
Terdengar ketukan dari luar kamar dan suara cempreng anak kecil memanggil manggil Rosa.
" Mama,,, mama,, mama,,, buta intuna mama." Dengan berulang ulang panggilan itupun membangunkan Rosa yang masih berada dipelukan pak Tian.
Rosa meraba raba ponselnya yang diletak di nakas, dengan mata membelalak Rosa melihat ternyata sudah hampir jam sepuluh pagi, sementara suara Yola masih terdengar memanggil manggil namanya.
" Sayang,, bangun dah hampir jam sepuluh, Yola ada diluar tuh," Rosa dengan buru buru mencari bra nya yang tak sempat dipakainya tadi malam, dan segera dipakainya lalu bergegas ke arah pintu untuk membukakan pintu.
" Pagi kaka ipar yang cantik sejagat raya,," Rosa di kejutkan dengan kehadiran Alexandria yang sering di panggil Sandra oleh keluarga bersama Yola di pintu dengan senyum mengembang nya, dengan tersenyum Rosa membalas sapaan adik iparnya.
" Hai,, pagi,, yuk masuk, maaf baru bangun," Ucap Rosa sambil memeluk dan menciumi Yoka dan segera menuntun Yola masuk, karena seharian semalam tak bersamanya, mereka beriringan memasuki kamar Rosa dan Tian yang cukup luas.
" Ya ampun,, kak Tian jam segini masih tidur,, hayooo begadang ya semalam, ihh kaka, mandi gih,, jorok ?" Dengan berani ditariknya selimut kakaknya yang sedang berpura pura tidur.
" Makanya sana kawin, biar tau yang enak enak," Dengan enteng pak Tian menjawab pertanyaan adiknya dan masih memeluk guling serta membenamkan wajahnya disana.
" Gak ada yang mau ka,,, cariin donk!" Dengan manja sandra memilih duduk ditepi ranjang kakanya yang masih memeluk guling.
" Uncle, uncle, ko bobo teyus?" Yola menghampiri pak Tian dan menarik narik bajunya agar bangun.
" Ohhh,,, anak gadis udah disini," Pak Tian langsung duduk dan mengangkat tubuh Yola naik ke tempat tidur.
" Yola indu lo uncle,,," Yola dengan manja bergelayut di leher pak Tian.
" Ko panggil uncle lagi?, panggil papa ya!"
" No, no, no, no,, papa ,,, no, no, no, no, papa" Dengan jari telunjuk yang digoyang kan ke arah pak Tian Yola menolak memanggilnya papa.
" Loh,,, ko gak mau,, terus panggil apa kalo gak mau panggil papa?"
Yola hanya menggeleng tapi kembali memeluk pak Tian dengan perasaan rindunya, seharian semalam Yola sama mama Maria aja, membuat Yola kecarian, setiap kali Yola bertanya, mama Maria selalu mengalihkannya dengan bermain sehingga Yola kecapean dan akhirnya tertidur.
" Kalo panggil Ayah Yola mau?" Kembali pak Tian bertanya pada gadis kecil yang belum berumur tiga tahun ini.
Kali ini Yola memandang wajah pak Tian seperti berpikir setelah melepas pelukannya.
" Ayah,, Ayah Uncle?" Rasanya mungkin sulit menghapus nama uncle yang selama ini menjadi panggilannya ke pak Tian.
" Hahahaha,, mana ada Ayah Uncle,," Dengan tertawa pak Tian mencium gemas anak tirinya.
__ADS_1
Sementara Rosa dan Alexandria ikut tertawa melihat tingkah lucu Yola yang sedang berunding masalah panggilan di antara dirinya dan pak Tian.
" Panggil Ayah aja ya!" Ucap pak Tian lagi.
" Ayah aja?" Dengan lucunya Yola bertanya balik, membuat pak Tian kembali menghujani nya dengan ciuman ciuman gemas sehingga Yola tertawa geli.
" Gak boleh panggil uncle lagi harus panggil ayah ya, kalo gak ayah cium terus," Ucap pak Tian dengan ancamannya.
" Ampun Ayah aja,,, iya Yola panggin Ayah aja!" Yola yang takut rasa geli pun kembali mengoceh lucu, Mendengar itu pak Tian tertawa keras.
Melihat suaminya dan putri nya Yola asik sendiri dengan temu kangen mereka, Rosa memilih pergi mandi, membersihkan tubuh nya yang kembali terasa lengket karena pertempuran semalam.
Sementara Alexandria mulai disibukan dengan ponselnya setelah berpindah duduk di sofa yang ada dikamar tersebut, sesekali dia ikut tertawa melihat kaka dan keponakan tirinya yang masih tanya jawab.
" Mama Yola bobok cama Ayah aja?" Yola bertanya lagi dengan ciri khasnya memiringkan kepalanya selesai bertanya, dan akan tegak kembali setelah mendapat jawaban.
" Iya,, mama Yola bobok sama Ayah!"
" Telus,, Ayah aja peluk mama Yola kalo bobok?"
" Iya, di peluklah, kan bobok sama,,"
" Maafin ayah ya,," Dengan wajah yang dibuat memelas pak Tian memohon maaf pada putri tirinya, benar saja Yola langsung memeluk pak Tian dan tersenyum lebar.
" Tapi Ayah aja janji ya, boboknya cama Yola cama mama juga, Ayah aja bobok cini, Yola bobok ekat ayah aja cini mama Yola bobok cini," Yola menjelaskan lagi jika mereka tidur dia ada di antara pak Tian dan mamanya Rosa, jelas membuat Alexandria tertawa cekikikan sementara pak Tian hanya bisa mengantuk angguk agar Yola tak merajuk.
" Duh kapan ayah sama mamanya bikin adek?" Sandra berkomentar dari sofa dengan tertawa geli.
" Hmmm,,, Yola senang ya kalo punya adik kayak adik kecilnya ibu Susan?" Tanya pak Tian serius memandang wajah imutnya Yola.
" Mau ayah aja,," Dengan girangnya Yola menjawab.
" Kalo mau adik kecil, gak boleh bobok sama ayah, ayah cuma boleh bobok sama mama biar kita punya adik kecil," Dengan wajah yang dibuat seserius mungkin pak Tian menjelaskan.
" Jadi Yola bobok cama capa?" Kembali disedekapkan kedua tangannya dan tak ketinggalan dengan bibirnya yang manyun.
" Sama auntie sandra," Jawab pak Tian dengan menahan tawanya, sementara Alexandria yang mendengar tidak Terima.
" Ohh tidak,,, sama oma aja, soalnya auntie boboknya ngorok kuat" Ucap Alexandria sambil meperagakan suara ngorok yang sedikit menakutkan buat Yola.
__ADS_1
Benar saja Yola bergidik takut dan memeluk pak Tian, membuat sandra tertawa cekikikan di balik telapak tangannya.
Rosa keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai baju santai dengan gulungan handuk dikepalanya.
" Wiiihhh kaka keramas,,," Sandra kembali menggoda kaka iparnya, membuat Rosa tersipu.
" Kamu kapan nikahnya hmmm?" Kali ini Rosa bertanya pada Sandra.
" Gak ada yang mau,,!" Ucap Sandra enteng dan kembali bermain ponselnya.
" Siapa yang mau coba, cantik sih iya, tapi ngomong gak pake saringan, yah yang tadi pingin dekati infil duluan." Pak Tian kali mengomeli adik perempuanya.
" Ihhh kaka segitunya,," Sandra terlihat cemberut.
" Ohh iya,, denger denger kamu suka seseorang ya san saat di gereja semalam," Rosa mengalihkan pembicaraan mereka.
" Hehehe,,, keluarga kaka ya?"
" Yang mana?"
" Jas nya samaan dengan jas yang abang kaka pakai, dan duduk dekat mereka juga," Ucap Sandra malu malu.
" Haah,,, Parulian San?" Rosa menutup mulutnya dan memandang pak Tian.
" Hahahaha,,, itu adik sepupu kakamu San,," Pak Tian malah tertawa membuat Sandra cemberut.
" Mati aku,,," Ucap Rosa menepuk jidatnya dan ikut tertawa.
" Emang kenapa?" Sandra bertanya.
" Ya ga papa sih,,"
" Kan masih single kan ka?"
" Setahu kaka ya single, emang kamu bener suka,? biar kaka bantu buat dekatin!"
" Beneran?"
" Hmmm,,, boleh kan sayang?" Rosa meminta persetujuan suaminya.
__ADS_1
" Selagi laki-lakinya baik ya gak papa, tapi takutnya malah infil sama kamu," Ucap Pak Tian tertawa.