
Zoe memasuki ruang kerjanya dengan penuh kemarahan, semua file yang ada di atas meja di hempaskaannya hingga jatuh ke lantai..
Zoe begitu marah karna semalam dia melihat dengan jelas kalau Devan memeluk Dena dan gadis itu sama sekali tidak menolak...hati Zoe begitu hancur melihat kenyataan yang ada di depannya, mengapa Devan ingin memiliki Dena padahal dari awal dia sudah menghina Dena dengan sangat kejam bahkan menghancurkan hatinya..namun mengapa Dena tidak menolak pelukannya..padahal semalam Dena masih memintanya menjadi kekasih sementara..
Tidak...
Zoe tak akan pernah membiarkan Dena menjadi milik Devan,...karna dari awal Zoe sudah memberi kesempatan pada Devan namun dia sudah menolaknya itu artinya Dena saat ini adalah mutlak miliknya..memang Dena belum menerimanya namun Zoe masih yakin kalau Dena akan menerimanya dengan tangan terbuka suatu saat..
Zoe menyandarkan tubuhnya di sofa ruangannya dan memikirkan bagaimana caranya memisahkan Devan dan Dena...
Ketika dia sedang berpikir munculah nama Bela di dalam ingatannya, Bela adalah gadis yang dulu sahabat Damian...bagaimana kalau dia menawarkan Devan pada Bela...ia tau Bela masih mengharapkan Damian namun itu tidak akan pernah mungkin lagi kan..karna Damian sudah menikah...tapi wajah mereka adalah kembar dan mirip jadi Zoe akan memanfaatkannya dengan baik..
Zoe tersenyum ketika dia menemukan cara terbaik untuk menghancurkan Devan di mata Dena..
Zoe bangkit sambil menghubungi seseorang yang memang ingin dia temui...
*******
Sebuah club malam di pinggiran kota menjadi tempat singgahan Zoe..pria tampan itu keluar dari sana dengan tatapannya yang beku ia menatap sekelilingnya dengan tajam...sembari mencari sosok Bella di tengah kerumunan pria yang sedang mengelilinginya yang tengah menikmati irama musik yang memekakan telinga.
Ketika melihat kedatangan Zoe...Bella melirik dengan sinis..
''Untuk apa tuan muda yang manis datang kemari...bukankah ini bukan tempatmu...''desis Bella kesal..
Bella sangat membenci keluarga Dalton ketika Damian menyakitinya dengan begitu dalam..
Zoe tersenyum lalu meletakan sebuah cek kosong dan menatap Bella...
''Aku butuh bantuanmu Bella...''
Bella menoleh dengan senyuman dingin...gadis itu lalu mengambil cek kosong yang telah di bubuhi tanda tangan itu dan menatap Zoe dengan senyuman..
''Kalian memang sang pewaris yang kaya raya...baiklah..jadi katakan padaku Zoe....apa yang bisa aku lakukan untukmu..''
Zoe tersenyum dingin...
***********
Ketika hari sudah sore, Devan menuruni tangga dan melangkah menuju ruangan Dena dan tak sengaja melihat Dena yang sudah menyelesaikan hasil desainnya...
Devan tersenyum, dia terpesona dan jatuh cinta pada gadis di depannya...Dena adalah gadis yang sempurna untuknya tentu saja...dan ketika Dena mengangkat wajahnya dia tak sengaja melihat Devan berdiri di pintu dan sedang menatapnya dengan penuh cinta..
''Hai....''sapa Dena malu-malu...
''Hai...sayang..apa kau sudah selesai...''
Devan menghampiri Dena dan membantu gadis itu merapikan hasil Desainnya,...Devan menatap gambar itu dengan kerutan di dahinya..
''Kau berbakat sekali...''
__ADS_1
''Jangan membuatku senang...aku harus membawanya pada tante untuk di nilai..jadi jangan membuatku senang dulu Dev,....''ucap Dena masih merendah..
Devan lalu menarik Dena ke dalam pelukannya dan mengecup pipinya..
''Jadi malam ini juga kita akan membawanya dan menunjukan pada Nyonya Valerie..''
''Yah....''
''Bagus...aku akan..''
''Tidak...tolong jangan bilang apapun dulu, aku tidak mau kau merusak hariku...tante akan berpikir aku memanfaatkanmu...please..berikan aku sedikit waktu untuk membuktikan diriku kalau aku layak untuk menjadi pasanganmu nanti..''
''Waoww...kau sangat pintar...aku minta maaf karna aku bahkan tidak memikirkan perasaanmu..''
''Tidak masalah...kita saling melengkapi..''ucap Dena tersenyum..
Devan pun mengangguk...
''Ayo kita pergi,...usai menyerahkan hasil desainmu aku akan mengajakmu makan malam bagaimana...''
''Itu bagus...aku lapar sekali tapi aku tak bisa makan kalau tante belum melihat ini...''
''Baiklah...ayo nyonya Devan...''
Dena hanya menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah Devan yang terlalu sweet...usai mengunci pintu Butik mereka masuk ke mobil Devan dan meluncur menuju rumah milik Dars Dalton..
**********
''Mommy dan Daddy akan terganggu dengan kehadiran kita,....kau tak tau...''
Valerie yang mendengar ucapan sang putra melotot...
''Aku merasa kau bukan anakku...anakku malah Nayra.....malam ini kita makan malam bersama, Devan dan Dena sedang di jalan..Mommy memasak makanan kesukaan kalian semua dan malam ini semua tidur dirumah Mommy..''
''Yey...Dena datang...aku senang sekali..''jerit Nayra dengan senang hati..
''Mommy astaga..kami sudah menikah mengapa harus menginap disini...ini masih masa bulan madu..''protes Damian..
Sementara itu Valerie melirik kesal...
''Kau bisa pulang sendiri Damian dan biarkan Nayra tidur disini,..lagi pula rumahmu berada di seberang jalan Mommuy...astaga kau mulai bertingkah..''
Damian menghela nafas,...yah itu benar sekali Nayra yang merengek dan manja tak ingin tinggal di apaertemen atau jauh dari kedua orang tua mereka..kebetulan mereka sekeluarga tinggal dalam kompleks perumahan yang sama...termasuk orang tua Nayra...sebelum menikah Nayra memilih rumah persis di depan rumah orang tua Damian dan setiap harinya Nayra selalu ada di rumah ini...
Damian menghela nafas pasrah...
''Mommy....aku telat datang bulan, sudah dua bulan...apakah aku mungkin sedang sakit..''
Deg!!!!!
Damian dan Valerie saling menatap....wajah Valerie terlihat pucat...
__ADS_1
''Nayra....jangan-jangan kau hamil..''
''Hamil.....''ulang Damian dan Nayra bersamaan..
Hening............
Valerie segera menghampiri sang putra dan menariknya..
''Kau harus membawa Nayra ke dokter sekarang....Mommy akan menunggu kabar..''
''Tapi Mommy...''
''Damian....''
''Baiklah.....aku akan pergi...Nayra ayo sayang...''
''Baiklah...''
Damian menghampiri Nayra yang bermalas-malasan..
namun Valerie ikut membujuknya agar dia memeriksakan diri....
Valerie tersenyum penuh harfap...ya ampun semoga saja Nayra benar-benar hamil...itu akan menjadi berita yang paling membahagiakan untuknya...kini tinggal Devan...ah..semoga Devan dan Dena berjodoh...Valerie tak sabar untuk menerima kabar baik dan semoga Devan tidak keras kepala dalam hal perasaanya..
**********
Dena menatap wajah tante Vall yang terlihat serius memperhatikan setiap detail desainnya....wanita yang begitu cantik itu terlihat mengangguk dan tersenyum....
''Bagus...hasil desainnya sangat rapi dan modern..tante yakin kalau ini akan laku baik itu wanita dewasa atau remaja.....kau sangat pintar Dena...''puji Valerie penuh senyum..
Mata Dena berkaca-kaca dia melirik Devan yang mengangguk ikut haru dengan bakatnya...
''Baiklah tante setuju dan kita akan segera membuatkan gaun indah ini Dena...dan untuk merayakan ini...kita akan makan malam dan kau harus menginap disini Dena...''
''Hah.....''
Kali ini Devan yang menjerit..dia sudah merencanakan makan malam yang indah,....dia sudah memesan restoran untuk membuat makan malam jadi lebih romantis dan tentu Dena akan semakin jatuh cinta padanya,..ah Mommy benar-benar....penuh kejutan..
''Ada apa dengan wajahmu Devan....''tatap Valerie mengerutkan kening..
''Ah..tidak aku baik-baik saja Mommy...''
Valerie mengangguk lega..
''Mommy akan memberitahu Daddy malam ini anak-anak akan makan malam dan menginap..Daddy akan senang..''
Valerie melangkah menuju lift sementara Devan hanya mengerang....dan Dena menenangkannya dengan menyentuh wajah Devan..
''Sudahlah....kita masih punya banyak waktu sayang..''bisik Dena dengan lembut..
Devan membeku......
__ADS_1