
Gala menggunakan transportasi kereta untuk segera tiba di rumah Jimmy.
"Dad, Mom, Bara, ... Ada apa?" tanya Gala yang baru tiba.
Gala melihat seorang wanita bersimpuh dihadapan Jimmy.
"Siapa wanita ini?" tanya Gala lagi.
Jimmy hanya memegangi keningnya, terlihat Jimmy sudah sangat depresi.
"Gala, ini semua salahku ... aku membuat masalah untuk Daddy. " ujar Bara.
Gala duduk untuk melepaskan lelahnya, karena baru sampai sudah di hidangkan langsung dengan keributan.
"Kak Bara aku juga tidak mau mengandung anak ini, aku akan menggugurkannya, aku tidak mau, hiks hiks hiks. " Mala memegangi erat kaki Bara sambil menangis.
Bara mengusap kepala Mala dengan lembut, merasa Mala sangat malang.
"Tuan, Nyonya aku akan mengaborsi anak ini, aku tidak berani membesarkan anak ini. " ujar Mala.
Mendengar perkataan Mala, Ria sangat marah, Ria langsung menampar Mala dengan keras.
"Mom, ... " Bara langsung pasang badan untuk Mala.
"Bara, berikan Mala pada Daddy, Daddy harus membunuhnya!, aku juga melakukannya tidak sengaja bagaimana bisa dia langsung mengandung anakku." ujar Jimmy.
Gala langsung bangkit mendengar ucapan Jimmy.
"Dad, apa yang kau katakan? " tanya Gala meminta kejelasan.
Jimmy menceritakan semuanya pada Gala, tentang permasalahan yang terjadi. Mendengar penjelasan Jimmy dan tidak ada yang menyangkal apapun cerita dari Jimmy, membuat Gala menggeleng kepala, karena masalahnya adalah Bara yang sangat ceroboh dan membuat masalah besar untuk Jimmy.
"Mom, bagaimana denganmu? " tanya Gala dengan lembut pada Ria.
Ria langsung berlari ke pelukan Gala dan menangis.
"Gala, Mommy memaafkan masalah itu Mommy sudah sangat ikhlas, tapi kini malah seperti ini, Daddymu tidak mengakui itu anaknya dan Mala ingin menggugurkan anak yang tidak bersalah itu, apa ini hukuman atau kebahagiaan tidak tahu, kalian juga tahu Mommy tidak akan bisa memberikan keturunan, anak itu tidak bersalah, bagaimana jika dia darah daging Daddymu? " Ria mengadukan semuanya pada Gala.
__ADS_1
Gala mencoba menenangkan Ria, yang sesenggukan.
"Sayang, kau juga tahu wanita ini dari mana, bisa saja itu anak dari beberapa pria yang menidurinya." tegas Jimmy.
"Tidak, tidak Mala juga tidak mau punya anak dengan cara seperti itu." Mala juga bersikeras karena dia jatuh cinta pada Bara. Malah Mala mengandung anak Daddynya.
"Dad, anak itu tidak bersalah kurung dia dan rawat dia dengan baik sampai anak itu lahir, setelah itu lakukan tes DNA." ujar Gala.
Tapi Mala semakin histeris dan tidak terima dengan saran seseorang yang baru tiba itu.
"Bara, kau harus membujuknya. " tegas Gala.
Gala meminta Jimmy untuk istirahat dan Gala juga membawa Ria ke kamarnya untuk istirahat dan berbincang.
"Gala, meskipun itu nanti bukan anak kandung Daddy Mommy akan merawatnya, meskipun wanita itu tidak begitu baik masalalunya, tapi anak itu tidak bersalah, bagaimana bisa dia mengatakan ingin menggugurkan anak tidak bersalah itu?, kau juga tahu Mommy bertahun-tahun menantikan seorang anak, tapi tak diberi, karena Mommy memang tidak sempurna." ujar Ria. Tentu saja rasanya sangat campur aduk, tapi hati nurani Ria tidak sanggup bila anak itu harus menanggung kesalahan yang tidak diperbuatnya.
Gala tak habis pikir dengan kerjaan Bara yang selalu menimbulkan masalah, jika ini bocor orang lain akan memanfaatkannya untuk menjatuhkan Daddy.
"Mom, kita kurung saja wanita itu, bagaimana jika dia nanti menjatuhkan Daddy?" ujar Manggala.
"Jangan, dia sedang mengandung aku akan merawatnya dengan baik, jika dia tidak mau anaknnya aku akan merawat anaknya nanti."
"Kalau begitu, ikut kata Mommy saja aku, aku akan menempatkan orang untuk mengawasi dia." Gala sangat kasihan pada Ria, Mommynya itu terlalu baik.
"Iya. " Gala pun meninggalkan Ria untuk istirahat baru dia menemui Bara dan juga Mala.
Mala terlihat ketakutan saat melihat Gala masuk, Mala langsung bersembunyi di belakang Bara.
"Kau mengacau lagi Bara, aku sampai harus mengingkari janji lagi pada Lily, untuk mengurus masalah yang kau buat! " ujar Gala merasa kesal.
"Maafkan aku Gala, aku juga tidak berniat mengacau." Bara memang merasa bersalah.
"Kau keluarlah aku ingin berbicara padanya!" tegas Gala.
Bara pun segera keluar, Mala memegangi baju Bara bermaksud tidak ingin ditinggal sendiri dengan Gala yang sangat menakutkan itu.
"Mala, dia adalah Gala sahabatku dia tidak akan menyakitimu, tolong katakan semua dengan jujur padanya, semua akan baik-baik saja." Bara pun segera keluar.
__ADS_1
Mala tidak berani melihat Gala, dia menundukkan kepalanya.
"Kau beritahu semua yang kau tahu tentang orang - orang yang terlibat dalam kasus perbudakan *** itu." ujar Gala sedikit merendahkan suaranya.
Mala pun menceritakan semuanya yang dia ketahui pada Gala dengan suara bergetar dan takut.
"Jika kau ingin tetap berada di sisi Bara, kau jangan pernah membocorkan masalah ini, tetap rawat anak itu sampai lahir jika itu anak Daddyku dia akan dirawat dengan baik dan kau bisa melanjutkan hidupmu." ujar Gala.
"Baik." jawab Mala.
"Ehm, kau harus tahu satu hal lagi, Bara tidak akan pernah menjadi milikmu! " tegas Gala.
Rasanya sangat menyakitkan mendengar perkataan Gala, tapi memang Mala sudah tahu sejak awal.
"Saya mengerti Tuan." ujar Mala.
"Bagus." Gala pun segera keluar.
Gala langsung mengomeli Baratha yang tidak pernah beres dalam mengerjakan misinya sendiri, pasti selalu melibatkannya pada akhirnya.
"Ayo segera selesaikan semuanya, aku tidak mau tahu lagi kau harus segera menjadi Panglima sebelum habis masa jabatan Daddy! " tegas Manggala.
Akhirnya Gala membantu Manggala menyelesaikan misinya yang sudah kacau itu.
Bara memberitahu pada Gala jika selalu ada orang yang mengincar Mala, saat berada di luar beberapa minggu lalu setelah ditebus, tapi Bara sudah tahu hal itu, jadi Bara selalu mengelabui anak buah yang dikirim oleh Bong.
Sekarang setelah ada Gala, orang - orang kiriman Bong, langsung dihabiskan oleh Gala tanpa meninggalkan jejak, dan membuat Bong frustasi dan mulai was-was.
"Kau yakin mau membakar beberapa aset milik orang itu?" Tanya Bara pada sahabatnya.
"Ini cara terbaik untuk menekan habis orang bejat itu, agar dia tidak memiliki kekuatan lagi untuk bisa membeli kebebasan." jawab Gala.
"Oh begitu, tapi kata Mala di tempat itu banyak uang dan emas apa itu tidak sayang Gala?, bukankah kau sangat suka uang?" tanya Bara.
"Tenang saja, anak buahku sudah mengganti semua dengan yang palsu, semua sudah ku ambil tanpa sisa." Gala mana mungkin melewatkan sesuatu yang dia sukai.
"Kau memang Goblin, seharusnya aku tidak perlu bertanya." Bara memang seharusnya tidak perlu menanyakan hal yang sudah jelas dia ketahui jawabannya.
__ADS_1
Keduanya dengan cepat membakar tempat - tempat penyimpanan harta Bong yang tersembunyi dengan bertahap tidak sekaligus, karena pasti Bong masih memiliki tempat yang belum diketahui oleh Manggala dan Baratha.