Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
mamak setuju


__ADS_3

" Mak,,, nanti malam penetua adat akan kesini kata bapak," Rosa bertanya pada bu Rosni yang sedang menggulung tikar tempat mereka tadi makan.


Sementara mba Rosa terlihat sedang memberi Yolah makan setelah terbangun dari tidur siangnya, dan mas Pur, pak Tian juga Parulian duduk di sofa bersama pak Sagala sedang mengobrol.


" Iya Ros, gak baik klian pisah kalo gak diketahui penetua adat, itu sudah tradisi kita" Bu Rosni menjelaskan ke Rosa.


" Tapi ko mereka harus datang juga ke sini?" Rosa sepertinya protes.


" Ros,, klian juga kan nikahnya dihadiri banyak orang, penetua adat ada juga disana, ya untung juga mereka datang kemari, kalo tidak semua mana kami tau apa yang terjadi," Bu Rosni membawa tikar ke dapur dimana selalu disimpannya dan Rosa mengikuti dari belakang.


" Jadi mak, gimana, mamak mau dikasih apa mereka? Emang nanti malam orangnya banyak?"


" Gak juga, paling mungkin hanya dua puluhan orang, tadi mamak udah pesan sama bu Mirah biar dimasakin dan dilebihkan, kita aja udah ramai di rumah ini Ros, kalo mamak lagi yang masak, mamak gak sanggup, mana klian belum istrahat juga." Ucap bu Rosni.


" Mak,,, maafin aku ya udah nyusahin mamak" Bu Rosni mengusap-usap tangan Rosa yang sudah menggenggam tangannya.


" Nak,, melihatmu bahagia mamak bapak juga bahagia nak, mamak lebih sakit lagi melihatmu diperlakukan papa Yola dengan gak baik"


" Makasih mak,,, tapi mamak dan bapak sudah menderita karena aku"


" Gak nak,, jika kau bisa melewati setahun terakhir dengan penuh perjuangan, kenapa kami tak bisa? Kami juga melewatinya tapi selalu dengan doa, biar kau tetap baik-baik saja nak, sudahlah lupakan saja kesalah pahaman kemaren, kita hanya dikorbankan untuk kepentinganny sendiri!" Bu Rosni sepertinya sudah berbesar hati setelah tau kebenarannya.


Rosa memeluk bu Rosni, rasanya lega sekian lama tak berkomunikasi dengan rasa takut, hari ini mereka bisa dipertemukan dan apa yang sudah ditakutkan sebelumnya ternyata tidak terjadi.


"Ros,, kamu punya hubungan apa sama itu, siapa namanya mamak lupa?" Tanya bu Rosni menyelidik, Ternyata bu Rosni penasaran juga tentang keberadaan pak Tian hingga sampai kerumahnya, jika hanya sebagai saksi untuk menjelaskan permasalahan putrinya baginya mustahil, apalagi saat Rosa pingsan tadi pak Tian panik sepanik-paniknya bahkan menyebutnya sayang, bu Rosni sangat risau dengan keinginan tahunnya tentang hubungan Rosa dengan pak Tian.

__ADS_1


" Hmmm,," Rosa tidak langsung menjawab, tapi pergi menjauhi bu Rosni membawa piring-piring bekas makanan ke kamar mandi untuk di cuci.


" Ros,, mamak ingin tau, mamak gak mau dengar dari orang lain, mamak mau langsung dari kau" Bu Rosni yang sekarang mengikuti Rosa, dan membantu membilas piring yang sudah digosok Rosa pakai sabun pencuci piring.


" Mak,, tapi janji ya jangan marah, pak Tian itu anak pemilik perkebunan tempat aku kerja, kami baru dua bulan mak pacaran, tapi kalo mamak sama bapak gak setuju, gak papa mak, aku bisa melepas dia," Ucap Rosa pada mamaknya.


" Kau suka dia? Atau ku hanya lihat tampang dan duitnya?" Bu Rosni masih menyelidik,


" Aku mencintainya mak, tidak hanya sekedar suka" Rosa sekilas memandang bu Rosni yang sibuk membilas piring.


" Tapi kau belum di apa-apain sama nak Tian kan, atau klian sudah berbuat yang belum seharusnya klian lakukan?"


" Mak,,, apa aku serendah itu, aku juga tau diri mak, terus kenapa mamak sampe nanyanya gitu?" Rosa yakin Ben memfitnah lagi.


" Iya, tadi sebelum klian datang, Ben bercerita kalo kau udah berani terang-terangan bersama laki-laki tanpa menjaga perasaannya gak ada dia itu nyinggung perceraian, malah mau ajak kami ke sana buat mendamaikan klian, katanya pernah klian di buntuti, dan klian dimobil melakukan hubungan terlarang, terus lama baru keluar dari mobil, benar membuat mamak malu kali saat dia bercerita, katanya mamanya juga ketemu sama klian"


" Kurang ajar itu si Ben, kayaknya mau mati juga itu, fitnah terus, jadi mamak percaya gitu aja?" Rosa benar-benar marah, giginya terdengar gemeretak, membuat bu Rosni menyesali pertanyaannya.


" Tadi sempat percaya, tapi kedatangan klian dan ucapan nak Susan buat mamak ragu."


" Makkkk,,," Rosa menarik nafas nya dalam-dalam dan mengeluarkan secara kasar sebelum melanjutkan kalimatnya,


" Mak, setahu aku, kami itu ketemu sama mamanya Ben saat kami bawa Yola jalan dan singgah di Resto dulu mau makan, di situ ramai ko, ada mba susan juga mas Pur, ada pasangan suami istri yang bekerja di Paviliun Heru, kebetulan mereka datang, ada Ben, mamanya dan satu lagi pacarnya Ben, yang adu mulut itu Heru sama mamanya, aku malah diam aja waktu pacar Ben dan mamanya menghina ku, karena gak Terima aku dihina terus marah dong Heru, akhirnya mereka keluar dari Resto, terus habis dari Resto kami singgah di mall, awalnya aku memang niat gak mau masuk, karena saat itu aku nangis aja, benar hampir setengah jam Heru bujuk aku biar ikut masuk mall, kami keluar mobil gada ketemu mereka mak, tapi ko tau ya aku keluar mobil bareng Heru?" Rosa bercerita panjang dan mengingat-ingat kembali kejadian di mall, membuat bi Rosni geleng-geleng kepala sama cerita dari Ben


" Soalnya mamanya ikut membenarkan loh Ros " Sepertinya bu Rosni terpengaruh akan cerita bohong Ben.

__ADS_1


" Mak,, aku ini menjaga betul harga diriku, kalo Heru tak suka samaku, takan mungkin Yola mau dan dekat sama dia, mamak tau, yang di apeli dia bukan aku, tapi Yola, kami itu ketemu di kantor hanya sebatas atasan dan bawahan, datangnya ke rumah mas Pur bukan ke Rumahku, makk,, yang tau di sana mba Susan mak, waktu kami berduaan aja tak ada, sejak kita putus komunikasi mba Susan yang ada buat aku, mamak boleh tanya ke mas Pur sendiri sejauh apa kami pacaran." Rosa benar-benar kecewa dengan sikap Ben dan mama Ida.


" Mamak hanya memastikan nak, tapi apakah nak Tian menerimamu dengan status yang sekarang?"


" Kalo itu tanya dia, tanya gimana perasaannya sama anak perempuan mu ini!" Rosa tersenyum sambil menyelesaikan cucian terakhirnya.


" Udah kenal orang tuanya Ros," Pertanyaan bu Rosni banyak sekali, mungkin dia kuatir tentang Rosa.


" Kenal baik dengan pak Musa papanya, karena dulu sering berkunjung ke kebun dan bertemu, kalo bu Maria kenal juga tapi belum pernah bicara dengannya, setahu aku baik" Ujar Rosa lagi.


" Terus kenapa anaknya di kebun, pak Musa kemana?"


" Heru kemaren itu tinggal di Amsterdam, Belanda mak, setahun lalu pak Musa jatuh sakit, jadi ceritanya disuruh pulang gada yang mengurus perkebunan."


" Ohhh,,,gitu" Bu Rosni membulatkan bibirnya tanda mengerti.


" Iya mak,, aku kenal dengan Heru baru satu tahun ini, jadi saat tau bapak sakit dari Ben, udah niat mau pulang, eh bang andre marah-marah maki-maki aku katanya mama bilang aku gak boleh lagi pulang, akhirnya jadi juga aku Terima tawaran balik kerja yang sebelumnya ditawarkan Heru, alasan mereka aku punya pengalaman di kebun dan Heru buta dengan pekerjaan di perkebunan." Lanjut Rosa bercerita ke mamaknya.


" Kalo nak Tian baik sama kamu juga Yola, mamak setuju aja Ros, mamak mau kamu bahagia" Ucapan bu Rosni terlihat sangat tulus.


" Mamak setuju?" Rosa mengulang kata-kata bu Rosni.


" Setuju anakku, asal dia janji memperlakukan kau dengan baik."


" Dia selalu memperlakukanku baik mak, rasa sayangnya ke Yola melebihi rasa sayang Ben, jika tadi Yola tak mau bersamanya, aku pastikan aku tak punya perasaan apa-apa untuknya."

__ADS_1


" Baguslah, jangan sampe menelantarkan anak, hanya karena laki-laki "ujar bu Rosni.


" Iya mak,,anak itu tetap yang utama, "


__ADS_2