
" Kau anak siapa?" tanya Kirana.
"Dia anakku jangan menakutinya, jika kau tahu diri cepat pergi!" pinta Bara.
"Siapa istrimu, aku akan memintanya pergi!" ujar Kirana dengan sangat kepedean.
"Aku istrinya!" Sahut Ria.
Kirana menoleh ke belakang, dan melihat dari atas sampai bawah, sudah jelas wanita itu sudah berumur, bagaimana bisa menjadi istri Baratha.
"Mana mungkin, kau sudah tua!" ujar Kirana kesal.
"Sayang, kau membawa pulang wanita lagi?" ujar Ria merangkul lengan Baratha.
"Kau tidak boleh merangkulnya!" Kirana tidak terima.
"Dia milikku, apa hakmu melarang?" ujar Ria.
"Aku sudah berkeluarga, kau menyerah saja!" Sahut Bara.
"Kenapa kalau kau sudah berkeluarga?, itu justru sainganku tidak banyak, aku hanya akan bersaing dengan istrimu!" tegas Kirana tidak menyerah.
Rian sudah menahan diri untuk tidak tertawa, tapi tidak bisa.
"Bodoh!" Bara segera menggandeng Ria masuk meninggalkan Kirana.
Kirana pun segera pergi dengan rasa kesalnya.
"Gadis itu cukup menarik Bar!" ujar Ria.
"Bara tidak suka wanita seperti itu, hidup Bara tidak akan tenang!" ujar Bara.
"Sangat membosankan wanita penurut itu Bar!" ujar Ria.
" Mom, jangan bahas itu lagi Bara agak kesal dengan Gala, dia tahu jika misi selanjutnya batal dia langsung mengusirku!" Bara mengadu pada Ria.
" Hahaha, berikan waktu pada mereka, Gala sudah berpisah lama dari Lily, sekarang sudah waktunya Gala membangun ikatannya dengan Lily kembali, anak itu dengan Gala sangat menurut!" ujar Ria.
"Hem, Lily itu masih bau kencur, apa tidak terlalu lama.menunggu anak itu mengerti perasaan Gala, Gala sungguh memiliki kesabaran ekstra combo untuk Lily!" ujar Bara.
"Gala sudah Jatuh hati pada Lily sejak pandangan pertama, cinta Gala pada Lily itu berlapis-lapis jika kau mau tahu, dia mencintai Lily sebagai cinta pertamanya, lalu mencintainya seperti saudara, mencintainya seperti abangnya, mencintai seperti seorang ayah pada putrinya, mencintainya sebagai laki-laki pada perempuan, semua cintanya untuk Lily dari Gala itu sangat lengkap, makanya Gala mampu bersabar, dia bisa menerapkan cintanya dengan bertahap, dan tahap akhir ini yang masih harus lebih bersabar lagi!" ujar Ria.
"Ya sudah asal dia bahagia Mom." ujar Bara.
__ADS_1
Karena Gala adalah type yang suka dengan kerumitan, dan Lily adalah kerumitan yang dia sukai.
Kirana di dalam mobilnya, dia memarahi pengawalnya yang dia kira salah memberikan informasi tentang Bara.
"Kau bilang sia belum menikah, dia sudah menikah dan punya anak!" ujar Kirana kesal.
"Mana mungkin Nona, saya bersumpah data yang saya dapatkan itu real, kenyataan!" ujar pengawal Kirana.
Kirana ini adalah anak seorang pengusaha kaya di kota B.
Tapi demi mencari seorang prajurit yang telah menyelamatkannya dia meninggalkan kota B, dan pindah di kota yang sama dengan Bara setelah mendapatkan informasi keberadaan Baratha Narashima, dia meminta pada papahnya untuk pindah ke sekolah karena bosan.
Akhirnya dia pindah, setelah pindah dia segera menemui Baratha. Tapi tidak menyangka Baratha adalah seorang Panglima Besar.
"Jadi coba kau cari tahu wanita itu siapa, sepertinya tidak asing!" ujar Kirana.
"Baik Nona, sekarang kita kembali dulu dan istirahat saya akan memberikan informasi secepatnya pada Nona!" ujar pengawal itu, panggil saja dia Zidan.
Kirana pun segera kembali dan menunggu informasi dari Zidan.
Setelah Kirana hampir jatuh dari tebing, papahnya langsung mencarikan pengawal, yaitu Zidan, selain pandai bela diri Zidan juga memiliki koneksi banyak dalam agen mata-mata.
Zidan pun datang membawa informasi untuk Kirana, oh betapa terkejutnya Kirana melihat latar belakang Baratha Narashima, dia adalah anak dari seorang mantan Jenderal yang sangat hebat, lalu dia juga menjadi anak angkat dari orang nomor satu di negara ini.
"Hah jadi itu tadi adalah ibu negara?, Zidan aku sangat tidak sopan, matilah aku Zidan dia itu calon ibu mertuaku juga huaaaaaaaaaaaa" Kirana langsung gulung ke sana kemari seperti anak kecil, dia menyesali tingkah kasarnya pada Ria tadi.
Rasanya Ria ingin memutar dan mengulang semua kembali.
"Mati sudah, aku sudah tamat Zidan, aku sudah tidak memilikinya muka lagi, bagaimana ini?" Kirana sangat kesal pada dirinya yang tidak bisa mengontrol emosinya saat kesal.
"Semua bisa diperbaiki asalkan Nona, tebal muka lagi!" ujar Zidan.
"Kau ini, sudahlah terimakasih, aku mau tidur kepala ku pusing memikirkannya!" ujar Kirana segera menarik selimutnya hingga ke kepala.
Zidan pun segera keluar.
Keesokan paginya.
Gala mendapatkan semua laporan dari Keinara, memang guru memasaknya yang muda itu terlihat perhatian pada Lily namun masih di batas wajar, jadi Gala tidak akan mengusiknya.
"Hari ini libur Kursus?" tanya Gala.
"Ya Paman, ... " jawab Lily.
__ADS_1
"Kira-kira mau pergi kemana hari ini?" tanya Gala lagi.
"Kemana Paman, aku rindu Oddie Paman!" ujar Lily.
"Ya sudah kita ke sana!" ajak Gala.
Mereka pun segera menuju ke tempat pelatihan milik Bara.
Rupanya Oddie sedang dilatih oleh pawangnya.
Oddie ini karena dari kecil dan besar hidup bersama Lily, dia tidak seganas Mikel, dia berhati lembut tapi meskipun berhati lembut dia juga sangat tangguh dan luar bisa dalam bertempur.
Oddie bisa diajak bekerja sama oleh siapa saja, Oddie bisa membedakan mana kawan mana lawan, jadi Oddie bisa diajak bekerja dalam team dengan baik.
Semenjak di titipkan di tempat pelatihan K-9 Oddie sudah menyelesaikan beberapa misi dengan beberapa team, dia sekarang mendapatkan pangkat sersan.
Pawang Oddie memberi hormat pada Gala, semua pasukan Bara sangat menghormatinya, karena kloningan dari Panglima.
"Terimakasih sudah menjaga Oddie dengan baik!" Ujar Gala.
Oddie melihat Lily langsung bermanja Oddie sangat senang bertemu dengan Lily dan Gala.
" Apa kau sudah makan Oddie?" tanya Lily.
" Sudah pasti belum!" jawab Gala.
" Kenapa ?, ini sudah lewat jam makan siang!" Lily merasa sangat sedih karena Oddie tidak mendapatkan asupan makan tepat waktu.
" Dia sekarang K-9, hanya mendapatkan makan saat malam saja!" ujar Gala.
" Kasihan sekali, kita bawa pulang saja Paman!" ujar Lily.
" Lily, begitulah menjadi anjiing militer, karena anjiing yang lapar itu akan patuh, tenang saja itu tidak akan mengancam kesehatannya!" Gala menjelaskan hal itu pada Lily.
" Oddie, jika kau tidak betah tinggal di sini, kita kembali!" ujar Lily.
"Hari ini kita akan membawanya jalan-jalan, tapi dia harus siap di panggil kapan saja dia dibutuhkan karena Oddie sekarang K-9!, pangkatnya saja lebih tinggi dari pawangnya, ayolah dia anjiing yang luar biasa, kau tidak bisa membatasi keturunan mikel ini seperti anjing rumahan!" ujar Gala.
"Baiklah, Oddie kau sangat hebat aku memberi hormat padamu!" Lily pun memberikan hormat pada Oddie, Oddie pun membalas meemberikan hormat pada Lily.
Lily terlihat sangat senang karena Oddie semakin pintar dan terlihat berwibawa.
Mereka pun segera membawa Oddie jalan-jalan Oddie terlihat sangat bahagia bisa berjalan-jalan bersama tuannya lagi bertiga.
__ADS_1