Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
Cemas


__ADS_3

" Apaan sih ma?, gak ada, bukannya nanya dulu, main acara jodoh-jodohan lagi" Pak Tian sangat kesal mengetahui tujuan Greta dibawa serta ke perkebunan papanya.


" Bukan gitu nak, apa sih kurangnya Greta?" Mama maria mendekati dan ikut duduk di sofa samping putra satu-satunya.


" Ma,,, Tian sudah punya pilihan, tolong mama jangan paksa"


" Terus kalo ada, ko gak dikenalin sama mama?" Mama Maria tak mau kalah.


" Udah deh ma,, yang penting Tian gak mau."


" Emang siapa wanita yang jadi pilihanmu, coba mama mau kenal."


" Nanti Tian bawa kesini."


" Hmmm,,, karyawan papamu?" Mama Maria menaikkan alisnya.


" Tanya mama aja sendiri" Ucap pak Tian kesal.


" Loh, orangnya tak ada ko malah mama disuruh nanya?"


" Mama tuh, apaan pula bawain Greta kesini?"


" Itu kan anak teman mama jeng Rita, apa salahnya? Klo klian jodoh kan bisa lebih dekat lagi jadi keluarga!"


" Kalo Tian gak mau?"


" Kalo mama paksa?"


" Tian balik ke Amsterdam."


" Terus wanita pilihanmu? Ditinggal?"


Pak Tian tak langsung menjawab, namun memandang mamanya dengan penuh menyelidik,


" Mama ko klihatan ada rencana tersembunyi?" Tanpa melepas pandangannya ke mama Maria.


" Hahaha,,, ko malah dituduh? Mama cuma nanya, terus wanita pilihanmu diapain? Ditinggalin, dibawa serta atau gimana?" Mama Maria malah tertawa melihat anaknya yang curiga.


" Ma,, tolong jangan ada acara jodoh-jodohan, risih ma, banyak yang mau sama Tian, tapi kan buat apa klo nanti gak sayang mama juga papa, buat apa kalo nanti cuma mau morotin harta mama papa?"

__ADS_1


" Umur kamu nak, ingat gak lama lagi udah tiga satu, udah cukup dewasa, sementara papa mama juga kepingin gendong cucu loh nak" Air muka Mama Maria sedikit berubah dan terlihat sedih.


" Ma,, nanti Tian bawa kesini, tapi mama janji dulu" Pak Tian memberi jari kelingkingnya membuat mama Maria kembali memandang wajah putranya.


" Janji apa?"


" Jika nanti gak sesuai kriteria mama ato papa, jangan langsung berkomentar di depan dia ya!, itu pilihan Tian!"


" Hmmm,, oh ya?"


" Emang Greta kemana?" Pak Tian melemparkan pandangannya ke pintu kamar tamu yang ada di lantai bawah dekat ruangan dimana mama Maria dan dirinya.


" Tadi pergi sama papamu, katanya pingin jalan-jalan ke arah perkantoran, lah kamu ko gak kekantor?" Mama Maria baru ingat jika pak Tian baru pagi ini turun.


" Mau istrahat dulu, tadi udah bilang papa ko," Ucap pak Tian asal.


" Hmmm, pantes papa pagi-pagi udah pergi,"


" Terus ngapain Greta ikut sama papa?" Pak Tian masih menunjukkan ketidaksukaannya akan keberadaan Greta.


" Ya gak papa dong, ko Tian yang keberatan, papa aja gak masalah." Mama Maria tersenyum melihat muka kesal putranya.


" Udah ah,, mama bikin kesel terus" Ucap pak Tian pada mama Maria dan berlalu ke arah dapur untuk mencari sarapan.


Rosa hari ini sudah kembali bekerja, Yola sejak subuh sudah di jemput mba Susan sebelum Rosa berangkat ke kantor, tapi pagi ini tak ada ditemuinya pak Tian namun dikejutkan dengan kedatangan Pak Musa bersama dengan gadis cantik yang rasanya pernah bertemu, tapi tak ingat dimana, dan segera di hampiri nya pak Musa yang sedang memperhatikan aktivitas pemanen yang tidak jauh dari tempatnya berdiri sedang memanen, dan gadis bersamanya hanya mengikuti pak Musa dan tak pernah jauh darinya.


" Pagi pak,," Dengan ramah Rosa menyalami pak Musa dan gadis yang bersamanya, namun tak ditanggapi gadis tersebut.


" Kamu Rosa?" Dengan tersenyum Pak Musa memastikan jika ingatannya masih baik.


" Benar pak,, eh bapak kabarnya kemaren sakit,?"


" Ohh iya,, tapi udah membaik ko Ros, seperti yang kamu lihat sekarang" Ucap pak Musa yang membuat Rosa tersenyum.


" Syukurlah pak,, terus kapan kesininya pak?" Sedikit cemas jika nanti pak Musa tiba sudah sejak beberapa hari lalu dan bertanya tentang kepergian mereka kemaren bersama pak Tian.


Sementara gadis itu mulai menunjukkan ketidaksukaannya pada Rosa yang dirasanya terlalu sok dekat pada pak Musa.


" Baru semalam Ros sama istri saya, kata mamanya udah rindu sama Tian, tapi sebelum masuk ke kebun singgah dulu ke tempat usaha Greta, eh malah minta ikut kesini katanya mau jalan-jalan hehe." Pak musa sedikit tertawa, rasanya lucu dengan permintaan Greta.

__ADS_1


" Ohhh...." Rosa hanya membulatkan bibirnya dan menganguk-angguk, Rosa baru ingat jika yang bersama pak Musa itu adalah Greta yang beberapa bulan lalu bertemu dengannya.


" kemaren juga gak mau salaman sama aku,,dia Greta" Rosa bicara pada dirinya sendiri, tapi dicoba nya untuk tetap santai, takut nanti pak Musa jadi banyak pertanyaan padanya.


" Tapi dari info yang saya dengar, kamu pernah resign, terus masuk lagi?"


" Benar pak,, maaf sebelumnya," Ucap Rosa merasa tak enak.


" Ya gak papa,, selama tak melakukan kesalahan fatal, yah bisa dipertimbangkan, mungkin Ros punya alasan dengan keputusan kemaren." Pak Musa terdengar bijak dengan ucapannya.


" Makasih pak,," Ucap Rosa lega, tapi tak berani bertanya tentang keberadaan pak Tian ko tak kelihatan sejak pagi tadi.


" Baiklah Ros, bapak mau jalan lagi ya " Pak Musa memutuskan pembicaraan singkat mereka.


" Ohh,, iya pak, saya juga mau kembali melanjutkan pekerjaan saya." Rosa pamit dan kembali ke ruangannya.


Sudah jam sepuluh lewat lima belas menit, tapi pak Tian belum juga menampakkan batang hidungnya, membuat Rosa sedikit gusar mana pak Musa saat ini berada di perkebunan.


Dengan ragu di ambilnya ponsel dari tasnya yang sedari tadi dilupakannya karena kesibukan pekerjaan yang menumpuk karena pulang kampung kemaren, dibukanya aplikasi WA yang ternyata ada beberapa pesan yang tidak diketahuinya.


Jarinya berhenti di pesan pak Tian yang ternyata sejak jam lima sudah dikirimi pesan sama pak Tian dan dibukanya.


" Sayang,,"


Hari ini saya gak kerja, masih kerasa capek, kayaknya calon mertuamu akan kekantor hari ini semangat ya!


" Huh,,, " Rosa meletakkan ponselnya kasar di meja kerjanya tanpa membalas pesan dari pak Tian.


Di tariknya nafasnya dalam, lalu dikeluarkan secara kasar dan itu dilakukan berulang-ulang, pikirannya jauh tentang hubungannya dengan Tian, akan ada masalah baru nantinya dan pasti dalam waktu dekat akan dipertemukan dengan orangtua dari Heru Kristian, sementara dirinya belum siap.


Tiba-tiba terdengar notifikasi dari aplikasi WA nya, menyadarkannya dari lamunannya, dan segera dibuka dan dibacanya pesan dari pak Tian lagi.


" Cuma di read aja, gak kangen apa?"


" Udah ketemu calon mertua tidak sayang?"


" Siang nanti saya jemput ya, mama mau ketemu,,"


"Deeggg"

__ADS_1


Apa yang dikuatirkan Rosa benar terjadi, siang ini akan bertemu dengan orangtua pak Tian, kali ini Rosa hanya bisa meremas jarinya sendiri, ada kecemasan dihatinya.


"


__ADS_2