan tak bisa kembali,
"Tuan Keno, bagaimana dengan kasus yang aku serahkan kemarin? " tanya Bara.
Bara tiba-tiba ada di hadapannya, yang membuat Keno terkejut bukan main.
"Tuan Bara, apa yang anda lakukan?, sangat mengejutkan." ujar Keno.
"Bagaimana kelanjutannya?" tanya Bara.
"Maaf Tuan, tapi saya kehilangan barang buktinya, saya dirampok saat akan mengurus kasus itu" Ujar Keno mencari alibi.
Bara tertawa tak tertahankan mendengar alasan yang dibuat oleh Keno.
"Memalukan sekali seorang polisi bisa kerampokan, bagaimana bisa kau menjadi seorang polisi?" ujar Bara.
__ADS_1
Keno langsung gelagapan dengan alibinya sendiri.
Bara segera pergi meninggalkan Keno yang sudah sport jantung, Keno sudah bingung harus berbuat apa, dia sudah gelap mata terpengaruh dengan janji palsu dari Bong.
Sudah terlambat untuk menyesalinya, karena Keno sudah terlibat. Keno mencoba menenangkan dirinya, dia mengambil tempat duduk agar lebih rileks.
"Pak Keno, kami mendapatkan laporan dan ini surat ijin penyelidikan terhadap kasus suap dalam kasus perbudakan ***." Kini pihak kejaksaan langsung turun tangan.
"Apa maksudnya?" Keno langsung pucat.
"Mohon kerja samanya Pak Keno." Pihak kejaksaan segera membawa Keno untuk diinterogasi.
Namun menurut data, tidak ada uang masuk ke rekening Keno, selain dugaan suap, Keno juga terbukti dengan videonya, saat melenyapkan barang bukti. Keno tidak bisa mengelak lagi.
Akhirnya Keno mengakui semua perbuatannya, karena Keno sudah mengakuinya, Keno pun di pecat secara tidak terhormat dan dimasukkan ke dalam penjara.
Kini Bong juga diproses hukum secara adil di bawah pengawasan Jimmy sendiri.
Bong merasa sangat tertekan, karena tidak ada orang-orangnya yang datang, keluarganya pun tak ada yang datang, pengacaranya pun hilang tanpa kabar.
"Selamat pagi Tuan, ... " Bara mendatangi sell Bong.
"Kau!" Bong terkejut ternyata pria yang menebus Mala adalah seorang abdi negara.
"Seharusnya kau tidak ikut campur, tugasmu hanyalah melindungi negara!" ujar Bong.
"Kau hanya anggota berpangkat kecil, apa hebatnya lihat saja jika aku keluar dari sini, akan kucabik-cabik hidupmu dan keluargamu!" Bong meremehkan Bara.
"Aku memang berpangkat kecil, tapi aku memiliki backingan kuat Tuan, lebih kuat dari backinganmu." ujar Bara.
"Halah, paling-paling juga hanya seorang perwira ecek-ecek." Bong merasa backingannya lebih kuat.
Bara memberitahu pada Bong, tentang polisi yang membantunya, lalu beberapa backingan Bong sudah diadili lebih dulu, mereka di miskinkan lalu dipenjara di pulau mematikan.
Bong awalnya tidak percaya dengan ucapan Bara, tapi memang sampai saat ini tidak ada yang membantunya.
"Kau tahu, hartamu sudah lenyap, keluargamu terjerat kasus memanipulasi mata uang asing, mereka juga sudah dipenjara, orang - orangmu, dan semua orang yang berhubungan denganmu, sudah mendapatkan hukuman, anakmu melarikan diri tapi nasibnya sangat tidak baik, dia diperkosa oleh preman dan dibunuh, apa yang kau punya sekarang?" Bara memberitahu hal buruk pada Bong.
"Kau kejam, kau menghancurkan keluargaku!" Bong sangat terpuruk, dia tidak pernah berpikir hal ini akan menimpa keluarganya.
"Lalu bagaimana keluarga yang kau rusak?, karmamu masih belum cukup mengadili para korbanmu!" tegas Bara.
"Aku bisa memberikan kau semua hartaku, tolong bantu aku keluar, aku ingin memastikan keadaan keluargaku!" ujar Bong.
__ADS_1
"Tidak tahu malu, kau sudah tidak memiliki apapun, kenapa kau masih tidak sadar diri, tapi aku berterima kasih, karena adanya orang -orang sepertimu aku sudah naik satu pangkat lagi hanya tinggal 2 langkah saja, tapi disayangkan untuk para korban - korban kejimu itu." Bara meninggalkan Bong yang sudah terduduk lemas tak berdaya.
Bong pun mendapatkan hukuman seumur hidup penjara.
Kasus itu tersapu bersih oleh Bara dan Gala, karena menyelesaikan kasus itu kini Bara diangkat menjadi Wairjen TNI.
"Selamat Bara, akhirnya 2 langkah lagi kau bisa menjadi Panglima." Gala, Ria dan Jimmy memeberikan selamat pada Baratha.
"Jika bukan karena Gala, aku tidak akan mendapatkan posisi ini, terutama semua itu juga karena bantuan Daddy dan Mommy." ujar Bara.
"Ya kalian anak-anak yang hebat." Jimmy benar - benar bangga.
Setelah itu mereka bukannya mendapatkan cuti tapi malah digembleng banyak misi oleh Jimmy, karena semua orang sudah mulai menempatkan dirinya untuk menggantikan posisi Jimmy. Jimmy ingin Bara sudah menempati posisi Panglima sebelum pergantian pemimpin, Jimmy ingin bagian dari kemiliteran adalah pemegang tahta pertama. Jimmy ingin mencari pengganti yang Pro dengan kemiliteran.
Tak terasa sudah 7 bulan berjalan, Gala dan Bara tak hentinya menyelesaikan misi, keduanya sampai sibuk dan tidak sempat untuk memikirkan hal lain selain Misi.
Mala juga sudah memasuki waktu persalinan, Mala benar - benar dikurung oleh Jimmy tidak boleh keluar sama sekali, Ria yang terus merawatnya, Ria pun yang juga membantu proses persalinan Mala.
Tangis bayi itu memecahkan kediaman Jimmy yang tidak pernah ada tangisan seorang bayi.
Ria sampai tak bisa menahan air matanya melihat bayi tampan yang ada digendongnya.
"Tampan sekali? " Ria segera memberikan bayi itu pada asistennya. Lalu segera mengurus sisanya dan menangani Mala.
Jimmy melihat bayi yang berada digendongan asisten istrinya itu agak merinding. Ternyata bayi baru lahir itu sangat lucu.
"Cepat tes DNA!" perintah Jimmy.
Jimmy berpikir jika memang itu anaknya Jimmy akan sangat senang, meskipun rasanya itu sangat tidak adil untuk istrinya.
Baratha yang mendengar Mala melahirkan langsung meninggalkan misinya dan kembali untuk melihat Mala, Bara melimpahkan semua tugas pada siapa lagi jika bukan Manggala.
Dia ingin melihat Mala dan anak yang dilahirkannya.
Tapi saat Bara tiba, keadaan Mala sangat drop, dan mengalami pendarahan begitu hebat, Ria segera menangani Mala dengan beberapa dokter pribadinya.
Namun rupanya Mala tidak bisa bertahan, Mala menghembuskan nafas terakhirnya setelah ditangani. Ria dengan air mata yang bercucuran memberitahu hal itu pada Bara.
Bara seakan tak percaya, Bara segera masuk ke ruangan lalu menarik kain yang menutupi seluruh tubuh Mala.
Semua saraf Bara langsung mengencang, matanya sudah berair meskipun tidak deras.
"Sudah ku perintahkan padamu, untuk menungguku sebentar, rupanya kau tidak patuh! " Hati Bara terasa sangat sakit.
__ADS_1
"Aku bilang bangun!, bangun Mala! " Dengan suara lantangnya, Bara berharap Mala akan terbangun.
Namun tubuh itu tidak bergerak sedikitpun.