
Devan membeku ketika wajahnya di tampar dengan begitu keras oleh Dena...wanita itu terlihat marah dan tersinggung dia terlihat meneteskan airmanya...
''Dena....kau menamparku..''
''Sekarang keluar dari kamarku Devan...keluar...''jerit Dena dengan mata tajam menyala-nyala..
Dena mendorong tubuh Devan menuju pintu, namun pria itu malah memegang tubuh Dena agar dia tak bisa bergerak..
''Aku tak akan pulang sebelum aku bisa menghajar Zoe..dimana dia katakan padaku..''
''Kau menuduhku Devan...''
''Aku tak perduli Dena...dengarkan aku....aku tak akan pernah melepaskan Zoe malam ini..kau tau itu..''
Devan yang terlalu marah tidak mendengarkan ucapan Dena sedikitpun..pria itu melangkah menuju kamar mandi dan tidak menemukannya disana...lalu mengitari sekitar butik namun jejak Zoe tak ada...
''Apa yang kau cari tak akan pernah kau temukan karna Zoe sudah pulang..dia hanya mengantarku pulang bahkan tidak turun dari mobil..''jerit Dena dengan suaranya yang bergetar..
Devan menoleh...ia tersenyum dingin...
''Aku akan memeriksa cctv dan jika aku menemukan Zoe datang maka kau tidak akan ku ampuni Dena...''
Devan melangkah keluar kamar tak lupa mengunci pintu kamar Dena dan segera naik ke ruang cctv, Devan lalu bergerak mencari bukti rekaman cctv dan kali ini Dena tak akan bisa mengelak...
Devan mulai memutar rekaman dan tampak dari layar cctv kalau beberapa menit lalu mobil Zoe memasuki garasi dan sesaat kemudian Dena turun dari sana dan melambaikan tangannya pada mobil lalu melangkah masuk ke kamar sendirian..
Sendiri dan tidak ada siapapun termasuk Zoe yang di curiga tidur bersama Dena malam ini...Devan sungguh tak bisa menahan perasaan lega yang menyebar dari dalam dadanya...
Dena adaalah mutlak miliknya dan hanya dia seorang yang boleh menyentuh Dena...pria itu tersenyum kemudian keluar dari ruang cctv dan menuju kamar milik Dena..dan disaat ia membuka pintu Dena sedang memakai bra miliknya..
Devan terbakar malam ini melihat setengah tubuh Dena polos di depan matanya tanpa bisa di tutupi oleh gadis itu...
Dena membeku melihat tatapan lapar Devan...
''Apa yang kau temukan....tidak ada kan....''jerit Dena dengan suara yang terputus..
Ah..sial karna dia belum sempat memakain gaun tidur miliknya..tubuh Dena bergerak mundur hingga terhimpit di tembok kokoh di belakangnya sementara Devan mendekatinya dengan tatapan tak terbaca hingga beberapa detik kemudian Devan menyentuh keduan sisi tubuh Dena dan mendekatkan wajahnya..
__ADS_1
''Mengapa wajahmu pucat sekali..mungkin saja kau tidak melakukannya di sini tapi kau di antar pulang oleh Zoe...kalian berada di dalam mobil yang sama...''Devan tak mampu menahan perasaannya..
Dena menguatkan hatinya dia menatap mata Devan yang terlihat tajam menyala kepadanya...
''Lepaskan aku....lalu kenapa kalau Zoe mengantarku...dia adalah kekasihku sekarang dia...telah menyatakan cinta dan aku menerimanya dengan senang hati...''
''Dia menyatakan cinta padamu...hahahaha....lalu kau bilang apa Dena..kau menerimanya..apa kau tidak mengatakan kalau kita pernah tidur bersama....lalu apakah dia menciummu..''
Dena baru akan menjawab namun, Devan sudah mendaratkan bibirnya di bibir Dena dan menyesapnya dengan sedikit tekanan..
Dena bilang kalau mereka sudah pacaran..apakah gadis ini sudah gila...dia pikir Devan akan melepaskannya..
Ciuman itu terlalu panas hingga Dena kehilangan kendali...dan melepaskan pengait bra yang menutup tubuh Dena..
Gadis itu menjerit menolak keras sentuhan Devan kepadanya..Dena meronta hingga ciuman mereka terlepas dan sekuat tenaga Dena berusaha melepaskan diri dari cengkraman Devan yang terlalu kuat kepadanya..
''Lepaskan aku..apa yang kau lakukan Devan...'' Dena hampir menangis..
''Apa yang kau lakukan...aku ingin membuatmu sadar bahwa kau adalah milikku...Zoe tak bisa memilikimu karna akulah yang pertama kau dengar itu....''
Devan mendorong tubuh Dena hingga membentur ranjang kokoh di belakangnya dan tubuh gadis itu terbanting disana dengan sedikit kuat hingga gadis itu terkejut...
Dalam sekejap dalam penuh kemarahan Devan melepaskan semua pakaiannya dan kembali menyambar tubuh Dena di bawahnya dengan ciuman dan cumbuan yang tak kalah panas...
Tangis Dena pecah ketika Devan mulai mengikat masing-masing tangannya ke sisi ranjang....dengan dasinya..
Dena begitu terluka dan berusaha melepaskan diri..
''Devan aku mohon jangan lagi..apa maumu sebenarnya..bukankah kau membenciku.''teriak Dena seolah ingin menyadarkan Devan dari tindakan gilanya..
Bagaimana ini....Dena sungguh tak ingin di sentuh Devan karna dia dalam masa suburnya dan tak bisa membayangkan kalau sesuatu terjadi mimpinya menjadi kenyataan apa yang harus dia lakukan...
Devan tersenyum dingin....sama sekali tidak tersentuh dengan tangisan Dena yang mengharap iba..
Pria itu tersenyum puas ketika Dena tak bisa bergerak atau melepaskan dirinya...ia mendekatkan wajahnya dan kembali mengecup bibir Dena yang sudah terlihat bengkak..karna hasratnya yang sudah lama terpendam...
Lidah Devan kembali menjelajah bibir Dena dan menuntutnya menyerahkan diri....
__ADS_1
''Meski aku benci padamu namun..aku akui..tubuhku merindukanmu Dena...kita pernah melewati malam bersama dan aku tak bisa melupakan percintaan itu...setia detik aku menginginkanmu....''
Dena menggigit bibirnya ketika jemari Devan kembali bergerak naik dan meremas pa yu da ra nya yang menegang seolah menantangnya...
''Tubuhmu adalah milikku Dena dan aku tak akan membiarkan orang lain menyentuhnya meski dia adalah sepupuku sendir kau dengar itu...kau harus terbiasa dengan sentuhanku mulai dari sekarang....''
Devan tertawa dengan suara yang dingin....
Pria itu lalu melepaskan ciuman di bibir Dena dan mengarahkan mulutnya ke arah bukit kembar Dena yang menegang seolah menanti kecupannya..
''Tidak..Devan...aku mohon....''
Suara Dena bergetar penuh permohonan untuk di lepaskan terdengar pecah udara...namun tidak di dengarkan oleh Devan yang sudah terlanjur terbakar gairah..
Bibir Devan kemudian mendekat dan melum** permukaan put*ng pa yu da ra Dena yang menegang berwarna merah muda dan menj*l*tinya dan memainkannya dengan gemas...
Tubuh Dena menegang...ketika Devan meremas kedua pa yu da ra nya dan menyatukannya dan mulai mengul** dengan panas dan bergantian...lidahnya sebentar menyesap..lalu menghis*p dengan lembut meninggalkan jejak basah disana kemudian melakukannya lagi dan lagi...
Dena pasrah ketika kedua tangannya terikat dan tidak mampu untuk melepaskan diri...
Devan kemudian bergerak naik dan menyatukan dirinya dalam-dalam ke dalam milik Dena yang hangat dan begitu sesaak,...meremas miliknya dan melambungkannya ke awan penuh kenikmatan...
Sudah lama rasanya....mereka tidak pernah menyatukan diri...dan Devan menggertakan giginya membawa Dena bergerak mengikutinya...
Airmata gadis itu menetes...baru saja dia ingin melepaskan diri dari Devan...mengapa malah pria ini datang dan kembali memaksanya..
Devan menggerakan tubuhnya dalam-dalam dan menikmati penyatuan mereka yang indah meski Dena begitu membencinya..
Devan menatap Dena dari atas dan mengerutkan kening...
Mengapa kebenciannya menghilang dengan cepat...perasaan itu ganti kehangatan dan perasaan sayang...sungguh Devan tak tau mengapa dia merasakannya...
Pria itu kembali melum*** bibir Dena dan menenangkan gadis itu dari rintihannya,..meski ini bukan yang pertama namun ia merasakan kenikmatan itu begitu kuat melingkupinya dan membuatnya candu..ia menatap Dena dengan tajam...dan mendekatkan wajahnya...
''Kau adalah milikku..kau dengar itu...kau adalah milikku...''usai berkata...
Devan kembali menggerakan tubuhnya dan membawa Dena dalam pelepasan yang indah...bersama.....
__ADS_1
Deg!!!!!