Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
SEDIKIT LEGA


__ADS_3

Ros tiba di rumah 10 menit kemudian dan mendengar Yolah menangis,,"mamma,mamma,mamma"suara itu semakin jelas saat Ros membuka pintu..


"Oohhhhh,,,sayaang,,mama dsini,cilupppp baaaa"dan meraih Yola dari gendongan mba Susan mmbuat Yola menghentikan tangisannya..


" Tha,ta,,,ta,,ta" Yola mulai mengoceh saat tau mamanya sudah pulang dan menggendongnya.


"Makasih ya mba udah jagain Yola,,udah ngerepotin mba juga,maaf ya mba"


"Iya gak papa loh Ros,cuma Yola aja mungkin karna tak biasa di tinggal,mungkin juga dia takut,,makanya Ros sering bawa main biar gak takut liat orang mah.."


"Iya mba,,kadang mikir mau jalan kluar aja malas mba,mending dirumah,eh ternyata ada juga manfaatnya"


"Gimana tadi,udah selesai masalahnya?"


Ros yang lagi mau nyusu kan Yola memandang sekilas susan yang ada di sebelahnya,,sedikit menimbang,mau cerita atau tidak,tapi selama kenal mba Susan Ros gak pernah mendengar hal-hal yang gak baik dari mba Susan,dia juga pernah bekerja,dan berhenti setelah menikah dengan mas Purwanto yang jabatannya sama dengan Bang Ben,


"Aku mutusin buat cerai aja mba" Terdengar parau karna telalu memendam rasa sakit hatinya,namun masih jelas terdengar oleh Susan.

__ADS_1


"Hahh...." Susan terkejut dan sedikit mendekatkan dirinya ke Ros yang sedang menyusukan Yola


"Iya,mba,,cerai sajalah" Ada buliran bening yang mulai jatuh dari mata Ros,


"Kenapa?,coba cerita sama mba," Susan menyentuh tangan kanannya seakan memberi kekuatan untuk seorang Ros yang sedang rapuh,"mba boleh tau ceritanya tidak?"dengan iba Susan terus berusaha menenangkan Ros.


"Ternyata selama ini aku dibohongi mba,," Tangisnya semakin menjadi,Ros mulai bercerita ketidak jujuran Ben selama ini,,dari gaji,uang belanja,bahkan ada WIL yang selama ini disembunyikan Ben,terlihat benar sakit hati Ros dengan kejadian ini.


"Kurang ajar benar ya si Ben,terus kenapa kamu diam selama ini mama Yolaaaaaa" Susan terlihat geram dari nada suaranya.


"Terus mertuamu yang tiap bulan dikirimi apa gak bertanya,kok anaknya ngirim duit terus,belum lagi biaya kuliah adiknya,madih ditanggung suamimu,,,atau apa kesenangan kali ya masih bisa berbagi sama keluarga walau anak udah punya keluarga sendiri?aneh ya,,kalo mertua mba malah bertanya walau itu langsung mba yang kirim (ndu tau ya si Pur kirim duit)gitu selalu nanya takut mas Pur main belakang,,lah ini kok malah aneh ya"


Ros menyeka air matanya ketika tanpa sadar matanya mengarah ke Yola,,ternyata Yola menyusu sambil melihat mamanya yang menangis,,pedih hatinya,anaknya belum tau apa2 tapi ikut menanggung efek dari kebohongan papanya,,ya tak lama lagi perpisahan itu akan terjadi.


"Yah mau apa lagi mba,,udah terlanjur,,toh niat baikku membebaskan suamiku untuk masalah keuangan akan berbalik gak baik ke aku,," Ros seakan pasrah,tapi harus kuat,hari selanjutnya harus dihadapi,"setidaknya Yola masih punya aku mba yang peduli dan tidak akan pernah meninggalkannya."


"Ya udah,,jadi apa rencana kamu selanjutnya setelah ini?,tenang aja,mba gak akan cerita ke siapa pun,tapi seandainya pun mba gak cerita bukan berarti orang gak akan tau,,karna masalah hari ini akan sampai kemana-mana."

__ADS_1


"Mungkin dalam 3 hari ini aku masih disini mba,selanjutnya aku akan pulang ke kampung bersama Yola,soalnya saat berhenti kemaren belum ngurus rekom dari perusahaan ini"


"Hmmm,,,baiklah,,mba pulang dulu udah sore juga,kasian mas Pur ke carian soalnya dari tadi mba disini." Susan pun berdiri dan pulang kerumahnya,


Tinggallah Ros dan Yola,,ternyata sudah hampir jam 5 sore,Ros pun memandikan Yola dan memberinya makan,,


Hari ini terasa melelahkan,Yola dibiarkan nya menonton kartun di depan TV dan berdiri membuka lemari,ditariknya laci kecil di lemari itu,ad kotak kecil tempat perhiasannya,diambilnya kotak itu dan dibawa ke kasurnya,perlahan dibukanya,ada kalung pemberian mamanya saat menikah kemarin,ada cincin dari abangnya,dan beberapa perhiasannya saat masih gadis dulu,ada sekitar 40 gram lebih semua perhiasannya,,dan Ros berdiri lagi mengingat-ingat surat-surat perhiasannya dan buku tabungan yang tak pernah diketahui Ben,ya rekening saat dia gadis juga yang tak pernah diisi setelah menikah,dan menemukannya dibawah lemari yang Ros masukkan ke plastik berlapis-lapis takut dimakan rayap kalo tidak dibungkus pelastik,dengan tersenyum dan perlahan dibukanya plastik tersebut,"ihh masih utuh aja,coba lihat isinya masih tidak?" Di sana terlihat beberapa lembar surat perhiasan disishkan lembaran tersebut dan mulai dibukanya buku tabungannya ternyata sekitar 56jt an "wah syukurlah,masih ada segini" Dan kembali mengamankan nya beserta perhiasannya,ada rasa lega dihatinya.


Ternyata jerih payahnya dulu masih bisa dijaganya hingga kini,hanya saja bagaimana cara Ros menyampaikan ke orangtuanya tentang rumah tangganya,agar semuanya masalah yang terjadi bisa terlewati,tanpa harus menimbulkan amarah di kedua orangtuanya,bahkan abangnya yang terang-terangan gak suka dengan suaminya Ben,semua begitu menyayangi Ros,bahkan anaknya Yola luar biasa dimanjakan dari keluarganya. Berbeda dengan keluarga Ben,ketika pulang ke kampung Ben sering keberadaannya tidak diperdulikan,bahkan anaknya sendiri jarang di gendong mertuanya,bersikap manis hanya sama Ben aja,ternyata benar baik buruk seseorang itu akan terlihat ketika sudah hidup bersama,hanya saja Ros tidak terlalu mengambil pusing,walau tidak pernah diperlakukan baik oleh keluarga Ben,baginya dia hidup dengan Ben bukan dengan orangtua atau saudara-saudara Ben.Ros menarik nafas dalam-dalam,"semoga beban ini segera berlalu"terdengar pelan namun sdikit bergetar dan kembali buliran bening itu jatuh,entah udah berapa kali Ros menangis seharian ini,dan tekadnya sudah bulat tetap bercerai dengan Ben,Ros gak mau Ben menginjak-injak harga dirinya lagi,cukup kebohongan dan perlakuan Ben terhadapnya selama ini.


Disimpannya kembali perhiasannya,kali ini bukan ditempat semula,diturunkannya koper yang ada di atas lemari,dan mulai mengamankan surat-surat penting seperti kartu keluarga,surat nikah,surat motor matic yang dia punya,ijazahnya mulai dimasukkan ke koper dibagian paling dalam,,setelah semua aman baru dipilihnya pakaiannya juga putrinya Yola dimasukkan ke koper yang sama dengan surat-surat pentingnya,terakhir di ceknya saldo di salah satu aplikasi banking nya,terlihat disana 4 jutaan lagi,cukuplah untuk biaya pulang nanti.


Jam sudah menunjukkan setengah delapan malam,ternyata sudah terlalu lama Ros dengan kesibukannya sendiri,dilihatnya ke arah Yola yang masih anteng menonton TV,,


"Yuk nak bobok,,,no no no no.......nonton TV lama-lama" Sambil menggoyangkan jari telunjuk nya ke arah Yola,dan dimengerti si bocil karena sudah mengantuk juga,,dibaringkan nya Yola dan mulai menyusuinya sambil mengelus-elus punggung putrinya ,dan ini membuat Yola lebih cepat tidurnya,dan perlahan Ros melepas kan diri dari putrinya agar tidak terbangun dan meletakkan bantal di sisi kasurnya agar Yola tidak terjatuh saat bergeser ketika tidur.


Ros pun segera mandi karena sudah terlalu malam,sebelumnya tidak lupa mengecek pintu depan dan jendela takut kelupaan menguncinya.

__ADS_1


__ADS_2