Cinta Karena Cerita

Cinta Karena Cerita
jangan pernah berubah


__ADS_3

Makanan pun dibawa ke kamar, dilihatnya Rosa masih tertidur lelap, membuatnya mengurungkan niat untuk membangunkan Rosa, pak Tian pun mengambil ponselnya dan mulai membuka buka sosial medianya yang sangat jarang digunakannya, dia membaringkan tubuhnya di ranjang disamping Rosa yang tidur pulas, sesekali di ciumnya pucuk kepala Rosa berharap Rosa terbangun.


Namun hingga jam sembilan malam Rosa masih saja tidur dengar lelapnya, terkadang terdengar dengkuran halus membuat pak Tian tersenyum lebar,


" Cantik-cantik ko mendengkur,,," Dengan gemas di ciumnya hidung Rosa sehingga membuat Rosa menggeliat dan dengan mata yang begitu berat berusaha membuka matanya.


Belum sepenuhnya Rosa tersadar pak Tian sudah mencium bibir nya dan kembali menyesap dan **********, membuat Rosa kaget dan memukul mukul dada pak Tian, sehingga pak Tian menyudahi ciuamnnya dan tertawa.


" Tidurnya kayak kerbau,,, makan yuk!" Pak Tian sedikit memberi jarak antara dirinya dan Rosa.


" Ngantuk, nanti aja,," Ucap Rosa masih dengan mata nya yang terpejam.


" Aku lapar loh,," Ujar pak Tian memelas.


" Makan aja duluan,, ngantuk,," Rosa begitu enggan membuka matanya, dia masih ngantuk, walau perutnya ingin sekali di isi, namun rasa kantuk nya mengalahkan rasa lapar di perut.


Pak Tian seperti kehabisan akal, sebenarnya dia mengerti jika Rosa masih mengantuk, beberapa jam lalu dirinya sudah menghajar Rosa habis habisan hingga untuk memakai pakaian saja Rosa tak sanggup lagi karena kelelahan, hanya saja sejak siang tadi istrinya belum makan, membuat pak Tian menyesal telah membuat Rosa kelelahan.


" Sayang,, makan dulu, janji sesudah makan tidur lagi," Ucap pak Tian membangunkan Rosa yang kembali terlelap.


Tak ada sahutan, hanya dengkuran halus yang kembali terdengar, pak Tian sudah habis pikir mau cara apa lagi agar Rosa bangun dan makan, dia begitu takut jika Rosa jadi sakit karena ulahnya.


" Sayang, bangun dulu,,, kita makan, makanan sudah mulai dingin nih," Dengan sabar pak Tian menggoyang kan lengan Rosa lembut, dan kembali Rosa menggeliat.


" Iyaa,, nanti, ngantuk banget,," Ucap Rosa manja dengan suaranya yang serak serak basah.


" Ya udah,,, kayaknya minta dihajar lagi ini,," Ucap pak Tian dengan menarik selimut yang menutup tubuh polos Rosa, sontak Rosa membelalakkan matanya karena terkejut dan berusaha menutupi gunung kembarnya dengan satu tangannya, sementara tangan yang satu berada diantara kedua kakinya dan berusaha meringkuk agar terhindar dari tatapan pak Tian, namun yang dihindari malah tertawa dan menindih tubuhnya.


" Aku kecapean,, aku kedinginan" Rosa terdengar mulai terisak, membuat pak Tian terdiam dari tawanya dan berhenti menindih Rosa yang meringkuk di bawahnya dan memasang kembali selimut yang tadi ditariknya karena AC di kamar itu begitu sangat dingin, pak Tian merasa bersalah pada Rosa.


" Sayang,, maafin aku, aku hanya ingin kamu makan, sedari tadi belum makan apa apa, aku tak ingin kamu nanti sakit," Ucap pak Tian menyesal.

__ADS_1


Rosa hanya diam, tapi isakannya masih saja terdengar membuat pak Tian bingung mau gimana.


Masih dengan merasa bersalah, pak Tian berusaha membalikkan tubuh Rosa yang meringkuk dan berusaha memeluk tapi ditolak Risa, dan kini Rosa membuang wajahnya ke samping agar tak menatap pak Tian, namun pak Tian malah menarik kepala Rosa kedalam pelukannya.


" Sayang maaf ya, sudah membuatmu kelelahan, maaf aku tak bisa menahannya, aku hanya ingin membuktikan, jika kamu itu satu satunya wanita yang aku cintai." Pak Tian sangat menyesal dan berusaha membujuk Rosa yang masih menangis.


" Makan ya,, kalo sudah makan janji membiarkan kamu tidur lagi, gak akan aku ganggu,,makan ya!"


Rosa mengusap air matanya dan mengangguk, dan mendapat kecupan hangat di kening dari suaminya, pak Tian segera mengambil baju piyama dan mememakaikan pada Rosa yang sudah duduk di tepi ranjang yang tadi menutupi tubuhnya dengan selimut.


Dibantunya Rosa berdiri namun sebelum melangkahkan kakinya Rosa mengeluh nyeri membuat pak Tian mengurungkan niatnya dan menaikkan Rosa kembali ke ranjang.


" Ulah kamu nih,, " Ucap Rosa memandang pak Tian yang cengengesan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Maaf,, biar aku suapin saja makannya," Pak Tian bergegas mengambil makanan dan membawanya ke Rosa, dia duduk di tepi ranjang dan mulai menyuapi Rosa dengan sabar.


" Kamu gak makan?" Tanya Rosa melihat suaminya sedari tadi hanya menyuapkan makanan ke mulutnya.


" Emang aku gak bisa makan sendiri?" Rosa balik bertanya membuat pak Tian tersenyum lebar.


" Kamu kan sakit, gak bisa berjalan"


" Bukan gak bisa, hanya saja sedikit perih dan nyeri disini,," Ucap Rosa sambil menunjuk bagian bawah perutnya.


" Emang dulu sakit juga ya, saat pertama kali kamu berhubungan? Tapi maaf, pingin tau aja," Pak Tian takut jika istrinya jadi tersinggung.


" Hmm,,, lebih sakit dari ini, perih dan nyerinya lebih nyeri ini,, " Jawab Rosa sambil mengunyah makanannya.


" Maaf ya,, udah membuatmu sakit."


" Ga apa-apa,, kamu kan suami aku, tapi besok besok jangan berulang-ulang kayak tadi ya, makasih udah sayang ke aku, dan ini besok pasti udah baikan ko, yang penting tahan dulu, kita masih mau resepsi loh, hayoo gimana kalo aku pingsan kecapean waktu resepsi kita? Yang ada nanti malu," Ucap Rosa dengan menggenggam tangan pak Tian yang masih memegang sendok.

__ADS_1


Segera diletakkan piring dan sendok bekas makan Rosa di nakas, tanpa beranjak dari ranjang dimana pak Tian menyuapi Rosa tadi makan.


" Janji,, gak buat kamu seperti ini lagi,"


" Hhmm,, tetaplah jadi Heru Kristian yang aku kenal ya,, dan jangan pernah berubah, jika suatu saat nanti aku tak bisa mengontrol tubuhku dan jadi gendut, atau aku tak bisa mengurus diriku saat harus mengurus anak anakmu agar bertumbuh dengan baik, atau ada wanita lain yang lebih dari aku yang bisa memberikan padamu apa yang tak bisa kuberikan," Ucap Rosa yang merasa trauma dengan pernikahannya bersama Ben.


" Tidak,,, tak akan berubah, sampai kapanpun itu, karena kamu satu untuk selamanya, aku janji dan pastikan tak ada orang lain, hanya kamu, aku memilihmu bukan untuk sehari atau dua hari, tapi untuk selamanya." Dengan tegas pak Tian meyakinkan Rosa.


Rosa memeluk pak Tian, saat ini dia begitu bahagia, dan sangat bersyukur Tuhan memberikan suami yang sangat menyayanginya, suami yang menerima apa adanya dirinya.


" Tidur lah,, " Pak Tian melepaskan diri dari pelukan Rosa dan memintanya untuk tidur.


" Hhmm,," Rosa hanya bergumam dan kembali membaringkan tubuhnya.


" Aku makan dulu,," Dengan kecupan di kening Rosa pak Tian pun turun dan menuju meja dimana makan malam diletak.


Pak Tian mulai makan dan sesekali melihat ke arah Rosa memastikan Rosa sudah tertidur, namun Rosa malah memandangi nya yang sedang makan hingga selesai.


" Ko gak tidur tidur?, katanya capek," Ujar pak Tian mendekati ranjang.


" Gak ngantuk!" Dengan mata cerahnya memandang pak Tian dan tersenyum manja.


" Tadi katanya ngantuk!" Pak Tian mendekati Rosa dan ikut berbaring di samping Rosa.


" Pingin dikelon, pingin disayang juga,," Ucap Rosa manja, membuat pak Tian jadi gemas ingin menggigit istrinya.


" Hahaha,,, nanti kebablasan lagi," Dengan tawa yang renyah pak Tian menggoda Rosa.


" Tuh kan,,," Rosa mulai mengerucut kan bibirnya, namun menarik lengan pak Tian dan meletakkan kepalanya disana.


Akhirnya Rosa tertidur setelah mendapat kan pelukan hangat dari pak Tian, kembali terdengar dengkuran halus yang membuat pak Tian ikut tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2