Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
POV Parulian 2


__ADS_3

Ka Rosa akhirnya menikah dengan pak Tian, aku ikut bahagia, aku tau seperti apa perjuangan cinta mereka hingga mereka bisa menikah dan hidup bersama, dan aku juga tau pak Tian sangat mencintai sepupuku ka Rosa, walau ka Rosa dari keluarga sederhana dan berstatus janda, tapi tak ada alasan buatnya untuk membatalkan niatnya menikahinya, padahal mustahil tak ada wanita yang melebihi kak Rosa, yang menaruh hati dan ingin menjadi istrinya.


Aku terkejut saat memergoki dua orang wanita cantik memandangku di gereja saat pernikahan kak Rosa, aku yakin mereka adalah keluarga dekat dari pak Tian, karena mereka duduk dekat dengan orangtua dari pak Tian.


Tapi diantara keduanya, hanya satu yang sering melihat ke arahku, membuatku jadi salah tingkah dan malah makin buat aku penasaran ingin memergokinya saat melihatku, aku juga seperti terhipnotis dengan kecantikan nya.


" Tapi apa mungkin dia terpesona padaku?" Aku bergumam sendiri dalam hatiku.


Lewat ekor mataku, aku selalu mengawasinya, dan aku mulai berharap mendapat lirikan dari perempuan cantik itu sesering mungkin.


Kulihat mereka berbisik bisik dan memandang ke arahku, tapi kemudian perempuan yang satunya mengedikkan bahunya seperti mengatakan tidak tahu.


Semakin lama saling mencuri curi pandang pada wanita itu membuatku semakin terpesona, apalagi saat melihatnya tersenyum, makin sempurna saja kecantikannya aku lihat, tapi ada rasa takut juga untuk mendekatinya, takut jika dia mencuri pandang padaku bukan karena rasa suka, tapi ada sesuatu yang dirasa aneh dari aku.


Aku pun terus mengikutinya dengan pandanganku, hingga acara pemberkatan kak Rosa dan pak Tian selesai, pandanganku tak pernah jauh darinya, bahkan ketika acara poto-poto keluarga, aku bisa melihat wanita itu begitu sempurna.

__ADS_1


Saat kedua orangtua pak Tian itu berpoto dengan ka Rosa dan pak Tian, kedua wanita tadi ikut serta, dan kulihat ada kemiripan antara pak Tian dan wanita itu, membuatku tersadar jika mereka pasti bersaudara dan pastinya kaka adik, karena mereka mirip semua.


Aku sedikit shock, bagaiamana bisa aku terpesona pada adik ipar dari sepupuku ka Rosa, berulang-ulang aku mengusap wajahku dan meminum air mineral yang tadi kubawa saat memasuki gereja.


Rasanya jadi seperti orang bodoh saat ku pastikan mereka adalah adik dan kaka, aku yang mulai merasa punya hati tiba-tiba insecure dengan diriku sendiri, apalah aku yang hanya orang biasa dan tak sebanding dengan keluarga pak Tian.


Tapi semakin ingin ku hindari, malah semakin sering pandangan ku tertuju pada wanita itu, entah siapa namanya pun aku tak tau, sehingga tak jarang aku merutuki diriku sendiri.


Saat semua keluarga dan undangan menuju hotel yang telah di boking pak Musa wanita itupun seperti tak mau pergi dari pandangan mataku, sepertinya Tuhan sedang memberi tantangan untukku, membuatku kurang yakin bisa melewati tantangan itu mengingat diriku yang bukan siapa-siapa.


Ketika kulihat dia tertawa saat akan memasuki hotel bersama keluarganya aku makin terpesona, dan sulit mengedipkan mataku, wanita itu begitu sangat cantik saat tersenyum dan tertawa, bagiku dia sempurna dan sangat sempurna menjadi seorang wanita.


Sebenarnya dulu aku pernah jatuh cinta pada seseorang teman sekampus ku, namanya Dewi, saat itu aku baru di semester lima dan dewi semester tiga, namun saat aku mengungkapkan perasaan ku padanya malah ditolak mentah-mentah membuatku malu pada beberapa mahasiswa yang berada di dekat kami, sejak itu aku merasa trauma menyukai wanita, takut ditolak dan ditertawai orang-orang, dan hingga saat ini tak ada wanita yang singgah dihatiku.


Namun kali ini aku kembali merasa tertantang dengan kehadiran wanita itu, aku berniat mendekatinya, tapi tak yakin jika nanti mendapatkan jawaban yang memuaskan, yang ada nanti aku menanggung malu, mengingat jika wanita itu adalah ipar dari kak Rosa.

__ADS_1


Aku mendapat satu kamar sendiri, dan saat aku memasukinya aku sangat kagum dengan fasilitas kamarku, tanpa menunggu lama aku langsung menuju kamar mandi, tubuhku begitu lengket karena keringat, cuaca hari ini sangat cerah tapi sangat panas membuatku kegerahan sejak di gereja tadi, dan aku pun berlama-lama mandi sampai tubuhku benar-benar merasa lebih segar.


Hingga malam aku hanya berada di kamar, dan baru keluar saat makan malam di lantai bawah resto yang sudah di boking juga oleh orangtua pak Tian.


Dan malam ini, aku sangat kesulitan untuk bisa tidur, pikiranku sudah terisi oleh wanita itu,,, akhh begini kali ya jatuh cinta, tidur susah, makan tak selera, tapi kepikiran terus pada wanita itu, ingin rasanya aku mencari dan minta pertanggung jawaban wanita itu yang telah mengusik ketenangan hati dan pikiranku, tapi aku terlalu malu dengan diriku sendiri.


Entah jam berapa aku baru bisa memejamkan mataku, tau-tau terbangun sudah jam sembilan pagi, kembali pikiranku ke wanita itu, sepertinya aku merindukan nya, sungguh-sungguh mengganggu, otakku ta bisa berhenti memikirkan nya.


Besoknya aku melihat wanita itu bersama Yola, ingin rasanya menghampiri Yola karena sejak aku tiba dari kota P belum ada memeluk anak perempuan yang cerewet itu, tapi langkahku terhenti saat tau wanita itu yang menemani Yola.


Aku yakin dia itu wanita baik, dari kedekatannya dengan Yola yang masih kecil dan pastinya baru mengenal, mereka terlihat sangat dekat, karena aku tau Yola sangat susah dekat dengan siapa saja, dan sangat sulit mengambil hatinya, tapi dari yang kulihat berbeda, Yola begitu riang di tuntun wanita itu menuju sebuah kamar yang aku yakini kamar ka Rosa.


Mereka hilang dibalik pintu membuatku tersadar dengan lamunanku, wanita itu benar-benar mengusik hariku.


Aku menuju Resto lagi untuk sarapan pagi ini, setidaknya aku harus tetap mengisi perutku agar kuat memikirkan wanita itu, semoga aku bisa berkenalan dengannya, tau namanya, jika nanti aku merasa cocok, aku akan meminta pada Tuhan agar memberikan wanita itu untuk jadi pendamping ku.

__ADS_1


Dan hingga pagi ini aku belum ada melihat ka Rosa dan pak Tian, pertemuan kami hanya semalam saat berpoto di gereja, kami hanya bertegur sapa saja, aku juga paham karena situasi nya tak memungkinkan untuk mengobrol.


Aku begitu merindukan kakak sepupuku itu, sudah dua minggu lebih tak melihatnya, ingin bercerita padanya jika selama dua minggu ini tokonya ramai pembeli dan membuatku kewalahan, dan sering tak sempat istrahat, aku juga ingin bertanya tentang adik perempuannya, apa aku boleh mendekatinya, takut ka Rosa tak setuju dan tak membolehkan sebelum perasaan cinta ku makin dalam.


__ADS_2