Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
POV Ben


__ADS_3

Aku Ruben Pangihutan, saat ini aku sudah berstatus duda, Rosa Ulianta adalah mantan istriku, dan kami punya seorang anak perempuan yang lucu, pintar, pastinya cantik kayak mamanya.


Usia perkawinan kami hanya bertahan dua tahun, alasannya menggugat cerai aku katanya aku tak memberi nafkah, dan memiliki WIL.


Aku mengenal Rosa ketika kami bekerja di perusahaan yang sama, sebenarnya kami secara tak sengaja di comblangi oleh teman-teman, Rosa terlebih dahulu bekerja beberapa tahun dariku, Rosa termasuk karyawan yang sangat diperhitungkan dan dipercaya, disamping pintar dia juga cantik dan sangat loyal dengan perusahaan, membuat dirinya sangat di kagumi dan diingini siapa saja, dari lajang bahkan yang sudah beristri sekalipun banyak yang curi pandang padanya di perkebunan, namun tak ada yang berani mendekati karena dia wanita yang sangat sulit untuk didekati dalam artian pribadi namun bisa dekat dengan siapa saja dalam soal pekerjaan.


Setahuku aku adalah pria pertama yang mendapatkan cintanya, itu ku ketahui dari Rosa sendiri, awalnya aku tak percaya, namun menelisik dari kepribadiannya dan pergaulannya membuatku yakin dan percaya, alasannya mau denganku selain aku yang dibilang baik, dewasa dan terlihat tampan, dan karena kami juga berasal dari suku dan daerah yang sama walau bukan dalam kabupaten yang sama.


Sayangnya mamaku Hotmida yang sering disebut mama Ida oleh tetanggaku tak pernah menyukai Rosa, entah apa alasannya aku tak tau, aku pikir sesudah menikah dan punya anak akan berangsur menyukai Rosa, ternyata tidak, yang aku herankan pada anakku Yola juga tidak terlalu suka, tak penah sekalipun mau menggendong anakku hingga saat ini kami sudah bercerai.


Mamaku wanita yang punya stelan tinggi, aku sendiri sebenarnya kewalahan dengan gaya hidup mamaku yang seperti wanita sosialita, beruntungnya gajiku sangat besar ketika sudah menikah, karena banyak jenis tunjangan yang kuterima, bahkan sejak Rosa menjadi istriku, aku juga mulai diperhitungkan di perusahaan.


Keberuntungan ku selain punya gaji besar adalah Rosa yang saat itu masih bekerja tidak pernah meminta gajiku, sehingga aku masih bisa mengirimi mamaku dengan uang yang besar setiap bulannya, sama disaat aku masih lajang, bahkan aku di ijinkan Rosa membiayai kuliah adikku Saud.

__ADS_1


Kalo soal keuangan Rosa sangat membebaskanku, sehingga kemanapun gajiku tak pernah dipertanyakan, rasanya merdeka punya gaji, dan hidupku ditanggung istri, bahkan pakain-pakaianku dan kebutuhanku di siapkan dan di beli oleh Rosa, hidupku sungguh nyaman dengan keberadaan Rosa, sehingga hidupku, mamaku dan Saud tak terlalu kupikirkan, terkadang Rosa juga mau mengirim ke Saud jika ku katakan uangku tak cukup, padahal biar bisa kasih ke Linda kekasih gelapku.


Aku mengenal Linda setelah dua bulan menikah dengan Rosa, sebenarnya ada hal yang masih sulit ku cerna, saat itu umur pernikahan kami masih enam minggu, namun ternyata kehamilannya sudah delapan minggu lima hari, aku benar-benar bingung dibuatnya, padahal aku masih ingat saat pertama menggauli Rosa benar aku yang pertama dan mendapatkan keperawanannya, aku mencoba mengerti ketika dokter kandungan menjelaskan padaku, namun aku masih belum bisa menerimanya.


Dan itu awalnya aku mulai bermain api dengan Linda, disamping suasana hati Rosa disaat hamil sulit di pahami, Rosa juga tak begitu suka aku dekat-dekat dengannya, yang dibilang bau lah, kurang bersih mandilah, membuatku pusing sendiri apalagi sudah mengangkut masalah kepala bawah, sehingga ku coba mendekati Linda yang tinggal di kota dekat dengan perkebunan tempatku bekerja, aku sering ketemu diam-diam dengan Linda tanpa sepengetahuan Rosa,


Dan Linda bisa mengatasi kegalauan hatiku,dengan tubuhnya yang seksi, penampilannya juga sangat mendukung keseksian nya membuatku jatuh cinta padanya, dan rela membiayai kebutuhan nya tiap bulan.


Linda sangat piawai memuaskan ku di ranjang, kami sering melakukannya saat aku mengunjunginya, dan tak pernah tercium oleh Rosa istriku, kadang aku menggauli Rosa saat kurasa sudah terlalu lama aku tak menyentuh nya, takut dia curiga.


Sebenarnya aku bingung, dengan kondisi Rosa yang tidak bekerja aku harus menanggung hidup mereka dengan membagi-bagi gajiku, dan kuputuskan berbelanja sendiri dengan cara menyetok bahan makanan yang bisa disimpan lama untuk kebutuhan sebulan dari beras, deterjen, gula, kopi,minyak goreng, dan beberapa bahan makanan lainnya, untuk kebutuhan sayuran akan ku beli di pasar terdekat setiap minggunya, atau ketika aku berkunjung ke tempat Linda, terkadang tabungan Rosa sendiri yang dipergunakan buat belanja ke warung terdekat jika alasanku sibuk tak sempat berbelanja.


Rosa tak banyak protes, bahkan sejak dia jadi IRT dan hanya di rumah saja mengurus Yola, belum pernah aku memberinya uang bulanan, sehingga tabungannya terus dan terus menjadi menipis, dan membuatku makin menjadi dan merajalela.

__ADS_1


Aku sudah kecanduan dengan adanya Linda, ketika mamaku mengetahuinya, tak sedikitpun menegurku atau marah padaku, sepertinya juga mendukung, bahkan mama juga sering mengunjungi linda.


Kemarahan Rosa berawal saat ada pertengkaran kecil diantara kami, dia sangat tersinggung dengan masakan yang ku protes yang dihidangkan hanya itu-itu saja, wajar dia tersinggung karena aku tak sedikitpun memberinya uang belanja, aku didiami nya dan aku pikir hanya sementara namun berlanjut dengan konflik-konflik yang baru, hingga tak sengaja aku meninggalkan HP ku di sofa, jika selama ini HP ku aman-aman saja, karena Rosa orang yang tak mau tau dengan privasi orang lain, entah kali ini aku kena batunya, dia menemukan semua yang kurahasiakan, membuat Rosa mengamuk dan menghajar ku habis-habisan setelah membanting dan menghancurkan HP ku.


Mungkin jika orang-orang tak berdatangan saat itu menghentikan Rosa, mungkin aku aku tak tau hari ini aku seperti apa, aku sangat bersyukur saat lepas dari tangan Rosa, bahkan aku tak menduga Rosa yang tak banyak bicara, bisa sedemikian bringas menghajarku.


Akhirnya kami diamankan pihak keamanan dan disidang, untuk sidang kali ini aku menduga sepertinya Rosa tak sungguh-sungguh ingin bercerai sehingga aku memanfaatkan situasi ini untuk memutar balikkan fakta, aku memberitahukan ke orangtua Rosa bahwa Rosa tertangkap basah saat selingkuh dan aku meminta beberapa poto yang menjadi bukti bagi pihak keamanan alasannya juga untuk bukti ke atasan ku bahwa siang itu aku tak bisa kembali bekerja karena sesuatu hal, dan mengklaim jika itu adalah saat Rosa habis di grebek oleh satpam.


Sepertinya mantan Bapak mertuaku sangat marah pada Rosa.


Hingga esok paginya, karena ada undangan rapat dan perkenalan dengan pemimpin yang baru anak dari pemilik perkebunan, hari itu kami berkumpul di kantor besar namun sungguh membuatku terkejut, Rosa ada disana bersama pak Tian dan pak Amir, mereka memimpin rapat hari itu.


Dan setelah rapat berakhir, mantan mama mertuakupun menelpon mengabarkan jika mantan mertuaku Bapak Rosa jatuh sakit dan stroke, dan dia berpesan jangan dikasih tau pada Rosa, mantan mama mertuaku masih dengan kemarahan yang kuciptakan karena cerita bohong ku, sebenarnya aku menyesal tapi aku mau balas dendam ke Rosa telah berani menghajarku.

__ADS_1


Namun tetap kusampaikan pada Rosa yang pastinya membuatnya sangat panik, sementara mantan mertuaku sudah memutuskan komunikasi dengannya, rasanya aku puas dengan kepanikan nya saat itu.


Besoknya, hal tak terduga kembali harus ku pertanggungjawabkan, ternyata Abang Rosa menelepon dan memaki-makinya, dengan tuduhan yang ku sampaikan pada mantan mertuaku, kembali kami di sidang saat itu aku hampir dihajar Rosa karena cerita bohong ku yang telah membuatnya di buang keluarganya, dan yang membuat aku jengkel ternyata dia kembali bekerja lagi, semua rencanaku tak satupun yang mulus, hingga Rosa benar-benar mengajukan cerai padaku dan sah bercerai tiga bulan kemudian.


__ADS_2