Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
Hati ini tak bisa mencari yang lain


__ADS_3

Dibiarkan nya Yola bersama pak Tian,dan segera pulang untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu karena tidak mudah membujuk Yola yang baru menangis dan bertemu pak Tian,mungkin memberikan waktu buat Yola bersama pak Tian bisa lebih menenangkannya,dan sehabis magrib baru rencana akan di jemputnya ke Paviliun pak Tian.


Sebelum magrib Ros telah selesai menyiapkan makan malam dan membersihkan dirinya,Ros buru-buru mengunci pintu dan menghidupkan motornya untuk segera menjemput Yola,jarak antara rumah ke Paviliun sekitar dua puluh menit.


Tiba di depan Paviliun,segera diberhentikan motornya,nampak suasana Paviliun sepi,namun mobil pak Tian terlihat sudah parkir di Garasi,Ros menuju pintu utama Paviliun dan mengetuk daun pintu yang sedikit terbuka,tak lama bu Titik muncul dan menyapa Ros,


"Oh bu Ros,tumben bu kesini magrib-magrib,mari masuk,apa kabar bu sudah lama gak lihat ibu"


"Baik bu,saya kesini saja cuma mau jemput anak saya,tadi Bapak membawanya kesini" Ros tetap berdiri di depan pintu tanpa ada niat masuk ke dalam.


"Yola anak ibu,tadi gak sempat nanya karena lagi sibuk buat nyiapin makan malam,silakan langsung masuk ajalah bu,nak Tian ada dikamar atas sama Yola,masuk aja gak papa".


" Ya sudah,saya permisi ya bu masuk" Dengan segera Ros,masuk ke Paviliun untuk pertama kali memasuki tempat tinggal Boss nya walau sudah lama bekerja namun Ros baru kali ini menginjakkan kakinya hingga masuk ke Paviliun bossnya,selama ini hanya sebatas melihat dan melewati saja,ternyata didalam nampak dengan perabotan mewah selayaknya rumah-rumah mewah yang ada dikota,Ros benar-benar kagum saat memasuki Paviliun pak Tian.


Sangat mudah menemukan kamar pak Tian,hanya ada dua kamar disana,satu tertutup dan satunya terlihat terbuka setengah,dan Ros segera menghampiri kamar tersebut,


"Tok,tok,tok" Namun tak ada sahutan hingga beberapa kali ketukan, sehingga Ros memasukkan kepalanya ,terlihat di sebuah tempat tidur berukuran king size dua mahluk yang tertidur,ya itu Yola yang tidur di lengan pak Tian,dan tangan pak tian pun melingkar di tubuh kecil Yola,nampak mereka sudah mandi,karena Yola sudah berganti pakaian dan terlihat lebih bersih dibanding saat bertemu pak Tian tadi,dan pak Tian pun terlihat lebih segar dan sudah tidak memakai pakaian kerja lagi.


Perlahan Ros masuk ke dalam kamar,dan mendekati kursi agar bisa duduk di dekat jendela kamar,terlihat dari jendela hamparan kebun sawit yang mulai tak terlihat karena sudah malam,dan lampu-lampu pabrik yang terlihat terang padahal sangatlah jauh dari paviliun pak Tian,lama Ros mematung dan hanya memandangi perkebunan tanpa menghiraukan kursi yang ingin diduduki tadi,hingga dia tersadar akan adanya sosok yang ikut berdiri di sampingnya.


"Ohh,,pak Tian...maaf Pak masuk tanpa izin," Ros merasa bersalah sudah memasuki kamar boss nya dengan sembarangan.


"Mau jemput Yola ya?,tuh masih tidur,kasian kalo dibanguni,ditunggu aja"


"Tapi pak,gak enak saya,..!Ros makin merasa tak enak dan canggung sama pak Tian.

__ADS_1


" Yola baru tidur Ros,,"sedikit pak Tian menaikkan suaranya membuat Ros terdiam.


"Itu Yola dapat pakaian ganti dari mana pak," Ros sedikit mengalihkan pembicaraan.


"Ohh itu,kemaren saya keluar ke kantor kebun,kebetulan singgah di butik teman saya,melihat dari luar butik pakaian ini dipajang di patung ingat Yola ya dibelikan dua pasang,"pak Tian dengan santai menjawabnya.


" Hmm,,gitu..."Ros kehabisan kata-kata karena rasa canggung nya.


Tiba-tiba terdengar rintik hujan turun satu-satu yang makin lama makin deras membuat Ros makin panik,Pak Tian yang melihat merasa kasian,,


"Udah sana tidur temani Yola,saya mau turun sebentar,gak usah takut,lagi pula Yola masih tidur"Pak Tian pun meninggalkan Ros menuju lantai bawah.


Ros hanya menatap pak Tian hingga menghilang di balik pintu,dihampiri Yola yang tidur pulas dan duduk di sisi tempat tidur,hujan di luar sangat lebat seakan tak mengijinkan Ros pulang,makin ditunggu hujannya semakin menjadi-jadi dan Ros pun diserang kantuk hingga dia ikut tertidur di samping Yola.


Entah sudah berapa lama Ros tertidur,saat terbangun selimut sudah menutupi tubuhnya,dilihatnya Yola masih saja nyenyak,dan pak Tian sedang memainkan ponselnya sambil baringan di sofa.


"Maaf pak,saya ketiduran" Ros sedikit kuatir takut pak Tian marah karena telah lancang tidur di tempat tidurnya.


"Kamu pasti belum makan kan?yuk ke bawah" Pak Tian beranjak dari sofa dan meletakkan HPnya di atas nakas samping tempat tidur dimana Ros tertidur tadi.


"Saya tadi sudah makan pak,,," Ros berbohong.


"Kapan kamu makan,kamu banyak bohongnya,," Tanpa canggung pak Tian menarik tangan Ros dan tanpa melepaskan dibawanya Ros ke lantai bawah ruang makan.


Di duduk kan Ros di salah satu kursi

__ADS_1


Meja makan,dan mulai memasukkan nasi goreng yang masih hangat dan langsung diletakkan di atas meja depan Ros.


"Maaf pak..........." Ros masih shock dengan perlakuan pak Tian.


"Apa lagi Ros,waktunya makan,,ini barusan saya masakin,kamu tidurnya nyenyak banget tadi,,Yola udah aman,tadi sore sebelum mandi udah makan banyak" Pak Tian panjang lebar kasih info membuat Ros sedikit lega ternyata anaknya di urus dengan baik.


Ros mulai memasukkan nasi goreng ke mulutnya,terasa nikmat memang,ternyata pak Tian pintar juga memasak,hingga tak terasa satu piring nasi goreng yang di siapkan Pak Tian ludes tak bersisa,perlakuan Pak Tian begitu istimewa,tak sekalipun perlakuan seperti ini Ros Terima dari mantan suaminya,tapi malah orang lain dan bukan siapa-siapa yang meperlakukannya dengan baik.


"Enak,,," Ros memandang dan memberikan jempolnua ke arah pak Tian yang duduk dihadapannya.


"Kamu suka Ros?"


"Hmm,,suka,,mkasih ya pak sudah buatkan saya nasi goreng,kenyang,," Dengan tulis memuji masakan pak Tian.


"Kapan-kapan kita buat nasi goreng sama-sama ya,,"


"Siiiipppp,,,," Ros kembali mengangkat jempolnya dua-dua dan setelahnya langsung membereskan bekas makanannya dan membawanya ke wastafel, dan menghidupkan kran air untuk mencuci piring nya,namun tanpa disadari dari belakang pak Tian sudah memeluknya,melingkar kan tangannya di perut Ros,dan kepalanya sudah dipundak Ros,membuat Ros benar-benar terkejut.


"Diam saja Ros,aku ingin berlama-lama seperti ini,,aku ingin mengobati kecewa ku ketika tau kamu itu sudah dimiliki orang,," Terasa ada yang jatuh dan basah di lengan Ros,,


Ros sedikit bingung,namun mengikuti kemauan Pak Tian,


"Ros bisakah kau panggil namaku tanpa ada kata 'pak nya',,berikan hatimu untukku Ros,,aku bertahun-tahun menginginkanmu,,papaku begitu hebat menceritakan dirimu sehingga hati ini begitu penasaran dan jadi mencintaimu,aku hanya menunggu waktu yang tepat saat itu,aku masih dalam masa kontrak kerja di Amsterdam namun cerita tentangmu tiba-tiba terhenti tanpa alasan,aku hanya malu bertanya pada papa,padahal aku sudah jatuh cinta padamu,,ternyata kamu menikah dengan Ben,aku tau papa kecewa,namun dia tak berhak marah atau kecewa karena tak ada sekalipun pengakuan dari diriku sebelum kamu menikah,,Ros......ketika orang tuaku sudah menyukaimu berarti kamu benar-benar orang yang pantas diperjuangkan, dan benar kamu begitu baik Ros,kamu mampu membuatku lebih lagi mencintaimu,,Yola membuatku ingin lebih menyayangimu,betapa berat perjuanganmu untuk sebuah cintamu yang tulus, namun tidak dihargai,,katakan jika kamu tidak menginginkanku Ros,katakan jika kamu tidak mencintaiku" Pak Tian mengungkapkan perasaannya yang selama ini mengganggu pikirannya.


"Pak..........,,,," Ternyata Ros juga terlarut dalam suasana,,Ros merasa tersanjung dengan pengakuan pak Tian,,"bolehkan aku memanggilmu Heru??panggil aku Rosa,,aku ingin hal yang sakit yang kita alami dan bahkan perasaan yang tidak kita tahu berlalu.''Ros membalikkan tubuhnya tanpa berusaha melepaskan pelukan Tian, dipandanginya Tian dengan sepenuh hatinya,"apa yang kamu lakukan ke putriku,aku melihat kamu benar-benar tulus dan asal kamu tau apa yang kamu lakukan ke diriku juga putriku tidak pernah kami dapatkan dari papa Yola,bahkan aku tak pernah tau seperti apa pak Musa menceritakan apa-apa tentang diriku,namun setahuku pak Musa selalu memperlakukan aku seperti karyawan lainnya,dan selalu baik,tapi apakah kamu bisa menjamin bahwa mereka tetap menyukaiku hingga sekarang,,"

__ADS_1


"Hati ini tak bisa pergi mencari yang lain Sa,,"


__ADS_2