
Setelah melewati banyak drama beberapa hari lalu,pagi ini Ros berniat pergi ke kantor utama perkebunan mengingat rekom nya selama bekerja belum sempat diurus sejak berhenti,berharap setelah ini Ros bisa menata harinya lagi dan semua menjadi baik kembali,banyak hal yang sudah direncanakannya,dia hanya ingin Lepas dari Ben suaminya,dia juga berhak bahagia,seiring waktu Ros yakin akan baik-baik saja.
Sejak terjun ke dunia kebun Ros benar-benar tertantang,jarang anak Gadis mau bekerja di perkebunan yang jauh dari hingar bingar suasana perkotaan,dimana harus membiasakan diri untuk bangun lebih pagi lebih awal bahkan sebelum ayam berkokok,,bahkan untuk apel pagi di kantor saja di pagi hari pukul 5.15 tak peduli itu bagian lapangan atau tidak jadi benar-benar harus disiplin,tapi itu yang membuat Ros semangat setiap harinya,tak salah jika selama bekerja 6 tahun selalu mendapat predikat karyawan teladan dan terbaik,bonus-bonus pun mengalir manis setiap triwulan dan bonus tahunan,luar biasa pencapaiannya,sehingga pimpinan perkebunan bahkan pemilik perkebunan selalu melibatkannya dalam segala hal,Ros yang pintar,rajin,ramah,baik,sigap membuat banyak yang menyenangi nya,itu yg membuat pimpinan berat hati melepasnya,tapi sekarang sudah jauh berbeda setelah dia memutuskan berhenti,Hari-hari nya hanya dirumah dengan kesibukan sebagai istri.
Sudah menunjukkan jam 7,Ros bergegas menyelesaikan sarapan paginya bersama putrinya,
"Yola sama ibu lagi ya nanti,mama pergi dulu sebentar" Sambil memasukkan brberapa potong baju ganti Yola ke tas kecil,tak lupa cemilan anaknya,juga minyak telon dan bedak.
Diantarnya Yola kerumah mba Susan yang hanya beda beberapa rumah dari rumahnya,disana mba Susan baru siapanya mandi,
"Mba,boleh titip Yola lagi?" Ros memasuki halaman dan naik ke teras dengan tas Yola.
"Bolehlah Ros,dengan senang hati,tapi udah nen belum?" Susan pun langsung mengambil Yola dari gendongan Ros,kali ini Yola mulai anteng dengannya.
"Udah mba,nanti jam 9 biasanya udah tidur mba,kasih bonekanya aja,terus garuk-garuk punggungnya mba pasti tidur tuh,maaf ya mba merepotkan lagi"
"Alaaahhh Ros,minta maaf terus,sana gih selesaiin dulu urusanmu,nanti lagi cerita," Susanpun menyuruhnya pergi,,
"Iya mba,mkasih sebelumnya ya"
__ADS_1
"Udah sana,ntar anakmu keburu nangis baru kapok,gak siap-siap urusanmu"
Ros terkekeh dan pergi,selama ini mba Susan selalu baik dengannya,walau sejak punya anak dan berhenti bekerja Ros membatasi diri buat keluar rumah atau hanya sebatas bertegur sapa,Ben benar-benar banyak mengubahnya.
Diambilnya stelan kemeja kotak_kotak lengan pendeknya dari lemari,kemeja ini sudah setahun gak dipakainya sejak berhenti bekerja,dan masih bisa dipakai,terakhir dipakai saat hamil 3 bulan Yola,dan bawahan nya dia pakai celana jeans model pensil yang dulu juga sering dipakai kekantor,Ros pun tertegun di depan cermin mengingatkannya saat-saat masih bekerja dulu,diambilnya bedak yang sudah jarang di pakainya,mulai memoles wajahnya tipis-tipis dengan bedak,menggunakan sedikit maskara di bulu matanya dan hanya merapikan alisnya agar tidak berantakan,juga blus on dipipi biar gak klihatan pucat,terakhir memoles bibirnya dengan lipstik tipis-tipis saja senada dengan warna bibirnya,rambutnya yang sebahu dirapikan dengan sisir.
Dipandangi nya lagi dirinya di cermin,Ros tersenyum,dan merapikan kancing kemejanya,,setelah dirasa rapi diambilnya tas kecil untuk tempat handpon juga dompetnya nya dan segera meraih kunci motornya,tak lupa mengunci pintu dan jendela rumahnya.
Motor matinya pun dihidupkan,dengan keyakinan Ros melajukan motornya ke arah kantor utama,beberapa karyawan yang dilewatinya yang bekerja di pemeliharaan jalan merasa heran,mungkin dikiranya Ros kembali bekerja,Ros tersenyum tak lupa menyapa mereka"mari pak..." Inilah Ros,tidak pernah memandang rendah karyawan yang dilapangan,sehingga mereka begitu menghormati Ros.
Ros memasuki Area perkantoran yang luas,dulu hari-harinya bekerja disini,dipandangi nya,ada rasa sedih,7 tahun lebih dia tinggal di perkebunan ini akan ditinggalkannya hanya karna Ben.
Disaat yang bersamaan seseorang yang sedang berjalan sambil membalas chat penting menabraknya dari depan menyebabkan Ros hampir terjatuh dan dengan sigap orang tersebut menarik lengan Ros yang membuat Ros terkejut,
"Aduhh,,,,,," Ros meringis terasa sakit di bagian lengannya mungkin karna ditarik reflek sama orang tersebut,dan banyak pasang mata melihat kejadian itu termasuk Ben,ada rasa tidak suka melihat Ros ada di sana.
"Maaf buk,,,saya tak melihat,," Orang tersebut meminta maaf,Ros melihat seorang lelaki berkulit putih,tampan,tinggi sekitar 170 cm,sorot mata yang tajam dilengkapi dengan alis lebat,hidung mancung dan masih terlihat muda sekitar 30 an tahun mungkin,tapi Ros rasanya familiar dengan wajah pria muda ini,Ros segera berlalu menuju ruang HRD,namun dari belakang ternyata pria tadi juga mengikutinya,
"Tok,tok,tok,,," Terdengar dari dalam suara seseorang "masuk..!!"
__ADS_1
"Pagi pak.."
"Pagi,,bu Ros,eeh ada pak Tian juga.."
"Semua ke ruang rapat,ibu silakan bawa apa yang diperlukan untuk perkenalan hari ini,bapak tolong bantu ibu ini ya,,!saya tunggu di ruang rapat"pria yang disebut nama Tian tadi berlalu keluar ruangan pak Amir.
" Tapi pak..."Ros mau protes tapi pria itu tak menoleh lagi.
"Udah bu,,ikut aja dulu ke ruang rapat,pak Tian kemaren suruh saya mencari sekretaris untuk membantunya,jadi mungkin dikiranya ibu sekretaris itu,padahal belum ketemu,nanti saya bisa bantu jelaskan selesai rapat,ini gak lama juga ko bu,cuma perkenalan saja,seandainya nnti ada pembahasan mengenai pekerjaan,itu hanya garis besarnya saja ".
" Tapi,saya cuma ingin mengambil rekom saya pak yang belum sempat saya urus,,'
"Bu,,saya mohon,bantu saya kali ini,,nanti ibu duduk dekat saya aja,ibu bantu saya ya,cukup sebagai notulen rapat aja!" Dengan wajah penuh harap pak Amir meminta persetujuan Ros.
"Baiklah kalo begitu,saya bantu kali ini,,"
"Makasih bu,,sudah mau membantu,mari bu,keruang rapat sekarang,mungkin kita sudah di tunggu"
"Oke,," Ros pun membantu membawa beberapa map yang diberikan pak Amir.
__ADS_1
Mereka memasuki ruang rapat yang sudah ada sekitar tiga puluhan orang peserta rapat disana mungkin tinggal menunggu mereka,dan matapun tertuju ke Ros dengan segala macam pertanyaan dibenak masing-masing yang mengenal Ros,termasuk yang sedang bersiteru dengannya saat ini.