
Ros menangis tertahan,ia pergi jauh menuju dapur dari anaknya yang sudah tidur,duduk dan membenamkan wajahnya di kedua tangannya di atas meja makan,kali ini hatinya begitu benar-benar sakit dan hancur ,sesekali dia menyeka air matanya mengurut-urut dadanya yang terasa sesak karena tangisannya,dipuaskan nya menangis,akhirnya dia tau apa yang terjadi,marah,muak,sedih,rindu bercampur aduk dirasa.
"Flashback"
"Hallo bang..."
"Ros,,,apa yang kau lakukan disana,sampai hati kau Ros mempermalukan Bapak sama mama disini,apa yang kau pikirkan sampai harga dirimu gak ada,benar-benar gak punya otak kau Ros!" Terdengar suara marah Andre dari seberang.
"Abang ngomong apa?,bukan nanya kabar,tapi malah marah-marah tak jelas,emang aku salah apa bang,bikin malu apa?ko abang kasar kali,mama sama bapak juga gak bisa ditelepon,aku bingung loh bang!"
"Bingung-bingung kau bilang,masih punya nyali kau ya bicara sama abang,mama aja sudah gak mau berhubungan sama kau,bikin malu aja".
Gak enak mendengar amarah abangnya,buru-buru direkam tombol perekam suara,sehingga percakapan mereka mulai terekam.
" Apaan sih,abang coba jelaskan apa yang terjadi,abang jangan asal ngomong,aku gak tau apa-apa "Ros memohon.
" Oh gak tau,gitu?,,gak tau kalo kau selingkuh,sampai diamankan satpam di perumahan,Rosssssss,,segitu nya kau dididik sama bapak mama,sanggup kau mempermalukan mereka,sanggup kau mencoreng mukamu sendiri,kenapa Ros?kurang enak apa kau diperlakukan suamimu tinggal Terima duit,hanya mengurus dirimu dan anakmu,tapi tega kau,kau hianati juga suamimu,suamimu mati-matian cari duit hanya untuk mempercantik kau,sampai suamimu menangis-nangis ke mama sama Bapak,klo aku ada disana udah kutampari kau terlalu baik aja suamimu itu mau memaafkan kau,!"
"Ya Tuhan,abang itu gak benar,," Terasa nyeri di hatinya ternyata Ben sudah memfitnah nya,
"Udah tertangkap basah pun masih kau mengelak,foto kau waktu diamankan pun sudah ada di kirim ke bapak,kau tau bapak stroke karna kau,dan mama udah ngomong jangan pernah kau sekali-kali pulang ke kampung,mama sudah menganggapmu gak ada,uruslah dirimu sendiri,kau tanggung sendiri,memalukan,disekolahkan kau tinggi-tinggi tapi moralmu tak ada,urusan bapak gak usah pikirkan aku masih sanggup,ingat jangan pernah kau injakkan kakimu pulang ke rumah mama ya,kalo nanti suamimu masih mau Terima kau,syukur,kalo di buang rasakan sendiri,karna orang tuamu tak pernah mengajarkan hal kurang ajar samamu.!"
"Bang,......"
"Berhenti kau panggil abang ke aku,tak sudi,malu aku kau buat".
Telepon terputus....
Ros hanya bisa menangisi dirinya,jelas keluarganya marah besar padanya,tanpa bertanya apa yang terjadi sebenarnya,padahal apa yang dituduhkan satupun tak ada yang benar,terjawab sudah dia di blokir agar tak bisa menghubungi orangtuanya,
Masih di benamkan wajahnya di meja,namun kedua tangannya mengepal,rasanya ingin mencekik Ben yang masih berstatus suaminya sekarang,ternyata ini alasannya mengapa dia lebih tau papanya jatuh sakit daripada Ros anaknya sendiri,biasanya Ros yang ditelepon lebih dulu.
__ADS_1
"Rubeeeeeennnnnnnnnnn,,,," Geram rasa hatinya akan tuduhan itu,rasanya ingin menghajar suaminya saat ini juga,selama ini Ros begitu menghormati suaminya,tapi difitnah sekeji itu,begitu banyak laki-laki yang mendekatinya waktu gadis tapi tak pernah sedikitpun tersentuh oleh mereka,Ros menjaga harga dirinya sehingga laki-laki manapun menaruh rasa segan terhadapnya,lah ini sudah bersuami gimana lagi ceritanya kalo dia tak menjaga harga dirinya?.
Terdengar notifikasi aplikasi WA nya,ada beberapa poto saat habis menghajar Ben kemarin,saat disidang dirumah,dan ada foto saat di sidang di kantor,,,memang terlihat di foto semuanya fokus ke wajah Ros yang sembab,tapi itu karna menangis,diperhatikan semua ada 4 foto yang dikirim abangnya Andre.
"Bodoh kau Ruben,,baiklah,jika saat ini aku dibuang keluargaku karna fitnahan mu,aku Terima,setidaknya sudah jelas,sumber masalah ini kau,dan ini juga meyakinkan aku buat bercerai denganmu..." Ros menyeka air matanya,di diteruskannya foto tersebut ke pak Burhan selaku kordinator keamanan,
"Pak,tolong cari siapa yang memoto ini,dan yang memberikan ke Ruben,karena sudah jadi fitnah ke saya,dan sangat merugikan saya."
Tak lama satu notifikasi muncul di layar HP Ros da dibukanya,
"Baik bu,segera saya kabari!"
Kembali Ros mengutak-atik aplikasi WA nya,,dicarinya kontak pak Amir dan mulai mengirim pesan,
"Pak,maaf malam-malam mengganggu,bisa saya minta no pak Tian?".
Ternyata langsung dibalas dengan kontak " Pak Heru Kristian"
Jam sudah menunjukkan jam 10.15 tapi Ros mencoba memberanikan diri,di kirim pesan ke kontak pak Tian.
"Malam pak,saya Rosa,ada hal penting yang ingin saya bicarakan,bisa saya telepon pak?"
Ternyata langsung centang biru,berarti langsung dibaca pak Tian,dan mendapat balasan,
"Boleh.."
Dengan membaca pesan yang memberi ijin itu Ros segera menelepon pak Tian,hanya sepersekian detik sudah tersambung,
"Ada apa bu,,?"yang diseberang langsung bertanya.
" Saya memutuskan kembali bekerja pak"
__ADS_1
"Dengan senang hati bu,kami menerima ibu,kapan ibu mulai masuk bekerja?"
"Besok pak." Dengan tegas Ros memutuskan.
"Oke,,,ditunggu kehadirannya apel pagi besok"
"Baik pak,terimakasih sebelumnya"
"Sama-sama"
Dan pembicaraan merekapun terputus,Ros merasa percuma juga jika jadi pulang ke orangtuanya,di situasi yang tidak memungkinkan saat ini,dia sudah dibuang tanpa menunggu penjelasannya,setidaknya dia lega tau siapa yang jadi biang masalah nya,seiring berjalannya waktu kebenaran akan segera terungkap.
****
Di tempat lain,seorang perjaka ting-ting masih tersenyum-senyum melihat layar HP nya,dibukanya foto profil Ros di WA bersama putrinya,,
"Cantik,,tapi ko mesti orang yang punya?"
Masih penasaran dibuka aplikasi IG nya,dan mulai melakukan pencarian nama Rosa Ulianta,dan ditemukan dengan foto profil Ros sendiri memakai kebaya cream membuatnya klihatan anggun,kembali Tian tersenyum dan segera follow IG Ros,ternyata Ros jarang menggunakan IG nya terakhir upload annya 2 bulan lalu.
Dan dibukanya lagi aplikasi Fb nya,lagi dan lagi melakukan pencarian Rosa Ulianta,muncullah foto profil foto Ros dan Yola di urutan teratas,segera Tian minta pertemanan dan membuka beranda nya Ros,postingan terakhir seminggu lalu dengan postingan "kuat ya hati"
Tian tertegun membacanya,
"Apa yang terjadi Ros,ko aku merasa sakit dengan postinganmu,apa yang membebanimu?kamu yang kuat ya,aku siap membantumu" Tian menggumam dalam hati,
Dibukanya foto Ros,diambilnya beberapa foto untuk koleksinya sendiri,,
"Bodohnya laki-laki yang tak bersyukur memilikimu,dan aku menyesal tidak mengenalmu jauh sebelum Ben,bagiku kau wanita yang sempurna" Kembali Tian menggumam memuji seorang Rosa Ulianta sambil memandangi foto Ros dilayar HP nya,
Tian meletakkan hpnya di nakas,dan membaringkan tubuhnya di kasur empuk super king size nya,ditatap nya langit-langit kamarnya,berharap esok hari segera datang,ingin segera bertemu Ros,apakah dia mulai merindukan Ros?hanya Tian yang tau,mulai di pejamkan matanya namun bayang-bayang wajah Ros sangat mengganggunya,serasa Ros datang dengan muka jengkel nya seperti siang tadi, membuat Tian gemas ingin mencubit pipi Ros,tapi itu tak terjadi hanya bisa tersenyum karena Ros bukan siapa-siapa nya saat ini.
__ADS_1
Entah jam berapa matanya baru bisa terpejam,ketika terbangun sudah hampir jam 5 pagi,begegas pergi mandi yang di pikirannya pagi ini adalah Ros,baginya Ros adalah Candu saat ini.