
"Kakak, apa mereka mau menangkap kita?" tanya Deya pura-pura.
"Aku tidak tahu, tapi kalau di lihat dari cara mereka, mereka sangat terlatih dan cukup menyeramkan." ujar Boni.
Boni mengajak Deya bersembunyi, di tempat persembunyian yang memang sengaja di buat untuk bersembunyi di saat-saat genting.
Tapi di mana pun Boni dan orangnya bersembunyi tetap saja Bara dan Gala bisa menemukan mereka. Karena mereka membawa serta Deya.
Setelah meringkus orang - orang Boni, Bara dan Gala membuka tutup lubang tempat persembunyian mereka.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Gala pada Boni dan rombongannya.
"Hah, bagaimana bisa kalian tahu?" Boni sangat syok.
"Tangkap mereka!" perintah Gala.
Mereka pun segera diringkus diborgol tak kecuali Deya. Deya pun juga di bawa oleh Bara.
"Jangan tangkap Delina, bawa kami saja!" ujar Boni.
Bajingan ini mau bermain keren-kerenan di depan adikku.
-Dalam hati Bara-
Bara langsung menendang Boni hingga terpental.
"Diam saja, kau tidak perlu banyak bicara!" tegas Bara.
Deya langsung menghampiri Boni yang di tendang Abangnya, Bara dan Gala dengan kompak menarik baju Deya.
"Heh, jangan sentuh dia!, kalian jangan macam-macam, lepaskan Delina!" Boni masih bersikeras membela Deya.
"Kak Boni, aku tidak apa-apa, kakak duduk tenang saja, jangan sampai kena hajar!" ujar Deya.
"Aku tidak akan membiarkanmu disentuh oleh mereka!" tegas Boni.
Gala langsung memukul wajah Boni dengan satu pukulan namun cukup keras dan membuat Boni langsung pingsan.
Anak buahnya langsung terdiam setelah melihat bosnya pingsan.
Mereka segera di bawa ke kapal mereka tadi, karena tidak mungkin Gala dan bara membawa masuk kapal ke perairan tetangga.
Mereka kembali ke perbatasan lalu membawa gerombolan Boni pindah ke kapal militer yang sudah di siapkan.
Bara dan Gala langsung membawa mereka ke markas Jimmy.
__ADS_1
Sekarang Deya yang akan menjadi kunci untuk menakhlukan Boni dan antek-anteknya.
Setelah Boni sadar, Boni pun di introgasi oleh Gala dan Jimmy. Tentu saja dipukuli sampai babak belur untuk melampiaskan kekesalan keduanya terhadap Boni yang berani-beraninya sok keren pada Deya.
"Kalian memukulku terus aku tidak bisa bicara." keluh Boni.
"Memang kau pantas dipukul!" ujar Gala.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan?, aku akan berkata jujur tapi jangan kau sentuh Delina!" ujar Boni.
Akhirnya Gala dan Bara menanyakan banyak hal, Boni pun menjawabnya dengan jujur tidak ada yang ditutupi.
Setelah itu, Gala memberikan 2 pilihan menjadi anak buahnya atau mati bersama anak buahnya.
Pilihan itu tentu sulit untuk Boni, karena dia lama berpikir akhirnya Bara menggunakan Deya untuk bahan tawar menawar untuk membuat Boni segera memberikan pilihan.
Akhirnya Boni memilih untuk tunduk di bawah perintah Gala beserta antek-anteknya, namun anak buahnya banyak yang tidak setuju.
"Bos, hanya demi wanita itu kau mengorbankan kami untuk tunduk pada mereka?" Ujar salah satu anak buahnya.
"Kenapa memang?" sahut Boni.
"Bos, biarkan saja hanya wanita seperti itu banyak, kita bisa jumpai di mana saja." sahut anak buah yang lain.
Gala dan Bara langsung memukuli dua anak buah Boni tanpa ampun.
"Kenapa, kau membuat bosmu lama berpikir, hanya anak buah saja kenapa begitu cerewet!" tegas Bara.
Boni meminta Bara dan Gala untuk tidak memukuli anak buahnya.
Boni berjanji akan ikut mengabdi dan setia pada negara dan juga patuh di bawah tekanan Gala dan Bara.
Akhirnya Boni dan anak buahnya menulis surat perjanjian secara tertulis dan juga mereka di pasangi alat pendeteksi di dalam tubuhnya.
Mereka akan habis jika mereka berkhianat, mulai hari itu juga mereka ditakhlukan oleh Bara dan Gala.
"Apa kami bisa bebas?" tanya Boni.
"Tunggu ada seseorang yang ingin bertemu denganmu!" ujar Bara.
"Siapa?" tanya Boni.
"Aku." Jimmy muncul bersama Deya.
Boni sangat terkejut melihat sosok orang nomor satu itu berada dihadapannya dan yang membuatnya terkejut lagi Deya bersama dengannya.
__ADS_1
"Pak, Pak, Presiden?" Boni terlihat takut.
"Rupanya kau mengenalku!" ujar Jimmy.
Wajahnya terpampang di mana-mana, jika ada yang tidak mengenalinya orang itu pasti orang gila.
-Dalam hati Boni-
"Mengabdilah pada kedua anakku, maka aku akan melindungimu dan seluruh orang - orangmu!" tegas Jimmy.
Boni terkejut lagi dan melihat ke arah Bara dan Gala yang terlihat kembar itu ternyata adalah anak bapak presiden.
"Dad, Kak Boni baik kok sebenarnya!" Deya merangkul lengan Jimmy dengan manja.
"Apa?" Boni dan anak buahnya langsung terkena serangan jantung secara serempak.
Ternyata Deya juga anak dari orang nomer satu di negaranya. Mereka baru menyadari ternyata Mereka sudah masuk dalam jebakan.
Delina juga anak dari Pak Presiden, bagaimana bisa?, selama ini Pak Presiden tidak pernah mengekspos keluarganya kecuali Istrinya, kenapa tiba-tiba punya anak hebat-hebat?
-Dalam hati Boni-
Boni langsung syok, seketika pupuslah harapannya untuk mendekati Deya, Bara dan Gala sangat puas melihat wajah putus asa Boni.
"Pak, saya akan mengabdi bersama orang-orang saya dan berjanji tidak berkhianat." Ujar Boni mengucap janji pada orang nomer satu di depannya.
"Oke, misi selesai." Tegas Jimmy.
Bara dan Gala pun bersorak senang karena langkah terakhir rupanya cukup mudah dengan bekerja team, semua itu berkat Deya.
Boni dan anak buahnya tidak dilepaskan begitu saja mereka mendapatkan pengarahan dan harus mengetahui aturan yang sudah dibuat oleh Jimmy.
Boni tentu saja sangat terkejut dengan Jimmy, karena memiliki kekuatan sendiri fi belakang pemerintahan. Rasanya tidak menyesal bergabung.
Karena Jimmy melegalkan pekerjaan mereka, sebagian untuk negara dan sebagian untuk kekuatan di belakang pemerintahan.
Jimmy memberikan lahan untuk pembuatan senjata secara resmi. Senjata itu tentu di perjual belikan secara legal ke setiap penjuru dunia. Selain meningkatkan pendapatan negara hal itu juga membuat negara lain tidak memandang negera mereka remeh dalam persenjataan.
Jimmy juga meminta Boni untuk membuat senjata khusus untuk kekuatan di belakang pemerintahan. Dan Boni bertanggung jawab dalam pembuatan bersekala besar dan lebih canggih dari pembuatan senjata resmi.
"Jika kau sudah tahu tugasmu, maka kau bisa memulainya Minggu depan!" ujar. Jimmy.
Boni pun menyanggupinya, karena semua sudah beres kini Jimmy akan mengangkat Bara sebagai Panglima sebelum masa jabatannya habis.
Banyak juga yang tidak setuju dengan naiknya Bara di posisi Panglima, namun selama itu adalah Jimmy yang menunjuk maka tidak ada suara lain untuk keputusan Jimmy.
__ADS_1
Mereka yang tidak suka pun tidak berkutik, namun bukan karena mereka takut, melainkan menunggu Jimmy untuk menghabiskan masa periodenya dan mereka berpikir semuanya akan berubah jika Jimmy sudah turun.
Hari itu Bara benar-benar resmi di angkat menjadi Seorang Panglima. Rasanya sangat senang akhirnya impiannya terwujud. Meski pun sebenarnya yang pantas menyandang gelar itu adalah Gala, buka. Bara.