CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
57. Tua keladi beraksi


__ADS_3

" Uncle, Jack dan Dex ... Kalian kenapa datang?" tanya Gala.


" Hei, Gala ... Kami memang sudah berumur, tapi juga jangan berikan kami tugas begitu ringan lah." protes Jack pada Gala.


" Kalau begitu, bantuin Gala menjaga Lily ya." ujar Gala santai.


Jack dan Dex langsung menolak, secara serempak.


" Kenapa?, Lily ini bukan tugas yang mudah loe uncle." ujar Gala.


" Kami bukan pengasuh Gala." tegas Dex.


" Tahu, dong ... " Gala memberikan bekal yang diberikan Kirana pada kedua unclenya.


Keduanya melihat makanan langsung bersemangat memakannya.


" Baiklah, kami akan menjaga Lily untukmu!" ujar Dex langsung berubah pikiran.


Gala memberikan Oddie makan juga.


" Kalau begitu Uncle, jangan biarkan dia dekat dengan pria lain, okey?" ujar Gala.


" Oke, tenang nak!" sahut Jack.


Setelah keduanya selesai makan keduanya segera pergi ke apartemen yang di tempati oleh Lily.


Jack dan Dex pun segera menekan tombol di apartemen Lily.


Pintu pun terbuka, Lily tidak asing dengan wajah keduanya.


Jack langsung menunjukkan foto masa kecil Lily yang pernah digendong oleh Jack dan Dex.


" Wah, Paman Jack dan Dex ya?" akhirnya Lily mengingat keduanya.


" Kami datang karena perintah Gala, apa kami boleh masuk?, mulai sekarang kami akan menjagamu!" ujar Jack.


" Paman Gala, baik- baik saja kan di sana?" tanya Lily khawatir.


" Aman, tidak ada yang bisa melukai Paman tercinta mu itu Lily." ujar Jack.


Lily pun merasa sangat lega.


" Paman, tapi tidak ada kamar kosong lagi selain kamar paling kecil di sana!" tunjuk Lily.


Jack dan Dex tidak masalah dengan hal itu, mereka segera menempati kamar itu untuk beristirahat.


" Lily, siapa mereka?" tanya Jack yang melihat Keinara dan Kristin keluar dari kamar seberangnya.


" Teman Lily sudah dapat ijin paman Gala, untuk tinggal bersama Lily." Jawab Lily.


" Wah teman Lily cantik-cantik Jack." bisik Dex.


" Heem, masih bersih." sahut Jack.


Maklum keduanya adalah jomblo akut, karena play boy cap kecap tidak terobati.


"Ingat pesan Gala, kita sudah tua tidak boleh nakal dengan teman Lily." ujar Jack.

__ADS_1


" Hai, gadis - gadis kalian mau kemana?" tanya Dex.


Kristin langsung bersembunyi di belakang Keinara, Keinara langsung menarik Lily ke depannya.


"Lily, kata pamanmu tidak boleh membawa pria masuk, mereka siapa?" tanya Keinara.


" Mereka paman, pamanku!" jawab Lily santai.


Keinara dan Kristin bingung, Paman Pamannya Lily, itu sungguh sulit di cerna otak mereka.


Jack dan Dex terkekeh melihat ekspresi anak gadis ingusan yang bingung itu.


" Sudah jangan pusing, intinya kami berdua Paman Lily juga." ujar Jack.


Keinara dan Kristin manggut - manggut, lalu keduanya bergilir meraih tangan Jack dan Dex dan mencium punggung tangan keduanya.


Jack dan Dex sangat terkejut, hari gini masih ada anak begitu sopan santun, pantas saja Gala membiarkan mereka menjadi teman Lily.


" Lily, kita jadi belanja?" tanya Kristin.


" Iyalah, ayo ... Aku sudah siap." jawab Lily.


" Kita antar ya!" ujar Jack.


" Kami udah ada sopir paman." jawab Lily.


Tapi Jack dan Dex tetap mengantar ketiga anak itu pergi berbelanja keperluan dapur.


" Jack, anak sekarang body nya ehem - ehem." bisik Dex.


" Benar, mereka ini karbitan apa ya?, kenapa begitu berisi dan waw." Jack dan Dex otaknya sudah mulai terkontaminasi.


Jack meraih bawaan belanja Kritin, Dex juga meraih belanjaan Keinara.


" Paman tidak usah repot-repot. " ujar Kristin.


" Jangan capek-capek pria perkasa seperti kami jangan dianggurkan." Ujar Jack.


Keduanya mencari muka pada teman-teman Lily.


" Paman, kenapa tidak ada yang membawakan belanjaan Lily?" protes Lily yang tertinggal di belakang.


Jack dan Dex segera berbalik mengambil belanjaan Lily.


Hampir saja yang paling penting tertinggal.


Setelah berbelanja mereka pulang dan menata semua belanjaan di lemari dapur dan kulkas.


Karena lapar mereka membuat sandwich saja yang paling simple untuk mengganjal perut terlebih dahulu, baru memasak untuk makan malam.


Rupanya Jack dan Dex mendapatkan kenikmatan menjaga Lily, makanan mereka terjamin dan bisa melihat 2 wanita cantik yang santun dan manis.


Di kamar Jack dan Dex.


Keduanya berencana mengejar sahabat Lily.


" Aku tertarik pada Keinara sepertinya dia pintar dan bijaksana!" ujar Jack.

__ADS_1


" Ya kau kejar Keinara saja, aku lebih suka Kristin agak galak-galak menarik." sahut Dex.


Mereka terlalu tertarik pada sahabat Lily, sampai lupa pesan Gala jika tidak boleh mendekati 2 sahabat Lily.


Keduanya pun sepakat untuk membantu satu sama lain mendapatkan 2 bocah itu.


" Uncle, tolong jangan kira aku tidak tahu." tiba-tiba ada suara Gala masuk.


Mereka lupa belum menonaktifkan microfonnya.


" Bahahah Gala, mereka sangat menarik." ujar Jack.


Gala mengomeli keduanya karena 2 anak itu sama seperti Lily sangat polos dengan percintaan.


" Bagaimana kalau kami serius?" tanya Dex.


" Aku tidak percaya, kalian ini playboy cap kecap, mau main sama anak-anak!" Gala sangat kesal.


Jack dan Dex saling memandang, mereka juga belum yakin mereka ini hanya tertarik sesaat atau memang sungguh-sungguh dengan anak-anak itu.


" Ok Gala, kami sudah lelah ... bye." Jack segera mematikan microfonnya.


Mereka lupa jika semua percakapan sedari siang tadi di dengar Gala.


" Kau idiot Jack, kenapa lupa mematikan mic nya?" ujar Dex.


" Ya rupanya memang aku sudah tua, sampai lupa." ujar Jack.


" Ya sudah kita pastikan dulu saja , jika kita sudah pasti ya maju kalau ternyata hanya penasaran mending tidak usah, dari pada Gala mengamuk." ujar Dex.


Mereka pun akan memastikan dulu dengan cara seperti Gala, bersabar, sabar, sabar dan sabar.


Mereka yang tidak sabaran harus mengikuti cara Gala yang terlalu kesabaran.


Di distrik militer.


" Tuan Grey, mereka akan menargetkan putri dari Tuan Kenan." Anak buah Grey yang menggantikan penyusup itu melaporkan semua rencana pihak musuh.


" Baik, kau bisa kembali." pinta Grey.


Grey puns segera melaporkan itu pada Panglima.


" Gala apa kau mendengarnya?" tanya Barata.


" Hemm, baik ... Aku akan turun tangan langsung, untuk urusan putri Kenan, jika ada serangan lain, kalian cepat kabari aku." ujar Gala.


Gala pun segera masuk ke mobil dan pergi melaju ke kediaman Gruvy.


Gala meminta Kenan untuk mengijinkannya menemani Zidan untuk menjaga Kirana.


Tentu saja Kenan langsung menyetujuinya karena pasti putrinya aman jika di jaga oleh Manggala.


Sementara untuk Kenan, Gala tetap memberikan penjagaan ketat tanpa lengah sedikit pun.


Kenan pun memberitahu putrinya jika Gala akan 24 jam menjaganya dan memberitahu putrinya untuk tidak membuat masalah untuk Manggala.


" Ya. Ayah, Kirana mengerti." jawab Kinara.

__ADS_1


Kinara merasa senang karena Gala akan berada di sisinya selama 24 jam.


__ADS_2