
Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan buat Rosa dan pak Tian, setelah melewati banyak drama akhirnya mereka akan mengakhiri dengan sebuah pernikahan, ternyata tidak mudah mendapatkan restu dari pak Musa dan dan mama Maria, namun berkat kesabaran dan keteguhan cinta mereka, akhirnya restu itupun mereka dapat dari orangtua pak Tian.
Flashback
" Menikah lah nak, maafkan papa yang hanya memikirkan diri papa sendiri tanpa memikirkan kebahagiaan mu, seharusnya papa dari dulu merestuimu dengan Rosa, karena Rosa adalah wanita baik baik sama seperti saat dulu papa kenal, jika lebih awal saya tau Greta hanya menjadikanmu sebagai penutup aibnya, membawanya saja saat itu ke perkebunan ini tak akan pernah papa lakukan, karena saat itu Greta sudah hamil tiga bulan, setelah kamu pergi Greta mencoba menggugurkan kandungannya dengan meminum obat penggugur kandungan yang kami tidak tahu darimana dia mendapatkan nya." Cerita pak Musa yang membuat Rosa dan pak Tian terkejut dengan apa yang didengar mereka.
Mereka memutuskan pulang ke perkebunan setelah kedatangan pak Tian menemui Rosa di kota yang ditinggalinya saat itu, karena ini adalah salah satu keputusan dari mereka berdua, mereka akan kembali menemui pak Musa dan mama Maria untuk meminta restu, dan apapun yang menjadi keputusan orangtua pak Tian mereka akan tetap melangsungkan pernikahan, mengingat terlalu banyak hal yang harus mereka lewati tanpa pernah ada habisnya.
Namun kedatangan mereka malah diterima baik oleh kedua orangtua pak Tian, dan memberikan restu untuk mereka berdua tanpa banyak pertanyaan seperti sebelumnya yang membuat mereka pergi dan terpisah dengan waktu yang cukup lama tanpa ada komunikasi, tapi kini mereka kembali bersama dan akan segera melangsungkan pernikahan.
Yang membuat mereka masih bingung adalah Greta, ternyata Tuhan sengaja mengacaukan apa yang telah mereka rencanakan agar tujuan Greta dan keluarga nya ikut kacau dan tak kesampaian.
" Pacar Greta tak mau bertanggung jawab, dan malah pergi ke Jerman untuk membantu bisnis orangtuanya, dan orangtua Greta memanfaatkan kedekatan di keluarga kita hanya buat menutupi aib keluarga mereka" Lanjut pak Musa membuat Pak Tian semakin tak respect dengan keluarga Greta.
" Lah papa kapan taunya pa kalo Greta hamil?" Pak Tian masih dengan kebingungan nya.
" Dua hari sesudah kamu pergi, kami mendapati nya pingsan di kamar, dengan pendarahan yang hebat, papa langsung menghubungi dokter yang sedang piket di klinik kebun kita untuk segera datang, setelah diperiksa dokter mengatakan jika Greta sedang hamil dan harus segera dibawa ke rumah sakit buat mendapatkan pertolongan karena pendarahan nya, ya udah mama yang masih panik ikut nganterin bareng dokter." Pak Musa menarik nafasnya dalam sebelum melanjutkan ceritanya.
" Papa sempat mikir kamu yang menghamili Greta, tapi mikir lagi kalo kamu yang menghamili ko malah pergi setelah Rosa pergi, dari gelagatmu saja tak sedikitpun menyukai Greta, sementara jarang kamu bertemu dengannya, ternyata setelah beberapa jam mendapat perawatan di rumah sakit akhirnya Greta sadar dan syukur kehamilannya terselamatkan, mamamupun tak sabar mempertanyakan kehamilan Greta, saat itu orangtua Greta om Samsul sudah tiba juga, mamamu mendesak agar Greta jujur dan benar bukan kamu yang menghamili nya, itu sangat melegakan hati papa."
" Gimana mau menghamili, tau cinta aja setelah mengenal Rosa" Ucap pak Tian sambil memandang Rosa yang sedang mengantarkan minuman dan cemilan ke mereka membuat Rosa tersipu malu.
" Mau dimana menikah nya?" Tanya pak Musa pada anak lelakinya dengan tersenyum.
" Disini juga boleh pa, biar karyawan papa bisa diundang semua, termasuk Ben mantan Rosa si penghasut itu" Ucap pak Tian tanpa sadar membuat Rosa menekuk wajahnya.
" Huss,, kamu gak mikir ngomongnya ada Rosa," Ujar pak Musa tak enak melihat calon menantunya, tapi dengan cepat Rosa memandang pak Musa dan menggeleng tersenyum.
__ADS_1
" Gak pak, gak papa, saya hanya merasa malu pernah menjadi istri Ben."
" Panggil saya papa Ros,, maafkan sikap papa yang kemaren ya" Dengan tulus pak Musa meminta maaf ke Rosa.
" Baik pak,,eh pa,, dan hal kemaren udah sudah saya lupakan, terimakasih sudah menerima saya dan Yola dengan baik" Ucap Rosa lagi.
" Eh mama mana?" Pak Tian mencari keberadaan mama Maria.
" Mama di atas bawa Yola tadi" Jawab Rosa.
" Terus di kota P kamu kerja apa Ros?"
" Kami buka usaha kelontong pa bersama adik sepupu yang dulunya sempat kami bawa kesini mau kerja disini, dan kami menyewa Ruko dikota itu." Rosa sedikit menceritakan kegiatan nya beberapa bulan terakhir.
" Jadi gimana usahanya jika kamu tinggal seperti ini?"
" Ohh, tidak klian disini saja, tak usah kesana lagi, papa mau pensiun, Perkebunan biar Tian aja yang mengelola, papa percaya karena selama setahun Tian mengelola nya banyak kemajuannya, dan untuk usaha yang disana berikan aja pada sepupuku, nanti papa ganti rugi deh." Ucap Pak Musa.
Pak Tian dan Rosa saling berpandangan, pak Tian hanya mengangkat bahunya membuat Rosa mengerucutkan bibirnya ke arah pria yang dicintainya ini.
Tiba-tiba muncul mama Maria dan Yola, dengan wajah berseri keduanya menghampiri dan duduk di samping papa, dengan Yola yang didudukkan di pangkuan mama Maria, terlihat mereka sangat dekat seperti sudah lama saling mengenal.
" Lihat pa,, Yolanya malah lengket sama mama terus, mana anaknya cerewet lagi, pinter, banyak nanya, pingin nyubit aja pipinya" Ucap mama Maria yang menciumi pipi Yola gemas.
" Iya ma,, anaknya jarang jarang bisa langsung deket dengan siapa saja, kalo disana malah temannya tak ada, ketemu orang aja langsung sembunyi di badan kita, makanya selama disana sering nangis nanyain uncle terus mba Susan." Ucap Rosa merasa bersalah.
" Tuh kamu jahat banget," Pak Tian memandang Rosa kesal karena mendengar Yola selama ini ternyata sering menangis mencarinya.
__ADS_1
" Maaff" Dengan wajah memelas Rosa mengakui salahnya.
" Ohh iya mas Pur masih disini ya pa?" Pak Tian baru ingat dengan mas Pur dan mba Susan.
" Masih,, istrinya baru bulan lalu lahiran." Kali ini mama Maria yang jawab.
" Ko kita bisa melupakan mba Susan yang kemaren kita tinggal lagi hamil, ya ampun ternyata udah lahiran, anaknya cewek cowok ma?" Tanya Rosa antusias.
" Cowok ya pa?" Tanya mama lagi.
" Iya cowok, kemaren waktu acara selamatan nya kita kesana anaknya tampan." Jawab papa.
" Kita kesana yuk Sa,, mas Pur udah seperti sodara Tian pa disini, orangnya baik banget."
" Iya nak,, pernah juga dia nanya kamu dimana, makanya banyak cerita yang papa tau tentang hubungan klian dari Purwanto, dan tentang Ruben juga." Ucap papa menyesal.
" Paaa,,, semua udah lewat dan berlalu, sekarang anak kita sudah kembali, nak Rosa juga ada, waktunya kita buat mereka mewujudkan keinginan mereka, jangan kita gantung lagi,," Mama Maria sangat memahami perasaan suaminya yang sangat menyesal dengan kejadian beberapa bulan lalu.
" Papa yang akan urus semua, jika klian mau resepsi nya kita buat disini, untuk nikahnya kita harus buat di kota, biar mempermudah semua urusan yang menyangkut pernikahan."
Flashback berakhir.
Rosa memandangi dirinya di cermin, dia begitu puas dengan hasil MUA yang di booking mama mertua nya, senyuman pun tak lepas dari bibirnya.
" Semoga ini yang terakhir ya Ros," Bu Rosni yang menemaninya sedari tadi memeluk putri semata wayang nya.
" Iya, mak,, do'ain selalu ya mak!" Ucap Rosa dengan membendung air matanya agar tidak jatuh.
__ADS_1
Andre dan istrinya Mona ikut terharu, mereka memutuskan ikut menghadiri pernikahan Rosa karena diminta oleh Pak Tian dengan langsung mem boking tiket pesawat untuk mereka, dan bu Rosni juga khusus dijemput dengan beberapa keluarga dekat dengan orang suruhan pak Musa.