
Setelah menandatangani, kertas itu di ambil lagi oleh Barata dan di simpannya.
Setelah hari itu, akhirnya pemilihan suara pun sudah usai, kini saatnya mengamankan perhitungan dari setiap daerah dengan ketat.
" Kak Bonnie, apakah kau tidak masalah jika kedua Abangku itu akan menghabisi saudaramu?" tanya Deya.
" Dia pantas dihabisi!" jawab Bonnie.
" Tapi matamu tidak mengatakan hal yang sama." ujar Deya.
Bonnie langsung memeluk Deya, dan menangis.
" Apakah bisa saudaraku di selamatkan Deya, aku yakin ini buka kemauan dia sendiri!" Sebenarnya Bonnie tidak ingin kehilangan saudara satu-satunya.
" Tapi Deya juga tidak bisa membantu banyak, Deya akan bicarakan dengan kedua. Abang Deya nanti." ujar Deya.
Bonnie melarang Deya untuk membujuk keduanya, karena memang kesalahan saudaranya sudah sangat fatal.
" Di coba dulu, kasus tentang Kirana juga bis ditoleransi, Abang Gala tidak membunuh Kirana." ujar Deya.
" Tapi Kirana dibuat Gila, tanpa bisa disembuhkan" Ujar Bonnie.
" Dari pada dia cacat, dibuat buta, bisu dan lumpuh." sahut Deya.
" Iya, benar juga ya, tolong jangan ambil nyawa saudaraku, berikan hukuman lain tapi jangan nyawa apakah bisa?" tanya Bonnie.
" Sebenarnya kematian itu lebih baik bukan?, jika dia lumpuh, buta, tuli dan bisu, itu akan membuatnya tak ingin hidup lebih lama, itu akan lebih menyiksanya!" ujar Deya.
" Benar juga, baiklah aku tidak akan memaksamu untuk membujuk kedua Abangmu itu, sudah biarkan saja dengan konsekuensinya." ujar Bonnie.
"Kalau begitu aku kembali ke markas dulu Sayang, ... Terimakasih." Bonnie mengecup bibir Deya dan segera kembali ke markas.
Sebenarnya Deya tidak tega dengan Bonnie, tapi mau bagaimana lagi, kasihan juga jika Bonnie harus melihat saudaranya menanggung derita, tapi Deya akan mencoba berbicara dengan kedua abangnya mungkin ada solusi untuk saudara Bonie selain di hukum mati.
Deya pun memberanikan diri untuk menemui Gala dan Bara yang terlihat sedang serius mengatur strategi.
" Abang ... Apa aku boleh masuk?" tanya Deya.
" Masuklah!" jawab Gala.
Deya pun masuk dan duduk di samping Bara melihat peta miniatur yang sedang digunakan untuk mengatur rencana.
" Apa yang kalian rencanakan?" tanya Deya.
" Kita hanya ingin membersihkan beberapa kekacauan, yang akan terjadi karena hasil dari pemilu!" Jawab Gala.
__ADS_1
" Apakah Tuan Kennan bisa menang?" tanya Deya.
" 70% !" Jawab Bara
" Karena yang satu mundur, jadi tambah 5 % Bara." sahut Gala.
" Oh ya, ... Ada apa Deya?, apa kau ingin mengajukan sesuatu?" Tanya Gala yang sudah hafal dengan gelagat Deya.
Deya pun mengutarakan semua yang ingin dia katakan tentang saudara Bonnie.
" Apa kau gila, dia itu musuh kita, harus dihabisi!" sahut Bara.
" Tapi dia satu-satunya saudara Bonnie!" ujar Deya.
" Dia tidak pantas menjadi saudara Bonie!" tegas Bara.
" Abang, itu Kirana saja tidak dibunuh, kenapa Saudara Bonnie harus di bunuh tidakkah ada cara lain?" tanya Deya.
" Katakan pada Bonnie, dia hanya punya pilihan 2, saudaranya hidup tapi dia tidak bisa menikahimu, atau saudara mati tapi dia bisa menikah denganmu dan kami akan menjadi saudaranya!" tegas Gala.
" Itu, itu, kenapa Abang membicarakan pernikahan?" Tanya Deya dengan wajah merah.
" Iya Gala, kenapa kau malah mau menikahkan adikku?" sambung Bara.
" Tapi dia masih muda!" ujar Bara tidak terima.
" Aku tidak mau jika Deya hanya untuk mainan, dari sini Deya juga akan tahu, perasaan Bonnie sebenarnya pada Deya." tegas Gala.
" Apakah dia akan memilih Deya?, bagaimana jika dia memilih saudaranya?" Deya terlihat sedih.
" Maka kau harus mundur, jika dia memilih saudaranya, aku akan menghabisi keduanya!" tegas Gala.
" Apa?" Deya langsung berkaca-kaca.
" Abang, aku tidak mau dia memilih antara aku dan saudaranya, aku tidak ingin Bonnie kau bunuh!" ujar Deya.
" Kau harus bisa menerima kenyataan Deya." sambung Bara.
Bara dan Gala menjelaskan detailnya, tapi Deya tidak sampai hati jika nanti dia mendengar dari bibir Bonnie sendiri jika dia lebih memilih saudaranya, karena itu pasti pilihan yang sulit untuk Bonnie.
" Jika kau tidak berani, ya sudah besok minta Bonnie datang menemui Abang di sini jam 7 pagi!" tegas Gala.
" Baik!". Deya pun segera pamit keluar, dia pun segera menghubungi Bonnie sesuai dengan perintah Gala.
"Gala, apakah yang kau lakukan itu benar?" tanya Bara.
__ADS_1
" Hidup itu pilihan Bara!" tegas Gala.
Besok paginya Bonnie menemui Gala di tempat itu pukul 7 pagi tepat.
" Tuan, apa anda memanggil saya?" tanya Bonnie.
" Ya, ... kemarin Deya menemuiku, kau tau pasti apa yang di minta Deya padaku?" tanya Gala.
" Tahu, itu pasti tentang saudara saya." jawab Bonnie.
" Aku hanya bisa memberikanmu 2 pilihan saja, saudaramu hidup tapi kau harus meninggalkan Deya, atau saudara mati tapi kau akan menikah dengan adikku, dan kami yang akan menggantikan saudaramu!, bagaimana?" Gala memberikan 2 pilihan itu pada Bonnie.
Bonnie terdiam, itu jelas bukan pilihan, dia tahu dia juga akan mati jika memilih saudaranya.
" Tuan, saya sudah bilang pada Deya, jika biarkan saja saudara saya menerima konsekuensinya, jika disuruh memilih aku akan memilih Deya, Karena saudara ku bersalah jadi harus dihukum." ujar Bonnie, dia memang sudah siap dengan hal yang mengejutkan hatinya itu.
" Jadi aku pilih adikku, jika kau pilih adikku, setelah pemilu selesai datanglah pada ayah ibunya dengan baik, aku akan melamarkan Deya untukmu!" ujar Gala.
" Apakah saya Benar-benar boleh menikahi Deya?" tanya Bonnie.
Bonnie cukup tahu diri jika dirinya tidak sederajat dengan Deya, yang terlihat dari keluarga hebat dan terpandang sementara dirinya bukan siapa-siapa.
" Itu tergantung pada niatmu pada Deya, aku akan memberikan waktu sampai pemungutan suara selesai untuk saudaramu menikmati hidupnya sebelum akhirnya aku akan mengeksekusinya!" tegas Gala.
" Bolehkah aku menemuinya sesekali?" tanya Bonnie.
" Boleh saja." Jawab Gala.
Bonnie langsung berlutut pada Gala mengucapkan terimakasih padanya.
" Aku bukan patung dewa, jangan seperti itu!" tegas Gala meminta Bonnie berdiri.
" Tuan Gala, apakah orang tua Deya bisa menerima saya?" tanya Bonnie.
" Kau punya Deya yang tidak pernah takut pada apapun, meskipun mereka tidak mau, Deya punya seribu cara untuk membuat mereka mau menerima mu!" ujar Gala.
" Iya juga ... Tapi saya berterima kasih pada tuan karena masih memberikan kesempatan hidup sebentar untuk saudara saya." ujar Bonnie.
" Hemm, kau bisa kembali Bonnie." ujar Gala.
Bonnie pun segera kembali, rasanya sedih juga senang juga, rasanya campur aduk untuk Bonnie, tapi memang itu yang harus di terima oleh saudaranya.
" Apa yang kau senyumkan, kau kira kau mudah masuk dalam keluarga ku?" ujar Bara.
Bara tentu tidak akan mempermudah jalannya, tapi Gala sudah memberi bocoran jika dirinya punya kunci untuk masuk ke dalam keluarga Deya.
__ADS_1