Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
Hari pertama kerja 3


__ADS_3

Ros tiba di pos ternyata motor Ben sudah ada disana,ternyata dia datang bersama mas Purwanto,pak Edi dan lagi ada pak Awal disana,ruangan dalam pos ini sekitar 4x6 mtr,nampak satu set kursi plastik dan meja disana,tak jauh dari sana terlihat ada kasur tipis,mungkin untuk kasur saat mereka istrahat dan disudut ruangan ada dispenser disampingnya ada rak mungil yang berisi gelas dan beberapa sendok teh.


"Masuk bu,," Pak Dayat mempersilahkan Ros masuk,semua pasang mata tertuju padanya.


Ros menarik satu kursi plastik dekat dengan mas Purwanto berseberangan langsung dengan Ben juga pak Edi,dan pak Awal juga pak Burhan ada di sebelah kiri Ros,dan pak Dayat beserta 1 orang temannya Ros tidak mengenalnya namun kemaren juga ikut ke rumah Ros.


"Berhubung semua sudah ada,kita mulailah,jadi seperti aduan dari bu Ros pak Ben sudah menfitnah nya,saya tidak tau kebenarannya namun saya bertanya ke pak Ben,benarkah yang dituduhkan bapak terhadap bu Ros?"


"Saya tidak pernah memfitnahnya pak!" Wajahnya mulai memerah mungkin malu atau marah.


"Gimana bu,,ibu punya bukti?"


"Oke pak,sebelum saya memberikan bukti,saya bicara dulu dengan dia," Sedikit Ros mengubah duduknya dan mengarahkan pandangannya ke Ben dan melanjutkan "apa kau tau aku sudah mulai bekerja hari ini?,,hhmmm ohhh itu tak perlu kau tau,nanti kau makin takut aku bisa melakukan apa saja yang merugikan posisimu saat ini" Yang diajak bicara hanya diam,


"Karena fitnahanmu bapakku jatuh sakit dan stroke,lucunya aku dapat kabar dari kau,bukan dari mereka,tak pernah mereka menghubungimu mengabarkan apa-apa sebelum aku,karna kau bicara dengan mereka aja gak pernah,angkuh kau sama orang tuaku" Nadanya bicara Ros masih standar.


"Kau pikir aku tidak curiga dengan hal janggal itu hah?" Ros sedikit dimajukan wajahnya "aku telepon-telepon orangtuaku,tak diangkat,terakhir aku di blok" mulai mata Ros berkaca-kaca,"Tuhan itu baik Ruben anj*ng!!!"suaranya mulai bergetar "abangku telepon dan marah-marah,mau dengar seperti apa amarahnya ke aku yang tidak sedikipin melakukan apa yang kau tuduhkan,," Air mata itu akhirnya berhasil keluar,,Ros membuka rekaman percakapan teleponnya tadi malam di HP yang dari tadi digenggamnya.


Benar saja,mereka mendengar suara Andreas,dan terdengar juga suara yang mereka kenal suara Ros,hingga rekaman itu selesai Ros masih saja menangis.

__ADS_1


"Sekarang,terbukti jelas kau memfitnah aku,salah aku apa bang?" Suaranya tidak setinggi tadi namun masih bergetar,menunjukkan kekecewaan yang begitu dalamnya terhadap Ben.


"Kau kirim foto-foto saat dirumah,juga saat di ruangan pak Burhan demi memperjelas jika saat itu aku disidang karna perselingkuhan ku,,kapan aku selingkuh Rubennnnn," Tak terduga Ros histeris dan secara replek sudah melempar aqua gelas ke Ben,yang di lempar belum sempat mengelak dan mendarat sempurna di keningnya,menyebabkan minuman gelas itu pecah dan airnya nyiprat juga mengenai pak Edi.


Pak Pur dengan segera menarik tangan Ros dan berusaha menenangkannya dengan memberi minum.


"Kau tau rasanya dibuang keluarga?kau tau apa yang kurasa saat ini,kau tau rindunya aku sama bapakku saat ini?terlalu kau Ben,apa yang di otakmu,?sekarang mampu kau bertanggung jawab akan pengobatannya,bisa kau pastikan bapakku pulih seperti sedia kala?."


Sepertinya orang-orang di sana memberi ruang kepada Ros untuk menyampaikan amarahnya,mereka masih jadi pendengar walau mereka ikut syok dengan pernyataan Ros.


"Mau seperti apa lagi rencanamu ingin menghancurkan aku,kau belum puas?"


"Orang yang mudah mengucapkan kata maaf akan selalu mudah untuk mengulang kesalahan-kesalahan serupa",Ros tak memberikan sedikitpun kesempatan untuk Ben membela dirinya,


"Simpan saja maafmu,perbuatanmu ini meyakinkan aku buat bercerai denganmu,bagaimana kau memperbaiki nama baikku di keluargaku,sedang orangtuaku sudah membuangku,?terlihat sudah di dirimu bagaimana orangtuamu mendidikmu,kau berikan kotoran diatas kepalaku,kau benar-benar coreng harga diriku di hadapan orangtuaku,lelaki macam apa kau?apapun masalah yang kuhadapi tak satupun orangtuaku tau,seperti apa kau memperlakukan aku sedikitpun tak ku keluhkan ke orangtuaku,ku jaga harga dirimu,satu pesan yang ku tanamkan dari seorang mamaku *Ros,seburuk apapun suamimu,sebesar apapun masalah yang kau hadapi nantinya dengan suamimu,ingat ya nak,jangan sekali-kali kau berselingkuh* kau sendiri mendengarnya,dan itu tak pernah sekalipun terpikirkan aku Ben,tapi seenak jidatmu kau fitnah aku seperti itu,asal kau tau Ben doaku saat ini hanya satu,karma dari perbuatan mu ini ditanggung oleh putrimu,sakit Ben benar-benar sakit dalam hati ini" Ros sampai menepuk-nepuk dadanya.


"Ros,tenangkan hatimu,,"mas Purwanto memcoba menenangkannya " Ingat anakmu Ros,akan terasa di anakmu nanti jika hatimu terlalu sedih,mana anakmu masih menyusu lagi".


Ros pun menurut,mencoba menetralkan hatinya,berusaha meredam emosinya.

__ADS_1


"Jika ingin menuruti kata hatiku Ben,ingin rasanya memukulmu,tapi aku tak mau harga dirimu semakin jatuh karna perbuatan mu sendiri,sekarang aku meminta,pergi dari hidupku,biarkan aku bahagia."


"Dekkk......." Ben mencoba memohon,namun Ros menolaknya,


"Cukup Ben,,aku tak mau lagi,silakan jemput pakaianmu di rumah hari ini,dan saya minta pak Burhan tolong dampingi dia nanti pak mengambil barang-barangnya,saya tidak mau,satupun barangnya ada dirumah yang saya tempati." Ros dengan hormat meminta pak Burhan mendampingi Ben nantinya.


"Oke bu,nanti dengan beberapa anggota saya bisa mendampinginya".


Pak awal yang dari tadi mengikuti persidangan antara Ben dan Ros kini buka suara juga,


" Pak Ben,,saya tidak menduga bapak bisa serendah itu,saya tidak pernah tau apa tujuan Bapak menikahi bu Ros,tapi kini saya bisa ambil kesimpulan jika Pak Ben tidak pernah mencintai bu Ros,bahkan cenderung hanya untuk memanfaatkannya,sepertinya Pak Ben bangga menang taruhan bisa memperistri bu Ros yang sejatinya banyak yang menginginkannya untuk dijadikan istri,tapi saya nilai Bapak terlalu bodoh memperlakukan emas seperti imitasi,asal Bapak tau,hanya beberapa saja orang yang bisa kembali bekerja di perusahaan ini setelah memutuskan berhenti,jika kinerja bu Ros tidak baik,itu takan pernah terjadi,seharusnya istri itu diperlakukan dengan baik pak,istri itu juga manusia,apalagi Bapak juga punya anak,perempuan pula,apa Bapak tak pakai otak?,dan sekarang saya meminta bu Ros,agar memberi sanksi kepada pak Ben,kita berhentikan atau diapakan,terserah ibu,yang jelas ibu sudah pada keyakinan ibu buat bercerai."pak Awal pun meminta pendapat Ros.


"Tak usah diberhentikan,saat ini dia tulang punggung keluarganya,bahkan tulang punggung buat gundiknya itu,kasian nanti tak ada yang membiayai."


Wajah Ben kembali memerah seperti kepiting rebus ketika Ros menyindir nya tentang gundik,dia tau tujuan dari sindiran nya adalah Linda,iya Linda Purnama yang tiap bulan dikirimi tanpa sepengetahuan Ros.


"Namun Bapak akan tetap kena sanksi,beberapa tunjangan Bapak akan ditiadakan,dan Bapak akan kami mutasi kan ke bagian Penyediaan Barang di Gudang,hal ini agar menjadi pembelajaran buat Bapak dan juga yang lainnya,agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain." Pak Awal dengan tegas mengambil keputusan dan memberi sanksi.


Ben hanya mampu menunduk,untung tidak di pecat,gimana nasib orangtuanya dan kuliah adiknya nanti,selama ini mereka bergantung kepada Ben,dan dia juga sudah pasrah jika nanti Linda meninggalkannya karna setoran akan berkurang.

__ADS_1


__ADS_2