Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
Hari pertama kerja 2


__ADS_3

Ros tidak langsung membalas pesan dari pak Burhan karena pesanan sarapan pagi sudah sampai,pak Rahmad sedikit terkejut dengan keberadaan Ros diruangan pak Tian,tapi langsung bisa mengambil kesimpulan jika Ros sudah bekerja kembali.


Setelah kepergian pak Rahmad,kembali kecanggungan dirasakan oleh Ros,Tian menyadari itu,sehingga Tian berusaha mencairkan suasana,


"Sarapan yuk bu Ros,keburu dingin ntar gak enak lagi"


"Iya pak,,,!"


"Saya suka sarapan-sarapan yang disediakan pak Rahmad,baru beberapa hari disini rasanya gak bosan-bosan dengan menu yang disediakan,kalo mau ngopi atau ngeteh bisa langsung ke Sari ya".Pak Tian tidak pemilih soal makanan,makanan sederhana pun dia makan asal terjamin kebersihannya dalam pengolahan dan penyajiannya,walau makanan mahal setiap hari dicicipinya.


" Iya pak,,"Ros baru menyadari ternyata buk Yati gak cleaning service lagi di kantor ini,pantas tak ada ditemuinya buk Yati sejak semalam.


Lontong sayur pak Rahmad memang enak,gak lama buat mereka untuk menghabiskan nya.


Sudah jam 8.15 Ros memohon izin ke pak Tian untuk menyusukan anaknya setelah membereskan bekas makanan mereka


"Pak,boleh saya ijin sebentar pulang,anak saya masih menyusu,karena saya bekerja tanpa perencanaan sebelumnya jadi belum ada waktu untuk mencari susu buat sikecil,mungkin saya ijin sekitar 30 sampai 40 menit saja pak"


"Oh,,anak ibu masih menyusu ya?,oke bu,silakan,,"


Ros segera keluar menuju parkiran,namun segera disusul Tian karena Ros meninggalkan HP nya,itupun disadari karena ada panggilan masuk yang dikira dari HP nya.


Yang disusul sudah di parkiran dan mulai menjalankan motornya,tapi terhenti lagi di Pos Satpam yang tak jauh dari parkiran tadi.

__ADS_1


Pak Tian tidak lanjut menyusulnya,karena panggilan telah terhenti juga,dilihatnya Ros sedang bicara dengan pak Burhan,entah apa yang mereka bicarakan disana,namun tak lama Ros mejalankan motornya lagi,penasaran disuruhnya seorang karyawan yang sedang membersihkan halaman memanggil pak Burhan untuk menemuinya.


Hanya menunggu beberapa menit saja pak Burhan sudah menghampirinya,sebagai kordinator keamanan pak Burhan bertanggung jawab penuh akan keamanan karyawan di perusahaan ini,dan dia sangat disegani karena sebagai pimpinan tertinggi untuk penanggung jawab ratusan satpam,Pak Burhan adalah pensiunan TNI dan sudah dipercaya kurang lebih 5 tahun oleh pak Musa langsung karena mereka sudah bersahabat lama.


"Pagi pak,," Pak Burhan pun menjabat tangan Pak Tian.


"Pagi pak Burhan,,gimana kabarnya pak,tumben bapak di pos ini,biasanya bapak yang paling sibuk?"dari cara pak Tian bicara terlihat mereka sudah lama mengenal,biasanya antara bos dan bawahan akan ada jarak bahkan bicara pun akan dijaga.


"Oh baik pak,seminggu ini saya fokus di area kantor utama,ada sedikit masalah di Divisi 18,karena areal tersebut berhubungan langsung dengan lahan masyarakat,jadi ada yang perlu diluruskan."


"Oh iya,sepertinya Ros juga lagi berurusan ya dengan keamanan,ada masalah apa pak" pak Tian mencoba mencari penjelasan kepada pak Burhan,karena jika langsung ke Ros pak Tian banyak pertimbangan,dimana Ros pun seperti banyak menutupi.


Pak Burhan pun mulai bercerita dari awal masalah,tentang Ros yang berhenti bekerja karena permintaan Ben,tentang Ben yang tak pernah menafkahi Ros dengan baik,bahkan tidak memberi gaji nya sepeserpun,dan digunakan untuk orangtuanya dan kebutuhan adiknya yang masih kuliah,hingga memenuhi kebutuhan WIL nya Ben,dan pertengkaran-pertengkaran yang timbul ketika Ros mengetahui aliran gaji tersebut dan menghajar Ben beberapa hari lalu,dan pak Burhan juga menceritakan bahwa Ben memanfaatkan foto yang dimintanya dari satpam untuk memfitnah Ros,sehingga Ros saat ini dibuang keluarganya dan memutuskan hubungan keluarga dengannya.


Pantas Ros tiba-tiba menerima pekerjaan yang ditawarkannya,namun Ros sangat pintar menyembunyikan masalahnya tak begitu menunjukkan kesedihannya,namun bagi yang teliti bisa melihat mata Ros terlihat sembab,mungkin semalam dia menangis begitu lama.


Pak Tian memerintahkan agar permasalahan Ros segera diselesaikan,dan untuk penyelesaiannya harap ada yang mendampingi kedua belah pihak,karena posisi Ros yang tersakiti pasti akan lebih labil.


"Baik pak,siang ini rencana saya pertemukan mereka,tadi saya sudah berbicara dengan ibu Ros,dan ini saya juga akan menghubungi pak Ben agar segera luncuran ke kantor utama."


"Kasian bu Ros jika tidak diselesaikan,karna dia dalam masa menyusui seperti ini"


"Baiklah pak,saya permisi dulu,menunggu Ibu Ros dan Pak Ben tiba di Pos keamanan."

__ADS_1


Setelah kepergian pak Burhan pak Tian pun masuk menuju ruangannya,terlihat sudah ada pekerja sedang mengukur-ukur tempat yang akan dibuat ruangan kerja Ros,ditutupnya pintu ruangannya dan duduk di sofa yang ada di ruangannya tersebut dan diletakkannya HP Ros di atas meja.


Pikirannya jauh ke Ros,sebodoh itukah seorang Ros?padahal dari setiap cerita yang didengar dari papanya dulu Ros begitu sangat dipuji dari segi apapun,bahkan cerita dari pak Amir begitu bagusnya prestasi Ros selama ini,tapi mampu diperdaya oleh Ben,mungkin Ben tidak benar cinta dengan Ros,bahkan mungkin ada tujuan Ben untuk memperistri Ros selama ini,begitu menderitanya Ros secara Verbal,hingga di buang keluarganya karena fitnahan Ben,Pak Tian menanggap Ben tidak bersyukur memiliki istri seperti Ros.


Atau mungkinkah Ros yang terlalu Bucin,baru tau keburukan Ben sekarang?apa Ros tidak bisa menilai sorang Ben selama berpacaran dulu?


Kali ini pak Tian yang gila sendiri memikirkan masalah Ros dengan Ben,rasanya ingin menghajar Ben sampai babak belur hingga memohon-mohon ampun,rasanya makian tak cukup diberikan kepada Ben yang tak punya hati sedikitpun kepada perempuan sebaik Ros.


"Aakhhh,,,," Pak Tian mengepalkan tangannya dan terdengar Ros membuka pintu.


"Pak,,," Ros memasuki ruangan.


"Anak ibu gak rewel ditinggal?" Pak Tian mencoba menetralkan amarahnya.


"Oh tidak pak,anteng pak,baik budi lagi," Sepertinya Ros energinya bertambah jika membicarakan tentang Yola.


"Kapan-kapan ajak main ke sini bu,gak papa jika ibu rasa tidak sibuk,kasian kan kalo ditinggal terus".


" Iya pa,makasih,,"baru kali ini Ros merasa diperhatikan dengan tulus,,"pak sebentar lagi saya mau ijin lagi,dipanggil sama pak Burhan tadi,maaf saya masuk bekerja tapi masih dalam permasalahan dengan suami saya."Ros menunduk merasa menyesal karena pasti akan merepoti banyak orang.


"Ya sudah gak papa,yang penting kasih tau saya,jika ibu meninggalkan kantor setiap meninggalkan kantor".


" Baik pak,makasih sebelumnya."

__ADS_1


"Semoga segera selesai ya bu."


__ADS_2