Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Di Jebak


__ADS_3

Nayra keluar dari kamar dengan gaun pestanya hingga membuat kedua orang tuanya saling menatap bingung, Nayra sangat cantik malam ini hingga mengundang rasa penasaran kedua orang tuanya..


''Kau mau kemana Nay...''tanya Pedro mengerutkan kening...


Nayra berdehem gugup untuk sementara, Nayra berbohong kalau tidak dia tak akan di ijinkan pergi oleh Daddynya..


''Aaa...aku sudah ada janji dengan Zio dan juga Devan..'


Nada menoleh tertarik..


''Kemana...lalu dimana mereka, lalu apa kau sudah mengatakan pada Damian kalau kau akan pergi...''


''His...mengapa harus memberitahunya sih...dia bukan siapa-siapa...yang perlu aku beritahu itu Mommy dan Daddy...''


''Eiit....dia calon suamimu, lagi pula belajarlah bersikap hormat kepadanya Nayra...''


''Astaga Mommy cerewet sekali sih...'' Nayra melirik kesal..


''Apa yang di katakan Mommy itu memang benar Nayra...bagaimana kalau Damian kemari dan mencarimu...dia akan kecewa karna kau malah mengabaikannya..''


Nayra memutar bolamatanya...


''Baiklah aku akan mengirim pesan padanya puas....''


Meski Nayra tak akan melakukan itu, ponselnya sudah dia matikan agar Damian tidak mengganggunya..


''Aku pergi Momm....Dadd....''


''Loh...kau membawa mobil sendiri, mana Zoe dan juga Devan...''tanya Nada protes..


''Mereka menungguku di luar gerbang, kami buru-buru Momm.....''


Nayra buru-buru mencium orang tuanya dan langsung keluar dari rumah agar dia tidak lagi mendapat pertanyaan, sementara Pedro dan Nada hanya saling menatap pasrah..putrinya sangat keras kepala...


Tak lama setelah Nayra pergi, ada sebuah mobil yang masuk dan itu mengejutkan Nada dan Pedro...


Lalu kedatangan Damian di pintu membuat keduanya menoleh..


''Damian....''


''Oh...Paman dan bibi, aku ingin menemui Nayra apakah dia...''


''Dia sudah pergi Damian..katanya dia pergi dengan Zoe dan juga Devan..''


Damian membeku, Nayra mulai berbohong jelas Devan dan Zoe sedang menonton konser musik jadi tak mungkin mereka bersama...namun Damian tak akan memberitau kebenaran ini dan membuat khawatir orang tua Nayra..


''Aku lupa....baiklah aku akan menyusul mereka...''


''Baiklah hati-hati Damian...''


''Baiklah..''


Setelah Damian pergi Nada menatap suaminya, apa kau tidak merasa aneh sama sekali...


''Tidak sayang...jangan khawatir...aku percaya semua akan baik-baik saja..''ucap Pedro menenangkan istrinya..


''Baiklah....aku tenang sekarang..''

__ADS_1


************


Nayra berdiri di depan kamar apartement milik Kevin di lantai 30..gadis itu tak ragu dan menekan bel di pintu dan ia menunggu..


Tak berapa lama kemudian, pintu terbuka dan sosok Kevin berdiri di depannya dengan pandangan terkejut..


''Nayra.....


''Kevin sayang...''


Nayra melompat dan memeluk tubuh kekasihnya dan Kevin menyambutnya dalam pelukan hangat...keduanya tersenyum...


''Aku merindukanmu Nay...''


''Aku juga....''


''Ayo masuk..di dalam sedikit ramai oleh teman-temanku, jadi aku minta maaf...''


''Tak masalah bagiku Kevin...''


Pria itu tersenyum lega dan menarik Nayra masuk ke dalam kamar, dan pandangan Nayra melebar seketika ada banyak anak muda yang berpesta sementara banyak dari mereka yang minum minuman beralkohol hingga baunya menusuk hidung..sementara itu, ada campuran pria dan wanita yang juga sedang mabuk, ada banyak asap yang memenuhi ruangan hingga Nayra terbatuk-batuk..


''Sayang maafkan aku..kita akan keruangan lain...''bisik Kevin kembali menariknya masuk melintasi teman-temannya yang luar biasa parah..


Kevin membuka pintu ruangan dan menarik Nayra masuk hingga gadis itu bisa bernafas lega...


''Mereka siapa...mengapa mereka minum seperti itu Kevin...''


Kevin tersenyum santai sambil mendekati pantry dan membuatkan Nayra minuman, dan ia mengaduknya..


''Reuni...''ulang Nayra lalu duduk di sofa menanti Kevin yang sedang membuatkan minuman...


Tadinya Nayra pikir ada balon dan beberapa teman Kevin lalu meniup lilin dan mereka akan perpesta barbeqiew lalu menikmati malam yang indah..


Sial...


Bahkan Nayra memakai gaun formal...gadis itu menatap Kevin yang sedang membawa dua minuman..


''Minumlah dulu sayang...''


''Terimakasih...''


Nayra langsung meneguknya tanpa berpikir...ia menatap Kevin...


''Mengapa kau tidak berpesta secara normal saja sayang...''


''Aku menyukai seperti ini Nayra....bagaimana minumannya..''lirik Kevin penuh rencana..


''Enak....''


Nayra mulai merasakan sensasi panas, walau masih bisa dia kendalikan..


''Bagaimana kalau setelah ini, kita bergabung dengan teman-temanku...aku akan mengenalkanmu pada mereka Nayra....dan juga kita bisa berdansa...''


''Bagus....biarkan aku menyelesaikan minuman ini...''


''Habiskan minuman itu Nay aku sengaja membuatkannya untukkmu..''ucap Kevin dengan suara yang parau...

__ADS_1


''Hum,....baiklah...''


Di depan Kevin Nayra akhirnya menghabiskan minuman yang di berikan kekasihnya dan merasa nyaman...


Nayra mulai merasa dia ikut menikmati alunan musik keras yang terdengar di luar ruangan..


Gadis itu berdiri tegak walau tubuhnya sedikit goyah...


''Ayo kita keluar...''


Kevin mengangguk melangkah di belakang Nayra dan tak berhenti menatap gadis itu...Nayra benar-benar indah dan sempurna....


Pintu di buka kembali dan asap mulai memenuhi ruangan meski kaca jendela di buka..


Kevin lalu memperkenalkan Nayra dengan beberapa temannya yang mabuk, lalu mengarahkan Nayra duduk di sebuah tempat duduk kosong yang ada di sudut ruangan...


''Pesta yang keren Kevin, aku suka teman-temanmu meski mereka bau minuman...''


Kevin mendekat...ia tak ingin sedikit pun jauh dari Nayra...hingga akhirnya, jemari Kevin mulai menyentuh jemari Nayra dan menggenggamnya dengan erat...


Nayra mengangkat wajahnya...sentuhan genggaman tangan Kevin mampu menggetarkan dirinya, Nayra tidak marah namun malah tergoda...entah mengapa dia mulai ingin Kevin menyentuhnya...lagi dan lagi..


''Kau sangat cantik sayang..''


''Benarkah...''


''Hum.....taukah kau aku ingin sekali memilikimu Nayra...''


Gadis itu tertawa hingga Kevin sdikit terkejut...


''Nayra....''


''Maafkan aku tapi dengarkan aku Kevin...seandainya kau lebih berani dengan menghadapi Damian maka aku akan bahagia sekali..aku kesal padanya aku benci padanya...''


Wajah Kevin mengeras....mengapa di saat seperti ini Nayra malah membahas Damian...


''Sssst...aku tak ingin mendengar kau memanggil nama pria lain di dalam rumahku Nayra...lupakan pria itu, aku akan memastikan bahwa kita akan bersama...jadi bisakah kau berhenti memembicarakan tentang nya...?


Nayra mengangguk pasrah...sementara Kevin merasa lega..kini jemari Kevin mulai bergerak naik dan menyentuh leher mulus Nayra yang lembut dan mengusapnya...


''Kau cantik sekali...''


''Kevin....''


Suara Nayra tertelan ketika bibir Kevin mulai mengecup leher jenjang Nayra hingga membuat Nayra gugup...namun dia tak bisa menolak entah mengapa Nayra mulai merasa nikmat....


Nayra mulai mengerang ketika bibir Kevin terus naik dan mendekati bibirnya yang ranum...


Nayra berdehem..ia menjauhkan wajahnya karna suasana terlalu panas, dan ia merasa akan meledak dalam gairah...


Kevin terkejut namun mencoba sabar...


''Nayra....''


Pria itu kembali menarik Nayra rapat sembari mendekatkan bibirnya...


Deg!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2