Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
Dimarah mama Maria


__ADS_3

" Yola hilang mba?" Parulian tak bisa menutupi keterkejutan nya, bahkan ikut panik karena ponakannya tiba-tiba menghilang dan tak tau keberadaannya, namun dicoba bersikap tenang, agar Sandra bisa ikut tenang dan tidak menangis lagi.


" Iya bang, aku takut ka Rosa sampe tau,"


" Ya udah tenang dulu, mba gak usah nangis, saya bantu cari ya!" Lian menarik tangan Sandra agar tak jauh darinya mengingat kerumunan orang banyak yang menikmati orkes.


" Mba sama Yola tadi dimana duduknya?" Suara parulian sengaja dikuatkan karena jika bicara dengan suara biasa pasti tidak kedengaran.


" Disana, tapi gak ada yang melihat Yola juga, tadi udah tanyain sama Nathalia bang," Sandra menunjuk kursi dimana tadi mereka duduk, dan Lian mendekatkan telinganya ke arah Sandra agar bisa mendengar.


" Kita cari ke tempat lain sekitaran sini dulu, manatau Yola pergi sendiri, saya tak yakin ada yang membawanya." Lian kembali menarik tangan Sandra dan menjauh dari kerumunan orang-orang, mereka menyusuri beberapa tempat yang mungkin bisa tempat Yola bermain.


" Abang ko yakin Yola gak dibawa orang?" Sandra mencoba bertanya pada lian saat mereka ke Gazebo yang biasa di datangi papa Musa dan mama Maria diwaktu santai, masih dilokasi Paviliun.


" Gak ada juga ya," Gumam pelan Lian sedikit memijit pelipisnya.


" Ohh, iya, Yola itu anaknya cerewet dan pintar, dia pasti teriak-teriak kalo ada yang mencoba menggendongnya walau itu sudah kenal, dan orang yang dikenalnya juga tak semua dia mau dekat." Lian duduk di Gazebo mencoba berpikir kemana perginya Yola.


" Ohh," Sandra hanya ber oh, oh aja.


" Coba kita cari ke paviliun, mungkin Yola butuh sesuatu dan masuk ke paviliun." Tiba-tiba Lian berpikir jika Yola pergi ke sana.


" Tai tak ada yang lihat bang, tadi sempat masuk juga, ketemu sama kak Tian katanya gak ada lihat." Sandra masih ingat ketika dia bertanya pada kakaknya pak Tian, namun juga tak melihat, Sandra makin takut jika Yola tak ketemu.


" Udah kita cari dulu," Lian tersenyum di bawah lampu Gazebo yang tak terlalu terang, tapi mampu membuat Sandra terpesona dengan pria yang sejak kemaren dikaguminya.


Lian kembali menarik tangannya dan berjalan beriringan menuju paviliun, dan Sandra menurut saja, sedikit ketakutannya tentang Yola bisa terobati, walau dirinya masih ragu dengan apa yang akan ditemukan di paviliun, Sandra siap mendapat amarah dari kakaknya, nyatanya dirinya yang tak bisa menjaga Yola, gimana lagi nanti dia akan menghadapi ka Rosa, bisa- bisa ka Rosa pingsan jika tau Yola hilang.

__ADS_1


Di Paviliun Pak Tian mencoba menenangkan dirinya agar tidak terlihat panik oleh kolega-kolega papanya, agar mereka tak ikut panik mencari keberadaan Yola anak tirinya dan dia juga tak mau mengganggu tidur istrinya yang kelelahan seharian dipelaminan.


Pak Tian mencari keberadaan mamanya.


" Mama mana pa?"


" Diatas, sepertinya istrahat, tadi pamit ke papa katanya capek mau istrahat," Jawab pak musa yang terlihat juga kuatir sama Yola.


" Aku naik dulu pa,"


" Iya, "


Pak Tian bergegas pergi dan naik ke lantai dua, dan menemukan mamanya baru keluar dari kamar Rosa dan akan menutup pintu.


" Ma,,!" Pak Tian memanggil mamanya dan jelas membuat mama Maria terkejut dan menoleh ke arah pak Tian.


" Mama ngapain ke kamar kami?" Pak Tian bertanya menyelidik.


" Itu Sandra sama Nathalia ngapain aja? Anak kecil gak bisa dijaga" Ucap mama Maria sambil memasukkan kepalanya lagi ke pintu yang belum sempat ditutupnya.


" Maksud mama? Yola sama mama?" Pak Tian mencoba memastikan kalimat mama Maria takut tadi dia salah dengar.


" Iya, Yola tadi naik dan masuk kamar mama karna pintunya terbuka, katanya pintu kamar klian tertutup dia gak bisa buka, dia mau tidur sama mamanya," Ucap Mama Maria dengan santai, sepertinya dia tak tau jika pak Tian dan yang lainnya panik mencari keberadaan Yola.


Lian dan Sandra sudah sampai di ujung tangga, dan terlihat juga Nathalia berlari dan menaiki tangga, Sandra dan Nathalia terlihat takut dan panik, apalagi melihat kakaknya pak Tian, hanya saja Sandra terlihat lebih tenang karena merasa terlindungi oleh parulian.


" Ini anak gadis pada ngapain, anak kecil aja gak diperhatikan, ngapain aja klian?" Mama Maria memandang kedua putrinya sambil berkacak pinggang membuat Nathalia yang baru sampai menundukkan kepalanya karena takut, mama Maria tak pernah marah, tapi kali ini hanya berkacak pinggang keduanya sudah kehilangan nyali buat mengangkat wajahnya.

__ADS_1


" Maaf ma,, kami gak bisa nemuin Yola, maaf kami salah!" Ucap Sandra sambil berlindung di belakang Parulian karena takut.


" Hah,, gak bisa nemuin gimana? Yola,,,," Pak Tian langsung menyikut mamanya membuat mama Maria paham jika Sandra dan Nathalia tak tau jika Yola ada di kamar bersama Rosa tidur.


" Maafin kami ka,," Nathalia sudah sesenggukan dan diikuti Sandra yang terisak takut mama nya makin marah.


" Emang klian ngapain aja? Anak sekecil itu gak bisa dijaga, kalo gak mau jaga tadi mama bisa ko jagain, ko klian pintar- pintaran bawa dia nonton di depan? Sekarang kemana mau klian cari?" Mama Maria masih dengan posisinya di depan pintu kamar Rosa, ini dilakukan agar kedua putrinya belajar bertanggung jawab.


" Tuh, klian juga, bisa tak melihat kemana Yola pergi, semua jadi panik karena klian." Ucap pak Tian tapi tidak sepanik tadi, sedikit tersenyum melihat kedua adiknya yang menangis, membuat Lian merasa aneh dengan sikap pak Tian tapi belum berani bertanya karena takut Mama Maria tambah marah.


" Jadi gimana ini, mama kasian bangunin Rosa ngasih tau, bisa bisa dia pingsan dan mengamuk sama klian sudah membawa Yola tapi tak bertanggung jawab menjaganya, lagian Rosa masih capek," Kali ini mama Maria bersedekap dada, membuat kedua putrinya makin tak bergeming karena takut.


Parulian merasa ada sesuatu yang aneh, ko sikap mama Maria dan pak Tian terlihat tenang tenang saja tak ada kekuatiran dan cenderung santai, sepertinya mereka tau Yola dimana namun memanfaatkan keadaan buat memarahi Sandra dan Nathalia karena kelalaian mereka, padahal Mama Maria dan pak Tian orang yang sangat sayang dan proyektil pada gadis kecil Yola, mustahil mereka bisa ada waktu marah-marah dan tak panik tanpa mencari dimana keberadaan Yola.


" Maaf ka,, tadi kami gak perhatiin Yola," Ucap Nathalia lagi.


" Entahlah klian ini," Ucap pak Tian sambil geleng-geleng kepala berpura-pura kesal pada kedua adiknya.


" Kita pasti ikut nyari ka sampe Yola ketemu, kami pasti tanggung jawab," Sandra mencoba meyakinkan pak Tian agar kakaknya tak marah lagi.


Pak Tian hanya diam memandangi kedua adiknya secara bergantian, membuat keduanya kembali tertunduk takut, sebenarnya pak Tian kasian melihat expresi wajah kedua adiknya yang masih takut karena belum menemukan Yola, baru kali ini juga dia melihat mamanya memarahi kedua adiknya walau itu hanya pura-pura, tapi yang pastinya sudah membuat keduanya menangis dan merasa bersalah, pak Tian memandang mamanya namun hanya di balas dengan mengedikkan bahu.


Tiba-tiba terdengar suara tangisan anak kecil dari kamar Rosa memanggil pak Tian secara berulang ulang.


" Untelll, ayah aja,,, Hu hu hu hu,"


Kali ini mereka berlima saling berpandangan.

__ADS_1


__ADS_2