
Rosa dengan anggun membawa bunga pengantin ditangannya, mereka berjalan di karpet merah bersama Andre menuju altar yang disana sudah ditunggu oleh pak Tian dengan senyum bahagianya, Rosa menggandeng Andre abang satu satunya sebagai pengganti bapaknya yang sudah tiada, semua yang hadir untuk menyaksikan pemberkatan mereka sangat terharu apalagi yang tau perjalanan cinta mereka hingga sampai ke pemberkatan hari ini.
Tak terkecuali mba Susan, mas Pur pun ikut mengabadikan dengan camera ponselnya, berulang kali mba Susan terlihat menyeka air matanya dengan tissue, dengan senyum mengembang mba Susan tak melepas pandangannya pada Rosa yang berjalan dengan baju pengantin mewahnya, saat pandangan Rosa bertemu dengan mba Susan, terlihat kebahagian di wajah Rosa, ingin rasanya mereka berpelukan mengungkapkan rasa bahagia yang saat ini mereka rasakan.
Saat mendekati altar, pak Tian langsung menjemput Rosa, di ulurkan tangannya dan disambut Rosa setelah melepaskan gandengan tangannya dari Andre terlebih dahulu, semua pasang mata yang melihat ikut tersenyum dan baper dengan perlakuan manis pak Tian.
Alexandria dan Natalia adik perempuan pak Tian juga hadir duduk bersama pak Musa dan mama Maria, dan tak ada keluarga yang lain karena pak Musa adalah anak tunggal, dan mama Maria punya saudara tante Glo, namun tinggal jauh di Australia dan hanya tante Glo saudara satu satunya, sementara mama Maria sejak remaja sudah yatim piatu,
Kedua adik perempuan pak Tian sangat cantik dengan gaun pesta yang cantik dan pastinya mewah mereka dengan warna merah maron.
Yola tak kalah cantik, dengan gaun yang bahannya sama dengan Rosa duduk cantik bersama Mama Maria, mereka sangat dekat, dan terlihat jika mama Maria juga sangat menyayangi cucu tirinya, Yola diapit mama Maria dan pak Musa, dan sangat penurut seperti mengerti jika hari ini adalah pernikahan mamanya.
Tak jauh dari mereka ada Parulian juga hadir dengan stelan jasnya berwarna navi samaan dengan Andre membuatnya terlihat lebih gagah dan tampan, dia begitu mempesona dimata Alexandria adik dari pak Tian, sering kepergok jika dia mencuri pandang kepada Parulian, namun Parulian hanya memberikan senyumannya agar tidak dikira sombong.
" Lia, itu yang duduk deket tembok keluarga ka Rosa ya?" Tanya Sandra pada Natalia penasaran.
" Ntah" Natalia cuma mengangkat bahunya tak tahu menahu.
" Payah,,," Sandra mengerucutkan bibirnya.
" Suka?" Samperin sana." Ucap Natalia juga kesal.
" Sttt,,, berisik aja, " Mama Maria menegur kedua anak perempuannya.
__ADS_1
Bu Rosni yang duduk bersama anak dan menantunya Andre dan Mona juga Parulian hanya tersenyum mendengar pembicaraan anak dari besannya tersebut.
Selain mereka banyak orang penting dan teman teman bisnis pak Musa, jelas mereka terlihat sangat berbeda dengan undangan yang lain karena penampilan mewah mereka.
Rosa dan pak Tian duduk paling depan di kursi pengantin yang telah disediakan di dekat altar dimana mereka akan diberkati, genggaman tangan pak Tian sedikit mengurangi nervous pada diri Rosa, padahal ini bukan yang pertama baginya, tapi malah Pak Tian yang lebih tenang daripada dirinya.
" Kamu cantik banget, pangling aku." Pak Tian berucap sedikit berbisik dekat dengan telinga Rosa, membuat Rosa tersipu malu dan menggigit bibirnya sendiri.
Prosesi pemberkatan pun dimulai, semua keluarga dan undangan pun antusias mengikuti berjalannya acara, setelah mengucapkan janji suci pernikahan merekapun diberkati oleh pendeta Antonius yang bertugas di gereja tersebut, dan sah sudah menjadi suami istri, dilanjutkan dengan mereka saling menyematkan cincin yang indah di jari manis pasangannya, membuat keluarga tak kuasa menahan keterharuannya.
Senyum bahagia terpancar dari sepasang pengantin ini, membuat siapapun yang melihat pasti sangat iri, pengantin pria yang sangat tampan dengan stelan jas mewah berwarna putih sangat cocok dengan pengantin wanita yang memakai stelan kebaya panjang yang sudah didesain sebegitu mewah dengan warna gold membuat orang berdecak kagum dan meyakinkan jika meraka bukanlah orang biasa.
Usai sudah acara pemberkatan dan dilanjutkan dengan salam salaman dan acara berfoto bersama keluarga, mengharuskan Rosa dan pak Tian harus tersenyum sepanjang sesi pemotretan, tapi bukan hal yang terpaksa buat mereka, karena hari ini adalah hari bahagia mereka.
Pak Musa telah mem boking hotel tak jauh dari Gereja dimana Rosa dan pak Tian diberkati, dan sejak jauh hari sebelum prosesi pemberkatan pak Musa sudah menyiapkan semua, karena setelah pemberkatan, keluarga dan undangan kolega pak Musa akan tinggal di hotel sementara, sampai pada hari resepsi pernikahan Rosa dan pak Tian karena pemberkatan dan resepsi berjarak dua hari.
" Wahhh pengantin baru,, cie cie, cie." Sandra menggoda kaka nya yang baru turun dari mobil diikuti oleh Rosa didepan hotel.
" Mau nikah juga kamu?, emang ada yang mau?" Pak Tian tak mau kalah dengan merangkul Rosa di hadapan orang orang yang lebih dulu tiba di hotel sebelum mereka, membuat Alexandria mencubit lengan kakanya kesal, tapi malah membuat pak Tian tertawa.
" Selamat dan semangat bertempur ya yan!" Mas Pur pun tak mau ketinggalan membuat mba Susan menyenggol lengannya karena merasa risih dengan ucapan suaminya.
" Huss,, mas ada ada saja," Ujar mba Susan.
__ADS_1
" Eh,, dulu kita digodain juga loh kayak ini," Mas Pur membela dirinya sendiri sambil terkekeh, membuat mba Susan akhirnya terdiam mengingat kembali, dulu juga mereka seperti itu digodain keluarga dan teman teman mereka.
" Bikin cucu yang banyak buat papa ya!" Kali ini pak Musa ikut berkomentar membuat pipi Rosa semakin memerah seperti tomat.
" Siap mas,, siap pa,, dengan semangat empat lima." Ucap pak Tian hingga Rosa yang merasa sangat malu dan mencubit paha Pak Tian.
" Gak malu apa?" Ucap Rosa menahan kesal, pak Tian hanya menanggapi dengan wajah tak berdosanya memandang Rosa.
" Ya sudah, kita ke Resto hotel ini yuk, kita makan siangnya disana dan sudah saya boking selama kita disini, silakan, dan untuk yang belum sampai disini akan diarahkan oleh petugas hotel" Ucap pak Musa menjelaskan.
" Untuk kalian berdua, beristirahatlah, nanti petugas hotel mengantarkan makanan kesana, Rosa juga terlihat sudah lelah." Lanjut pak Musa karena kasihan melihat Rosa yang sudah tak nyaman dan risih dengan pakaiannya.
" Emang gak papa pa?" Tanya pak Tian.
" Ya gak papa,, pemberkatan kan udah selesai, resepsinya masih dua hari lagi, ngapain juga nunggu resepsi?."
" Benar kata papa, klian istrahatlah ke kamar klian, Yola mama aja yang urus, anaknya tak rewel ko, pulanya klian harus istrahat dua hari lagi resepsi pernikahan klian," Kata mama Maria menimpali sambil menggendong Yola yang tertidur sejak keluar dari Gereja.
" Ada yang gak sabaran tuh," Natalia ikut menggoda kakanya.
" Kayaknya anak gadis papa dua duanya pingin nikah juga loh pa," Pak Tian tak mau kalah menggoda adik perempuan nya.
" Ihhh,,, apaan,,?" Alexandria protes.
__ADS_1
" Ehh iya,, ka Sandra mungkin kebelet beneran, tadi diam diam merhatiin cowok ganteng, terus nanyain Lia si cowok siapa?" Sontak membuat Alexandria membekap mulut Lia agar tak semakin lancar ngocehnya.
" Ck ck ck,,, siap siap pa modal lagi." Ucap Pak Tian tertawa mendengar ucapan Natalia adik bungsunya dan berlalu menarik tangan Rosa meninggalkan keluarganya dan Alexandria yang cemberut menuju kamar mereka.