Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
Terima Kasih Sa..


__ADS_3

Rosa mematikan kran


"Kamu tau seberapa berat hari yang kulalui selama tiga tahun terakhir?setahun pernikahan kulalui dengan berat karena disaat itu Tuhan langsung menitipkan ke rahim ku satu malaikat namun rasanya aku melaluinya hanya sendiri karena kurang perhatian dari mantan suamiku, dan hingga aku melahirkan tak satupun keluarganya atau mertuaku sendiri yang mau menolong,sampai aku mandiri sendiri,hingga aku memutuskan resign karna desakannya juga,tahun kedua makin berat kulalui ketika aku harus bisa irit dan lebih irit lagi sedang kebutuhanku selama menyusui seharusnya di penuhi,sedang keluarganya menikmati keringat dari mantan suamiku,dan tahun ketiga semakin berat saja ketika masalah hadir bertubi-tubi,mantan suamiku ternyata punya wanita idaman lain yang kebutuhannya di penuhi tiap bulan,sedang aku dan putrinya hidup serba kekurangan dibuatnya,dan lebih sakit memfitnah ku dengan kejam melakukan apa yang tidak pernah kupikirkan sampai orangtuaku dan abangkupun percaya dan terpengaruh dengan fitnahannya sehingga membuangku karena fitnah itu,hingga kuputuskan untuk bercerai dengannya,namun setelah kulepas darinya pun aku harus menjaga harga diriku karena status baruku,," Ros mencoba kuat namun air mata tetap mengalir deras di kedua pipinya.


"Rosa,," Pak Tian tak mampu melanjutkan kata-katanya hanya meraih kepala Rosa dan membenamkan di dadanya,ia ingin menenangkan Rosa yang sesenggukan,mengobati lukanya,dan ingin sepenuhnya melindungi wanita yang dulu ada dalam pikiran dan cerita papanya.


"Aku tak sekuat yang kamu lihat,disaat orang-orang yang kusayang ikut meninggalkanku,aku merasa hampir mati,namun ada Yola yang selalu menyadarkanku,mengingatkanku untuk bisa kuat,,"


"Ada aku Sa,,aku akan melindungi kamu dan Yola,mungkin Tuhan mempertemukan kita dengan cara seperti ini,dan aku pastikan kamu dan Yola bahagia,,lepaskan apa yang membuat hatimu sakit,apa yang membuatmu terluka,aku siap Sa.."


"Aku,aku belum siap membuka hatiku untuk mencintai,aku trauma mencintai,aku takut,,,aku,,,,," Rosa berusaha melepaskan diri dari pelukan seorang Heru Kristian,namun pelukan itu semakin erat saja,seolah tak ingin membiarkan Rosa jauh darinya.


"Buka hatimu untukku,aku siap Sa,aku akan buktikan betapa aku benar tulus mencintai juga menyayangimu,,,aku janji aku juga akan menyayangi Yola seperti anakku sendiri," Heru merenggangkan pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya di kedua pipi Rosa sehingga mereka saling menatap,,"dengar Rosa,,apapun keadaanmu,apapun statusmu takan pernah mengurangi rasa cinta ini,jadi kamu jangan pernah merasa aku mencintaimu karena rasa kasian,tidak Sa, karna rasa cinta ini tumbuh sejak kamu belum di kenal Ben, saat kamu belum menikah dan memiliki Yola,bahkan hingga saat ini, perasaan itu makin bertambah, ijinkan aku Sa, berikan aku tempat dihatimu,,," Heru melepaskan tangannya namun berlutut dan kembali kedua tangannya menggenggam tangan Rosa sehingga tubuhnya lebih rendah dari Rosa,


Mendapat perlakuan seperti itu, Rosa gugup sendiri dan merasa tidak enak, belum pernah ada yang memohon seperti ini kepadanya, bahkan mantan suaminya sendiri tidak pernah membujuknya jika sedang marah, sebegitu berartinya kah dirinya di hadapan Heru?


"Tolong jangan seperti ini, jangan buat aku jadi terbebani dengan perasaanmu,, masalah hidupku sudah banyak, apa tidak ada wanita lain lagi, aku tak mau jadi bahan gunjingan orang lain, " Rosa masih berusaha menolak perasaan Heru.


"Tidak ada, tidak ada " Heru menggelengkan kepalanya tanpa mengalihkan tatapannya.


"Aku mohon, jangan seperti ini, kamu tau perlakuanmu ke Yola saja sudah membuatku merasa tersanjung dan dihargai, dan sekarang kamu merendahkan dirimu sendiri seperti ini, " Kembali ada tetesan bening jatuh dari pipi Rosa " Tolong,, jangan memperlakukan aku seperti ini, aku takut semakin sakit jika nanti harus merasakan dicampakkan kembali " Di tariknya lengan Heru agar berdiri namun yang ditarik tetap tidak bergeming dan tetap berlutut.


" Katakan kamu menerimaku Sa, "


Rosa melihat mata Heru mulai berkaca-kaca membuatnya merasa iba dan juga merasa bersalah dan dia juga melihat kesungguhan Heru disana membuat hatinya sedikit luluh dengan pendiriannya, tak ingin Heru semakin lama berlutut dihadapannya akhirnya,,


" Baiklah,, aku menerimamu, tolonglah berdiri, karna aku gak kuat mengangkatmu untuk berdiri " Dengan polosnya Rosa berkata dan menarik lagi tangan Heru.


Heru yang mendengar jawaban Rosa masih tidak percaya.


" Benarkah? " Heru meyakinkan ucapan Rosa seakan tak percaya Rosa menerima cintanya.

__ADS_1


" Hmm,,iya.." Rosa mengangguk dan tersipu malu.


Heru yang mendengar pengakuan dari Rosa langsung bangkit berdiri dan memeluk tubuh Rosa dengan erat, kali ini air mata nya berhasil lolos keluar dari kedua matanya, Heru begitu bahagia dan terharu sehingga pelukannya membuat Rosa sulit bernapas.


" Makasih Sa, sudah mau menerimaku aku janji menjagamu juga Yola "


" Iya,, tapi tolong lepasin, aku sulit napas "


" Hehe,, " Heru melonggarkan pelukannya dan perlahan melepaskan.


" Tuh lihat, piringnya gak siap-siap dicuci " Rosa memutar bola matanya seolah menunjuk piring kotor yang di wastafel.


" Sini, biar aku yang cuci, buat ratu ku duduk saja "


" Ratu,,,? Ratu apaaan? " Rosa bingung.


Heru menuntun Rosa untuk duduk di kursi tempat mereka makan tadi.


Rosa yang mendengarnya tertegun, seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya, sebelum dia mengajukan protes Heru sudah berlalu dan menyelesaikan cucian piring kotor di wastafel tadi.


Selesai mencuci piring Heru menghampiri Rosa dan duduk di seberang meja dimana Rosa duduk,


" Udah kita tidur ya "


Rosa tersentak kaget,,


" Tidur? "


" Iya sayang "


" Eitss,, jangan macam-macam loh " Rosa mengangkat jari telunjuknya membuat Heru tertawa.

__ADS_1


" Emang mau ngapain,, hei mikirnya kejauhan, kamu tidur temani Yola gih "


" Gak ah,, kami pulang aja, gimana kalo orang tau aku nginap disini? "


" Sayangggggg,,, kamu mau pulang jam segini udah jam tiga loh, gimana lagi nanti orang lihatnya, udah sana tidur aja. "


" Hah,,,jam tiga? " Rosa terkejut pantas dia begitu lapar saat terbangun tadi.


" Terus gimana dong,,masa nginap disini, kalo orang tau gimana? Bisa-bisa jadi omongan orang." Rosa sedikit menyesal tadi sudah ketiduran dan tidak ingat waktu.


" Ko mikirin orang sih, gak yakin sama boss mu ini? " Heru sedikit membusungkan dadanya kedepan membuat Rosa mencebikkan bibirnya membuat Heru makin gemas melihatnya.


" Boss apaan? " Rosa masih terlihat cemberut.


" Udah,,,gak usah cemberut gitu, makin cantik tau,, gimana kalo besok kita jalan-jalan ke kota, kita bawa Yola, besok kan libur, gimana? "


Rosa yang diajak malah diam aja, mau ditolak rasanya gak enak, soalnya semua perlakuan yang diterima Rosa begitu tulus, namun kalo diterima Rosa masih merasa kurang percaya diri dengan status baru mereka, gimana lagi komentar orang-orang sekitar nantinya, pasti mereka mikir Rosa matre.


" Hei,, mikirnya kelamaan, gimana lagi kalo nanti aku ngelamar kamu, mikirnya berapa tahun, yang ada sampe ubanan nunggu jawabannya,, dah besok kita jalan-jalan sekarang ratu ku tidur, apa perlu digendong ala bridal style? " Heru mencolek hidung Rosa yang sedang melamun, " Gimana, digendong kekamar? " Heru sedikit menggoda Rosa,


" Gak,,,gak, gak usah,aku sendiri aja kekamar " Rosa bergidik dan langsung bangkit berdiri dan berlalu cepat dari hadapan Heru.


"Hahaha..." Heru pun tertawa melihat Rosa,,dan diapun ikut dari belakang menuju kamar tidur di sebelah kamar yang ditempati Rosa dan Yola.


Buru-buru Rosa menutup pintu kamar dan menguncinya, ditariknya kursi dan di taruh di belakang pintu, pikirnya mana tau pas dia terlelap Heru punya kunci cadangan bisa-bisa pintu dibuka tanpa sepengetahuan nya, setelah dirasanya aman Rosa baru berani naik ke tempat tidur dan tidur bersama putrinya.


Heru sempat mendengar suara kursi yang ditarik ke arah pintu, Heru pun hanya geleng-geleng kepala merasa lucu,


" Udah punya anak juga,, apa gak mau ya disayang-sayang gitu, mikirnya jauh kali, kayak anak ABG aja " Heru mengomel namun sedikit pelan dan tak terdengar siapapun dan berlalu masuk kekamar karena diapun sebenarnya sudah mengantuk.


Rosa memeluk anaknya yang masih terlelap, diciumnya pucuk kepala Yola, dan mencoba memejamkan matanya berharap malam segera berlalu.

__ADS_1


__ADS_2