Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
Rasa penasaran yang meninggalkan cinta


__ADS_3

Rasa penasaran yang meninggalkan cinta


Setelah memutuskan pembicaran dengan pak Musa, Tian bembuka beberapa laporan yang tadi diserahkan Rudi,ada yang harus segera ditandatangani olehnya,di cek nya satu-satu berkas tersebut merasa tak ada yang perlu dipermasalahkan dia menandatangani semua hingga selesai,hingga ada satu berkas ternyata Rekom yang diminta Ros sudah ada bersamaan dengan berkas-berkas tadi,dipandangi nya nama yang tertulis disana Rosa Ulianta S.


Teringat betapa bersemangat nya dulu papanya bercerita tentang Ros setiap telepon atau ketika bertemu dengannya,betapa dipuji nya seorang Ros yang pekerja keras kadang membanding-bandingkan kedua putrinya yang membuat kedua putrinya cemberut dan merajuk,tapi tidak menumbuhkan amarah di kedua putrinya,yang malah sering menggoda kaka laki-laki nya untuk memperistri Ros,namun cerita itu hilang sejak dua tahun lalu,dan Tian pun semakin penasaran dengan cerita papanya,bukan tidak pernah Tian mencari keberadaan Ros di media sosialnya,namun nihil tidak ketemu,karena tidak tau nama lengkap seorang Ros.


Rasa penasaran itu berubah jadi perasaan cinta saat pertama kali tau sosok Ros,sedikit kecewa ternyata Ros sudah milik orang,baru tau ternyata alasan papanya selama ini tidak pernah lagi bercerita tentang Ros karna Ros sudah menikah,


Tapi mengingat permasalahan Ros saat ini ada peluang baginya walau hanya 1 persen untuk lebih mengenal Ros,terkadang orang menilai dirinya akan lebih gampang memilih wanita mana saja yang dia suka untuk dijadikan pasangan,mengingat parasnya yang tampan,tubuh yang atletis,anak seorang pemilik perkebunan akan mudah mendapatkan apa yang dia mau termasuk wanita,namun itu tidak berlaku dengan Tian,di usianya yang belum menginjak 30 tahun belum ada yang benar-benar dia temukan wanita yang membuat hatinya jatuh cinta.


Tapi hanya dengan cerita-cerita papanya tentang Ros selama ini bisa membuat hatinya merasa kagum akan Ros,bahkan sudah jatuh cinta,hanya karna rasa malu pada papanya makanya Tian berusaha untuk tidak bertanya lebih banyak tentang Ros kepada papanya,,ternyata cinta itu sulit untuk dimengerti ya,dan setelah pertemuan tadi pun Tian berfikir setelah menikah dan punya anak satupun Ros masih terlihat cantik,gimana lagi sebelum menikah?Tian kembali mengacak rambutnya,Ros sudah membuatnya benar-benar gila,terlalu bodoh memang seorang Ben tidak memperlakukan istrinya dengan baik.


"Ben,,,??" Tian menyebut Ben,seperti apa sosoknya,mungkin tadi di acara Rapat perkenalan dengan staf dia ada diantara mereka.


****


Di rumah Ros,,

__ADS_1


Ros pulang langsung menjemput Yola dari rumah mba Susan,dan membawanya pulang mengingat Yola tidak dibekali makan siang tadi.


Ternyata Ben sudah menunggu di rumah,dari kedatangannya Ros yakin pasti ada sesuatu.


"Hebat kau ya dek,ninggalin anak,kerja lagi tanpa ada persetujuan dari suami"


"Kalo pulang mau ngajak ribut,pergi sana,gak butuh laki-laki model kau bang,," Ros tak mau kalah.


"Ya udah,abang juga datang bukan berniat pulang,abang cuma mau sampe kan Bapak sakit,tadi malam dilarikan kerumah sakit,katanya terserang stroke"


"Hahh bapak siapa??" Ros kaget.


Tanpa banyak bertanya lagi diambilnya HP dari tasnya,dan mulai melakukan panggilan ke no telepon mama nya namun tidak diangkat,berulang-ulang ditelepon namun sama tidak diangkat,begitu juga no telepon papanya sama,Ros mulai menangis,masalah dengan Ben belum selesai kini mendapat kabar Papanya sakit,cinta pertamanya yang begitu mencintainya tak terbayangkan sekarang terkulai lemah karena sakit.


"Sudahlah dek,nanti dikirain tetangga kita bertengkar lagi,nanti abang bantu telepon ya,abang berangkat kerja lagi" Ben berlalu dan pergi bersama deru suara motornya.


Selepas Ben pergi,Ros mencoba mengalihkan pikiran nya,dan memberi makan siang Yola,hampir setengah hari tidak menyusukan Yola terasa sedikit nyeri di ***********,dan segera menyusukan Yola setelah makan,ternyata Yola tertidur,mungkin tadi Yola hanya tidur sebentar atau mungkin tidak tidur sama sekali.

__ADS_1


Diulang-ulang lagi menghubungi orang tuanya,kali ini tidak tersambung sama sekali,sepertinya diblokir,hal ini membingungkan Ros,apa yang terjadi,mengapa tidaak tersambung begitu cepat,sedangkan sejam lalu masih terhubung namun tidak dijawab,atau mungkin papanya tidak bisa diganggu,mungkin mamanya sibuk ngurusin papanya,hanya praduganya sendiri yang jadi jawabannya.


Hingga Ros tertidur di samping putrinya karna kelelahan,,terbangun ketika putrinya merengek minta nen,


"Nyen,,Nyen,Nyen,,"


Menyadari itu Ros terbangun,dilihatnya jam dindingnya, ternyata sudah jam setengah 5 sore,diraihnya HPnya yang tidak jauh dari tempat mereka tertidur,belum ada panggilan,Ros begitu menunggu kabar dari papanya.


Lelah menunggu Ros membawa Yola untuk mandi,dia juga membersihkan dirinya bersama Yola,selama mandi pun pikiran nya tak lepas dari papanya,tapi kenapa papanya sakit bukan menelepon dirinya langsung tapi ke Ben,sangat jarang Ben ditelepon apalagi karena berita sakit,rasanya Ros selalu mengaktifkan HP nya,bahkan benar-benar membuat pikiran kacau,ada apa??


Lama di kamar mandi tak sadar Yola sudah kedinginan karena bermain air,terkejut melihat anaknya sudah menggigil,takut dan panik Ros segera menyelesaikan mandinya dan keluar dari kamar mandi dengan Yola,setiba di kamar Ros langsung memberikan minyak kayu putih ke seluruh tubuh Yola agar hangat dan segera memakaikan baju Yola,,dan Ros pun mengambil baju tidurnya,setelah rapi,dipeluknya Yola yang sudah tidak menggigil lagi,dan badannya pun terasa sudah hangat lagi.


"Maafin mama ya nak,mama ceroboh,," Ada kristal bening keluar dari sudut matanya,,segera di sekanya air matanya,berharap ada jawaban akan pertanyaan-pertanyaan dipikirannya tadi.


Diambilnya makan malam Yola dan segera menyuapi nya,Ros terus berfikir mungkin dia harus segera pulang,biar tau keadaan papanya yang sebenarnya,dia iklas sisa uang yang dia punya dan tabungannya untuk biaya papanya berobat,asal papanya bisa sembuh,biarlah ditunda dulu besok pergi mengajukan perceraian mereka dengan Ben.Orang tua diutamakan,takut juga jika mereka tau nanti hubungan pernikahannya dengan Ben di ujung perceraian bisa-bisa menambah sakit papanya,mungkin menunda lebih baik,biarlah Ros mengorbankan perasaannya sendiri,semoga besok menjadi hari baiknya.


Malam ini Ros gelisah,susah tidur,mungkin karna tadi siang tidurnya lama,berpikir besok akan pulang Ros mulai memilih-milih beberapa stel baju dan dimasukkan koper,juga baju-baju Yola,koper yang sebelumnya sudah diisi pun kembali dibukanya dan menambahkan beberapa potong baju kedalamnya,saat sibuk itulah terdengar hpnya bergetar di meja rias,,

__ADS_1


"Drrrttt,,Drrrttt,Drrrttt"dengan setengah berlari Ros meraih benda pipih tersebut,dilihatnya panggilan "Abang Andre" Abang satu-satunya,saudara satu-satunya Segera Ros menyambungkannya,,


"Hallo bang..."


__ADS_2