Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Ternyata


__ADS_3

''Aku menginginkan anak itu...''


Suara Devan begitu jelas menembus kesadaran Dena.....


hingga gadis itu menjerit dan terbangun dari tidurnya,...


Nafas Dena memburu..ketika keringat membasahi tubuhnya...astaga bisa-bisanya dia tertidur sangat lama dan bermimpi yang sangat panjang dan lama...


Dena meneguk segelas air dan masih duduk di pinggir ranjang, ternyata dia hanya bermimpi...mengapa malah bermimpi kalau dia sedang mengandung anak Devan...astaga jangan sampai itu benar-benar terjadi....gadis itu lalu bergegas mandi dan mengganti baju, di liriknya jam di tangannya dan mengeluh..semalam kepalanya pusing sekali...syukurlah sekarang sudah tak apa...hoh ya ampun ini sudah jam 7 pagi dan sudah sangat terlambat dia bahkan lebih terlambat dari pengantin..


Jadwal hari ini adalah makan siang bersama keluarga besar Damian dan juga Nayra...meski dia sedikit minder pada keluarga itu namun tante Valerie memaksanya ikut..mau bagaimana lagi...Dena tak bisa mengelak...lagi pula Nayra sahabatnya..


Dena memijit pelipisnya dan membeku mendengar suara bel di pintu kamarnya, gadis itu segera menghampiri mendekati pintu, lalu membukanya..


Dena membeku ketika melihat Devan berdiri di pintu kamarnya...


Deg!!!!


Devan menatapnya dengan begitu tajam hingga Dena kehilangan suara...


''Devan...''


''Semua orang sudah menunggumu....''


''Apa...''


''Cepatlah..''ucap Devan mengeraskan wajahnya..


Dena menatap pria yang sedang menatapnya itu dengan tatapan tak terbaca...ingatan tentang mimpi itu lalu mulai membayanginya...dan membuat Dena terpaku...


''Mengapa kau malah menatapku...Devan mendekati Dena...apa kau merindukanku..''


Dena menghela nafas....lalu mendorong tubuh Devan keluar kamar...


''Aku hanya merasa kesal karna ternyata yang datang ke kamarku bukan Zoe namun malah kau...aku sangat kecewa..''desis Dena lalu keluar dari kamar dan menutup pintu di belakangnya lalu melangkah keluar menuju ruang makan...


Sementara Devan berjalan di belakangnya..


''Apa kau benar-benar serius dengan Zoe...''


Dena menghentikan langkahnya dia menoleh dan tersenyum..

__ADS_1


''Tentu saja aku serius..aku bahkan tak pernah seserius ini..jadi mulai sekarang menjauhlah..anggap saja kita tidak saling kenal..''ucap Dena tersenyum dingin..


Dena melangkah meninggalkan Devan yang masih berdiri disana...pria itu mengerutkan kening..mengapa semalam dia bermimpi tentang Dena...gila..ini benar-benar gila..karna Devan bermimpi kalau Dena..sedang mengandung anaknya...apakah itu bisa di percaya...?


Devan menghela nafas...mengapa dia harus bersaing dengan Zoe...dari sekian wanita mengapa mereka harus menyukai Dena...?


Devan menggeleng bingung lalu melangkah meninggalkan kamar Dena...


************


Sarapan pagi itu terlihat berbeda, penuh keakraban dan penuh canda....tentu saja, hal itu membuat Dena nyaman..keluarga Nayra menganggapnya anak juga karna memang mereka mereka mengenalnya sejak menjemput Nayra di panti dulu bahkan dulu Pedro dan Nada ingin mengangkat Dena sebagai anak namun Dena menolak karna ingin tetap berada di panti asuhan..


''Mommy sudah melihat beberapa hasil rancanganmu Dena,...dan bisakah Dena membuatkan Mommy Desain gaun untuk pesta...''ucap Vanessa di tengah pembicaraan..


''Baik tante....aku akan mencoba...''


''Jangan panggil tante dong...Zoe bilang dia menyukaimu itu artinya dia serius dan Mommy ingin kau tau kalau Momy sangat bahagia bisa menjadi mertuamu..''


Mendengar hal itu Valerie langsung berdehem..


''Vanessa....jangan lupa kalau aku juga mengincar Dena menjadi menantuku..jadi bisakah kita bersikap adik sekarang..''


Devan, Zoe dan Dena saling menatap beku..terutama untuk Dena, dia bingung memutuskan apa yang harus dia lakukan..mengapa keluarga ini malah memperebutkan dirinya..?


''Kau benar-benar gadis yang baik.''ucap Vanessa memuji..


''Dan kau pasti akan memilih pria yang terbaik...dengarkan aku Dena..di antara Zoe dan Devan mereka adalah yang terbaik tapi kau harus memakai hati dalam memilih..''ucap Vanessa memberi isyarat..


''Baiklah...terimakasih sudah memilihku..''ucap Dena dengan sangat sopan..


Devan duduk paling jauh sembari menyipitkan matanya ke arah Dena yang sedang bicara...hari demi hari Dena seperti menjelma menjadi gadis yang penuh pesona dan Devan sama sekali tak bisa menolak pesona itu..


''Dena...bagaimana kalau aku mengantarmu ke butik...'' ucap Zoe dengan mata berbinar..


''Baiklah...''


Zoe menoleh pada Devan dan menaikan alisnya sementara Devan hanya tersenyum tajam...sialan Zoe..dia bahkan mengejar Dena terang-terangan...


Sarapan pagi pun selesai dan para orang tua memutuskan kembali ke rumah sementara pengantin masih menghabiskan waktu bersama..


Zoe dan Dena menuju mobil milik Zoe yang terparkir..setelah memasukan koper kecil milik Dena..keduanya lantas masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi Hotel.

__ADS_1


Di tengah perjalanan Zoe sesekali menatap Dena yang sedang mengetik pesan di ponselnya..


''Siapa yang mengirimu pesan..''


''Tante Valerie...aku sedang memilihkan beberapa gaun yang ingin di liat tante..''


Zoe tersenyum semakin kagum dengan Dena yang pekerja keras..


''Dena....kau tak berpikir aku main-main tentang perasaannku kan..''ucap Zoe sambil menyetir..


Dena menghentikan kegiatannya dalam mengirim pesan sementara ia menatap mata Zoe yang terlihat penuh harap..


Dena tak tau bagaimana menjelaskan apa yang ada di hatinya sekarang, bahkan semalam dia bermimpi sedang mengandung anak Devan..sampai saat ini ia masih membayangkan mimpi itu dan merasa ngeri sendiri..bagaimana bisa dia harus memikirkan perasaan Zoe lagi...? Meski pria ini baik namun Dena tak bisa sembarangan menerima pria baru apalagi dia dan Devan pernah tidur bersama...sejak saat itu Dena mulai mengalami krisis kepercayaan diri..


''Zoe maafkan aku....tapi aku benar-benar tak ingin menyakitimu..aku sungguh tak ingin menyakiti kau yang begitu baik...tapi aku belum memikirkan tentang sebuah hubungan yang serius,.''


Zoe tersenyum....dia sudah bisa menebak kalau Dena sama sekali tidak menyukainya sebagai pria...namun sebagai seorang kakak...padahal Dena sudah menjelaskan itu di pertemuan pertama mereka meski Zoe sedikit tidak terima...


''Apakah kau menyukai pria lain Dena...mungkinkah itu sepupuku sendiri Devan....''


Deg!!!!


Dena menoleh....ia tersenyum lagi...


''Aku tak tau bagaimana menjelaskan padamu Zoe....sebenarnya siapa aku ini...aku bahkan tak pantaa untuk di cintai atau mencintai salah satu di antara kalian ...aku tak ingin merusak hubungan baik ini Zoe....aku tidak berani untuk menaruh harapan pada salah satu dari kalian..''


''Itu bukan jawaban Dena.....''


Dena kembali lagi menatap pemandangan di depan mereka dimana mereka melewati sebuah taman yang indah yang di penuhi bunga indah dan juga tanaman liar...


''Aku seperti tanaman liar di luar taman itu sementara kalian berada di pot yang indah bukan...kita tidak bisa di sandingkan karna berbeda...''


Zoe tersenyum....


''Kau sedang menghindar dari perasaanmu sendiri Dena...''


Deg!!!!


Dena megerutkan kening...


''Apa maksudmu Zoe...''

__ADS_1


''Kau sudah jatuh cinta padanya...aku benar...''ucap Zoe sedikit kecewa...


Dena kehilangan suaranya....


__ADS_2