
" Kau cantik sekali Lily, ... " ujar Gala memuji Lily.
Gala mengambil ponselnya dan memotret kebersamaan mereka.
" Kalau rindu aku akan melihat ini!" ujar Gala.
" Paman, Lily tidak mau tidur, Lily mau menghabiskan waktu dengan Paman Gala." ujar Lily.
" Baiklah, cerita kan hari-hari Lily, apakah ada hal yang kurang baik?" tanya Gala.
" Yah, kakak senior di tempat Lily kursus, pada memusuhi Lily, padahal Lily tidak kenal mereka, tapi mereka selalu mengatai Lily saat berpapasan." ujar Lily.
" Apa yang mereka katakan?" tanya Gala.
" Mereka mengatakan aku wanita murahan, terus katanya aku ini gatal, Paman kok mereka bilang Lily murahan?, perasaan Ku tidak menjual diri Lily, bagaimana bisa mereka mengatakan Lily murahan?, dan lagi Lily rajin mandi kenapa mereka menuduh Lily gatal?" ujar Lily dengan polosnya.
Gala antara mau ketawa tapi juga sangat marah, berani-beraninya mereka mengatakan hal seperti itu pada Emily nya.
" Apa keinara dan Kristin dia saja?" tanya Gala.
" Mereka tidak ada, karena saat itu sedang di toilet, dan bertemu dengan kakak senior itu, mereka menabrakku berkali-kali!" ujar Lily.
" Kau harus menampar mulut mereka, jika kau mendapatkan ucapan dan perlakuan yang sama, jangan dia saja, kau harus berani !" ujar Gala.
" Paman akan balaskan perlakuan mereka, kau tenang saja." ujar Gala.
" Memang Paman tahu mereka yang mana?"tanya Lily.
" Untuk mencari orang seperti itu kecil untuk Paman, lihat saja nanti!, Apakah ada lagi hal yang tidak mengenakan lainnya?" tanya Gala.
" Tidak ada lagi ... " Jawab Lily.
" Ingatlah jika ada yang mengatakan hal yang tidak benar dan begitu tidak baik kau harus membela dirimu, jangan sampai di tindas orang lain, kau tidak boleh ditindas siapapun!"
Gala sangat kesal, ada hal seperti itu kedua sahabat Lily juga tak tahu.
" Lily ..." Panggil Gala, karena Lily tidak menjawab, saat dilihat anaknya sudah molor.
" Aih, siapa yang bilang tidak mau tidur tadi, sekarang malah sudah membuat pulau!" Gumam Gala gemas pada Lily nya.
Gala pun membenarkan posisi tidurnya Lily dengan baik.
" Anak ini kapan dewasanya, aku sangat gemas terkadang dengan pemikiran polosnya , Lily cepat lah sedikit dewasa agar Paman tidak terlihat seperti sedang membohongi anak kecil." ujar Gala.
Gala mencium kening Lily dan segera keluar kamar.
" Sudah Gal?, cepat sekali?" tanya Jack.
__ADS_1
" Jack kau kira mereka ngapain?, Lily masih begitu polos." sahut Dex.
" Loh, kan ngobrol kan?, kau kira apa?, pikiranmu itu yang jorok!" jawab Jack.
" Ya mau bagaimana lagi, pertanyaanmu begitu ambigu!" ujar Dex.
" Gal, kenapa wajahmu begitu kesal?" tanya Jack yang melihat wajah keponakannya itu sangat tidak bersahabat.
Gala pun menceritakan semuanya, tentang Lily yang di ganggu seniornya pada Jack dan Dex.
" Soal itu, beraninya mereka mengatakan Lily kami gatal dan murahan, kau tenang saja serahkan pada kami!" ujar Dex.
Dex dan Jack tentu tidak terima, mereka pun meminta Gala menyerahkan urusan senior Lily padanya.
Gala pun segera bersiap untuk kembali ke kediaman Gruvy.
" Gala bagaimana jika Lily memncarimu, kau sudah pergi?" tanya Jack.
" Tidak apa-apa, aku sudah bilang padanya akan pergi pagi buta, tolong jaga Lily untukku Uncle!" Gala pun segera pergi.
Sebaiknya cepat pergi dan segera kembali, hanya itu yang ada dipikiran Gala, karena Lily sudah mau di ajak suami istri dengannya setelah kembali nanti.
Pukul 9 malam Gala tiba di kediaman Gruvy.
" Tuan, anda sudah datang?"
" Nona Kirana setiap hari menunggu anda Tuan." ujar Zidan.
" Kenapa?, jangan lakukan itu Nona." ujar Gala.
" Tidak apa-apa, aku senang kau kembali Tuan." Kirana memberikan kue buatannya pada Gala.
" Terimakasih silahkan anda segera tidur, besok saya akan mengawal anda kembali bersekolah!" ujar Gala.
" Iya." Kirana pun segera kembali ke kamarnya dengan penuh semangat.
" Ini untukmu!" Gala memberikan kue buatan Kirana pada Zidan.
" Tapi ..." Mana berani Zidan menerima.
"Dari pada aku buang, aku tidak suka makanan manis!" ujar Gala segera masuk ke dalam.
Zidan tentu sangat senang menerimanya meskipun itu tidak dari nonanya langsung.
Gala memasuki ruangannya, dia meletakkan barang pribadinya, karena saat sedang menjalankan tugas dia tidak akan memegang ponsel pribadi.
Dia akan memegang HT dan beberapa alat untuk melacak beberapa barang yang diperlukannya.
__ADS_1
Gala pun Istirahat sebentar, untuk mandi dan duduk sebentar untuk memasang semua peralatan pada tubuhnya.
Kemudian Gala kembali ke depan untuk melihat situasinya.
" Tuan, anda tidak tidur saja?" tanya Zidan.
" Sudah 10 menit tadi cukup!" jawab Gala.
Mereka pun terdiam beberapa saat karena tidak ada topik pembicaraan lagi.
" Kau kenapa tidak tidur?" tanya Gala.
" Saya menderita insomnia sejak kecil, jadi sulit tidur!" jawab Zidan.
" Apa kau punya penyakit kronis?" tanya Gala.
" Tidak ada, mungkin memang kebiasaan pola tidur dari kecil, seperti itu, dulu di tempat tinggal saya setiap hari bentrok dengan desa lain, kami anak-anak tidak bisa tidur nyenyak karena takut sewaktu- waktu ada penyerangan dan kami tertidur lelap, kami tidak bisa menyelamatkan diri." jawab Zidan.
" Anak hebat, ikut aku ... " Gala mengajak Zidan ke ruangannya, Gala meracikan minuman untuk Zidan tidak tahu dari apa saja itu yang jelas aroma minuman itu sangat menenangkan hati dan pikiran Zidan.
" Nikmati minuman ini, setelah nyaman kau berbaringlah!" pinta Gala pada Zidan.
Zidan pun menikmati minuman olahan Gala itu tanpa ragu.
Setela meminumnya Zidan merasa rileks, kemudian Zidan merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di ruangan Gala, dalam hitungan menit Zidan tertidur pulas.
Gala menemui beberapa kasus insomnia pada anak buahnya, itu adalah beberapa racikan yang diajarkan oleh ibunya, karena ketika Gala pertama kali membunuh orang dia tidak bisa tidur, selalu terbayang akan orang yang telah dibunuhnya.
Ibunya pun memberikan resep mujarab itu, dengan itu dia dapat tidur di waktu kapan pun yang dia inginkan.
" Perjalanan orang untuk ke titik ini memang berbeda - beda, namun mungkin rasanya sama." Gala pun segera meninggalkan Zidan di ruangannya Gala kembali berjaga di luar.
Keesokan paginya.
Zidan terbangun dan terkejut karena dirinya bisa sampai ketiduran dan dia berada di ruangan Gala.
" Sudah bangun?" tanya Gala yang rupanya baru selesai mandi.
" Tuan." Zidan masih mengingat apa yang terjadi.
" Cepat mandi, kita antar nonamu ke sekolah!" ujar Gala.
Zidan pun segera kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap, sambil mengingat lagi.
Rupanya dia tertidur setelah di berikan minuman oleh Gala, sekarang tubuhnya terasa lebih fresh karena bisa tidur setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan tidur.
Zidan harus berterima kasih pada Gala.
__ADS_1