Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
POV Musa Admojoyo


__ADS_3

Saya Musa Admojoyo pemilik salah satu perkebunan swasta terbesar di Indonesia, memiliki istri bernama Maria Sarela dan tiga orang anak, satu laki-laki yang sangat tampan seperti saya dan dua orang anak perempuan yang tak kalah cantik dengan mamanya, Anak-anak saya semua sudah dewasa saat ini kedua anak perempuan saya sedang menyelesaikan study nya di Universitas yang berbeda.


Dan Heru Kristian adalah anak laki-laki saya satu-satunya, saat ini sudah berumur di kepala tiga, namun seperti yang saya lihat dia pria pemilih dan setahu saya belum ada wanita yang benar-benar dekat dengannya.


Karena alasan kesehatan, saya meminta Tian untuk kembali ke Indonesia yang selama ini dia menyelesaikan kuliahnya di salah satu universitas terbesar di Amsterdam, dan sudah beberapa tahun bekerja disana, saya tau dia sudah betah tinggal disana, namun karena kesehatan saya sedang memburuk sementara perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit yang saya miliki belum ada yang benar-benar saya percaya untuk mengelolanya, maka mau tak mau Tian kembali juga ke Indonesia.


Rosa adalah karyawan terbaik di perusahaan saya, disamping kinerjanya yang baik, disiplin dia juga sangat loyalitas pada perusahaan, dan jujur saya begitu menyukai pribadinya, selain cantik dia juga wanita yang punya sopan santun dan berahlak baik, dia sudah lama bekerja di perusahaan saya.


Dia tak pernah tau jika saya sering menceritakan dirinya ke Tian anak saya, berharap anak saya penasaran dan bertanya tentang Rosa, namun tak sedikit pun hatinya bergeming mendengar cerita saya, terkadang hanya tersenyum menanggapi cerita tentang Rosa.


Suatu waktu saya mendengar kabar jika Rosa akan menikah dengan sesama karyawan saya, sejak itu saya putuskan berhenti menceritakan Rosa pada Tian, saya berharap Tian tak bertanya suatu saat kenapa tiba-tiba saya tak menceritakan tentang Rosa lagi, dan sejujurnya saya kecewa pada diri saya sendiri kenapa tidak memberitahu Rosa jika saya punya anak laki-laki yang tampan.


Namun ketika saya mulai melupakan Rosa untuk Tian, malah mereka dipertemukan secara tidak sengaja, dari cerita yang saya dengar dari Tian pertemuan mereka terbilang unik karena miss komunikasi antara karyawan saya ke Tian yang baru beberapa hari bergabung menggantikan saya.


Sejak kembali bergabung di perusahaan perkebunan saya, tak banyak cerita yang saya dengar dari orang-orang terdekat saya, atau dari Tian sendiri, hingga saat pak Samsul dan mba Rita berkunjung ke rumah, mereka adalah teman lama saya, mereka mempunyai anak perempuan namanya Greta, dan sudah lebih lima tahun tak bertemu, mereka memiliki perkebunan sawit seperti saya namun berada di pulau Kalimantan, dari awal pembukaan lahan, penanaman, perawatan, dan sebelum menghasilkan seperti ini, pak Samsul selalu membantu saya, dari segi ilmu perkebunan bahkan pinjaman dana demi berlanjutnya perkebunan saya yang saya rintis sendiri.


Saya sangat beruntung mengenal mereka, dan saat mereka meminta agar Tian dan Greta dijodohkan, saya langsung setuju mengingat kami adalah teman lama dan jasa pak Samsul sangat banyak.

__ADS_1


Greta adalah gadis yang cantik, dan modis, begitu sangat menyukai Tian, sehingga saat dia tahu kami berniat menjodohkan mereka, dia sangat senang dan ingin dekat dengan Tian.


Demi memenuhi keinginan Greta yang sangat di manjakan pak Samsul dan mba Rita, awalnya Greta kami buatkan usaha butik di kota dekat dengan perkebunan, berharap agar Tian sering berkunjung, namun dari cerita Greta malah Tian jarang sekali mengunjungi nya, hanya beberapa kali saja mereka bertemu sejak mereka tinggal di kota yang sama, Tian begitu cuek dengan perempuan mana saja.


Karena kondisi kesehatan saya sudah membaik, saya mengajak istri saya berkunjung keperkebunan, sekalian menjenguk anak laki-laki kami, dan sekalian membawa Greta untuk memberitahu Tian tentang perjodohan mereka, dan dalam waktu dekat mereka bisa menikah secepatnya.


Namun kami tidak menemui Tian di perkebunan, dan bu Titik hanya mengatakan jika Tian sedang liburan bersama dengan teman-temannya, dan saya tidak mempermasalahkannya mengingat Tian yang begitu serius mengurus perkebunan hingga mendapatkan kenaikan produksi selama setahun terakhir, dan sangat memuaskan bagi saya.


Tian tiba setelah beberapa jam kami sampai di perkebunan, Tian sangat terkejut dengan keberadaan kami di perkebunan karena tak memberitahu nya terlebih dahulu dan tak kalah terkejutnya akan kehadiran Greta kekamarny, Tian begitu marah dan kesal karena Greta masuk tanpa ijin ke kamarnya.


Kami kira kekesalannya tak berlangsung lama, ternyata kami salah, pagi ini Tian meminta ijin untuk tidak masuk bekerja lewat pesan WA.


" Kalo papa butuh apa-apa, bisa minta ke Rosa dan pak Amir"


" Hari ini istrahat dulu"


Saya hanya membalas pesan dari Tian dengan kata,

__ADS_1


" Baiklah"


Hari sudah terang saat saya berangkat ke kantor bersama Greta yang meminta ikut tadi karena ingin melihat kondisi perkebunan saya juga, dan dengan senang hati mengajaknya serta, kami menaiki mobil Jeep menuju kantor dengan pengemudinya saya sendiri.


Banyak yang terkejut dengan kehadiran saya di perkebunan, tak sedikit pula menghampiri saya hanya untuk menyalami saya dengan Greta, dan diantaranya adalah Rosa yang terakhir tau saya berada di perkebunan.


Rosa masih seperti yang dulu, dengan ramah menyalami saya, namun tidak Greta, tidak menerima jabatan tangan Rosa dia hanya memandang Rosa dengan ekspresi tidak suka akan keberadaannya Rosa di sana, aku kira Rosa akan marah, namun dia hanya tersenyum membalas perlakuan Greta yang tak suka melihatnya.


Setelah beberapa lama mengobrol dengan Rosa, saya pamit untuk berkeliling, dan Rosa pun ijin kembali melanjutkan untuk bekerja dengan sopan, saya tetap mengaguminya karena sikapnya yang baik dan hormat.


Dan saya mengunjungi gudang pengadaan yang tak jauh dari perkantoran, dan bertemu dengan seseorang yang mengaku bernama Ruben menjabat sebagai kepala Gudang dan mengaku mantan suami dari Rosa, entah apa yang membuat dirinya bercerita tentang Rosa yang membuat saya infil dan tak menyukai Rosa, inti dari ceritanya adalah dia bilang Rosa dan anak saya Tian sudah menjalin hubungan sejak mereka belum sah bercerai, membuat saya meradang mengingat betapa saya dulu menginginkan Rosa jadi menantu saya, namun Tian begitu tidak bermoral merebut Rosa dari suaminya, dan beruntung Greta tak mendengar saat Ruben bercerita tadi.


Saya tak menceritakan apa-apa pada istri saya saat pulang ke paviliun, dan saya bersikap biasa saja seperti tidak tahu apapun, sampai saya terkejut dengan kedatangan Tian dan Rosa saat kami makan siang, terlihat Tian menggenggam tangan Rosa saat akan bergabung bersama kami di meja makan, jelas membuat Greta marah dan berlalu meninggalkan kami.


Istri saya menyusul Greta setelah menyelesaikan makanannya terlebih dahulu, tinggallah saya bersam Tian dan Rosa, sikap Greta yang secara terang-terangan tak menyukai Rosa dan sikap saya yang biasa-biasa saja menambah kecanggungan Rosa, membuatnya cepat menyelesaikan makannya juga, namun tetap menunggu kami selesai makan.


Dengan telaten dibersihkannnya meja makan dan mencuci perlengkapan makan kami di wastafel, dan kembali bergabung setelah semuanya beres, tapi sebelum dia duduk kembali terlebih dahulu saya mengajak mereka ke ruang depan untuk berbicara, dan tanpa menunggu lama mereka mengikuti saya dan duduk di sofa yang sama.

__ADS_1


Istri saya ikut duduk bersama saya setelah keluar dari kamar yang ditempati Greta, dan dia mulai bertanya-tanya kepada Rosa tentang keluarga dan hubungannya dengan Tian anak kami, dan dia mengakui jika mereka telah menjalin hubungan sejak dua bulan terakhir, saya yang mendengar tak percaya dan malah menuduh jika mereka telah berbohong pada saya dan membuat Rosa tersinggung dan meninggalkan Paviliun dengan marah, namun dikejar oleh Tian dan berusaha membujuknya, namun Rosa tetap bersikeras akan pergi, Tian kembali ke Paviliun dengan mengajukan protes pada saya, dan pergi setelahnya ke kamarnya.


Saya hnya bisa menarik nafas panjang, dan berusaha tidak terpengaruh akan kemarahan Tian.


__ADS_2