
Rosa tiba di rumahnya dan segera memarkirkan motornya, ada beberapa pasang mata yang melihat kepulangannya pagi ini siapa lagi kalo bukan ibu-ibu tetangganya, tapi Rosa tak peduli seakan tak melihat pandangan mereka, namun saat membuka pintu dari belakang muncul Susan.
" Ros,,, "
Rosa sampai terkejut karena tidak menyangka kehadiran mba Susan di teras rumahnya.
" Eh mba Susan udah pulang, kapan mba nyampenya?, yuk masuk dulu, " Rosa membuka pintu dan mengajak mba Susan masuk.
" Iya, tadi malam pas hujan-hujan itu nyampenya, tadi malam kesini bawa martabak buat kamu dan Yola malah pintunya kekunci, orang yang dicari gada,, ditungguin sampe jam dua belasan gak pulang-pulang, nginap dimana klian? Ko Yola gak ikut pulang? " Mba Susan mengikuti Rosa dari belakang dan duduk di sofa di ruang tamu Rosa.
Deg.... jantung Rosa seakan berhenti, belum pernah sekalipun dia nginap di tempat lain tanpa sepengetahuan mba Susan, apalagi sejak perceraiannya dengan Ben mba Susan dan Mas Pur seperti menjadi keluarga pengganti baginya, selalu ada saat dibutuhkan Rosa, dan apapun yang sedang dihadapi Rosa mba Susan selalu ada jadi orang pertama jadi pendengar dan menolongnya, dan kali ini serba salah mau jujur maupun berbohong.
" Iya mba, semalam ada berkas yang harus saya kerjakan dengan pak Tian dan harus segera selesai malam tadi, tapi karena Yola cuma mau sama pak Tian kerjaan dipindah ke Paviliun Bapak biar bisa sekalian jaga Yola, tapi belum selesai kerjanya malah hujan, dan Yola udah ketiduran, jadi Bapak nawarin buat nginap aja, kebetulan pak Tian juga lagi sakit " Kata Rosa berbohong, semoga mba Susan percaya dan tak bertanya lagi.
" Lah terus gimana ceritanya Yola ditinggal lagi? " Mba Susan sepertinya kurang percaya.
" Iya mba,, tadi kami kesiangan, terus Yola nya gak mau pulang mba, ya udah saya tinggalin sama bu Titik art disana, berhubung kerjaan semalam belum saya bereskan makanya saya cuma mau mandi dulu, gak enak mba mandi disana pulanya gada baju ganti " Rosa beralasan masih berharap mba Susan percaya.
" Ros,, mba cuma mau ingatin, kamu jaga diri, jaga perilaku, mba gak mau dan gak suka kalo kamu itu jadi bahan bicara orang lain, mba udah anggap kamu itu adek nya mba,"
" Iya mba, makasih," Rosa yang duduk di sofa yang sama dengan mba Susan cuma bisa menunduk.
" Tadi pagi orang-orang dah sibuk ngomongin kamu di luar situ, yang bilang kamu gak pulang-pulang, bilang kamu jablailah, bilang kamu lagi godain pemilik kebun lah, Ros,, gimanapun baiknya kamu, status kamu sekarang itu membuat apa yang kamu lakukan semua salah,," Mba Susan menceritakan apa yang didengar pagi ini, dan pastinya tidak terima makanya dia ingin langsung menunggu dan menemui Rosa.
" Mba,, maaf, udah buat mba kesal dengan mereka,," Ros hanya bisa meminta maaf dan menggigit bibirnya karena merasa bersalah.
" Mba tau,, kamu sekarang fokus sama kerjaan kamu dan juga Yola, tapi banyak yang tidak tau seperti apa perjuanganmu saat ini, seberapa lelah kamu jadi seorang single parent,, tapi mba minta jaga sikap ya Ros, mba gak mau kamu jadi bahan crita orang!"
Rosa malah menangis, mba Susan berusaha menenangkannya dengan mengusap-usap punggungnya seakan memberi kekuatan buat Rosa, namun tangisnya semakin kencang, hingga sesenggukan membuat mba Susan memeluk Rosa,
__ADS_1
" Udah,, ngapain nangis, itu biasa kalo diomongin orang, yang tau diri kamu kan cuma kamu."
" Mba maafin aku,, sebenarnya semalam aku gak kerja,,,, dia ngungkapin perasaannya ke aku mba, " Rosa menceritakan semua kejadian mulai Yola yang dibawa sama Heru dan berakhir nginap di Paviliun pemilik Perkebunan, Rosa gak mau berbohong dan pastinya akan ada kebohongan selanjutnya, dan bukannya mba Susan marah malah tersenyum seolah memberi dukungan kepada Rosa.
" Jadi ceritanya baru jadian dan udah punya pacar nih? " Mba Susan seperti menggoda Rosa yang sudah melepaskan pelukannya dan sedang menyeka air mata di pipinya, " Terus kenapa harus bohong tadi? Pake acara nangis-nangis gitu," Mba Susan mencebikkan bibirnya ke arah Rosa.
" Ihh mba,," Rosa mencubit pinggang mba Susan membuat mba Susan menjerit karena sakit.
" Kamu tuh paling gak bisa bohong, mba itu udah paham kamu,, tapi mba ingatin kamu harus pinter jaga diri, mba udah tau kalo pak Tian itu ada hati sama kamu, bahkan mas Pur sendiri pernah ngomong, cara pak Tian liat kamu tuh katanya beda, seperti nya suka sama kamu, cuma kamu nya aja terlalu gak open, syukurlah klian udah jadian,, semoga segera dihalalkan, percayalah mba dukung kamu," Mba Susan tersenyum kearah Rosa
" Mba, tapi aku masih trauma, takut gagal lagi, aku mau mengenal Heru dulu."
" Heru siapa?."
"Pak Tian,, namanya kan Heru Kristian mba,, dia minta aku panggil namanya Heru,"
" Cieee,, udah ganti-ganti nama segala,,"
" Hahaha,,, Indra Bruggman pula,,"
" Udah ah mba,,mba cerewet, jujur salah, bohong juga salah"
" Kamu itu gak bisa bohong loh Ros,, kamu itu orangnya jujur, jadi kalo kamu bohong orang tau, eh tapi kamu suka gak sama si Tian eh Pak Heru mu tuh??, secara tampannya kayak Indra Bruggman juga, hidung nnya itu loh Ros, bikin mba klepek-klepek " Ujar mba Susan semangat.
" Apaan,, tuh denger mas Pur kapok,, "
" Bersyukur kamu Ros dicintai pak Tian,, kamu bisa menilai pak Tian itu seperti apa, ngapain kamu trauma juga, apalagi Yola dekat dengan dia, apa lagi yang kamu ragukan,? Intinya sayang ke kamu,sayang ke Yola, bisa menerima kamu dan status kamu itu udah cukup." Mba Susan memberi pengertian.
" Tapi mba,, gimana lagi dengan orang tuaku yang sampai sekarang masih menutup akses komunikasi denganku, gimana jika mereka tau nanti takutnya tuduhan yang di tuduhkan bang Ben semakin membuat mereka percaya,, aku gak mau mba memperkeruh hubunganku dengan orangtua dan abangku satu-satunya." Rosa menceritakan kegalauan hatinya.
__ADS_1
" Udah,,, semua niat baik pasti ada jalan keluar,, jika kamu yakin dengan pilihanmu keyakinanmu menunjukkan jalan sendiri nantinya,,pak Tian juga pasti tidak akan lepas tangan dengan hubunganmu dengan orangtuamu,,percaya saja pasti ada jalannya, pak Tian itu memilihmu pasti punya alasan yang tepat, mustahil kan laki-laki setampan dan semapan dia gak ada perempuan yang mau, kamu itu orang baik Ros, pantas di cintai orang baik juga, hanya saja bertemu dengan orang yang tidak tepat kemaren, kali ini semoga jodoh ya Ros."
" Semoga ya mba,"
" Hmmm,,, mba doakan yang terbaik buatmu, Yola juga Heru mu "
" Ih,, gak usah gitu kali dong mba,,"
" Lah,,kenapa memang,,tapi kamu bilang namanya Heru?"
" Udah ah,,mau mandi dulu,,dah hampir tengah hari, takut Yola nyariin,, eh mba temanin dong nanti ke Paviliun nya pak Heru jemput Yola, ntar diceritain aneh-aneh lagi."
" Oke,, udah kangen juga sama Yola"
" Habis mandi ya mba kita luncuran ke sana,,mau pulang apa nungguin?"
" Ihhh,, ngusir kamu ya?"
" Bukan gitu mba,, takutnya pas mandi mba pulang, pintu gak dikunci, bisa-bisa ada yang datang,, ihhhhh serem" Ros begidik sendiri seakan takut makanya gak pernah sekalipun lupa mengunci pintu.
" Dasar penakut,, ya udah mba pulang aja, sekalian ijin mas Pur." Mba Susan berdiri dan beranjak pulang.
" Ya udah,,ditunggu aja ya mba."
Mba Susan mengacungkan jempolnya tanda setuju, Ros segera menutup pintu dan langsung mandi menyegarkan tubuhnya yang terasa sudah lengket.
Tadi malam rencananya hari ini jalan-jalan namun gagal karena Heru tiba-tiba demam, ya sudahlah pulanya Rosa belum siap sering bersama dengan Heru, walau setiap hari mereka bertemu namun itu di kantor tapi Rosa selalu menjaga jarak dan bersikap profesional dalam bekerja, sehingga membuat Heru tak memiliki kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya, dan kesempatan tadi malam benar-benar dimanfaatkan oleh Heru, membuat Ros merasa masih tak percaya mengingat kenapa dia bisa menerima Heru, jika selama ini Rosa hanya bisa mengagumi dalam hati bahkan untuk lebih dekat dengan status pacaran pun tidak pernah terpikir olehnya, namun kini ada ikatan antara mereka yang mungkin tidak tahu kelanjutannya nanti seperti apa, yang Rosa tau saat ini sudah ada hati yang harus dijaga.
Diselesaikan acara mandinya dan dipilihnya baju kaos dan celana jeans pendek di atas lutut, terlihat penampilan santai namun terlihat sangat cocok di tubuhnya yang semampai dan kulit nya yang putih bersih, jika orang melihat dan belum mengenal Rosa, mereka tak tau jika Rosa pernah menikah dan punya anak.
__ADS_1
Disisirnya rambut sebahunya, dan sedikit memoles bedak diwajahnya dengan make up minimalis menyempurnakan penampilannya saat ini, dulu penampilannya sehari2 sebelum menikah ya seperti ini, santai namun tak berlebihan, sehingga banyak yang mengagumi.
Setelah dirasa cukup, Rosa segera keluar dan mengunci semua pintu, ternyata mba Susan juga sudah menunggu di teras rumahnya dan sedang mengobrol dengan mas Pur, setelah berpamitan merekapun pergi menuju Paviliun pak Tian.