
Dena menguatkan dirinya ketika keluar dari kamarnya ini masih jam 6 pagi dan Dena memutuskan untuk pergi pagi sekali dia tak ingin bertemu dengan Devan..
Gadis itu menutup pintu kamar dan melangkah menuju tangga, namun langkahnya berhenti sebentar ketika melangkah melewati kamar Devan ia menoleh menuju pintu dan menahan tatapannya...Dena sungguh berharap kalau mereka tak akan pernah bertemu lagi...sungguh dia tak akan kembali kerumah ini..Dena mengepalkan tangannya...
lalu melangkah pergi menuruni tangga, dan mengucapkan selamat tinggal dari dalam hatinya...
Dena ingin melupakan semuanya.....
********
''Kau benar-benar akan pergi meninggalkan tante....''
''Kita akan bertemu lagi tante, terimakasih banyak karna sudah menganggapku seperti anak tante sendiri..semua yang tante lakukan sangat berarti bagiku..''ucap Dena menundukan kepala....
Valerie menariknya ke dalam pelukannya dan mengusap punggung Dena dengan penuh kasih sayang...
''Bulan depan butik akan di resmikan jangan lupa kau adalah wakil tante...''
''Tentu saja.....''balas Dena patuh.
Pelukan itu terlepas dan membuat Valerie kian berat melepas Dena...
''Tante sayang padamu seperti tante sayang pada Nayra...kalian berdua begitu mirip..''
''Itu karna kami sahabat dekat tante...''
''Baiklah..jangan lupa memberi kabar pada tante..kalau begitu tunggulah sebentar tante akan memanggil Devan di kamarnya..''
''Tidak.......''
Dena menyentuh jemari Valerie dan wanita itu menoleh..
''Mengapa kau menahanku...''
''Temanku sudah menjemputku di depan...sampaikan saja salamku pada tuan Devan dan om Dars,...''
''Baiklah.....hati-hati Dena...''
''Baik tante..''
Dena lalu membungkuk, seraya melangkah keluar dari rumah menuju gerbang disana sudah ada seorang pria yang menunggunya di dalam mobil..
Dena mendekat dan tersenyum ketika pria itu keluar dari dalam mobil, dia sangat tampan walau sederhana..
''Dena.....''
Gadis itu menghentikan langkahnya dan tersenyum lembut.....
'' Dafa....'' jerit Dena tersenyum..
Dafa mendekat lalu meraih Dena ke dalam pelukannya...pria itu tampak tersenyum bahagia.
''Sudah lama kita tidak bertemu adikku...''bisik Dafa melepaskan pelukannya.
''Cih,....pengusaha sukses...tentu saja kita sudah lama tidak bertemu....aku merindukanmu..''bisik Dena dengan mata yang basah..
Dafa mengangguk....
__ADS_1
''Bagaimana kabarmu, ibu panti dan yang lain...''
''Bagaimana kalau kita ke panti sekarang saja...ibu pasti merindukanmu...''
Dafa mengangguk lalu mengulurkan tangannya....Dena langsung menyambut uluran tanganya mereka saling melemparkan senyuman..
Dafa adalah sesama penghuni panti asuhan namun di usia 10 tahun Dafa beruntung di adopsi keluarga kaya raya dan sekarang sedang memegang perusahaan penting milik keluarga angkatnya...sejak kecil sebelum terpisah..mereka selalu bersama...
****************
Devan membuka matanya ketika mendengar bunyi ketukan pintu di kamarnya....
tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan sosok Valerie masuk....melihat kamar Devan sedikit berantakan membuat wanita itu hanya menggeleng...
Tak biasanya Devan bangun telat..walau dia mabuk, ada apa dengan putranya...
Valerie membuka jendela yang menghubungkannya dengan balkon dan membiarkan sinar matahari masuk...
''Momm.......''
''Apa kau sedang sakit....''
Valerie menghampiri sang putra dengan wajah khawatir...menyentuh dahi Devan namun tak ada yang perlu di khawatirkan..
''Devan bangunlah...astaga, kau tau Mommy harus membujuk Daddy mu untuk membiarkanmu tidak ke kantor.''
Devan melebarkan matanya, ucapan sang Mommy seperti angin yang lalu begitu saja dari pendengarannya..karna pikiran Devan justru tertuju pada satu nama saat ini..
''Dena.......Mommy....dimana Dena...''
Valerie melirik putranya,...
Devan bangkit walau hanya memakai celana piyamanya...tanpa mengenakan baju..
''Aku hanya bertanya Mommy....''
Valerie bangkit dari ranjang dan mengambil piyama yang tergeletak di kursi dan meleparkannya tepat mengenai sang putra...
''Tumben kau tidak mengenakan piyama ketika tidur...apa kau kepanasan sayang, AC di kamar ini rusak..''
Mata Valerie melirik AC yang dalam posisi menyala..
''Aku memang sedang kepanasan Momm..astaga..''ucap Devan berusaha terlihat tenang..
Syukurlah kamarnya terlihat rapi...padahal semalam pakaian mereka berhamburan di atas karpet...
Valerie bersedekap..
''Seorang pria menjemputnya pagi ini,....ehm....dia terlihat tampan dan mereka sudah pergi,..''
''Apa..seorang pria..''ulang Devan mengerutkan kening..
''Yah...mommy pikir kau tidak mau tau tentangnya kau bahkan menolak ketika mommy minta tolong agar kau mengantarnya..''
''Sykurlah dia sudah pulang, aku harus mandi...''
''Baiklah...mommy tunggu di bawah untuk sarapan..''
__ADS_1
''Yah....''balas Devan dengan sopan..
Hening...
Setelah Mommy pergi Devan segera berdiri dan menegakan tubuhnya...dan di saat yang sama mata Devan terpaku pada sebuah noda darah di sprey dan hal itu cukup membuatnya sadar bahwa semalam..dia telah memaksa Dena untuk menjadi miliknya..pria itu tersungkur kembali di atas ranjang, dia mengusap wajahnya dengan kasar...
Ingatan tentang percintaan yang samar semalam membuat Devan tak bisa mengusir bayangan Dena dari kepalanya..ingatan erangan Dena, rintihannya tatapan matanya yang pasrah sungguh membuat Devan menggila..
Sial.......mengapa ia tak bisa melupakan Dena....bgaimana perasaan gadis itu sekarang setelah Devan sendiri menghinanya habis-habisan namun ternyata justru dialah yang telah mendapatkan kesucian Dena...
Devan mengusap wajahnya dengan kasar...bagaimana sekarang, yang pasti masa depan Dena telah hancur karna dirinya..
Devan bangkit kembali dari ranjang...ia harus berbuat sesuatu untuk membuatnya lega..
************
Nayra sedang berada di kamar mandi sementara Damian sedang memakai kemejanya, semalam dia membawa Nayra menginap di apartemennya,namun tentang saja tak ada yang terjadi di antara mereka karna Damian terlalu mabuk dan Nayra juga terlalu lelah untuk di sentuh..mereka hanya tidur berpelukan hingga pagi hari..
Damian memasang dasi yang di pilih Nayra untuk dirinya...ia tersenyum menghadap cermin..dan bunyi panggilan telp masuk di ponsel milik Nayra membuat Damian menoleh...pria itu mengerutkan kening..
Siapa yang menelfon Nayra sepagi ini....?
Karna rasa penasaran, Damian melangkah menuju meja ingin tau siapa yang menelfon sepagi ini..
Nomor tidak di kenal...? Damian semakin penasaran lalu mengangkat telp.
Damian : Hallo..kau siapa..
Hening....
Wanita : Hallo...selamat pagi tuan, maaf apakah ini benar nomor ponsel nona Nayra..
Damian : Benar..ini nomor telp Nayra, ada apa...
Wanita : Syukurlah tuan...saya Rani seorang perawat dari rumah sakit..
Damian : (Terkejut ) Maaf..dari rumah sakit apa yang terjadi pada Nayra..
Wanita : Tidak ada yang terjadi pada nona Nayra namun kami ingin memberitahu bahwa pasien bernama Oscar kekasih nona Nayra sudah sadar dan dia memanggil nama nona terus...jadi bisakah nona Nayra kerumah sakit sekarang...
Disaat yang sama...Nayra selesai mandi dan ia membeku menyadari ekspresi Damian terlihat tidak baik-baik saja,...menyadari kehadirannya Damian menoleh..
Damian : Oscar adalah kekasih Nayra...?
Wanita : Itu benar tuan...jadi aku.....
Titttttt...........
Damian memutus sambungan telp dia terlihat begitu marah..
''Apa maksudmu Nayra..''
Oh tidak.....mengapa hari ini sial sekali...?
''Damian aku bisa jelaskan kalau........''
Suara Nayra tercekat ketika Damian mendekatinya...dengan tatapan membunuh...
__ADS_1
Deg!!!!!