Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
Hari pertama kerja 1


__ADS_3

Sebelum jam 4 Ros sudah bangun menyiapkan keperluannya juga putrinya yang akan dititip lagi sama mba Susan,untuk keperluan Yola udah selesai di dalam tas.


Dunia kebun mengajarkan bangun pagi,jadi sudah terbiasa jika harus bangun jam 3 subuh bagi ibu-ibu yang juga bekerja sebagai karyawan,karena setengah 6 sudah apel untuk karyawan yang terjun ke lapangan,sehingga sebelum para karyawan lapangan para staf sudah terlebih dulu apel,karena bekerja di pagi hari akan lebih semangat dibanding ketika matahari sudah tinggi,begitulah sistem kerja di perkebunan,namun berbeda di pabrik pengolahan sawit,karyawan disana akan dipekerjakan dengan bergantian dengan waktu yang ditentukan,karena pabrik terus mengolah sepanjang hari.


Ros segera menelepon mba Susan,menanyakan apa mau mengasuh Yola,kasian jika harus dititip di pamong yang disediakan Perusahaan, karena dia akan bekerja mulai hari ini,ternyata mba Susan mau,segera Ros menggendong Yola yang masih tertidur.


Mba Susan sudah menunggu di teras,mas Purwanto sedang mengopi menunggu waktu sebelum berangkat kerja,


"Aduh kasiannya anak ibu nih,mamanya mulai kerja hari ini,,"segera diambilnya Yola dari gendongan Ros dan membawanya ke dalam dan meletakkan di kasur di depan TV yang sering mereka menonton,Ros mengikuti dari belakang dan meletakkan tas perlengkapan Yola,sedang Yola masih aja tidur walau sudah berpindah tempat


" Mba,sarapan paginya di tas ya mba,handuk sm perlengkapan mandinya juga,pampers sama baju-bajunya udah didalam semua,semoga hari ini dia gak rewel ya mba,nanti kalo bisa izin sebentar kesini buat nyusui,soalnya belum punya waktu buat ke kota cari susu"


"Iya,anaknya baik budi ko Ros,semangat ya,mba aja yang jagain anakmu seterusnya,gak papa,,toh mba juga gak ada kegiatan dirumah,biar gak sepi,"


Dari teras mas Pur pun ikut menyambung "Sepi Ros yang gak punya anak ini,,"


Ros tertegun,ternyata semua rumah tangga punya persoalan beda-beda,selama ini Ros melihat begitu harmonis nya hubungan mas Pur dengan mba Susan,dan belum beruntung karna belum dikaruniai anak,


"Sabar mas,mungkin belum waktunya aja,," Ros mencoba bersikap bijak,walau di situasinya seperti sekarang ini sangat sulit menata hati dan pikiran sendiri biar tetap waras.


"Iya Ros,sampe tua pun akan ditunggu,kalopun Tuhan gak kasih gak papa,asal teman untuk menua bersama tetap setia,,hehehe"


"Dengerin tuh mba,," Ros tertawa ke arah mba susan.


"Asal iya aja,ntar kayak pak Ben ya kan Ros?"


"Ahhh udahlah mba,kumat gilaku klo ingat dia,nnti klo ada waktu aku cerita,parah mba,,tadi malam mau cerita udah kemalaman,okelah mba,aku berangkat kerja dulu ya",dilihatnya jam dinding di rumah Susan 10 menit lagi udah jam 5,segera Ros keluar dan pulang.


" Mari mas,duluan,,!"


"Oke Ros,,mas juga udah mo berangkat nih" Pur menyeruput sisa kopinya.


Ros kembali ke rumah,dirapikan nya penampilannya.


"Hari ini sehat,hari ini bahagia,Hari ini baik,hari ini berhasil...amin,amin" Ros memantapkan hatinya agar semangat untuk hari ini,memulai pekerjaan barunya.


Tepat jam 5 Ros berangkat dengan maticnya,setelah mengunci pintu rumahnya,di jalan sudah ramai dengan karyawan menuju Divisi masing-masing,sehingga tak ada rasa takut walau masih gelap.

__ADS_1


Ros tiba sebelum apel dimulai,tak lama Ros memangkirkan motornya dari belakangnya sampai pula mobil Tian,dan turunlah si perjaka tinting dengan topi bucket,dan tas selempang lengkap dengan sepatu sapety,penampilan yang terlihat keren dan tersorot lampu jalan yang terang membuat Ros salah tingkah saat Tian mendekatinya.


"Pagi bu,,,"


"Pagi pak,," Ros membuang muka,tak kuat rasanya bersitatap dengan Tian.


"Mari bu,masik keruangan,,yang lain sudah ada disana"


Ros tak menjawab,hanya mengikuti Tian dari belakang,ternyata benar semua staff sudah berkumpul untuk apel pagi ini,Tian duduk di kursi utama dan Ros duduk tidak jauh dari Tian namun masih diantarai beberapa staff.


Apel pagi ini tidak lama,dan dilanjutkan Acara perkenalan dengan Ros,karena kebanyakan sudah mengenal Ros dengan baik,hanya Tian yang berbicara bahwa Ros akan jadi manager pribadinya,dan semua urusan pekerjaan akan terlebih dahulu melalui Ros dan Ros yang akan menyampaikan ke Tian,beberapa staff ber bisik-bisik,entah apa yang dibicarakan mereka namun terdiam ketika mata tajam Tian mengarah ke mereka.


Selesai apel pagi,semua sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing di kantor utama,terlihat Isah mulai sibuk meminta laporan apel pagi dari setiap Divisi perkebunan,karena di perkebunan ini apel pagi aja ada penilaiannya,sehingga karyawan benar-benar dituntut disiplin dari segi waktu.


"Pak Amir,,,"


"Ya pak,,," Yang dipanggil segera menghampiri pak Tian dan meninggalkan meja kerjanya.


"Tolong siapkan ruangan khusus untuk ibu Rosa,mungkin bisa di sekat di bagian sana sekitar 3 x 3 mtr saja,dan pastikan ada pintu antara ruangannya dengan ruangan saya,dan lengkapi ruangannya dengan peralatan kantor"memang terlihat masih bisa menyekat untuk menjadikan ruangan di dekat ruangan pak Tian.


"Siap pak,segera saya sampaikan ke PU,,hari ini semoga bisa selesai"


"Baik Pak,,"


Pak Amir langsung menghubungi pihak PU,agar segera mengerjakan apa yang diperintahkan pak Tian,berhubung urgent pihak PU segera menyiapkan bahan untuk pembuatan ruangan tersebut,langsung di dampingi oleh Pak Morang kepala PU di perusahaan tersebut dan mengerahkan 4 orang karyawan yang khusus mengerjakan pekerjaan bangunan.


Ros mengikuti Tian dari belakang menuju ruangan Tian yang cukup luas,interior kantor Tian tidak kalah bagus dengan kantor para Bos yang di kota-kota,Ros memasuki ruangan pak Tian merasa kagum,pdahal kemarin dia sudah masuk ke ruangan ini,namun karena lagi kesal dia tak terlalu memperhatikan,selain kantor ternyata didalam ada juga ruangan yang diyakini Ros adalah kamar pribadi Tian,mungkin tempat istrahat nya disiang hari.


Ada sedikit rasa canggung dalam diri Ros,hanya berdua di ruangan tersebut,Ros duduk di salah satu kursi yang berhadapan dengan meja Tian,tak lama terdengar ketukan dari luar,


"Tok,tok,tok,,"


"Iya,,masuk,,"


Pak Amir masuk membawalaptop baru.


"Ini pak laptopnya,sudah di instal untuk program sistemnya,,"

__ADS_1


"Ohh,,tolong diberikan ke bu Ros." Tian yang sibuk sendiri memerintahkan pak Amir.


"Ini bu,mungkin Bapak bisa menjelaskan apa-apa yang menjadi tugas ibu untuk menunjang pekerjaannya." Pak Amir menjelaskan,karena untuk pekerjaan kali ini dia tidak paham,apa yang akan di kerjakan oleh Ros.


"Baik pak,," Ros tersenyum menerima laptop tersebut.


"Permisi pak,saya kembali ke ruangan saya dulu,ada laporan yang harus segera saya selesaikan."


"Silakan pak,,"


Ruangan kembali sepi,Tian masih sibuk dengan berbagai berkas yang harus ditandatangani,Ros pun hanya terdiam menunggu Tian selesai dengan pekerjaannya.


Untuk mengisi waktunya selama menunggu Ros membuka laptopnya,dicarinya flashdisk yang selalu disimpannya,masih banyak data di sana dan dipindahkan ke laptop,mungkin nanti akan membantu suatu saat,karena dia harus belajar lagi dimana pekerjaan kali ini tidak sama dengan sebelumnya tapi setidaknya dia tidak sering bertanya dengan pak Tian.


Telihat pak Tian sudah menyelesaikan pekerjaannya,dipandangi Ros yang sedang mengutak-atik laptop dihadapannya,,


"Sudah sarapan Ros?" Tanpa mengalihkan pandangannya dari Ros.


Dan yang dipandang merasa kikuk dipandangi seperti itu,terasa pipinya panas,Ben yang 2 tahun jadi suaminya saja gak pernah nanya udah makan apa belum.


"He hmm bbbelum pak,," Ros gugup..


Pak Tian mengambil benda pipih di saku bajunya dan mengutak-atik hpnya mencari nama dikontak,segera pak Tian melakukan panggilan,


"Pak Rahmad,tolong antar dua porsi lontong sayur ke ruangan saya ya" Ros sudah pasti tau pak Rahmad yang istrinya membuka kantin di dekat kantor,dan tiap pagi menyediakan sarapan pagi.


Tak menunggu jawaban pak Tian sudah memutuskan pembicaraan.


"Mungkinlah semua bos seperti itu belum lagi tau itu makanan masih ada atu sudah habis,dasar?" Ros membatin dalam hati.


Terdengar notifikasi dari hp Ros,,diambilnya HP tersebut dari tasnya,terihat pesan di WA dan segera dibukanyadari pak Burhan.


"Pagi bu,maaf baru pagi ini bisa kasih kabar"


"Mengenai poto tersebut,itu yang foto pak Dayat satpam saya,itu dipoto untuk pembuatan laporan piket mereka,mungkin kemarin ibu juga tau pak Dayat ada bersama saya."


"Kata pak Dayat,pak Ben minta dikirimi poto tersebut ke dia,katanya cuma bukti le atasannya karena tidak izin gak masuk selesai jam istrahat."

__ADS_1


"Maaf ya bu,apa bisa ibu ke pos keamanan depan kantor,tadi saya melihat ibu,"


Ros menatap layar HP nya,ada buliran bening jatuh diantara hidungnya,segera Ros menyeka nya.


__ADS_2