
" Kirana itu sangat membosankan, pantas saja putraku tidak menyukainya." Gumam Tantan.
" Sayang, dia adalah senjata Jimmy untuk mengendalikan Kennan, apa kau menyiksanya?" tanya Leon.
" Aku tidak akan menggunakan kekerasan pada anak bodoh itu, kau bilang saja pada Gala untuk menemuiku segera mungkin!" tegas Tantan.
"Telpon Bara saja, Gala tidak mungkin mau mengangkat panggilan dariku!" ujar Leon.
" Hais, kau ini Ayahnya kenapa sangat tidak bisa diandalkan!" Tantan pun segera menghubungi putranya sendiri.
" Ibu, ada apa?" tanya Gala.
" Datang ke kediaman, ibu sudah menemukan apa yang kau cari!" ujar Tantan.
Mendengar hal itu Gala langsung menutup panggilannya dan segera bersiap untuk menemui ibunya.
Gala pun segera terbang ke tempat tinggal orang tuanya saat itu juga.
Setelah melakukan perjalanan 8 jam.
Gala pun sampai di kediaman orang tuanya.
" Bu, ... " Gala menerobos langsung ke ruangan ibunya.
" Oh Putraku sayang, ..." Tantan langsung memeluk Gala karena sangat rindu.
" Ibu, apa Kirana dan Zidan berada di tanganmu?" tanya Gala to the point.
" Hei, kenapa kau langsung menanyakan itu?" Tantan mencubit lengan putranya karena kesal, dia dan ayahnya sama-sama menyebalkan.
" Ibu aku datang karena ingin menyelesaikan tugas!" tegas Gala.
Tantan memegangi kepalanya, benar- benar anaknya ini tidak punya hati, pantas saja Kirana membuat kerusuhan karena sikapnya sangat kejam.
" Dia ada pada Ibu, memangnya kau ingin melakukan apa pada mereka?" tanya Tantan.
" Bunuh!" tegas Gala.
" Ibu tahu, mereka sudah sangat fatal, tapi membunuh itu bukan satu-satunya hukuman yang kejam anakku!" ujar Tantan.
" Bunuh saja Ibu, jangan memberi panggung pada orang - orang bodoh." Gala sangat marah rasanya jika mengingat.
" Duduklah anakku, kita bicara pelan-pelan, ayo katanya kau ingin segera menikahi Lily, maka dengarkan Ibu." Tantan tentu tahu cara mengendalikan putranya.
Tantan menggunakan Lily agar putranya bisa dia kendalikan.
Wah, Emily ... kau bahkan menggeser tempatku di hati putraku.
Dalam hati Tantan.
" Bagaimana kabar calon menantu Ibu?" tanya Tantan dengan lembut.
__ADS_1
" Baik Bu, Gala menjaganya dengan baik, dia sekarang sudah bisa beradaptasi dengan baik di kota." jawab Gala bersemangat.
" Syukurlah, Ibu merasa sangat tenang jika begitu, sampai di mana perjuangan putraku untuk mendapatkan Lily?" tanya Tantan.
" Sampai di sini!" jawab Gala dengan tegas.
" Hah?" Tantan bingung dengan jawaban Gala.
" Sampai di sini, aku berjanji pada Emily setelah Gala menyelesaikan tugas ini kami akan menjadi suami istri, dan Lily menyetujuinya, jika ibu bertanya sampai di mana perjuangan Gala, sampai di sini Ibu, apa ibu mengerti dengan jawaban Gala?" tanya Gala balik.
" Seriusan Nak?" tanya Lily.
" Ya, Gala tidak suka berbohong dan mengada-ada, Ibu juga tahu itu." ujar Gala.
" Jadi Lily, mau menjadi menantu kami, sungguh?" Tantan seakan tak percaya.
"Meskipun dia masih tidak paham sepenuhnya, suami istri tapi Gala akan bersabar lagi." ujar Gala.
" Haaah, kirain dia benar-benar mau denganmu, itu namanya kau membohonginya!" Tantan tampak kecewa.
" Aku mau menemui Zidan dan Kirana Bu!" ujar Gala.
Tujuan Gala harus segera menghabisi Zidan dan Kirana.
" Kau tidak bisa membunuhnya Nak, dengarkan Ibu, Ibu memiliki rencana lain yang lebih baik." ujar Tantan.
"Bu, jika dia masih hidup aku akan di kejar dia terus!" ujar Gala.
Gala mengerutkan keningnya.
" Bukan hanya menyelesaikan 3 masalah, mungkin kita bisa mendapatkan keuntungan besar!" tambah Tantan.
" Baik, Gala mengikuti rencana Ibu!" Gala pun mencoba mempercayai ibunya.
Tantan, memberi tahu semua rencananya pada putranya, Gala pun langsung mengerti dengan tujuan rencana ibunya.
" Apa sudah mengerti?" tanya Tantan.
" Ya Ibu, aku mengerti!" jawab Gala.
Tantan pun meminta Gala untuk segera istirahat, besok pagi Gala juga harus menyapa Oppa dan Ommanya, baru mereka akan menjalankan rencananya dengan baik kemudian.
Gala mengambil ponselnya, dia segera menghubungi Lily, karena ini kesempatan untuknya melepas rindu.
" Paman, tumben?" tanya Lily.
" Lily sedang apa?" tanya Gala.
"Mau tidur tadinya Paman, tapi Paman telepon Lily tidak jadi tidur." Lily terlihat senang karena Gala melakukan panggilan video call dengannya.
" Hallo menantuku, aku sangat rindu padamu!" tiba-tiba Tantan nongol di layar.
__ADS_1
" Ibu, kau mengganggu saja!" protes Gala.
Tantan langsung meraih ponsel Gala, dan segera membawanya keluar.
" Bibi... " teriak Lily kegirangan melihat Tantan.
" Kau sangat chubby sekarang sayang, rupanya putraku pandai merawat anak orang" Tantan sangat gemas pada Lily.
" Suamiku, lihat menantu kita makin cantik!" Tantan membawa ponsel Gala pada Leon.
" Hallo Lily, wah kau semakin cantik nak, apa putraku menindasmu?" tanya Leon.
" Tidak Paman, Paman Gala sangat baik, dia selalu menjaga Lily dengan baik." jawab Lily.
Gala langsung merebut ponselnya dari tangan ibunya.
" Hei, kami sedang mengobati rindu malah diambil!" Tantan merebut kembali ponsel Gala dan pergi keluar.
Gala pun tidak akan bisa menang dari ibunya, dia memutuskan untuk duduk di samping Leon, dengan kesal.
"Biarkan saja, lagian kami tidak akan bisa menghubungi Lily saat kau sudah kembali." ujar Leon.
" Ya, Ayah! " jawab Gala.
" Kau tahu ibumu sangat menyayangi Lily, jadi berilah kesempatan untuknya mengobrol lebih lama." ujar Leon.
" Aku juga sangat rindu pada Lily, malah disabotase Ibu!" keluh Gala.
Leon hanya terkekeh dengan Gala, memang hati mereka akan lemah dan kalah dari wanita yang bernama Tania itu.
" Kau tidak akan menang menawan Ibumu Gala." tegas Leon.
" Ya, aku tidak akan menang melawan Lily dan Ibu!" ujar Gala.
" Nak, Ayah bangga karena kau selalu lurus dalam menegakkan keadilan, namun kau harus mengenal toleransi." ujar Leon
" Tentu aku kenal toleransi Ayah, Bonie itu juga bermasalah sebelumnya, aku menariknya ke pihakku, itu toleransi bukan?" tanya Gala.
"Benar, ... karena dia bisa diperbaiki, memang Kirana ini sudah fatal, Ayah senang kau bersikap tega pada orang yang berkhianat, tapi kau tidak harus membuat pilihan membunuhnya, karena ada hal yang lebih buruk lagi dari kematian." ujar Leon.
Gala mendengarkan ayahnya kali ini, kalau raja tega ya tentu saja ayahnya termasuk dalam golongan itu, jika tidak dia tidak akan mempertahankan gelar panglimanya begitu lama.
" Ayah aku sudah mengerti." ujar Gala.
" Bagus, didiklah Lily, Ayah Ibunya orang hebat, tentu dia memiliki basic yang kuat, agar dia tidak menjadi kelemahanmu, kau lihat Kennan, dia kaya dia smart, namun dia tidak bisa melindungi dirinya sendiri dan juga keluarganya, maka dia hanya bisa ditekan dan dimanfaatkan, untunglah dia pintar, dia tahu harus bersama siapa berjalan, tapi tetap saja dia harus mengandalkan orang lain untuk hidupnya dan seumur hidupnya." ujar Leon.
"Gala tentu akan melindungi Lily Ayah." Ujar Gala.
" Bagus, tapi lebih baik lagi jika dia bisa melindungi diri sendiri, kau takut ya kalau dia bisa melindungi diri sendiri dia tidak membutuhkanmu lagi?" tebak Leon.
Tebakkan Leon sangat benar.
__ADS_1
" Nak, aku dan ibumu itu juga terpisah jarak dan waktu, kalau sudah berjodoh kau mau bersembunyi, mau berlari kemana pun, dia akan tetap menemukanmu, jalani saja." Leon menepuk pundak putranya dan segera masuk ke kamar untuk istirahat.